Nyalaku.
Kau nyala,
dalam unggun api yang semakin kelabu.
Kau rona jingga,
dilakar pada lukisan,
melempar dampak terang benderang.
Kau anugerah yang menyinariku — berulang kali, lagi dan lagi.
Kau, nyalaku —
sepanjang sepuluh dekad bulan yang telah berlalu,
dan yang akan kunjung datang.
- - -
You shine,
within the bonfire growing grayer.
You're the tangerine hue,
detailed onto the painting,
casting a bright and shining reflection.
You are the grace that lights me up — repeatedly, over and over again.
You, my miraculous ember —
for a decade of moons ago,
and those yet to grace the sky.













