Sebuah kata yang cukup sederhana, namun berat akan makna dan implementasi ialah “inspirasi”. Ya.. sudah barang tentu setiap orang pasti besar harapan punya inspirasi, entah itu datang darimana, kapan, dan siapa.
Bagiku keluargaku adalah sumber inspirasiku. Aku belajar banyak hal dari mereka ayah, ibu, kakak-kakakku. Belajar tentang arti sebuah perjuangan, pengorbanan, ketulusan, kesederhanaan, arti kehidupan, dan masih banyak lainnya.
Saya terlahir dari seorang ibu yang amat sangat penyabar, pekerja keras, tulus, penyayang, dan aku ga yakin bisa menuliskan beribu-ribu kebaikan yang telah beliau berikan untuk kami. Dari rahim beliau terlahir empat orang putra dan 4 orang putri, namun karena kehendak Illahi kini kami tinggal 6 bersaudara, tepatnya 3 orang putra dan 3 orang putri. Beliau begitu kuat mendidik dan membesarkan kami hingga kami tumbuh dewasa seperti sekarang ini. Andai saja saya bisa membalas kebaikan yang telah beribu atau bahkan berjuta kasih sayang yang telah ibu berikan untuk kami, namun apadaya diri ini sampai detik ini belum mampu melakukannya. Bahkan aku belum yakin sampai detik ini apakah engkau benar-benar telah bangga memiliki putri sepertiku. Ah ibu aku sungguh menyayangimu dan mencintaimu karena Allah😚😚
Lelaki yang tegar, tegas nan shalih ini tengah memimpin bahtera kehidupan keluarga kami. Ialah bapak, meskipun beliau tidak memiliki background pendidikan yang tinggi tetapi beliau memiliki kesadaran akan pentingnya pendidikan untuk putra putrinya. Semangat, kerja keras, perjuangan beliau sungguh tidak diragukan lagi untuk memperjuangkan pendidikan yang layak untuk putra-putrinya. Alhamdulillah dengan izin Allah, beliau berhasil mewujudkan mimpinya. Bagiku bapak tidak hanya sekedar sukses, melainkan lebih dari sukses. Beliau hidup di desa, dimana kehidupan masyarakat setempat masih memiliki paradigma akan rendahnya kesadaran pentingnya pendidikan, lantas hal tersebut tidak membuat bapak memiliki pola pikir yang sama. Beliau berjuang keras untuk menyekolahkan putra putrinya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Karena beliau memiliki mimpi agar kelak putra-putrinya tidak merasakan apa yang telah beliau rasakan, agar kelak putra-putrinya hidup dengan lebih baik. Beliau mendidik putra-putrinya untuk menjadi pribadi yang kuat dan mandiri. Meskipun saya seorang perempuan dan anak bungsu, tetapi tidak menjadikan beliau untuk menspesialkan saya, dari kecil kami telah dididik untuk mandiri dan tidak manja. Tidak jauh berbeda dengan ibu, beliau tidak pandai berkata-kata retoris tapi beliau lebih banyak menunjukkan kasih sayangnya lewat sikapnya. I love you bapak because Allah😚😚
****
juga Teruntuk mas mbakku, tumbuh kembang menjadi seperti sekarang ini tidak lain dan tidak bukan karena teladan yang kalian berikan dari aku kecil hingga seperti saat ini. Aku menyadari, aku bukanlah sosok adik yang baik untuk kalian, tapi kalian selalu menjadi kakak kakak terbaik untukku. Dewasa, mandiri, sabar, survive, pejuang tangguh sudah barang tentu itu melekat pada diri kalian. Engkau tidak banyak berkata yang bermanis- manis ria atau bersilat lidah, tapi engkau langsung action lewat teladan dan cara bersikap serta cara berpikir kalian. Ini nih yang selalu bikin aku melting, lumer kayak coklat batangan yang dipanasin. Engkau tidak memaksa aku menjadi seperti apa, melainkan engkau membimbing dan mengarahkanku sesuai dengan potensi yang engkau lihat dimatamu. Dan sebuah kalimat sakti yang selalu aku ingat adalah ketika engkau berkata, “kebahagiaan seorang kakak ialah ketika melihat adiknya jauh lebih baik/berhasil dari kakaknya”. Kalimat sakti itu menjadi salah satu motivasi hidupku untuk senantiasa melakukan yang terbaik atas support yang selalu kalian berikan. Aku sangat bersyukur dihadirkan dengan sosok kakak seperti kalian. Sadar ataupun tidak sadar, aku memang anak bungsu, tapi bukan berarti aku manja. Aku akui kini aku bisa sedikit bersikap dewasa kerana berkat kalian.
I'am proud of you to be your daughter and your sister, love you all because Allah😙😙