Ri, memutuskan melakukan atau tidak melakukan suatu pekerjaan, kegiatan, aktivitas bukan karena kamu mau atau ngga mau, bukan karena suka atau ngga suka, bukan karena bisa atau ngga bisa, tapi karena mencari ridho Allah.
★

❣ Chile in a Photography ❣
Fai_Ryy
Monterey Bay Aquarium
macklin celebrini has autism
official daine visual archive
No title available
todays bird
hello vonnie
Sweet Seals For You, Always

Love Begins
untitled
Cosimo Galluzzi
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

if i look back, i am lost

No title available
🪼
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

izzy's playlists!

roma★

seen from Russia

seen from United States

seen from Spain
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Singapore

seen from Germany
seen from United States

seen from United States

seen from Singapore

seen from United States
seen from Poland

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
seen from Malaysia
@mnieskrip
Ri, memutuskan melakukan atau tidak melakukan suatu pekerjaan, kegiatan, aktivitas bukan karena kamu mau atau ngga mau, bukan karena suka atau ngga suka, bukan karena bisa atau ngga bisa, tapi karena mencari ridho Allah.
you really craving ice cream and brownie, but too lazy to go out.
And yeah, thank to Allah, i live in a time when shopeefood exists.
My mood totally leveled up 🌼
you really craving ice cream and brownie, but too lazy to go out.
And yeah, thank to Allah, i live in a time when shopeefood exists.
you really craving ice cream and brownie, but too lazy to go out.
my favo chocho
ngerasain tinggal bareng sama sepupu yang 180 derajat beda banget, harus temenin ke mana-mana ternyata ngga enak. Jadi refleksi kalau nanti pilih calon suami. Why?
Dia tim malam dan kamu tim pagi. Jadi kalau pagi dia tidur, kamu udah aktivitas. Jam 9 malam ngajakin ngecafe, energi kamu udah habis.
Dia siap-siap dari 2 jam, terus kamu tim 15 menit ready. Padahal kita sama sama perempuan wkwk.
Dia stylenya i wanna look pretyyy, kamu style yang simple aja.
Kamu kalau mau beli sesuatu lihat harga dan worth it ngga, dia tim coba aja sekali buat story.
Kamu ngga bisa minum kopi, dia rutinitasnya ngopi..
Kamu tim hunting makanan yang enak dan berat, dia hunting makanan viral.
Dia yang liburan, tapi dompet kamu yang bocor. Hahaha. Resiko umur lebih tuaa.. huhuhu
Mau ngga ditemenin tapi dia kesini liburan, tapi liburannya hunting cafe doang..helpp
Sebenarnya kita baik-baik aja, masih bisa kompromi cuma memang kesukaannya berbeda aja. Jadi ngga match di beberapa sisi.
Ternyata, supaya hidup nyaman kita harus cari yang difrekuensi dan tujuan yang sama.
Tentang menikah..
Sekarang kalau dipikir agak lucu, tapi pas hantaman pertama, percayalah aku kecewa dan menangis sejadi-jadinya...
Prolog : Ketika itu ibu menelfon, memberikan kabar kalau pernikahan adek dimajukan beberapa bulan, alasannya? Karena di tahun depan jawa, itu tahun entah tahun duda/janda jadi katanya tidak boleh menikah. Dan baru bisa menikah lagi ditahun depannya, kalau disetarain masehi tahun 2028..
Waktu itu, aku hanya merespon, oh ya udah..tiba-tiba seperti kesengat listrik, ibu melanjutkan, jadi mbk dilangkahin adek dulu, karena kan belum boleh setahun ada dua pernikahan, aku langsung mengernyitkan dahi, duh mulai deh, padahal secara islam ngga ada aturan begini.. Hmmmm... Yang orang jawa, ini bagaimana??? Hahahha
Dannn.. puncaknya, ibu menambahkan kalau misal mbk mau nikah ya di 2028. Aku tersentak, kayak rasanya badanku runtuh.. Tapi aku pura-pura cool karena di kampus sama temen dan mau ke zoo.. Padahal dalam hati, waktu itu aku kecewa dengan yang disebut keluarga, mereka selalu membuat keputusan tanpa pernah bertanya bagaimana keadaanku, mereka selalu percaya aku akan baik-baik saja.. Padahal, aku udah ikhtiar dan ingin sekali menikah ditahun depan, ya walaupun ikhwannya belum ditampakkan sama Allah..
Yang membuatku sangat runtuh adalah harapan aku bisa memiliki sosok keluarga yang hadir secara fisik seperti dijeda sangat lama.. Selalu terbanyang setiap hari eid selalu sendiri, kalau butuh apapun harus urus sendiri, ya karena memang kondisi keluarga semuanya jauh, dan pulang mungkin tiga tahun sekali, bahkan aku belum ketemu ibu lagi setelah wisuda S1.. entah mengapa saat itu, dadaku terasa sesak membayangkan semua hal yg sudah dilalui. Aku, pertama kali, mengucapkan kalimat 'aku kesal dengan ibu, jangan telfon aku dulu'.
Setelah berlalu, aku jadi kecewa dan lucu pada diriku sendiri, mengapa? Waktu itu aku seperti merutuki takdir yang Allah berikan, aku tidak bisa mencerna, apakah ini cobaan buat naik level atau laknat dari Allah karena dosa-dosa yang kuperbuat, ada rasa takut.. Sepertinya butuh dua atau tiga hari aku menangis dan menyembunyikan diri. Kedua aku merasa sangat lucu, aku bertindak seolah-olah sudah ada calon yang siap menikahiku.. Aku dengan kecewa bilang, dua tahun kan lamaa, kan aku juga pengen segera menikah, pengen punya keluarga, padahal calonnya aja belum adaa,hahaha.. ini logika yang sangat salah, terjebak dalam harapan semu.. Terkadangpun aku insecure, merasa tidak worth it. Kadang aku juga takut, bagaimana cara mengikhtiarkannya, ketika ku tanya ke teman, mereka tidak memiliki rekomendasi yang sesuai denganku.. Itulah kekhawatiranku.. Sampai sekarang masih ada.
Setelah beberapa kali aku mencoba menata ulang, ternyata sumber semua kecewa itu adalah harapanku dan fokus yang salah. Harapan untuk memiliki tempat pulang, harapan ada seorang laki-laki yang memperjuangkan untuk bisa menjadi pemimpinku... Aku salah meletakkan harapan, karena aku jadi membuka pintu beradai-adai, laki-laki itu segera tiba.. Intinya, fokusku yang salah.. Aku hanya fokus pada perasaanku yang tidak benar. Gimana yaa, sepertinya faktor usia akhir 20 an apakah pada begini, agak suka maksaa wkwkwk.. Inginku married before 30, tapi insyaallah aku balikkan lagi ya Allah, udah ngga mau sok tau lagi hehee.. Tapii kalau bisa ditakdirkannya jangan lama-lama ya Rabb..
Sekarang aku hanya bisa mempercayakan ke Allah saja, sambil menguatkan kesabaran, sesuatu akan datang jika memang ditakdirkan untukku, masalah waktu aku tidak bisa ikut campur. Porsiku adalah menjaga diri dengan ilmu, sibuk memperbaiki kualitas sebagai seorang hamba Allah, mempersiapkan diri bagaimana bertemu dengan Allah dengan keadaan Allah ridho dan aku ridho, dan tetap mempersiapkan diri menjadi istri atau ibu, jika Allah takdirkan.. Semoga Allah kuatkan, jaga dan mudahkan..
galau- karena fokusnya pada apa yang tampak oleh mata, lupa dengan apa yang Allah janjikan.
setelah benar benar dimaknai, hal hal dulu yang ku kira sangat sulit, pengalaman yang membuat sesak, ternyata hal itu membuatku bersyukur karena darinya aku belajar paling banyak hal, dan dari situ pula, aku memiliki orang orang yang bisa kumintai saran, nasehat dan arahan ketika aku berada di persimpangan kebingungan
Mereka tidak sadar bahwa orang yang kuat juga bisa kesepian.
Orang yang mandiri juga ingin dipeluk.
Orang yang bertanggung jawab juga ingin diperjuangkan.
kadang suka kepikiran, apa kemarin salah ya ambil s2 nya p.math, mungkin harusnya pendidikan paud atau preschool aja, mungkin akan lebih dekat sama yang dicita-citakan buat bikin rumah belajar. Maaf ya Allah, waktu itu masih mikirin karir after graduation mau kemana…tapi karena pengennya ngebentuk pondasi, jadi lebih relate kalau bikinnya untuk preschool karena pure kita bentuknya dari awal, terus siapa tau nanti bisa berkembang ke sd.. huehue.. dilema ini ngga kelar-kelar. Tapi kayaknya ngga salah jurusan juga sih, semua ada manfaatnya insyaAllah.. mari kita minta uang yang banyak samaa Allah dan ilmu yang bermanfaat..
ternyata, bosan itu memang ada, dan penghilangnya ternyata sesimple duduk di kajian aja, berasa hidup.
Menyadari penuh kalau setiap peristiwa yang Allah berikan selalu memiliki ending yang sempurna. Ending yang selalu memberi tahu kalau Allah selalu berikan hikmah dan kenikmatan yang jauh lebih banyak dibandingkan ujian yang diberikan-Nya. Ending yang mengajarkan betapa Allah mudah sekali membolak-balikkan hati manusia. Ending yang memahamkan kalau Allah selalu membersamai setiap langkah yang ditapakki, menunjukkan jika kamu berjalan kepada-Nya,Allah membalasnya dengan berlari kepadamu. Ending yang mengajarkan untuk hati-hati dalam perjalanan, supaya kelak di suatu hari pertanggung jawaban tidak masuk ke golongan yang penuh penyesalan.
Ada yang pernah bilang, nikmatillah hidup. Kemudian dia terdiam sejenak. Bagaimanakah menikmati hidup ? Apakah seperti mereka yang selalu terlihat bahagia ? atau mereka yang semua impiannya terwujud? atau mereka yang hidupnya sangat produktif dan memberikan banyak sekali kebermanfaatan ? Mereka yang setiap saat bergulat dengan kajian dan Al-Qur'an, mereka yang menepi dari hiruk pikuk dunia ? atau seperti apa seharusnya?
Terkadang, itulah manusia. Melihat segalanya dari kacamatanya. Kemudian membuat standar untuk dirinya sendiri dari hasil riset abal-abalannya kemudian memilih salah satu kesimpulan yang memungkinkan untuk dipilih, sepertinya memilih menjalani seperti mereka yang terlihat keren dan impactfull dari versi pikirannya. Nyatanya, belum tentu ada sakinah di dalam jiwa. Mereka bukan hidup untuk memenuhi ekspektasi orang lain tapi memenuhi ekpektasinya sendiri, padahal tidak seharusnya begitu.Karena standarisasi yang dia buat akhirnya diapun terbelunggu sendiri, melelahkan sekali. Dan karena itu, aku berharap kamu tidak hidup seperti itu, hiduplah untuk memuhi ekpektasi Rabbmu, bukan ekpektasimu.
Maunya tinggal di tempat yang nyaman, mudah akses buat belajar ilmu tapi imannya sekuat mereka yang ada di palestina.
cita citaku sesederhana bisa membuat buku atau modul belajar buat anak sendiri jika Allah karuniakan anak, jika belum semoga anak orang lain bisa gunakan. Tapi perjuangannya ngga sederhana, tapi akan aku perjuangkan pelan-pelan.
Tapi sebelum cita-cita ini, ada dua cita-cita yang masih aku perjuangkan dan akan terus ku perjuangankan hingga Allah bilang waktunya pulang. Dan kedua cita-cita itu adalah meninggal khusnul khatimah dan menjadi support system terbaik untuk laki-laki yang Allah ijinkan aku memanggilnya suami.
If you're still single. Trust me, you are the woman a good man is praying for.