ingatlah selalu, keburukan yg kamu lakukan hanya akan menghasilkan keburukan, dan merugilah kamu jika tidak belajar dari itu

shark vs the universe

JVL
h
Lint Roller? I Barely Know Her
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Love Begins

ellievsbear
almost home

pixel skylines
AnasAbdin
Show & Tell
ojovivo

Kaledo Art

roma★
Stranger Things

祝日 / Permanent Vacation
Keni
noise dept.

Origami Around

❣ Chile in a Photography ❣
seen from Türkiye

seen from Portugal

seen from T1

seen from United States

seen from United States
seen from Portugal
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from France
seen from Poland
seen from United States

seen from United States
seen from Suriname

seen from Japan

seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Türkiye
@mohasyari
ingatlah selalu, keburukan yg kamu lakukan hanya akan menghasilkan keburukan, dan merugilah kamu jika tidak belajar dari itu
Hidup adalah tentang merawat dan terus memperbaiki hubungan kita dengan Allah
Hanina kemaren milih buku sendiri di bazar buku. Senang sekali dia, dibukanya terus, dilihatin bahkan saat di jalan naik motor.
Kalo kamu ga malu dengan dirimu yg setahun lalu, berarti kamu ga cukup belajar. Gak tumbuh dan gak ke mana-mana.
Alain de botton
Kemarin, hanina bisa pipis di kamar mandi dengan full. Setelah mandi pagi, sengaja tidak kupakaikan celana. Lalu pas kebelet pipis dia minta diantar sama mamanya. Pipis banyak, sshhh., tp sepertunya belum bisa tuntas, masuh ragu mungkin. Sekitar 30 menit kemudian ngajak pipis lagi. Banyak lagi. Lalu 15 menit kemudian minta pipis lagi, yg ini sydah bisa sampai lega.
يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى مَنْ شَغَلَهُ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ عَنْ ذِكْرِي وَمَسْأَلَتِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ ثَوَابِ السَّائِلِينَ وَفَضَلُ الْقُرْآنِ عَلَى سَائِرِ الْكَلَامِ كَفَضْلِ اللَّهِ عَلَى خَلْقِهِ Artinya: Allah berfirman, “Siapa saja yang disibukkan oleh membaca Al-Qur’an, hingga tak sempat dzikir yang lain kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya balasan terbaik orang-orang yang meminta. Ingatlah, keutamaan Al-Qur’an atas kalimat-kalimat yang lain seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya,” (HR. Al-Baihaqi). Karena tawassul bikitabillah.
Sebuah catatan untuk diri sendiri.
Saya orangnya setiap melihat sesuatu sering terbawa mimpi. Hingga akhirnya beberapa hari yg lalu saat mau tidur entah karena capek atau males, sebelum tidur aku cepetin baca ayat kursinya.
Hasilnya, aku mimpi buruk, mimpi horror berbau mistis. Padahal seumur hidup, seingatku aku tidak pernah mimpi buruk hal-hal ghoib kalo sudah baca ayat kursi. Lalu aku terbangun dengan kondisi mengigau baca kalimat tahlil.
Setelah itu, aku baca ayat kursi lebih pelan dan aku hayati. Alhasil tidurku selanjutnya aman sentosa.
Sebuah catatan yg menamparku, betapa Allah mengingatkanku agar membaca kalimat-Nya dengan baik dan tidak terburu-buru bahkan hingga tidak jelas lafadznya.
Semoga ibadahku bisa lebih berbobot.
Amin
Cara ikhlas ala Hikam
Kalo ilmumu sudah sampai hakikat kamu mesti mudah ikhlas. Misal aku punya uang 10rb, menurut syariat ya itu milikmu. Gara-gara anda merasa itu milikmu, maka kalo dikasih ke orang ya berat, kalo di shodaqohkan ya bisa ngundat-ngundat. Kalo secara hakikat, uang ini ya milik Allah, bukan milikku, ya titipan. Dikasihkan orang ya ya udah, orang punyanya Allah. Kalo logika Hikam ya gampang, otakmu itu di amana, minta upah dari orang yg mmberimu hadiah. Wong islam itu iman, islam karena taufiqnya Allah, setelah Allah ngasih taufiq kok masih minta upah. Kalo kamu pake ilmu hakikat, ikhlas itu gampang! Ya Allah Engkau menakdirkan saya alim, menakdirkan kulo islam, iman, sujud, dst.
Melihat anak
Kamu bilang anak ini nanti membiayai setelah kuliah biaya, nikah nanti biaya lagi dst. Maka kamu lihat anak itu sbg problem.
Kalo melihat anak wah ini nanti penerus sujud saya, penerus kebaikan saya, kalao saya sudah mati, tabungan saya adalah di anak. Saya sujud,a anak saya sujud, cucu sujud, penyembah Allah, pecinta rosul. Maka melihat anak sbg penerus kebaikan.
Allah mengistilahkan anak itu
Surat At-Tur Ayat 21 وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ أَلَتْنَٰهُم مِّنْ عَمَلِهِم مِّن شَىْءٍ ۚ كُلُّ ٱمْرِئٍۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ
Artinya: Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.
Wallażīna āmanụ wattaba'at-hum żurriyyatuhum bi`īmānin
ini generasi penerus iman penerus sujud saya. Maka kita melihat anak itu seneng. Bukan problem.
Orang yg lupa Allah, akan dibuat lupa apa yg maslahat bagi dirinya. Misal orang tidak takut Allah , maka dia narkoba atau merkosa orang atu maling. Bahkan dia tidak tau cara ngelola dirinya sendiri. Katanya peduli diri sendiri, tapi malah membuat dirinya dipenjara dll, dia sendiri yg susah.
Kamu kalau kenal dirimu (makhluk, mudabbar/hamba, musakhhor), maka kamu akan kenal Tuhanmu. Sebaliknya, kalo kamu kenal Tuhanmu, maka kamu akan kenal dirimu.
ُمَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه Artinya, “Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.”
Allah tak punya adat memuji musuh. Tidak pernah memuji Fir'aun atau setan, dan lainnya. Makanya kamu jangan memuji Israel betapa kuatnya tidak pernah bisa dikalahkan, tapi pujilah Palestina betapa daridulu diserang tidak pernah bisa dikalahkan Israel.
Makanya Kamu Ngajio Qur'an
Biar ilmu kamu dididik Al Qur'an.
Biar kamu itu amantu bi kitabillah. Karena Allah itu tersinggung orang yg mencari khazanah di luar kitabnya. ﴿أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ﴾ [ العنكبوت: 51]
Makanya saya minta ngaji tafsir Jalalain itu buat mengkafarahi dosamu. Bagaimanapun kamu pernah mencari sesuatu ilmiah di luar Qur'an. Untuk pengingat bahwa itu tidak menghargai Allah.
Mencari panduan kok nggak dari Allah.
Makanya kamu tobato!
Itulah kenapa Thalabul ilmi itu menggugurkan dosa
Tuhan dan kenapa kamu diciptakan.
Beberapa hal terkait di dunia ini, tidak terpulang pada yg kita inginkan. Ada sesuatu di dunia ini yg kekuatannya jauh di atas Anda dan Dia akan memaksakan apa yg Dia mau. Memang anda tidak mau diciptakan, tapi ketidakmauan anda tidak berpengaruh. Dan tidak ada di dunia ini keinginan mutlak yg dibebaskan. Anda di dunia tidak ada!
Misal kamu bikin acara di simpang lima selama seminggu, pasti kamu ditangkap. Yg terjadi apa? Keinginan anda apa keinginan polisi? Keinginan polisi yg terjadi. Karena polisi lebih kuat dari anda. Dan anda melanggar peraturan, yg padahal peraturan itu dibuat tanpa persetujuan anda. Anda lahir, sudah ada peraturan itu. Anda diwajibkan untuk mentaatinya. Dan anda tidak boleh untuk udzur, saya tidak mau. Itu urusan anda. Tapi tidak maunya anda tidak menjadikan anda lepas dari peraturan itu.
Maknanya tidak ada kebebasan mutlak dalam dunia ini. Al qahhar, dzat yg keinginanya terjadi, dan keinginan selainnya tidak terjadi.
Anda mungkin tidak ingin diciptakan, tapi Allah ingin anda untuk dicipatakan. Ini memang ujian.
Anda ini nasib baik aja dilahirkan di semarang banten, namanya abdul manan, mustofa. Coba lahir di jepang, ga ada nama-nama itu. Sasuke hahaha namanya. sinzo abe. Dan mereka tidak ingin juga lahir di jepang, tidak bisa milih.
Tidak semua hal yg anda inginkan itu terjadi, karena itu ada yg namanya Tuhan. Keinginan Tuhan yg akan terjadi. Dan anda tidak punya pilihan, anda harus ikut ujian. Dan dalam dunia ini, hal itu lumrah.
Seperti kamu mau masuk kerja, tapi kamu ga punya ijazah, kan gak bisa.
Alam semesta ini adalah manifestasi (cerminan) dari nama-nama Tuhan.
Orang jahat, perampok dll nya adalah manifestasi dari nama Allah al muntaqib artinya yg menyiksa. syadidul iqab artinya yg siksaannya pedih. seperti lanin, hitler, dll adalah manifestasi dari asma Allah al jabbar. sang kuasa. Tapi al jabbar sendiri sejatinya sangat jauh tidak terbatas, sang maha kuasa melebihi apapun.
Ada yg miskin ada yg kaya. Itu juga manifestasi dari asma Allah. Yg miskin adalah manifestasi al qobbith, yg maha menahan, menyempitkan. Kalo semua kaya, mana al qobbith? kalo semua miskin, mana al basith? yg maha murah. semua adalah manifestasi.
kalo saya merasa adalah orang jahat, makanya kita harus taklif, usaha. agar menjadi baik. kalo kita sakit, kita harus taklif, usaha, ke dokter. sembuh atau tidak , Allah yg menentukan. sudah ada ketentuannya. taklif : usaha.
Kata-kata “jahat, baik dst” adalah bahasa agama, bahasa hakikat tidak mengenal itu. Adanya semuanya sempurna atau tidak sempurna. laysa fil imkan abdaa min amkan. seperti kita melihat ikan koi, sangat cantik. lalu kita melihat kecoak cacing, apakah itu buruk? padahal kan sama itu ciptaan Tuhan. Sempurnanya cacing kecoa ya seperti itu, sempurnanya koi ya seperti itu.
Kalo kita tidak usaha dan hanya pasrah, itu namanya jadi fatalis. *Fatalisme adalah suatu pandangan filsafat, yang meyakini bahwa seseorang sudah dikuasai oleh takdir dan tidak bisa mengubahnya. Kita harus optimis, kita harus yakin pagi2 punya semangat, karena kita yakin manifestasi Allah berpihak kita. Al kabir, al adzim, al aziz, maha mulya, besar, sukses. kalo kita hanya berpasrah, ah Tuhan sudah menciptakan begini, itu namanya fatalis, bahasa arabnya jabariyah, Tuhan memaksa kita. Ini ngga, ini manifestasi, tidak ada paksaan.
Yai said, ibnu arabi
Allah tidak butuh tempat, tapi ada di mana-mana. Allah itu begitu dekat. Seperti matahari, 1 tapi bisa di lihat di mana-mana.
Kita punya keterbatasan yg diberikan Allah.
Saya kira selama ini banyak diantara kita yang bertanya-tanya sebenarnya takdir bisa dirubah atau tidak? Lalu kenapa ada hadits yang menyatakan bahwa silaturahmi bisa menambah umur dan sedekah bisa menolak bala (musibah)? Mari kita simak pendapat menarik Gus Baha’ tentang takdir, untuk menjawab pertanyaan apakah takdir bisa dirubah atau tidak.
Dalam menjelaskan persoalan takdir, Gus Baha’ menjelaskan terlebih dahulu tentang pernyataan Imam Ghazali yang sebenarnya ada nuansa guyon, tapi menjadi kontroversi. Imam Ghazali mengeluarkan pernyataan: “Saya sama sekali tidak takut dengan su’ul khotimah. Su’ul khotimah itu tidak ada.” Pernyataan kontroversi ini mendatangkan kritik ulama semasanya dan kemudian membuat beliau menulis kitab, “al-imla’ fi isykalat al-ihya”.
Setelah penyataannya menuai kritik dan polemik, Imam Ghazali baru menjelaskan maksud pernyataanya. Beliau menjelaskan bahwa tidak ada su’ul khotimah, yang ada su’ul sabiqah ( menurut yang dipahami penulis artinya catatan buruk atau nasib yang sudah tertulis di lauh mahfudz).
Menanggapi pernyataan Imam Ghazali, Gus Baha’ menjelaskan bahwa maksudnya adalah kita (manusia) mati dalam keadaan iman atau kafir itu sesuai dengan catatan yang sudah tertulis di lauh mahfudz. Jadi saat ini seharusnya tidak ada yang perlu ditakutkan karena nasib kita sudah lewat, maksudnya nasib kita nanti apakah akan mati secara su’ul khotimah atau husnul khotimah itu sudah tertulis di lauh mahfudz.
Oleh sebab itu, yang harus ditakutkan itu adalah su’ul sabiqah, bukan su’ul khotimah. Kita harus takut kalau ternyata catatan takdir kita yang sudah tertulis di lauh mahfudz adalah mati dalam keadaan kafir sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Al-Hadid ayat 22 yang artinya: “Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”
Gus Baha’ menyatakan bahwa dirinya tidak takut dengan su’ul khatimah karena yang perlu ditakutkan adalah su’ul sabiqoh (karena sudah tertulis). Menurut beliau, justru sesuatu yang sudah terlewat (maksudnya tertulis di lauh mahfudz) lebih enak karena masih bisa dinegosiasi. Untuk itu kata Imam Ghazali penting sekali manusia memiliki harapan.
Gus Baha’ juga menyatakan bahwa saat sakaratul maut, kita sudah tak ada kesempatan untuk negosiasi dengan catatan nasib kita yang sudah tertulis di lauh mahfudz. Namun pada saat kondisi kita masih sehat, kita masih punya kesempatan untuk negosiasi dengan Allah untuk merubah catatan nasib buruk kita yang sudah tertulis di lauh mahfudz.
Gus Baha’ meyakini bahwa catatan nasib buruk manusia yang sudah tertulis di lauh mahfudz masih bisa dirubah oleh Allah dengan ke-Maha Kuasaan-Nya, dan merubah catatan nasib buruk manusia sama sekali tidak mengganggu ke-Tuhanan Allah. Dalil yang dipakai Gus Baha’ bahwa Allah berkuasa untuk menghapus atau merubah catatan nasib manusia adalah Q.S. Ar-Ra’d ayat: 39 yang artinya: “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).”
Beliau juga menyatakan bahwa dalam ajaran Islam, silaturahmi bisa menambah umur. Orang yang dermawan juga bisa menghilangkan kemurkaan Allah. Kalau disuruh memilih, tentu kita berharap nasib kita yang sudah tertulis di lauh mahfudz adalah nasib yang baik. Namun kalau ternyata nasib yang tertulis adalah nasib buruk, kita masih bisa merubahnya.
Gus Baha’ mencontohkan bahwa barangkali dengan barokahnya ngaji, membuat Allah tidak tega dan akhirnya memberikan ampunan. Beliau sangat yakin bahwa orang yang mau ikut ngaji akan mendapatkan ampunan karena haditsnya shahih bahwa orang yang mendatangi majlis ilmu dosanya diampuni.
Oleh sebab itu, menurut Gus Baha’, ada malaikat yang dengki kepada manusia yang sebenarnya tidak niat ngaji tapi ikut hadir di pengajian. Malaikat mengadu kepada Allah bahwa ada seseorang yang tidak niat ngaji, tapi cuma lewat terus melihat ada keramaian (pengajian) dan akhirnya ikut. Kemudian Allah menjawab mereka adalah orang-orang yang paling aku cintai sehingga yang menempel ke mereka langsung Aku ampuni. Oleh sebab itu, ngaji bisa menjadi sarana negosiasi untuk mengubah nasib buruk yang sudah tercatat di lauh mahfudz.
(Sumber: Facebook Saefudin Achmad)
Suus sabiqoh bukan suul khotimah
Imam Ghozali bilang, Suul khotimah itu tidak ada, adanya suus sabiqah