orang-orang yang bertanya
orang-orang yang bertanya mengapa kamu tak kunjung menikah: akankah mereka membayari biaya katering pernikahanmu?
orang-orang yang bertanya mengapa kamu/istrimu tak kunjung hamil: akankah mereka mengurusi bayimu saat dia demam, growth spurt, atau tantrum?
orang-orang yang bertanya mengapa kamu tak tambah anak lagi: akankah mereka membayari ongkos sekolah anak-anakmu?
orang-orang yang bertanya mengapa pekerjaanmu âbiasa-biasaâ saja, mengapa tak cari pekerjaan lain saja: akankah mereka membantumu di kala kamu merasa begitu lelah, burn out, dan justru kehilangan diri sendiri?
kebanyakan orang yang bertanya seperti itu hanya berbasa-basi. kebanyakan yang berbasa-basi tidak signifikan untuk hidupmu. memang, kadang-kadang, basa-basi itu sayang. tapi itu kadang-kadang.
layani obrolan, tapi tidak perlu kamu mengendapkan pertanyaan-pertanyaan itu, apalagi sampai hidupmu terusik.
tidak semua hal ada dalam kendali kita dan kita perlu memakluminya. dunia ini tidak akan pernah cukup kalau kita terus menuruti salah satu dari dua hal: keinginan diri sendiri atau omongan orang lain. merasalah cukup, apa pun keadaannya.
dan berhentilah bertanya seperti itu! seringkali kamu tidak tahu bagaimana usaha seseorang untuk bisa menikah, mungkin dia sudah berkali-kali melamar tetapi ditolak.
seringkali kamu tidak tahu bagaimana usaha seseorang untuk bisa mempunyai anak, mungkin dia sudah berkali-kali program hamil tetapi belum berhasil.
seringkali kamu tidak tahu bagaimana usaha seseorang untuk bisa mendapatkan penghidupan yang lebih layak, dan seterusnya.
jangan ambil hati untuk merasa dilukai. ambil hati untuk menikmati, mensyukuri yang ada sekarang, sambil mengusahakan yang lebih baik.