Ragu
Saat ini, hatimu terikat dengan berbagai peran yang tak bisa kamu tinggalkan. Tubuhmu kuat, tapi hatimu sudah payah untuk berdiri dan tersenyum lagi. Apa ini yang dirasakan mereka yang menyerah untuk mencari makna hidup?
Kamu adalah semut dalam pusaran air. Timbul dan tenggelam untuk bertahan. Sudahkah kamu menarik napas panjang seperti yang diajarkan kepada pasien?
Ternyata tidak semudah itu, sayang. Pikiranmu yang berbelit semakin membuat dunia ini rumit. Belum lagi mulut mulut sialan yang tak bisa kau kontrol suaranya.
Katanya, kekasih hatimu adalah tempat bersandar terbaik, nyatanya dia sama saja seperti manusia lainnya. Kadangpun aku sama , menyakiti dia yg bersandar kepadaku.
"Ada atau gak ada kamu juga gada bedanya"
"Ah maneh mah karek sakitu ge.."
BOOOMMMMM
Disaat seperti itulah setan mengeluarkan memori dan keindahan masa lalu. Sampai akhirnya terucap "coba aja dulu begini, pasti sekarang gakan begitu". Rasa syukur pun luntur.














