Mempersiapkan Alat Tempur Untuk Bayi Di Kondangan
Di umur Gemili yang memasuki 8 bulan, saya sudah membawanya ke kondangan sebanyak 7 kali. Saat pertama kali membawanya ke kondangan, usianya masih kurang dari sebulan. Tentunya, membawa bayi ke kondangan adalah hal yang sangat menantang. Bayi bisa menangis, buang air besar, muntah, atau melakukan hal ajaib lainnya selama acara. Jadi, ini bukan hanya menantang, tapi juga seru!
Semakin sering saya bawa Gemili ke kondangan, semakin kaya pula pengalaman dan pengetahuan saya. Ada saja pembelajaran yang saya dapatkan sepulang dari kondangan, yang kemudian bisa saya perbaiki di kondangan selanjutnya. Syukurnya, semakin besar Gemili, semakin mudah pula kami membawanya ke kondangan.
Untungnya lagi, Gemili anak yang cukup kooperatif. Sampai saat ini, ia belum pernah menangis di acara kondangan meskipun suara musik sangat keras dan tamu sangat ramai. Malah, dia cenderung lebih sering tertidur pulas. Kondisi ini tentunya sangat memudahkan saya dan suami, yang justru bikin kami ketagihan untuk mengajaknya ke kondangan!
Nah, setelah sebelumnya saya berbagi tentang alat tempur yang perlu disiapkan ketika membawa bayi di pesawat, kali ini saya merasa sudah cukup bisa untuk berbagi tentang alat tempur saya ketika membawa anak saya ke kondangan. Intinya, buat saya, alat tempur bukan hanya soal kebutuhan untuk sang bayi, tapi juga soal kenyamanan kita sebagai orang tuanya. Berikut alat tempur versi saya:
Pilih di antara dua jenis pakaian ini: Pakaian pendek/panjang dengan kancing depan atau pakaian pendek tanpa kancing depan. Keduanya ramah bagi ibu menyusui. Hindari pakaian panjang sampai kaki tanpa kancing depan, karena pakaian seperti ini akan menyusahkan kita dalam menyusui. Sejauh ini, saya belum pernah menyusui anak di acara kondangan. Namun, saya selalu memakai baju yang ramah menyusui untuk berjaga-jaga.
Pakai sepatu flat agar tidak pegal. Menggendong anak ke mana-mana, meski bergantian dengan suami, akan sangat melelahkan. Singkirkan sepatu hak tinggi untuk sementara ini, dan ganti dengan sepatu flat yang simpel namun tetap cantik. Saya sendiri dari dulu selalu pakai sepatu flat ke kondangan agar tubuh saya tidak bertambah tinggi, namun sekarang saya pakai sepatu flat untuk alasan yang berbeda.
Cepol rambut, atau jika berhijab, pilih hijab dengan model ikat di leher. Membawa anak ke kondangan akan membuat kita gampang kegerahan, karenanya kita perlu tatanan rambut dan hijab yang tidak macam-macam.
Pilih gendongan sesuai kebutuhan dan kenyamanan. Sampai Gemili berusia 3 bulan, saya memilih menggunakan gendongan samping atau gendongan kaos. Kalau sekarang, saya sudah membawa Gemili tanpa bantuan gendongan. Syukurnya, saya selalu memperoleh kemudahan, misalnya mendapatkan tempat duduk yang disertai meja. Jadi, saya bisa makan sambil memangku Gemili.
Pakai tas selempang yang cukup besar dengan ritsleting lebih dari satu. Sejak kuliah, tas selempang sudah jadi favorit saya, sih. Tas selempang itu menurut saya simpel, bisa ‘terikat’ di badan, lebih terjangkau oleh tangan, dan yang paling penting, tangan kita bisa leluasa bergerak. Nah, kenapa ritsleting sebaiknya lebih dari satu? Supaya semua barang bawaan kita tidak bertumpuk di satu wadah. Saya biasanya memanfaatkan ritsleting yang lebih kecil untuk menyimpan dompet dan telepon genggam agar lebih gampang dijangkau.
Botol susu. Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya belum pernah menyusui Gemili di acara kondangan. Itu karena saya selalu membawa botol susu untuk langkah awal jika Gemili kehausan. Saya biasanya membawa botol ukuran 150 ml, dan belum pernah benar-benar habis selama kondangan. Kalau sudah begitu, Gemili akan melanjutkan minum dalam perjalanan pulang.
Siapkan celemek menyusui agar kita siap menyusui di mana pun dan kapan pun. Walaupun sampai saat ini saya belum pernah menggunakannya di acara kondangan, saya tidak pernah melewatkan untuk membawa ini. Lagi-lagi, untuk berjaga-jaga kalau susu di botol sudah habis.
Jika dibutuhkan, bawa penutup kuping untuk melindungi telinganya dari suara musik yang keras.
Perlengkapan bayi: Baju ganti, celana ganti, tisu basah, popok, minyak telon, dan krim popok. Enam perlengkapan ini menurut saya tidak bisa ditawar lagi. Meskipun Gemili belum pernah mengalami muntah atau buang air besar selama kondangan, saya tidak mungkin melewatkan perlengkapan bayi di atas.
Bawa peralatan kosmetik sesuai kebutuhan. Karena tas kita sudah penuh dengan keperluan anak, maka sebaiknya bawa alat kosmetik yang dirasa akan dibutuhkan lagi saja pada saat acara. Misalnya, membawa lipstik agar bibir bisa berwarna lagi setelah makan. Saya biasanya hanya membawa lima alat kosmetik yang sudah termasuk cermin kecil, lalu saya masukkan ke dalam pouch.
Terakhir, namun salah satu yang paling penting: Riset tempat kondangan untuk menentukan baju yang akan dipakai anak. Manfaatkan mesin pencari Google untuk melihat foto-foto tempat kondangan yang akan kita datangi. Kalau acaranya di luar gedung (atau di dalam gedung tapi tanpa pendingin ruangan), anak bisa memakai baju tanpa lengan agar tidak kegerahan. Sedangkan, kalau acaranya di dalam gedung dengan pendingin ruangan, anak bisa dipakaikan baju lengan panjang.
Semoga tips ini bisa kamu terapkan juga, ya! Selamat berpesta!