Salah satu buku terbaik tentang kematian yang pernah saya baca adalah novel "Kau Memanggilku Malaikat" karya Arswendo Atmowiloto. Dulu saya pikir kematian adalah hal yang sederhana, namun sejak membaca buku itu, gambaran tentang kematian tidak lagi sama. Satu yang pasti, hampir semua kematian selalu meninggalkan lubang di dada, termasuk bagi saya. Sudah sebulan Ibu pergi, ingatan tentang detik-detik kami menemani beliau hingga menghembuskan nafas terakhirnya masih tergambar jelas di ingatan. Di saat terakhirnya, Ibu terpaksa masuk ruang isolasi rumah sakit selama dua hari karena kondisinya dan hanya boleh ditunggui oleh Bapak. Tepat setelah hasil PCR beliau dinyatakan negatif, saya, istri dan adik bergegas menuju rumah sakit, berharap bisa menemui Ibu untuk terakhir kali. Dasar Ibu memang orang baik, beliau 'menunggu' anak-anaknya untuk melakukan perpisahan. Sepuluh menit terberat dalam hidup saya kemudian tiba: Ibu sudah tidak bisa bergerak pun berbicara, hanya air mata yang menetes di pipinya dan kami hanya bisa menangis sejadi-jadinya. Beberapa saat kemudian, air mata Ibu berhenti menetes, tanda beliau sudah berpamitan untuk selamanya. Sejatinya sejak pertama Ibu divonis mengidap kanker payudara, saya telah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk meski kami tidak pernah berhenti berusaha dan berharap mukjizat ada. Namun bagaimanapun, melihat proses kematian dari jarak dekat adalah pengalaman yang tidak pernah bisa saya lupakan. Ibu telah pergi untuk selamanya, meninggalkan segudang tanya yang tak kunjung bisa saya utarakan. Belum lama Ibu datang ke mimpi saya. Dasar lidah ini tetap saja kelu, segudang pertanyaan yang tertinggal tidak jua bisa saya tanyakan. Lubang di dada tetap saja masih menganga. Halo Bu, jika di surga Ibu sedang membaca tulisan ini, saya cuma ingin bilang bahwa mungkin tidak semua pertanyaan terlahir untuk ditemukan jawabannya. Saya juga tahu, seiring waktu, lubang di dada perlahan akan terobati. Tapi Bu, jika dari sekian banyak pertanyaan yang belum tersampaikan ini saya diberi kesempatan untuk memilih satu untuk ditanyakan, saya hanya ingin mengetahui satu hal : Bu, apakah saya anak yang cukup berbakti? :") https://www.instagram.com/p/CQxu8uILy2c/?utm_medium=tumblr
















