K a m u k u a t .
Cosmic Funnies
Lint Roller? I Barely Know Her
sheepfilms
Stranger Things
d e v o n
$LAYYYTER
TVSTRANGERTHINGS
NASA
Three Goblin Art
i don't do bad sauce passes

pixel skylines

Kiana Khansmith

shark vs the universe
Peter Solarz
h

No title available
Misplaced Lens Cap
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

⁂

oozey mess

seen from T1

seen from Russia
seen from United States
seen from Austria
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Türkiye

seen from China

seen from United States

seen from South Africa

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from T1
seen from United States
seen from United States
@mrinduhujan
K a m u k u a t .
senandung doa
Tuhan, aku mohon Kau mengganti kesedihan menjadi kebahagiaan; kesalahan menjadi kebenaran; keburukan menjadi kebaikan; kehilangan menjadi kebaruan; masa lalu menjadi masa depan.
Tuhan, aku mohon Kau mengganti kerinduan menjadi pertemuan; ketidaktahuan menjadi pengetahuan; keresahan menjadi kedamaian; masa silam menjadi masa yang dinantikan.
Tuhan, turunkan hujan untuk menyapu bersih tubuhku; datangkan fajar untuk menerangi gelap hatiku; mekarkan kelopak jiwaku agar indah dan mewangi.
Tuhan, aku bernyanyi dan hanya Kau yang mendengar. Nada yang lebih hening dan kalimat yang tak terbatas. Hati yang terombang-ambing oleh irama angin-Mu.
Tuhan, buat aku selalu terjaga oleh warna-warni jutaan pelangi-Mu.
Semoga, suatu saat nanti..
❤️❤️❤️
Akan ada masanya.
Akan ada masanya, yang berjaya akan runtuh, yang datang akan pergi, yang hilang akan diganti.
Maka tidak perlu takut.
Pada upaya yang sedang diperjuangkan. Kelak ada masanya, perjuangan yang diperjuangkan akan menemukan hasilnya. Selama perjuangan itu melibatkan Allah, selama ketakutan itu berserah total pada-Nya.
kau boleh merasakan takut, namun pastikan bahwa ketakutanmu hanya Allah yang tau. Perihal resahmu, harapmu, dan semua yang kau pikirkan.
Allah akan menjawab atas keresahan-keresahanmu itu jika pada masanya telah tiba. Dengan banyak kebaikan, dengan banyak limpahan rahmatNya.
Selama kau bersama Allah, tidak ada satupun yang mampu mengalahkanmu. Selama kau bersama Allah, tidak ada satupun yang mampu mengusikmu. Dan jawaban atas keresahan yang kau rasakan saat ini adalah dengan mendekap pada-Nya. Dengan perasaan malu, dan meminta dengan mengiba.
Akan ada masanya, doa-doamu akan terwujud dengan cara yang manis. Akan ada masanya, kesedihan itu berakhir bahagia. Akan ada masanya, harapan-harapanmu sampai pada yang diharapkan dengan syukur yang akan dilangitkan dengan berlipat-lipat.
Maka, untuk sampai pada masanya itu tetaplah menenun sabar, dan menjadikan sholat sebagai penolong terbaik. Allah sudah berjanji, tak mungkin Ia akan menghianati.. seringnya, dirimu sendiri yang pergi sebelum janji itu terpenuhi. Karena kurangnya ilmu dan sabar yang dimiliki.
Nasihat ini untukmu, diriku sendiri..
Hati yang kuat untuk perempuan-perempuan kuat.
Semoga bisa sekuat itu yaa, hatiku..
“Jangan sampai ya karena keinginanmu untuk menikah, kau harus menurunkan standart laki-laki baik yang akan mendampingimu. Ingat, yang harus kau lihat adalah bagaimana dengan pemahamanya, manhajnya, dan akhlaknya. Bukan dari selainnya. Sebab, jika manhaj dan akhlaknya baik maka pemahaman terhadap hal lainnya juga akan baik.”
—
Menikah itu bukan hal siapa yang cepat dia yang akan bahagia. Lebih dari itu, sayang. Sebab kau akan hidup bersama dengannnya. Setiap hari kau akan berinteraksi dengannya. Dan dalam perjalanan pernikahan itu sangatlah panjang. Panjang dan berliku.
Maka sudah selayaknya kau memikirkan hal ini. Untuk memilih siapa-siapa yang memang bisa membersamaimu. Dalam visi dan misi yang sama, di jalan yang sama, dan pada tujuan yang sama.
Jangan coba-coba memilih seseorang yang berbeda jalan denganmu. karena itu akan membuatmu lelah ditengah jalan ketika kau mendapati ia berbeda dengan apa yang telah kau pilih.
Pada bagian ini kurasa kau lebih paham,.
Hujan || 14.34
Kubaca sekali lagi, kurapalkan kembali, keyakinanku bertambah-tambah padaNya..:))
“I’m not beautiful. I have a dirty soul. No matter how many times I cleanse myself. I still can feel the dirt of my sins. Ya Rabb, forgive me for what have I done.”
— Allaahumma innaka ‘afuwwun tuhibb al-‘afwa fa’affu ‘anni - Oh Allaah, You are forgiving and You love forgiveness, so forgive me (via cococoda)
Nona, tetaplah menjaga diri, menyibukkan diri dengan hal-hal yang baik. Bukan perkara “Wanita yang baik akan mendapatkan pria yang baik”. Tetapi, baiklah untuk dirimu sendiri. Menjadi baiklah, sebagai seorang anak yang bisa dibanggakan oleh kedua orangtuamu. Perkara pasangan, tentunya kau paham bahwa Tuhan lebih tau “dia” yang seperti apa yang pantas sebagai penggenap kesendirianmu.
My life so far, illustrated in 4 panels. 😅 Really though, I have no clue how to do anything when I first start, but part of life is doing them anyways and figuring it out along the way!
[Jacqueline still on vacation, will return in a few days!]
Instagram | Patreon | Webtoon
IzinMu
Izinkan aku untuk menata setiap jengkal kehidupan yang hari demi hari selalu membayangiku.
Izinkan aku untuk terus menikmati indahnya goresan mega biru milikMu.
Izinkan aku menyerahkan semua jejak takdir yang Engkau pilihkan untukku.
Semuanya.
Apapun itu.
Izinkan aku menerimanya, segenap yang kubisa.
Tanpa tapi, tak terkecuali.
Allahaljalil.tumblr.com
Merenda Tujuan
Apa yang kamu harapkan dari sebuah pujiaan atau celaan manusia kepadamu? Yang mana pada akhirnya setiap pujian atau celaan mereka itu tidak pernah merubah kedudukanmu dihadapan-Nya sedikitpun.
Pujian yang datang namun tidak didasari iman hanya akan membuat hatimu meninggi lalu menjadi sombong atasnya.
Celaan yang datang namun tidak didasari iman hanya akan membuat hatimu merendah lalu menjadi terpuruk atasnya.
Bukankah jauh-jauh hari lamanya kau telah di didik untuk tidak pernah melakukan apapun karena manusia? Bukankah kaupun memahami bahwa bersandar pada sesuatu selainNya hanyalah kepedihan yang tak berkesudahan pada akhirnya?
Jika suatu hari, engkau merasa dunia ini begitu menghimpitmu, kau merasakan lelah hanya karena sebuah pujian juga celaan menyapamu. Maka angkatlah kepalamu, lalu pandanglah langit. Lihatlah, betapa luas ia. Demikianlah Rabbmu, rahmatNya begitu luas untukmu..
Nyatanya hanya Allah saja yang tidak pernah menilai seperti apa dirimu dan pekatnya haimu. Dia selalu memanggilmu dengan panggilan “hamba”.
Pujian dan celaan manusia itu hanya sekadarnya saja. Tidak akan meberikan kebermanfaatan sedikitpun kepadamu.
Setelah ini, sedikitkan interaksimu terhadap dunia ya. Agar hatimu tidak sibuk dengan penilaian manusia.
Mari kembali merenda tujuan, agar kau paham. Kecewa yang paling menyakitkan adalah yang tidak mengandalkan pertolongan Allah, melainkan mengandalkan diri sendiri. Tidak demikian, sayang. Tidak boleh demikian. kau tidak boleh mengandalkan dirimu sendiri tanpa meminta pertolonganNya setiap waktu..
19 Ramadhan 1439 H..
Hujan memiliki pendirian yang keras. Matahari pun begitu.
Mereka sama-sama tidak mau kalah.
Suatu ketika, hujan menangis.
Merasa bahwa matahari tidak bisa merangkulnya.
Dan mendung pun datang.
Ia menawarkan angin yang hangat dan perlindungan.
Sejak saat itu, hujan tidak butuh matahari.
Hujan membiarkan mendung untuk menjaganya.
Tidak seperti matahari, yang selalu bersembunyi ketika hujan datang.
Hujan tau betul perasaannya.
Bukan ia yang memilih, namun hatinya.
Akan kuberitahu sebuah cerita.
Dahulu kala di suatu desa, banyak orang yang berharap dan berdoa setiap hari.
Agar hujan bisa datang dan membasahi ladang mereka.
Akhirnya hujan keluar dari persembunyiannya.
Semua orang bersorak sorai.
Hujan saat itu senang bukan main.
Kehadirannya ditunggu banyak orang.
Namun suatu ketika ada yang menggerutu.
Menyalahkan hujan.
Karena ulah hujan yang sering datang.
Biji-bijian yang akan dijual di pasar selalu basah.
Dan hujan mendengarnya.
Sejak saat itu, hujan kecewa dan tak pernah muncul lagi.
Orang-orang desa meraung menangisi kepergian hujan.
Hujan tak peduli. Dia akan tetap bersembunyi.
Menari dan bercengkrama dengan mendung.
Mendung tau, bagaimana mengambil hati si hujan.
Mereka tetap memanggil hujan, hujan sudah menutup hatinya.
Hingga mereka sadar, ternyata hujan telah meninggalkan mereka.
Tanpa bekas, di tanah desa yang gersang.
Kapan hujan akan turun lagi?
Mungkin esok, atau lusa.
Sampai ia benar-benar sadar.
Bahwa ada yang selalu menunggu.
Berharap agar rintik jatuh tepat dibalik jendela kamarnya.