Measure of time
"Saya begitu lama menyadari, bahkan mungkin sudah sangat terlambat saat ini untuk memahami ukuran sebuah waktu. Apa yang sebelumnya telah saya ketahui mengenai waktu yang terdiri atas detik, berubah menjadi menit pada hitungan ke-60, menit menjadi jam ketika genap berjumlah 60. Jam terus berganti, menjalankan hari kemarin menjadi hari ini dan hari ini menjadi esok kemudian, begitu seterusnya. Mengingat begitu sedikitnya pemahaman soal waktu, yang menurut saya seharusnya memiliki banyak pengertian lain, satu pertanyaan saya, bagaimana jika ukuran sebuah waktu memiliki arti yang lain? Misal: Hari ini berganti menjadi lusa, kemarin menjadi esok kemudian, detik ke-30 menjadi menit, menit berjumlah 40 menjadi jam. Saya dapat sedikit menarik sebuah kesimpulan bahwasanya tidak ada yang pasti mengenai waktu, hampir pasti relatif. Terlebih perjalanan waktu sepertinya adalah perjalanan satu arah, entah kedepan atau kebelakang dan saya sebagai manusia tidak punya kendali apa-apa atas perjalanan tersebut karena ibarat kendaraan saya hanya penumpang. Jangankan untuk menghentikan waktu, mempercepat atau memperlambat saja terasa mustahil apalagi sebagian diri saya yang berharap dapat mengulang bahkan memutar kembali waktu. Ironisnya, saya masih selalu berfikir mengenai sesuatu dimasalalu yang dapat terulang kembali dimasadepan dengan situasi dan kondisi yang persis sama, dan selalu menunggu waktu yang tepat. Bagaimana jika waktu yang tepat menurut waktu adalah kemarin? Yang selalu saja saya lewatkan sembari menunggu dan terus menunggu datangnya esok kemudian yang hanya akan menjadi kemarin dan kemarin lagi. June, 2018
















