Yes it will.

ellievsbear
TVSTRANGERTHINGS
Mike Driver
Alisa U Zemlji Chuda
trying on a metaphor
todays bird
Xuebing Du
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Game of Thrones Daily
Not today Justin
Today's Document
AnasAbdin

shark vs the universe
Jules of Nature
Cosimo Galluzzi
almost home
taylor price
will byers stan first human second
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

⁂
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Singapore
seen from Türkiye
seen from Netherlands
seen from Philippines
seen from United States

seen from United States

seen from Lithuania

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Brazil

seen from United States

seen from United States
@mulinobacil
Yes it will.
Why a kid is exist for you?
Jadi dulu (dan sampai sekarang), saya sempat mengamati keadaan sekitar. saat anak kecil ini belum bersama kami.
apa yang bisa saya lakukan saat nanti saya sudah punya anak?
banyak orang tua di luar sana yang begitu bangga dan sangat sayang pada anak mereka, dengan caranya masing-masing.
yang paling kentara, dikisahkan di media sosial, dipamerkan di kotak avatar, dan tidak lupa diceritakan saat kumpul-kumpul teman sejawat.
tidak ada yang salah. semua baik, kalau tidak berlebihan. maybe, tapi saya sendiri sebisa mungkin tidak membawa anak-anak ke ranah media dan membagi kegiatan kesehariannya selain ke keluarga yang ada dalam ring 1. macem pengamanan presiden aja ya? lagipula anak saya juga bukan anak orang top dan terkenal, kan. hahaha..
kenapa sih seorang anak hadir di tengah-tengah kita? untuk kemudian saya renungkan terus.
katanya, berarti saya dinilai mampu untuk merawatnya, dan dinilai mampu untuk memberinya yang terbaik. insyaAllah.
saya sering bergumam dalam hati saat dia sedang berekspresi, mengungkapkan kesukaannya, kesedihannya, pokoknya semua tingkah lakunya di depan orang.
dalam hati, saya berkata, let her speaks, let her smiles, laughs, cries. saya ingin memberinya kesempatan untuk berekspresi, supaya dia terbiasa berucap, terbiasa mengungkapkan saat dia suka atau tidak suka terhadap sesuatu. tidak seperti ibunya, yang takut-takut saat masih piyik, atau bapaknya yang banyak belajar dari ‘terkekangnya’ masa kecil seperti itu.
tapi tidak lewat publikasi di media.
akan ada masanya dia muncul dan berhadapan dengan ramainya kehidupan ini. saat nanti kalau dia mau.
dia punya privasinya sendiri. walau sekarang tidak dia mengerti. dia punya keinginan yang saya, ibunya, tidak tahu, apa dia mau pakai perhiasan seperti anting atau gelang, atau tidak.
mau sekolah di SD Negeri, MIM atau di sekolah internasional, terserah dia, selama itu memang sekolah yang lingkungannya baik. (orang tua pasti harus tahu kan lingkungan kehidupan anaknya di luar rumah).
mungkin begini kira2 cara saya membesarkannya, di masa-masa awal kehidupannya di dunia. seoarang anak hadir untuk menemani saya (dan ayahnya) untuk semakin semangat menjalani kehidupan, untuk membuktikan diri mampu diberi amanah mengarahkan jalan hidup sebuah jiwa baru.
lastly saya ingin dia paham, dia seorang perempuan yang bisa memilih bagaimana jadi perempuan seperti yang sering saya nyanyikan di depannya, selama ini.. untuk jadi anak baik, jadi anak cantik, jadi anak sholehah, jadi anak berbakti.
oh. satu lagi, jadi perempuan yang kuat. seperti doa dan harapan kami memberinya nama.
new job : millenial mom
pekerjaan baru yang menumpahi duniaku tahun 2017 ini: jadi dosen. dan jadi ibu.
yang kedua itu sebenarnya, kata orang juga, lebih sulit. tapi buatku, jadi dosen rasanya lebih sulit. karena jadi ibu nggak harus dandan. nggak harus baca paper, jurnal bahkan pemrograman dan teori bikin software dari buku Oreilly atau Wiley! tapi jam kerjanya memang cuma menyita sedikit. sedikiit sekali. ddibanding dengan jam kerja jadi ibu. 24 per 7.
aku termasuk anak dari generasi millenial. yang lahir (mepet) sekitar tahun 90an. aku masih nonton tayangan ulang Meteor Garden dan baca Crayon Shinchan sampai sekarang. walau forum yang aku buka di Kaskus cuma bagian Life Corner, baca-baca curhatan masalah pernikahan, tumbuh kembang anak..tapi aku masih wara-wiri di Korean Show nya IDWS. pakai gamis? hmm aku masih merasa nggak cocok. cukup blouse dan rok. but jeans is always. sepatu berwarna terang itu aku. jangan ngomongin khimar, masih di level pashmina aja aku mudengnya.
tapi bukankah dari generasi manapun itu, jadi ibu artinya sudah masuk ke golongan orang-orang dewasa dan bertanggungjawab penuh sama anak mereka, kan?
sekalipun jadi emak-emak, aku harus tetap bisa mengikuti rasanya aura-aura perkuliahan. walau tetep ikut arisan ibu-ibu di akhir bulan. harus bisa mendengarkan curhatan anak-anak umur 20 tahunan, tanpa sedikitpun memberikan judgement, dan kesan menyalahkan.
anak nangis jam 12 malem, ibu siap. mahasiswa chat minta bimbingan, dosen oke. ibu mertua nanya cucunya sekolah apa nggak, mantu ya bales. bos nelpon minta progres kuliah, ya no problem.
beberapa hal memang akhirnya nggak kekejar karena berusaha menyempurnakan semua peran yang sedang dilakoni. ada temen yang nanya, apa aku di rumah pakai ART. enggak. semua kami urus berdua. bukannya kami sok, tapi kami memang berusaha untuk menjadi orangtua yang paling bisa diandalkan, waktu anak manggil, waktu anak minta kami untuk ada. ya memang ada unsur hemat biaya, tapi rasanya itu enggak sahih ya, karena kami sekarang akhirnya pakai jasa Daycare yang terpercaya untuk jadi tempat ‘sekolah’ anak.
oya, ada istilah mahmud...entah, tapi aku juga nggak merasa masih muda. tapi semoga di usia yang masih kepala 2 ini, aku bisa ‘berlari’ sejauh-jauhnya dalam menggapai apa yang belum aku capai, sambil tetap menggenggam tangan-tangan berharga itu berlari bersamaku.
I don’t know but this occasion reminds me so much about living in the city of Amsterdam. Sitting on a sofa inside a restaurant, waiting for heavy rain to stop. Crowded but peaceful, no deadline’s choking my neck, what a real pleasure time. Usually I hang myself out at Starbucks every Sunday in Amsterdam Centraal, enjoying my hazelnut latte while thinking about the life. Sometimes we end up on some brightening ideas, or just a useless complaints about going back to the real life someday, in Indonesia. And today, I’ve been enjoying my life living there, in a small city that honestly, sometimes, still can’t make me believing. Been working, profit my own money, waiting for my little baby, and living enough-happily with a husband, who is until this hour, still not arriving to pick me up. Perhaps we don’t need to go back to The Netherlands, just only for having this pleasure occasion just the two of us, no, we don’t. Just take some moment in the right time and the right place (to burn money for intimate happiness). Yes, money can buy happiness! But whatever it is, Amsterdam is still my most delightful memories. At least until today.
aku rindu kembali
aku ingin kembali, dan aku tetap masih ingin selalu untuk kembali.
kembali ke kehidupan yang tanpa rasa cemas. tentu saja tanpa bau kambing di sebelah rumah. tanpa cuaca panas yang menahun. tanpa polusi yang keterlaluan. tanpa orang-orang yang depannya kalem tapi penjahat. dan tentu saja tanpa suara-suara bising dengan kedok kepedulian.
iya. too much problems in this these cities. and I don’t think I’m ready enough to increase my patience.
Wat is Halal Vlees?
HFC
In de Islam is alleen vlees van reine dieren toegestaan voor consumptie.
Deze dienen op islamitische wijze geslacht te worden (halal) waarvan 3 aspecten centraal staan.
Wat halal vlees betreft, geldt dat alleen specifike dieren in specifieke toestand toegestaan zijn zoals bijvoorbeeld runderen, kalveren, schapen, geiten, pluimvee, ganzen en eenden.
De gezondheid van het dier dient gegarandeerd te zijn, daarom wordt er toegekeken op: welzijn, ruimte, voer, hygiene, en gezondheid.
Het dier is immers een gunst dat door Allah geschapen is. Hierom dienen moslims uit eerbied en dankbaarheid het dier in naam van Allah te slachten.
Meet Up Chapter II FAST Europe
Pada hari Sabtu, 3 Oktober 2015 pukul 13.00 CET bertempat di Amsterdam, Belanda, telah diselenggarakan pertemuan alumni Sekolah Tinggi Teknologi Telkom atau Institut Teknologi Telkom atau yang saat ini bernama Universitas Telkom -red- yang sedang berdomisili di benua Eropa. Pertemuan ini diadakan sebagai lanjutan dari pertemuan para alumni yang telah diselenggarakan pada Januari 2015 yang bertempat di Dusseldorf, Jerman. Bertempat di Warung Spang Makandra, Amsterdam, meet up yang berlangsung secara sederhana ini dihadiri oleh beberapa alumni Universitas Telkom yang sedang menempuh studi (S1, S2, S3), program Double Degree, serta alumni yang telah menyelesaikan studi dan sekarang bekerja di perusahaan di Eropa.
Harapannya, meet up kali kedua ini dapat dimanfaatkan untuk saling menjalin komunikasi antar sesama alumni Universitas Telkom dari segala angkatan dan jurusan, serta dapat mendorong peran alumni dalam proses kemajuan dan peningkatan kualitas almamater dari berbagai aspek.
Para alumni yang hadir menginginkan semakin bertambanya jumlah alumni Universitas Telkom yang dapat melanjutkan studi maupun karir di luar negeri, khususnya negara-negara di Eropa demi melebarkan persebaran alumni yang dihasilkan oleh Universitas Telkom.
#Ramadan
Renungan ramadan hari ke 21. biar menjadi pengingat untuk kami yang siapa-sih-ini. Dari benak yang bersinergi dengan mata, telinga dan kepala dengan pikiran di dalamnya. jiwa pemberi tidak ada hubungannya dengan harta yang dimiliki. jika saat harta sedikit saja tidak mau memberi, bagaimana ketika punya segalanya? kalau lah harta itu bisa dibawa mati bersama jasad, maka kuburku akan kosong. Bila hartaku bisa dipendam bersama jasadku, biarlah sebagiannya memenuhi kubur yang lain. Karena selama ini aku selalu diberi, aku harus balik memberi. Aku #belajar terus. Amsterdam, Ramadan ke 21, menjelang buka puasa.
Long Distance Lebaran. Jadi yang kedua kalinya terjadi padaku setelah saat kelas 6 dulu aku berpisah jarak Indonesia - Jepang dengan Ibu. Sekarang lebih jauh lagi, Indonesia - Belanda. Postcards ini tidak hanya jadi pengemas kata, tapi juga sebagai pelipur lara, penyebar semangat kekeluargaan di antara yang jauh, yang tidak bisa pulang, yang rindunya sudah membuncah kepada sanak keluarga yang tersayang dan tak tergantikan. Momen terbaik, harus dirayakan dengan kebaikan yang tak putus-putusnya, dari belahan bumi utara, kami menyampaikan salam. Amsterdam, Menjelang Idul Fitri 2015.
aku #belajar terus. slogan baru setelah sekian bulan aku menjalani ritme kehidupan yang baru. yang kadang sepi. yang kadang sendiri. aku terlihat seperti masih berada di koordinat yang sama, hanya berpindah kuadran.
mungkin aku terlalu lambat untuk terkejut, menyadari bahwa aku selama ini menahan diri sendiri untuk tidak mau mengerti, bagaimana rasa peduli itu dibagi.
aku akan tetap berperan yang terbaik, sekalipun tidak dimengerti atau tidak disadari.
aku #belajar terus.
So here's my sight directs to.
memulai kehidupan baru di tempat asing kadang bikin sedih suka melanda. dari kangen, bokek, bosen, sebel. tapi YOWISBEENNNN ! jalan-jalan ajaaa..
BGM Daft Punk - Get Lucky | Gamaliel Audrey Cantika - Bahagia
our Tour de Paris! (Part 3-end)
¨Saatnya Get Lost!¨
Tujuan-tujuan wisata di Paris sebenarnya banyak, tapi kami pilih yang highlights aja, dan kami bagi-bagi area nya. Louvre dan Notre Dame itu satu area, sedangkan Eiffel, Champ Elysees dan Arch de Triomphe itu satu area. Sebenarnya Louvre-Champ Elysees-Arch de Triomphe itu nyambung, tapi kalau mau dijalanin sih bisa aja, tapi cukup makan waktu setengah hari kira-kira.. Sampai saatnya bisa check in akhirnya kami ke Notre Dame dulu. Dari hotel kami di Gennevilliers, naik RER C ke stasiun St-Michel Notre Dame.
Di dekat Notre Dame juga ada Musee d Orsay dan Musee du Louvre. Keduanya sama-sama bagus, tapi cuma dari luarnya aja, kalau mau masuk harus bayar atau antri..kalau sudah pegang tiket unlimited, saranku mendingan kemana-mana naik bus atau metro kalau ada, karena bisa menghemat waktu (dan tenaga)..
Jalaaan dari Musee d Orsay ke Louvre sampe nemu bangunan Obelisk dan Napoleon, eh sudah jam 11.30, saatnya kami kembali ke hotel untuk check-in dan mandi-mandi..
Oya Gerbang Napoleon di bawah ini yang ada di film 99 Cahaya kan ya? Yang memang benar, patung Napoleonnya menghadap ke South East, dimana kiblat mengarah ke ka´bah di Mekah.
Setelah istirahat, perjalanan dilanjutkan ke kompleks Eiffel. Kebetulan tujuan-tujuan wisata kami satu arah dengan trayek RER C, jadi gampang tinggal turun di stasiun masing-masing tujuan. Kalau mau ke Eiffel, kami turun di stasiun Champ de Mars Tour Eiffel, lalu jalan sepanjang satu blok jalanan pasir sampai ke menaranya kakek Gustave Eiffel. Silakan eskplor spot-spot keren untuk berpoto, kami memilih dari Palais de Chaillot (Jardin du Trocadero); bangunan persis di seberang Eiffel.
Keliling-keliling-keliliing, lalu kami kembali ke Louvre, karena tadi siang belum sempat berpoto di sana. Walau langit tidak begitu cerah, tapi masih eksotis saja Paris di mata kami.. Hingga akhirnya petang pun tiba, kami kembali ke hotel. (sudah pukul 21.00 bro, kami belum makan malam; saking seru nya menghilang sampai lupa waktu..)
Di Paris banyak sekali restoran halal, tinggal kita cari dulu sebelumnya (bisa dicari di zabihah.com ). Paling mudah ditemukan di sekitar Bercy, ada juga di dekat hotel kami, dan cita rasanya macam-macam..Maroko, India, ada juga Indonesia .
Di hari kedua, kami banyak melakukan revisi karena beberapa tujuan tidak tercapai di hari pertama. Kami memutuskan untuk check out pukul 10 pagi lalu pergi menuju Stasiun Gare de Lyon untuk menitipkan koper di loker di sana. Per 24 jam harganya €5.5 lalu kami tinggal melancong lagi. Sebelum waktunya Solat Jumat pukul 13.30, kami berusaha mengejar beberapa tempat untuk dikunjungi. Namun ada beberapa kendala kecil yang akhirnya jadi besar (duh) yang membuat kami akhirnya langsung ke Mosquee de Paris dan brunch di resto halal dekat sana. Ini pertama kalinya aku ikut solat Jumat, sungguh..dan indahnya, jamaah wanita itu penuh. Para jamaah ini tersiri dari segala macam ras, warna kulit, warna mata, warna kerudung, merk sandal..(lho?)
Selesai Solat Jumat kami langsung menuju Champ Elysees. Dari stasiun metro Place Monge kami naik Metro 7 lalu transfer di stasiun Louvre dan naik Metro 1 sampai stasiun Champs Elysees. Stasiun ini berada di ujung jalan Champ Elysees, kalau langsung mau ke Arch De Triomphe, sebaiknya turun tepat di depannya, di stasiun Charles de Gaulle.
Sepanjang Champ Elysees, toko-toko merk internasional berjejer rapi, tinggal dipilih mau antri di merk yang mana,hehehe. Ada satu yang ingin aku datangi yaitu Laduree, yang menjual maccaron lucu-lucu, tapi Arif tanya itu halal nggak?, aku nggak tau juga, jadi kami berlalu saja deh..
Di ujung jalan sudah menunggu gerbang Arch de Triomphe yang bikin kami menganga karena megahnya memanjakan mata. Kami keluar uang waktu di Arch de Triomphe aja, untuk bisa naik sampai paling atas (itu menara atau gerbang atau apa ya?). di Eiffel juga bisa kok naik ke atas, bayarnya per orang kalau ga salah siapin aja sekitar 10euro juga, seperti di Arch de Triomphe.
Setelah dari sana, kami menuju ke University of Sorbonne, tapi hanya sampai stasiunnya saja..Sayang sekali karena hari sudah mulai gelap, kami kembali ke Gare de Lyon untuk mengambil koper dan leyeh-leyeh di lounge-nya, makan malam dengan bekal. Setelah pukul 22.00, kami kembali ke Bercy untuk menunggu bus yang akan mengantar kami pulang lagi ke Amsterdam.
Ada yang kelupaan? Ada!
Beberapa poin yang jadi koreksi kami di perjalanan dua hari ini..
1. karena banyak jalan, kami jadi banyak minum, hingga jadi banyak ingin ke toilet. Dan sejujurnya, toilet agak sulit ditemukan ketika kami sudah kemalaman atau berada di tengah perjalanan. toilet di stasiun tutup pukul 22.00, bayarnya sekali masuk €0.7 - €0.8 . siapkan uang receh yang banyak ya..lumayan juga untuk beli sovenir.
2. Kami tidak sempat ke Disneyland, karena berada di luar zona 3, kami harus beli tiket kereta tersendiri, dan juga waktunya tidak cukup karena durasi transportasi dan menjelajahi satu objek wisata tanpa terburu-buru (liburan kan untuk bersantai?) butuh waktu sekitar 4 jam..tergantung masing-masing pelancong, jadi harus pintar-pintar atur waktu.
3. di sana kami murni mengandalkan koneksi WiFi, karena sim card yang kami pakai di Amsterdam agak sulit untuk dipakai internetan. Hanya punya Arif saja yang lancar, karena roaming jadi pasti nyedot pulsa nya lumayan. Saran sih kalau sempat nyari aja sim card lokal lalu beli paket internetan, aku nggak sempat mencari tau tentang ini, jadi yasudah rela aja pakai sim card asal, tapi untungnya di setiap tempat umum banyak sekali WiFi nya...
4. untuk menghemat, kami kemarin bawa banyak bekal makanan, mulai dari kentang goreng, ayam goreng, roti bakar, singkong goreng, biskuit, wafer sampai jeruk. hahaha
5. air keran di Paris bisa diminum, tapi rasanya lebih chlorin. kaya air kolam renang.. kalau mau beli minum jangan di tempat wisata atau stasiun, kalau ngga mendesak. harga air kemasan di supermarket €0.4 sedangkan di vending machine €2 ukuran yang sama..hotel kami kemarin sebelahnya supermarket lokal, jadi sungguh lumayan. kalau bisa pilih penginapan yang dekat Carrefour sekalian jadi bisa belanja banyak,hehehe (ibu RT kumat lagi deh)
hmm sisanya apa lagi ya? mungkin ini udah super kepanjangan. dan sesungguhnya pengalaman adalah harta yang paling mahal kan? selamat berpetualang!
ketinggalan? ada cerita kami sebelumnya lho di sini lalu di sini :)
Trimakasih sudah berkunjung!
our Tour de Paris! (Part 2)
¨Perlu bawa apa saja ke Paris?¨
Kalau kita berangkat dari Uni Eropa juga, bawa duit aja. hahaha
bercanda..bawa baju dan perlengkapan pribadi sekeren-kerennya, tapi juga jangan salah kostum. Bawa jaket mantel waktu summer is a big NO, dan pakai sandal waktu winter is your own RISK. hehehe. Isi koper/ransel sih terserah anda, tapi ada beberapa barang yang kadang terlupa padahal penting. Karena kami pergi pas lagi spring, jadi saranku sih bawa saja 3S : sunglass, sandal, syal. anginnya kadang masih kencang, tapi masih lebih hangat ketimbang Amsterdam. Payung atau raincoat juga dibawa ya, hujannya kadang tak terduga. Oya satu lagi, balsem atau counterpain. Akan banyak jalan selama anda berwisata di Paris, lumayan kan relaksasi pas sudah tidur di hotel?
Selama di Paris kemana aja? Eiffel harus. oh Arch de Triomphe plus Champ Elysees! Museum Louvre juga lho. hmm Disneyland juga boleh.. dan yang paling dekat sama stasiun besarnya Paris, Notre Dame Cathedrale. -> kami ngga bermaksud menuju ke gereja nya, tapi karena bangunan bersejarahnya.. Arif tertarik juga ke University of Sorbonne, kampusnya Andrea Hirata. dan kebetulan kemarin kami disana pas hari Jumat, jadi sekalian solat Jumat (jangan ditinggalin) di Grandee Mosque de Paris.
Tempat-tempat tujuan tersebut boleh kok diriset dulu satu persatu. Siapa tahu waktu kita kesana pas ada event apa,gitu. Terutama fokus wisatanya. Misal mau ke Disneyland, mau masuk kan pakai tiket, riset dulu harganya berapa, wahananya apa aja, jam buka-tutup nya jam berapa,dll.. Kalau cuma mau ke sana lalu keliling sambil poto-poto yeyeye sih ya santai aja, ngga banyak nguras kantong juga.paling buat beli crepes atau maccaron. hehehe..
Nah transportasi selama di sana? Ini nih yang seru. Seru karena lamaaa ngabisin waktu, saking gedenya Paris. Lama-lama jadi bener-bener mirip Jakarta, kayaknya. ah masa?
Sedikit hasil riset, transportasi di Paris disupply oleh perusahaan namanya RATP. ya GVB nya Amsterdam, Transjakarta nya Jakarta. Ada bus, tram, metro, dan RER. yang terakhir ini aku belum familiar awalnya. tapi setelah Arif riset (riset lagi??) RER ini adalah train. kereta. metro jarak jauh. nah tuh. tapi orang Paris sepertinya ngga akrab dengan istilah RER. Mereka bilang RER itu ya metro. Bedanya, RER diidentifkasi dengan huruf A,B,C,D,E . Sedangkan metro, tram dan bus pakai angka. Metro dan RER bisa punya stasiun yang sama, tapi kebanyakan beda.
Paris sendiri dibagi ke 5 zona, yang jaraknya diukur dari pusat kota. pusat kota nya itu kalau dilihat di peta, merupakan satu lingkaran yang mencakup objek-objek wisata di atas, kecuali Disneyland ( ini ada di zona 5). Pembagian zona lebih lengkap dilihat di situs ratp itu..
Semakin jauh zona yang mau kita capai, ongkos transpot otomatis beda-beda. H-2 sebelum berangkat kami baru ngeh hotel kami itu ada di zona 3, dan butuh waktu 1 jam dengan jalan dari Paris Bercy, tempat kita turun bus, ke Gare de Austerlitz, tempat kita naik RER yang direct ke stasiun terdekat dari hotel kami.
Setelah sampai di stasiun, cari booth yang ada petugas jual tiket. Kita nanti ditanya mau tiket apa, buat berapa hari dan berapa orang. Tiketnya ada beberapa jenis, kami pilih yang Paris Visite. Tiket ini untuk kunjungan 1-5 hari di Paris, untuk semua mode transportasi (bus-metro-tram-RER); unlimited lah kita bilang. Kami beli yang untuk 2 hari dan untuk 3 zona seharga €19 untuk 1 orang. selengkapnya di sini. Sekali beli beres sampe nanti mau pulang lagi ke Amsterdam, daripada pusing-pusing lagi,kan..setelah bayar nanti dapat tiket yang cuiliknya nyebelin ini sama peta transportasi Paris.
Setelah sampe Paris jam 6 pagi, kami nggak bisa langsung check in. Hotel-hotel di sana sepertinya peraturannya sama, check in tengah hari. Waktu sudah pukul 8 pagi Akhirnya kami beranjak dari leyeh-leyeh untuk mulai melancong. Arif bawa 1 ransel laptop dan aku cuma bawa tas kamera. di dalam ransel diisi makanan jadi dan minuman.
eh sudah saatnya melancong! simak kisah kami di sini ya..
our Tour de Paris !
¨kami bisa ada di tempat-tempat indah di dunia karena kerja keras, dan keberuntungan. DAN karena kebaikan orang lain. maka dari itu kami ingin selalu bersyukur dan berterimakasih¨
YOOHOO!
Musim semi ini kami beruntung bisa main ke Paris ketika libur paska ujian.
Arif sudah masuk tahun terakhir studi masternya di UvA, dan aku kebetulan juga masuk bulan ke-7 tinggal di sini. Kira-kira akhir Mei lalu kami naik bus ke Paris dan berada 2 hari di sana. Naik bus lho, karena saat itu bus lah yang paling punya promo gila-gilaan. Sebenernya aku ngebet pingin naik kereta karena aku ga terlalu suka naik bus, tapi si doi (suamiku Arif) menyarankan naik bus aja biar uang saku di Paris bisa lebih banyak. By the way sampai tulisan ini dibuat, promo ke Paris masih berlangsung, dari Amsterdam. . skip skip..
Persiapan sebelum berlibur nih.. Sebulan sebelum hari-H kami mulai rencanakan itinerary trip ini sampai detail. ya ga juga ding, maksudnya muali cari-cari promo hotel, akomodasi, tempat tujuan serta transportasi di sana. kenapa sebulan? jarak ideal kata Arif sih 6-weeks before the trip, karena habis nonton video nya Hacking the System ;P mungkin supaya bisa dapat harga-harga yang lebih murah dan bisa riset tentang tempat tujuan ya? iyain aja.. :D
balik lagi. kami kemarin tentukan dulu tanggal berapa enaknya ke sananya, dan mau berapa lama. sebenarnya, menjelajahi Paris tidaklah cukup dilakukan selama dua hari. sungguh. kukira tadinya bisa, ternyata Paris sungguhlah luas, tidak secilik Amsterdam yang metronya cuma ada 4 jurusan..
setelah tentukan tanggal dan durasi trip, coba cari-cari tempat menginap. sungguh, menentukan tempat menginap dengan tanggal itu lebih utama daripada memilih mode transportasinya. kami pilih hotel, yang lebih bebas dan private. hotel bisa dicari di booking.com atau hotels.com , atau airbnb.com untuk yang ¨nebeng mbayar¨ di rumah penduduk lokal..cari harga sewa yang sesuai budget, dan kami sih pilih yang bisa bayar pakai paypal instead of credit card.. kemarin kami dapat hotel di zona 3 Paris seharga €49 selama satu malam, via hotels.com . rata-rata booking.com minta credit card, yang kami nggak punya. lagipula harga kedua situs itu cuma beda tipis kok. ya lumayan lah, harga di airbnb juga rata-rata di bawah €50. saran, banyak-banyak searching ke macam-macam situs booking hotel untuk banding-bandingkan harga ya..
Setelah dapat hotel, baru deh cari transportasi ke Paris nya. dari Amsterdam bisa pakai bus, kereta atau pesawat. Yang paling murah, tentu saja bus. tapi bus itu durasinya 6jam, hampir 2x lamanya kalau naik kereta. kami ambil IDBus yang perjalanan paling malam jam 23.00 seharga €19 untuk 1 orang. itu harga promo..harga aslinya €45. kalau naik thalys atau ns kira-kira tarif 1 orang > €70an..(nah kebetulan Juni ini ada lagi promo crazy Paris dari Thalys ! aku jadi agak sedih..hehehe)
Jangan lupa book sekalian untuk perjalanan PP ya.. sudah ketemu harga yang paling match sama budget? oke, berarti sekarang siap buat bayar hotelnya, lalu bayar bus nya..
gimana di sana? simak yuk di halaman ini. . .
so why don't we go, somewhere only we know.
Broodje Doner di Science Park..and our brunch made by Arif..apa ya namanya? omelet kentang green peas dan salami..+ mini dessert of banana yoghurt.
brace yourself, spring is coming!
taken in Venserpolder & Science Park, Amsterdam.
thanks Sonia!