#np I'm not ready for this - Bryan Estepa
Judul lagu ini pas banget buat gw, blm siap atas kenaikan jejang ini. I'm too stupid for this level. Banyak sekali hal yang harus kupelajari. Bahkan udah dipelajari juga udah lupa. Entahlah. Badan ini too fatigue to continue life. Tapi seperti itulah sekolah ini didesain. Belajar sambil lari. Yang gak bisa mengejar, akan ketinggalan. Just like me now.
I dunno, sering ngerasa lonely di sini. It's just you and your own. Setiap hari. Sepi. Kosong. Hampa. Kayak... gak ada yg paham, dan gak ada yg mau memahami. I just miss you, or just miss your support, your companion.
Biasanya slalu ada yang "disampahin" curhatan ga penting, wlopun ga jelas ga paha, tapi tetep mau dengerin, dan inget ceritanya.
Gw tipe yang klo lagi ada problem, need external support. I'm independently dependet. Ketika tidak menemukan support itu, selalu berusaha mencari support-support lain. Teman-teman virtual masih ada. Tapi, tidak semua bisa dengan gamblang bisa diceritakan. Ujung-ujungnya dipendam sendiri.
Sering merasa, is this worth it? is this what I really want? am I really capable for doing this? why me?
Pertnyaan-pertanyaan yang tidak pernah bisa terjawab. yahh begitulah ya, namanya juga hidup. Gak semua ada jawabannya sekarang.
Dulu, yang ada di pikiran gw cuma "as long as I have you, no matter what they say, I'm really happy and grateful"
Here I'am again. Alone and lonely.
Terlihat tangguh, padahal rapuh.
H-1 presentasi, gw belajar dan nyiapin. Tapi tetap aja ga siap. Dan malam itu super lelah. Kayak batre hape yang tinggal 1% butuh dicas segera. Alhasil gw nelfonin salah satu old friend. Ga ngerti lagi. Di hari itu gw mentingin mental health dibanding nyawa gw besoknya. But aku merasa telah melakukan yang benar. For the sake of mental health, ato emang aku yang lemah?
Sudah terlalu lama diri ini bertahan.
Dilema antara sudah sejauh ini atau mumpung belum jauh?
Ga ada yang tau jawabannya
Yang gw tau cuma mikir hari ini mau ngapain aja, besok harus ngapain aja. Menjalani hidup merangkak dari hari ke hari, yang tiba-tiba sudah selesai, sudah berlalu.
Hari-hari yang berat berlalu, dan datang hari-hari berat yang lainnya.
Kadang ingin hidup tenang But again. Define tenang. Hidup orang yang paling settle aja bisa ambyar hatinya. Back again. Terlahir sebagai muslim, slalu membuatku bersyukur. Semua masalah jika kembali ke Allah dan Al-Quran semua ada jawabannya. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang. Sekacau-kacaunya hari, sekacau-kacaunya diri ini, seperti apapun masalah hidup, itu artinya kita mampu menjalani.
"Kamu memilih, dan kamu dipilih" - kata seorang teman
Yaaa, tidak ada kegagalan dalam hidup. Semuanya adalah proses pembelajaran. Kayak salah satu buku favorit saya: Sometimes you win, sometimes you learn. Satu-satunya kegagalan adalah ketika kamu berhenti mencoba dan berhenti belajar.
Klo ada yg baca ini, doakan aku, doakan aku di manapun kalian berada, siapapun kalian. Berikan doa terbaik kalian buatku. Siapa tau doa kalian yang diijabah. Doakan aku bisa lebih baik dan bisa bertahan.