I am not a kind person. I am trying to be, as always. Nasehati bila aku salah, jangan jadikan kesalahan ku sebagai pembenaran untuk berbuat salah. https://www.instagram.com/p/CQ--ALyhhD0/?utm_medium=tumblr

#extradirty

if i look back, i am lost

pixel skylines
will byers stan first human second
untitled

JVL

No title available

blake kathryn
Sade Olutola
𓃗
wallacepolsom
Misplaced Lens Cap

gracie abrams
I'd rather be in outer space 🛸
Cosimo Galluzzi
Cosmic Funnies
KIROKAZE
taylor price
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

roma★

seen from Finland

seen from Türkiye
seen from South Africa

seen from United States

seen from Ireland
seen from United States

seen from Finland

seen from South Africa
seen from Uzbekistan

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Hungary

seen from Australia
seen from United States

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Lithuania
seen from Italy
seen from United States
@muyakaa
I am not a kind person. I am trying to be, as always. Nasehati bila aku salah, jangan jadikan kesalahan ku sebagai pembenaran untuk berbuat salah. https://www.instagram.com/p/CQ--ALyhhD0/?utm_medium=tumblr
/ Murabahah yang Disebut oleh Bank Islami dan Hukum Syariat Tentangnya / Oleh : Syekh Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah Murabahah sebagai konsep hukumnya boleh secara syar’i, tetapi bagaimana hukum syariat pada transaksi dimana Bank menganggap jumlah tambahan sebagai kompensasi proses transaksi? #mmrs # #postinganterkini #islamkaffah #khilafahajaranislam #facebookmmrs Baca selengkapnya di fanspage Facebook @MuslimahMinangRinduSyariah (Klik link di Bio) Yuk bantu sebar kebaikan dengan like, share dan comment postingan ini ya ☺️ Silahkan follow dan subsribe FB, IG, Telegram, YouTube @MuslimahMinangRinduSyariah @MuslimahMinangRinduSyariah ===================== Berkarya untuk ummat ✊ https://www.instagram.com/p/CQJIb6_BNgP/?utm_medium=tumblr
/ IJM: Isu Radikalisme untuk Tutupi Kebobrokan Tata Kelola Negara / Sumber : Mediaumat.news #KomentarPolitik Direktur Indonesian Justice Monitor (IJM) Agung Wisnuwardana menduga isu radikalisme terus dimainkan rezim untuk menutupi kebobrokan tata kelola negara. “Isu radikalisme seolah terus disemburkan oleh rezim penguasa, di tengah kebobrokan tata kelola negara,” tuturnya kepada Mediaumat.news, Selasa (8/6/2021). Agung mengungkap, isu radikalisme dan narasi radikal radikul bisa jadi diangkat untuk menutupi kebobrokan tata kelola negara. “Garuda rugi hingga Rp70 triliun dan siap-siap bangkrut. PT KAI merugi hingga Rp315 miliar. BUMN karya nyungsep diambang kebangkrutan. Sejumlah proyek infrastuktur pun mangkrak. Utang LN menggunung lebih dari Rp6500 triliun,” bebernya. Menurutnya, isu radikalisme juga menyeruak dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Label radikal hingga cap ‘taliban’ menjadi kartu mati untuk memecat 51 pegawai KPK yang keras menindak koruptor,” ujarnya. Ia menduga isu radikalisme hanya untuk memengaruhi dan menggiring opini publik agar membenarkan tindakan pimpinan KPK memecat pegawainya. “Pelemahan KPK secara sistematis pun nyaris sempurna setelah sebelumnya terjadi revisi UU KPK dan pemilihan ketua komisioner yang penuh kontroversial,” ungkapnya. Bahkan, menurutnya, Menteri Agama Yaqut pun seperti tak mau kalah menebar isu radikalisme. Menteri Agama bakal sertifikasi wawasan kebangsaan pada penceramah agama. “Isu radikalisme dimainkan, di tengah batalnya jamaah Indonesia berangkat tahun ini yang begitu mengecewakan,” pungkasnya. Yuk bantu sebar kebaikan dengan like, share dan comment postingan ini ya ☺️ Silahkan follow dan subsribe FB, IG, Telegram, YouTube @MuslimahMinangRinduSyariah @MuslimahMinangRinduSyariah ===================== Berkarya untuk ummat ✊ https://www.instagram.com/p/CQFgHgyBuRp/?utm_medium=tumblr
Pertama yang terpenting, Aku akan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiranku. Aku frustasi dan lelah akan semua hal yang terjadi. Hal Kedua, Jangan katakan di pikiranmu, kamu ingin aku menjadi apa. Aku lah yang berlayar, aku lah penguasa lautan. - Imagine Dragon - https://www.instagram.com/p/CQBDUgxhR3O/?utm_medium=tumblr
Dimanakah keadilan di negeri ini? https://www.instagram.com/p/CP9o2vHpn9O/?utm_medium=tumblr
Life is Choice, hidup adalh pilihan. Source : youtube.com/Felix Siauw #backtomuslimidentity #islamkaffah #islamrahmatanlilalamin #beyondtheinspiration https://www.instagram.com/p/CP5jnbTJtp0/?utm_medium=tumblr
/ Waspada Upaya Liberalisasi Seksual Melalui “Bodily Autonomy” / Oleh : Arum Harjanti #Fokus The UNFPA Division for Communications and Strategic Partnerships meluncurkan State of World Population 2021, dengan judul My Body is My Own, Claiming The Right to Autonomy and Self-Determination.[1] Laporan tersebut adalah laporan pertama UNFPA terkait dengan otonomi tubuh, dan dianggap sangat berharga dalam mempromosikan pemahaman dan kemajuan tentang hak-hak atas tubuh ini. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada kesetaraan tanpa hak atas otonomi tubuh yang merupakan hak asasi universal. Pencapaian kesehatan seksual dan reproduksi bahkan juga berpengaruh terhadap tercapainya berbagai tujuan SDGs.[2] Perwujudan hak otonomi tubuh ini bahkan juga dianggap dapat mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Benarkah demikian? Otonomi tubuh dan SDGs Bodily autonomy atau otonomi tubuh termasuk dalam bahasan Sexual and Reproductive Health and Rights (SRHR) atau Hak dan Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR). HKSR pertama kali diakui dalam The Programme of Action of the 1994 Cairo International Conference on Population and Development (ICPD), yang merupakan kesepakatan internasional pertama yang mengakui adanya HKSR. Kemudian, The Beijing Platform for Action (BPfA) menegaskan Program Aksi ICPD dengan menyatakan bahwa hak asasi perempuan mencakup hak asasi perempuan untuk memiliki kendali, memutuskan secara bebas, dan bertanggung jawab atas hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas mereka (termasuk kesehatan seksual dan reproduksi, bebas dari paksaan, diskriminasi, dan kekerasan) untuk memiliki kendali dan membuat keputusan mengenai seksualitas mereka, termasuk kesehatan seksual dan reproduksi mereka sendiri.[3] Pemenuhan HKSR ini juga merupakan bentuk komitmen terhadap The 2030... [Bersambung...] #mmrs # #postinganterkini #islamkaffah Baca selengkapnya di fanspage Facebook @MuslimahMinangRinduSyariah (Klik link di Bio) Yuk bantu sebar kebaikan dengan like, share dan comment postingan ini ya ☺️ Silahkan follow dan subsribe FB, IG, Telegram, YouTube @MuslimahMinangRinduSyariah @MuslimahMinangRinduSyariah ===================== Berkarya untuk ummat ✊ https://www.instagram.com/p/CP3Bjc0JmPv/?utm_medium=tumblr
/ Strategi Inggris Menjadikan Arab Lemah dan Berpecah Belah / Sumber : Muslimahnews.com #Tsaqofah Apa yang kita inginkan bukanlah Arabia Bersatu, tetapi Arabia yang lemah dan terpecah belah, terbagi dalam sebanyak mungkin pemerintah-pemerintah kecil di bawah kekuasaan kita tetapi tetap tidak mampu melakukan koordinasi untuk melawan kita, untuk membentuk negara penyangga melawan kekuatan di Barat. (A memorandum from the British Foreign Department of Government of India: Britain, India and Arabs, hlm. 62) Inggris telah berusaha untuk menghasut Arab dengan nasionalismenya agar melawan kekuasaan Turki sejak awal Perang Dunia I. Impian mereka adalah untuk mengalihkan loyalitas kaum muslimin Arab dari Sultan Utsmani, yang biasanya dijuluki sebagai Khalifah atau pengganti Nabi Muhammad, kepada Hussein bin Ali, syarif di Makkah sekaligus juga seorang antek Inggris. Secara lebih luas, visi mereka adalah untuk mengubah dunia Arab menjadi superior dengan gaya India-Inggris baik agamanya, maupun budayanya yang berkembang di bawah cengkeraman kuat kuku-kuku Inggris. Dalam tulisannya yang sangat terkenal, TE Lawrence berkata, “Ambisi saya adalah bahwa negeri Arab menjadi jajahan kita yang pertama, tetapi bukan koloni berkulit coklat yang terakhir.” Keluarga penguasa As-Sabbah memerintah dalam masa yang lama di bawah kontrol Inggris, yang menjadikannya negara protektorat tahun 1897 dan baru meninggalkannya pada tahun 1961. Keluarga Saud di Arabia dan keluarga Hashem di Yordania dulu adalah antek Inggris dan sekarang sudah menjadi antek Amerika. (Los Angeles Times, 2 September 1990) Yuk bantu sebar kebaikan dengan like, share dan comment postingan ini ya ☺️ Silahkan follow dan subsribe FB, IG, Telegram, YouTube @MuslimahMinangRinduSyariah @MuslimahMinangRinduSyariah ===================== Berkarya untuk ummat ✊ https://www.instagram.com/p/CP2eB0bpSL8/?utm_medium=tumblr
/ Kejadian Dahsyat pada Hari Kiamat (Tafsir QS Al-Infithar [82]: 1—5) / #AyatPilihan إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنفَطَرَتۡ, وَإِذَا ٱلۡكَوَاكِبُ ٱنتَثَرَتۡ, وَإِذَا ٱلۡبِحَارُ فُجِّرَتۡ, وَإِذَا ٱلۡقُبُورُ بُعۡثِرَتۡ, عَلِمَتۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ وَأَخَّرَتۡ “Jika langit terbelah, jika bintang-bintang jatuh berserakan, jika lautan dijadikan meluap, dan jika kuburan-kuburan dibongkar, maka setiap jiwa akan mengetahui apa saja yang telah dia kerjakan dan yang telah dia tinggalkan.” (QS Al-Infithar [82]: 1-5) Tidak ada ikhtilaf di kalangan ulama bahwa surah ini tergolong sebagai Makiyyah.[1] Surah yang terdiri dari 19 ayat ini diawali dengan berita tentang beberapa peristiwa yang terjadi pada Hari Kiamat. Dalam ayat terakhir disebutkan bahwa pada Hari Kiamat, semua urusan menjadi milik Allah Swt.. Tentang surah ini, Rasulullah saw. bersabda, مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُ رَأْىُ عَيْنٍ فَلْيَقْرَأْ (إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ) وَ (إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ) وَ (إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ) “Siapa saja yang ingin menyaksikan hari kiamat seolah-olah melihat dengan mata kepala sendiri, hendaklah membaca surah At-Takwir, Al-Infithar, dan Al-Insyiqaq.” (HR al-Tirmidzi, Ahmad, dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak) Tafsir Ayat Allah Swt. berfirman, “Idz as-samâ‘ [i]nfatharat (Jika langit terbelah).” Yang pertama kali disebutkan dalam ayat adalah kejadian pada langit, yakni saat langit mengalami [i]nfatharat. Kata [i]nfatharat berasal dari kata al-fithr. Artinya, asy-syaqq (belahan). Dikatakan: Fathartuhu fa [i]nfathara (Aku membelahnya sehingga ia pun terbelah). Juga perkataan: fathara nâb al-ba’îr (Gigi taring unta itu terbelah). [2] Pengertian ini pula yang diambil oleh para mufasir dalam memahami ayat ini. Menurut mereka, kata [i]nfatharat dalam ayat ini... [Bersambung...] #mmrs # #postinganterkini #islamkaffah Baca selengkapnya di fanspage Facebook @MuslimahMinangRinduSyariah (Klik link di Bio) Yuk bantu sebar kebaikan dengan like, share dan comment postingan ini ya ☺️ Silahkan follow dan subsribe FB, IG, Telegram, YouTube @MuslimahMinangRinduSyariah @MuslimahMinangRinduSyariah ===================== Berkarya untuk ummat ✊ https://www.instagram.com/p/CP17JpWptk5/?utm_medium=tumblr
/ Meluaskan Syukur / Oleh : Edgar Hamas #Nafsiyah Suatu hari Khalifah Umar bin Abdul Aziz menasihati, “Ikatlah nikmat yang datang padamu dengan syukur pada Allah.” Syukur itu melegakan. Apa pun keadaannya, seseorang berterima kasih pada Allah dan itu baik buat dirinya dan baik buat rezekinya. Maka, jangan lupa bersyukur hari ini. Syukur itu bukan kita ucap hanya sesempit ketika mendapat nominal harta, atau pemberian fisik, atau sesuatu yang sifatnya materi. Syukur ada pada mata yang kembali melihat selepas tidur; pada telinga yang masih mendengar setelah hening panjang; pada darah yang masih mengalir. Syukur ada pada Ramadan yang kita jumpai; pada sahur dan buka dengan makanan yang cukup; pada kesempatan membaca Al-Qur’an yang hanya sebagian manusia saja diberi taufik membukanya. Kata Ibnu Qayyim, seiring kita bersyukur, maka rantai keberlimpahan nikmat tidak akan putus. Sebab syukur adalah pengikat nikmat agar ia tak lari. Ia juga pengetuk pintu rezeki. Itulah barangkali hikmah mengapa dalam hadisnya, Rasulullah menyatakan kalimat “hamdalah” saja bisa memberatkan timbangan amal. Syukurmu kau yang butuhkan. Supaya lega hati dan lancar kehidupan. Ayat syukur yang sering kita dengar adalah QS Ibrahim ayat 7, “Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.'” Tahukah kamu? Ayat itu—dalam Tafsir Ath Thabari—adalah arahan Allah pada Bani Israil. Allah memberikan semacam “challenge“, jika mereka mau untuk bersyukur kepada Allah setelah Allah selamatkan mereka dari azab Firaun, maka Allah akan melipatgandakan nikmat-Nya pada mereka. Tapi ternyata, untuk bersyukur tak semudah itu. Bani Israil yang baru saja diselamatkan, diingatkan tentang... [Bersambung...] #mmrs # #beritaterkini #hotnews Baca selengkapnya di fanspage Facebook @MuslimahMinangRinduSyariah (Klik link di Bio) Yuk bantu sebar kebaikan dengan like, share dan comment postingan ini ya ☺️ Silahkan follow dan subsribe FB, IG, Telegram, YouTube @MuslimahMinangRinduSyariah @MuslimahMinangRinduSyariah ===================== Berkarya untuk ummat ✊ https://www.instagram.com/p/CPzUHD-pRgX/?utm_medium=tumblr
/ Ustaz Labib Ungkap Persoalan Mendasar di Negeri Ini / Sumber : Mediaumat.news #Opini Cendekiawan Muslim KH Rokhmat S. Labib menuturkan persoalan paling mendasar di negeri ini adalah menghilangkan peran Tuhan dalam pengaturan kehidupan. “Sebenarnya persoalan paling mendasar di negeri ini adalah menghilangkan peran Tuhan dalam pengaturan kehidupan,” tuturnya dalam acara [Live] FGD #25 PKAD: Mewaspadai Rekayasa Tuntutan Atas HRS dkk dan Zionis Nusantara, Sabtu (29/5/2021) di kanal YouTube Pusat Kajian dan Analisis Data. Menurut Ustaz Labib, panggilan akrabnya, negeri ini mengakui bahwa Allah itu ada. “Tuhan itu ada. Tapi, Tuhan itu tidak boleh berperan dalam pengaturan kehidupan. Dalam pengaturan politik, hukum, pendidikan dan sebagainya,” ujarnya. Oleh karena itu, menurutnya, diakui atau tidak praktik yang diterapkan di negeri ini adalah sekuler. “Kalau kita kembalikan ke dalam Islam jelas itu sesuatu yang berbahaya,” tegasnya. Ia mencontohkan, hakim sebagai wakil Tuhan. “Sebagai wakil Tuhan, dia membuat keputusan. Seolah-olah apa yang menjadi keputusan wakil Tuhan itu sah dan tidak ada pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Padahal dalam Islam, itu tidak benar. Memang Allah SWT itu memerintahkan kita untuk mengadili perkara-perkara yang dialami oleh manusia. Tetapi bukan berarti pengadilnya itu bebas dari tuntutan Allah SWT,” bebernya. “Memang sekarang dia bebas membuat keputusan apa pun, keterangan dari saksi ahli bisa dinegasikan karena tidak sesuai dengan pikirannya. Tetapi, apa yang diputuskan itu akan dimintai pertanggungjawaban Allah SWT,” tambahnya. Ustaz Labib menegaskan, hakim yang membuat keputusan itu akan diadili oleh Allah SWT. “Nabi SAW mengatakan, hakim itu ada tiga. Satu di surga dan dua di neraka. Itu berarti hakim saat ini, akan diadili Allah SWT. Ada yang... [Bersambung...] #mmrs # #beritaterkini #hotnews Baca selengkapnya di fanspage Facebook @MuslimahMinangRinduSyariah (Klik link di Bio) Yuk bantu sebar kebaikan dengan like, share dan comment postingan ini ya ☺️ Silahkan follow dan subsribe FB, IG, Telegram, YouTube @MuslimahMinangRinduSyariah @MuslimahMinangRinduSyariah ===================== Berkarya untuk ummat ✊ https://www.instagram.com/p/CPx94FqJmBu/?utm_medium=tumblr
/ Di Hari Lansia, Sudahkah Kita Membahagiakan Keluarga? / Oleh : Najmah Saiidah Tidak banyak yang tahu jika 29 Mei 2021 kemarin adalah Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN). Tema yang dipilih untuk memperingati HLUN adalah “Lansia Bahagia Bersama Keluarga”. Berdasarkan hasil survei Universitas Indonesia, para lanjut usia (lansia) di Indonesia merasa lebih bahagia saat tinggal bersama keluarga dibandingkan mendapat perawatan dari caregiver. “Ketika disurvei, karena mereka membutuhkan perawatan jangka panjang, siapakah yang mereka harapkan? Ternyata jawabannya 87% ingin dirawat oleh anggota keluarganya sendiri.” (antaranews.com, 30/5/2021) Bukan masalah peringatannya yang menggelitik, tapi kita semua diingatkan tentang kewajiban kita kepada orang tua kita semua yang rata-rata mereka memang sudah lansia. Bahkan, banyak di antara kita yang sudah tidak memiliki orang tua kandung. Pertanyaannya, sudahkah kita membahagiakan mereka? Atau mereka masih saja direpotkan oleh anak-anaknya? Sebuah fakta yang tidak bisa kita mungkiri, banyak para orang tua—terutama nenek—yang harus mengasuh para cucunya karena para ibunya harus pergi bekerja dengan berbagai macam alasan. Bahkan, beberapa waktu lalu masih saja ada anak yang memidanakan ibu atau bapaknya karena alasan ekonomi. Yang mencemaskan, ketika orientasi hidup sudah berubah, yang justru menjadikan materi sebagai tujuan sebagaimana yang diserukan oleh kaum feminis. Pada akhirnya, aktivitas mengasuh anak dinilai sebelah mata, padahal ia merupakan aktivitas mulia, mengingat peran utama perempuan adalah sebagai ummun wa rabbatul baiti. Darinya dilahirkan generasi yang berkualitas prima, generasi pejuang Islam tepercaya. Ketika kita paham hal ini, tentu kita tidak akan menyerahkan pengasuhan anak kita sepenuhnya kepada orang lain. [Bersambung...] #mmrs # #beritaterkini #hotnews Baca selengkapnya di fanspage Facebook @MuslimahMinangRinduSyariah (Klik link di Bio) Yuk bantu sebar kebaikan dengan like, share dan comment postingan ini ya ☺️ Silahkan follow dan subsribe FB, IG, Telegram, YouTube @MuslimahMinangRinduSyariah @MuslimahMinangRinduSyariah ===================== Berkarya untuk ummat ✊ https://www.instagram.com/p/CPxYLhkJiBK/?utm_medium=tumblr
Bandung akan selalu menjadi cerita, setidaknya bagiku.
128 hari yang mengubah hampir semuanya.
Pun, tentang hati yang berusaha bangkit menuju Tuhannya.
Ya, Allah. Satu-satunya yang layak dicintai dengan penuh dan utuh.
Well, ini kisah ku.
#muyakaa
Si mungil yang kamu tunggu selama lima belas tahun ini sudah melewati genap usia dua puluh empat tahun nya, Bu.
Masih dengan emosi labil yang kadang menggebu, menyerbu Ibu :’)
Ma'af, anak mu masih berproses untuk menjadi lebih baik dalam menyayangimu.
Ma'af, masih terus mengecewakan hatimu, Bu. Dengan tanda tanya yang tak bisa kujawab pasti meski diri ini juga tak ingin sembunyi lagi.
Aku sayang Ibu meski tak bilang selamat hari Ibu.
Bisa jadi aku mengecewakan mu, sebagaimana pertama kali tak lagi ucapkan selamat ulang tahun di hari kelahiranmu.
Tapi percayalah, sungguh, Iya sayang padamu :’)
Begitu juga Bapak, Iya sayang sekali meski jarang bilang.
Buu, Mutia Hardika adalah nama yang indah. Mutiara harapan di hati Ibu dan Bapak yang ditunggu dengan cobaan berat bertahan-tahun.
Sebuah nama yang selalu menjadi penyemangat di kala patah, peneguh untuk kokoh kembali.
Layaknya do'a-do'a yang senantiasa Ibu dan Bapak Langitkan.
Harapan, semoga menjadi makna yang Iya bisa wujudkan. Tak hanya di dunia, namun juga hingga surga.
Ma'af Ibu, sudah membuatmu khawatir dengan pilihan-pilihan yang berbeda dengan Ibu.
Iya tahu Ibu khawatir karena sayang, dan Iya juga bertahan karena sayang.
Pun pada makna yang masih berselisih dengan masing-masing sudut pandang kita.
Do'a kan ya, Bu… Harapan itu, semoga menjadi makna yang Iya bisa wujudkan. Tak hanya di dunia, namun juga hingga surga.
Pun diri ini masih juga belum bisa membanggakan Ibu.
Bu, Iya sayang Ibu. Iya juga sayang Bapak.
Semoga Allah lembutkan selalu hati Iya, ya, Bu. Untuk selalu teguh dan tak pernah jenuh melawan ego yang sering kali meronta tak mau kalah.
Bu, Iya sayang Ibu. Iya juga sayang Bapak.
Semoga Allah kuatkan iya selalu, ya, Bu. Agar bisa menghadiahkan Ibu dan Bapak sebaik-baik balas jasa : do'a anak yang sholeh.
Do'a kan ya, Bu… Harapan itu, semoga menjadi makna yang Iya bisa wujudkan. Tak hanya menjadi harapan mu untuk dunia, namun juga hingga surga. https://www.instagram.com/p/CJGpTDlB4s7/?igshid=1ufgiswgnlab1
Tak melulu tentang "kapan ?", adakalanya waktu mengajak mu berpikir tentang "bagaimana ?"
Tak hanya penantian yang berjalan panjang, seringkali kita juga butuh alasan kuat untuk menetap dalam juang.
Bila ku coba untuk tak lagi mengenang, ada satu tanya yang kembali terngiang, "mengapa ?"
"Mengapa tak terlupa juga meski Jejak langkah tak lagi ada ?"
Maka di titik inilah aku tersadar, masa lalu memang akan membekas selamanya. Maka penyesalan hadir menghukum ku layaknya bayangan.
Masih terlalu jelas, masih begitu jelas.
Hei, kamu.
Kali ini saja mari coba dengarkan aku.
Hidup ini singkat, Kematian lah yang akan membawamu untuk keabadian kelak di akhirat.
Bila salah jalan yang telah kau pilih, segeralah berbalik dan mengubah arah.
Namun bila telah lurus jalan yang kau tempuh, terus lah melangkah meskipun kadang hatimu rapuh.
Bukan perihal "kapan sampainya" namun "bagaimana caranya" agar senantiasa ta'at pada segala aturan-Nya.
Mungkin sesekali, atau acap kali kamu akan terpikir "Mengapa sesulit ini, Medan juang yang ku lewati?"
Bangkit lah, teruslah melangkah meski pahit pada awalnya.
Hidup adalah pilihan, maka setelah kematian ada hisabnya.
Tak apa, memilih kehilangan manusia untuk teguhkan pilihan dalam ketaatan padanya.
Semangat, segera melupa.
Aamiin.
22 Agustus 2020