
seen from United States
seen from South Africa

seen from Netherlands
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from Hong Kong SAR China

seen from Spain

seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from Kuwait
seen from China
seen from United States
seen from Malaysia
seen from China
seen from China
seen from T1

seen from United States
JADIKAN AKHIRAT SEBAGAI TUJUAN Tuntutan hidup yang semakin keras terkadang membuat kita lupa akan tujuan hidup didunia. Kita bergelut dengan beban hidup yang terkadang menguras sebagian besar waktu kita. Namun demikian, wajib bagi kita sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menjadikan akhirat sebagai tujuan. Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa yang niatnya untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya hanya untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2465) Follow : @baliakkasurauid #baliakkasurauid #minangkabau #islam #nafsiyah #tazkiyatunnafs #hijrah #motivasi #nasihat #zikrulmaut #art #cintarasulullah #qalbunsalim #alquran #mutiarahikmah #mutiaraislam #islamicquotes #quotes #islamituindah #muslim #yukngaji #yukhijrah https://www.instagram.com/p/CkEx8MMBWxP/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Ingin MALAIKAT MIKAIL Pemberi Rezeki Datang ke Rumah? Perdengarkan Suara Ini, Kata Ustadz Adi Hidayat
Ingin MALAIKAT MIKAIL Pemberi Rezeki Datang ke Rumah? Perdengarkan Suara Ini, Kata Ustadz Adi Hidayat
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan suara yang disenangi Malaikat Mikail pemberi rezeki sehingga mau datang ke rumah /Youtube Adi Hidayat Official/ Sebagaimana diketahui, Allah SWT tidak hanya menciptakan mahluk seperti manusia dan jenis yang lainnya seperti tumbuhan dan hewan. Sama dengan manusia, tumbuhan dan hewan adalah dua makhluk ciptaan Tuhan yang dapat dilihat secara fisik. Namun, Allah juga…
View On WordPress
Menikmati Setiap Detik Waktu Ramadhan - Ustadz Asep Supriatna _* . 📺 Alhamdulillah Ya Mughni Shollu Alan Nabi 👳 Yuk dukung share kebaikan, Kunjungi 👉 Jumat Berkah dot Com . 🌏 Update kajian Islam? Follow 🍓 @jumatberkahcom 🎯 Facebook 💝 Instagram 🌋 Twitter 🍔 Linkedin
/ Meluaskan Syukur / Oleh : Edgar Hamas #Nafsiyah Suatu hari Khalifah Umar bin Abdul Aziz menasihati, “Ikatlah nikmat yang datang padamu dengan syukur pada Allah.” Syukur itu melegakan. Apa pun keadaannya, seseorang berterima kasih pada Allah dan itu baik buat dirinya dan baik buat rezekinya. Maka, jangan lupa bersyukur hari ini. Syukur itu bukan kita ucap hanya sesempit ketika mendapat nominal harta, atau pemberian fisik, atau sesuatu yang sifatnya materi. Syukur ada pada mata yang kembali melihat selepas tidur; pada telinga yang masih mendengar setelah hening panjang; pada darah yang masih mengalir. Syukur ada pada Ramadan yang kita jumpai; pada sahur dan buka dengan makanan yang cukup; pada kesempatan membaca Al-Qur’an yang hanya sebagian manusia saja diberi taufik membukanya. Kata Ibnu Qayyim, seiring kita bersyukur, maka rantai keberlimpahan nikmat tidak akan putus. Sebab syukur adalah pengikat nikmat agar ia tak lari. Ia juga pengetuk pintu rezeki. Itulah barangkali hikmah mengapa dalam hadisnya, Rasulullah menyatakan kalimat “hamdalah” saja bisa memberatkan timbangan amal. Syukurmu kau yang butuhkan. Supaya lega hati dan lancar kehidupan. Ayat syukur yang sering kita dengar adalah QS Ibrahim ayat 7, “Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti azab-Ku sangat berat.'” Tahukah kamu? Ayat itu—dalam Tafsir Ath Thabari—adalah arahan Allah pada Bani Israil. Allah memberikan semacam “challenge“, jika mereka mau untuk bersyukur kepada Allah setelah Allah selamatkan mereka dari azab Firaun, maka Allah akan melipatgandakan nikmat-Nya pada mereka. Tapi ternyata, untuk bersyukur tak semudah itu. Bani Israil yang baru saja diselamatkan, diingatkan tentang... [Bersambung...] #mmrs # #beritaterkini #hotnews Baca selengkapnya di fanspage Facebook @MuslimahMinangRinduSyariah (Klik link di Bio) Yuk bantu sebar kebaikan dengan like, share dan comment postingan ini ya ☺️ Silahkan follow dan subsribe FB, IG, Telegram, YouTube @MuslimahMinangRinduSyariah @MuslimahMinangRinduSyariah ===================== Berkarya untuk ummat ✊ https://www.instagram.com/p/CPzUHD-pRgX/?utm_medium=tumblr
Tangguh-lah! Kecewa kan berlalu
Dari sekian hal yang ada di dalam kehidupan: kita akan pasti bertemu pada satu hal yang membuat kita merenung sekejap atau mungkin dalam jangka waktu yang panjang.
Semua dari kita pernah merasakan kecewa, dipelbagai kadar dan objeknya. Tentu saja. Demikian yang mengetik tulisan ini, pernah kecewa, pun pembaca yang budiman. Mengapa? Karena kita manusia (Makhluk), yang oleh Allah (Al-Khaliq) dibekali potensi berupa ‘Naluri’ (Gharizah).
Kecewa masuk ke dalam bagian Naluri mempertahankan diri (Gharizatul Baqa’). Naluri ini bukan hanya terdapat pada manusia, binatang juga punya. Baiklah, izinkan saya menakrifkan sedikit mengenai Gharizatul Baqa’.
Naluri mempertahankan diri (Gharizatul Baqa). Penampakanya mendorong manusia untuk melaksanakan berbagai aktivitas dalam rangka melestarikan kelangsungan hidup. Berdasarkan hal ini maka pada diri manusia ada rasa kecewa, takut, keinginan menguasai, cinta pada bangsa dan lain-lain.
Adanya naluri ini telah termaktub dalam Al-Quran. Allah Subhanahu Wa ta’ala berfirman :
أَوَلَمْ يَرَوْا۟ أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِّمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَآ أَنْعَٰمًا فَهُمْ لَهَا مَٰلِكُونَ “Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebagai bagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan kami sendiri, lalu mereka menguasainya ?” (QS Yaasin : 71)
Seperti itu ‘sedikit’ penjelasan Gharizatul Baqa’. ** insyaa Allah, someday akan dituliskan lebih lanjut dan lebih luas lagi.
Kembali ke pembahasan awal. “ tak usah risau jika sekarang kecewa dengan putusnya pengharapanmu pada orang lain, dia kan juga manusia”. Semudah ini saya ketik, namun bisa jadi tidak semua orang akan menerima pernyataan tersebut, ia bisa saja menggerutu lalu berhenti membaca atau juga bergumam sambil ngangguk setuju. Tergantung kadar kecewa kalian, para pembaca budiman. Opsi pertama kadar kecewanya mungkin meledak-ledak; yang kedua kadar kecewanya nihil, atau sedang tidak kecewa atau mungkin teman dari penulis (yang terpaksa harus buka web lalu baca,setidaknya untuk menghargai penulis) Terima Kasih, sudah sejauh ini. *cie.
Mari kembali lagi, kali ini penulis akan mengajak pembaca sekalian untuk memaknai Hadits dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu’anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
عجبًا لأمرِ المؤمنِ . إن أمرَه كلَّه خيرٌ . وليس ذاك لأحدٍ إلا للمؤمنِ . إن أصابته سراءُ شكرَ . فكان خيرًا له . وإن أصابته ضراءُ صبر . فكان خيرًا له
“Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya”
Lagi, ini kalam dari ustadzah Halimah Alaydrus: “Kekecewaan sejurus dengan harapan. Semakin besar harapmu kepada manusia, semakin mungkin dia mengecewakanmu”.
Muhasabah Yuk!
Kecewa memang benar adalah fitrah manusia, namun rasa kecewa bisa kita handle. Dengan apa? dengan menghilangkan pengharapan tadi. pengharapan kita pada makhluk apatah lagi jika berlebihan.
Ini untukku lebih khususnya, terlalu banyak menghimpun harapan pada banyak orang, mulai terdekat hingga yang nun jauh. Kutipan “Maa fii Qolby Ghairullah” tidak hidup.
Namun, di hati manusia yang beriman akan hidup yang demikian, ia sadar akan keterikatan ia pada al-Khaliq. Sehingga ketika ia dihinggapi kecewa, ia menjadi tangguh nan tabah. Tidak berlarut, kembali pada Rabb-Nya. Kecewa kan berlalu tentunya, ia paham betul kalimat itu.
Semoga kamu termasuk bagian dari mereka. Tangguhlah!
Ainfzh, 16 Ramadhan.
Nasihat Diri
Wahai diri.. saat ilmu terasa sulit untuk diamalkan, ketahuilah itu tandanya ada sesuatu yang salah pada dirimu.
Karena sesuatu bisa menjadi amal saat dilakukannya dengan niat sekaligus cara, yang benar. Keduanya memiliki satu muara, yaitu Allah. Dan ilmu adalah bekal, dari bagaimana menempuh cara yang benar.
Maka jika ilmu sudah kau ikat rekat-rekat tapi tak kunjung menjadi amal, sadarlah itu hatimu yang berbelok.
Wahai diri.. saat niat itu sudah berbelok, cukup tanyakan pada dirimu sendiri.
"Siapa yg bisa menjadikanmu tetap melangkah sampai detik ini?"
Dapati sampai hatimu ingat kembali, bahwa jawabannya bukan pada dirimu sendiri, bukan. Juga bukan pada orang lain, bukan. Karena dirimu bahkan tidak ingat sudah berapa banyak kali rasa "lelah" terbesit dalam benak karena menghadapi keduanya (dirimu sendiri dan orang lain).
Wahai diri.. itu Allah, yang menghendakimu untuk tetap melangkah, meski tertatih-tatih. Dia yg semata-mata hanya ingin melihat, bagaimana rasa "ikhlas" mengharap Allah mengapus rasa "lelah" kepada manusia dalam diri seorang hamba.