Sebenarnya tulisan ini masih ada hubungannya dengan tulisan ane sebelumnya, tentang Medical Check Up. Dan hari ini adalah hari ke-12 setelah pengumuman peserta yang lolos tes laboratorium (MCU) rekrutmen umum PT PLN (Persero). Ane gagal lolos MCU untuk yang ke-empat kalinya atau ke-dua kalinya untuk rekrutmen PLN. Sedih? iya memang sedih. Kecewa? Sangat kecewa tentunya.
Beberapa hari sebelumnya ane melakukan pola khusus. Khusus karena pola ini dilakukan pada bulan Ramadhan. Saat sahur ane konsumsi nasi merah, brokoli, (tempe/tahu bacem), dan terkadang buah-buahan. Dan saat buka puasa ane konsumsi buah apel/jeruk/jambu/strawberry, oatmeal, biskuit oat dan madu. Tapi kalo ane lemes dan butuh tenaga, ane makan nasi merah dan brokoli. Begiiiitu terus menjelang tes laboratorium (MCU). Selain itu, ane juga rajin olahraga tiap pagi (habis Shalat Subuh) dan sore (jam 5 sore). Yaa walaupun cuma olahraga ringan sih, skipping.
Dengan pola khusus yang ane jalani itu, ane berharap untuk tes laboratorium (MCU) PLN yang kedua itu ane bisa lolos dan menuju ke tahap terakhir yaitu interview. Temen-temen ane pun juga beranggapan demikian. Mereka yakin kalo ane bakal lolos tes laboratorium (MCU). Mereka tahu kalo ane konsumsi nasi merah, brokoli, oatmeal dan olahraga rutin tiap pagi dan sore. Dan menurut pandangan orang awam pun juga pasti lolos.
Seminggu yang lalu pengumuman peserta yang lolos tes laboratorium (MCU) keluar di web ECC. Dengan harap-harap cemas ane buka pengumuman itu. Ane cari nama ane. Ane scrool atas, scrool bawah, scrool atas lagi, bawah lagi, tapi ane ga nemuin nama ane dalam daftar peserta lolos tes laboratorium (MCU) :-(. “Oh ga lolos. Mungkin belum rejeki.” Itulah yang ada dipikiran ane saat itu. Ane lanjut browsing-browsing yang lain. Ane buka facebook, twitter, youtube, email, dll seperti sebelumnya. Dan setelah bosen, ane buka lagi pengumuman dari ECC itu gan. Ane search nama ane, dan ternyata hasilnya ga berubah gan. Ga ada nama ane disana. “Hmm. Beneran ga lolos?” Ane ngomong sama diri ane sendiri saat itu karena ane ga percaya gan. Ane ga percaya kalo pola khusus yang ane jalani beberapa hari sebelumnya tidak berhasil meloloskan ane dalam tes ini. Ane sampai buka pengumuman 4 kali gan di hari itu. Berharap ada perubahan disana.
“Emang belum rejeki”, “Mungkin ane kurang berdoa”, “Allah punya rencana yang lebih indah”. Ane selalu nanemin mindset itu di otak ane, kalo belum rejeki ane masuk PLN tahun 2015 dan Allah punya rencana lain. “Allah punya rencana lain.” Yaa.. Allah punya rencana lain yang lebih indah. Itulah mindset yang ane coba masukin ke otak ane. Namun hasilnya nol besar gan. Ane gagal nanemin mindset itu. Ane mikirin terus pengumuman dari PLN. Kok bisa-bisanya ane gagal. Ane kecewa gan. :-(
Gara-gara kegagalan ane tersebut, ane jadi males ngapa-ngapain gan. Shalat 5 waktu jadi tidak diawal waktu. Ane sering menunda-nunda shalat. Berdoa pun juga tidak seintensif sebelumnya. Frekuensi dalam membaca alquran, juga berkurang. Biasanya menjelang shalat dan setelah shalat wajib ane baca 2-4 lembar Alquran. Padahal 2 hari sebelumnya ane berhasil katam Alquran. Bukannya menambah semangat malah down gara-gara hal duniawi ini :-( Mungkin itu semua ane lakuin sebagai ungkapan protes ane ke Allah. Entahlah. Tapi itu semua mengalir begitu saja. Padahal kalo dipikir-pikir hal ini ga ngefek. Emang Allah butuh kita? Enggak! Dia ga butuh kita. Kita lah yang butuh Allah. Astaghfirullah. Sadar woyyy!!