seen from Austria
seen from Malaysia
seen from Australia

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from China
seen from China
seen from New Zealand
seen from China

seen from Australia

seen from Malaysia

seen from Russia

seen from Malaysia

seen from Australia
seen from China
seen from China

seen from United States

seen from United States
Ada Yang Salah (Part.2)
Kamu kok lurus-lurus amat?
Ya elah, santuy aja kali.
Eh, ukhti itu tawanya ngakak juga lho, ngak nyangka ya.
Cuy, Si Joker ngomong ada benernya lho, keren gak sih?
Idih, jadi alim, kesambet apa lu semalem?
***
Sadar gak? Hari-hari sekarang pada kaki di kepala, kepala di kaki. Ya, terbalik. Seolah tak ada lagi surga dan neraka. Yang tak mengerti pun boleh berseru dan berkomentar lantang.
Kecerobohan ini sudah dikira bagian dari kebebasan. Lalu berasumsi kebebasan adalah kebenaran. Apalagi jika di-labeli dengan HAM.
Banyak yang merasa aman dalam suara terbanyak, walau mendukung yang salah. Yang penting "gaul".
Salah+bangga= keren
Benar=sendiri, auto jadi sasaran bulian.
Pemeran protagonis tidak boleh salah, tidak boleh marah, harus mengalah. Jika tidak atau salah saja sedikit, rusak semua kebaikannya.
Pemeran antagonis jika sekali baik atau berkata benar, riuh pujian untuknya. Mendapat predikat "keren". Terhapus sudah kejahatannya.
Gimana? pasti kita sepakat mengangguk. Ini kesalahan besar.
Akan lebih mengerikan lagi, jika anak cucu kita "terbiasa" dengan pemahaman yang mulai "lumrah" Ini.
Mari bersuara!
Kamu sudah diposisi yang tepat, kan?
Bersuara kebaikan itu keren lho!
Mari mulai menata, mungkin ada yang salah tempat. Agar anak cucu kita nyaman dan aman di " rumah kita" nanti.
A friend, Demi S.
________________
Find me on instagram : @demi.stevany
#AdaYangSalah #DenganDiriKuIni #Question #Hiks https://www.instagram.com/p/CF8KQB6Hiq_/?igshid=1a8j1bcfurxwt
"Mas kamu harus sekolah / kuliah di negri biar nanti kamu jadi orang terpandang".. akhir" ini opini itu aku kritisi dan ternyata, banyak orang dateng ke tempat terpandang biar dia jadi terpandang padahal seharusnya kita datang ke suatu tempat biar tempat itu terpandang. . Lalu bagaimana caranya? Dengan memiliki pemikiran idealis, ketika kita mempunyai pemikiran idealis akan menciptakan karya yang otentik.. . Dan saat dari kecil kita telah diseragamkan hingga sekarang.. seni itu akan mati, dan saat seni itu mati, tidak akan banyak yang menemukan sesuatu, dan saat tidak ada yang bisa menemukan sesuatu negri ini bakalan susah untuk berkembang, . dan saat negri ini susah untuk berkembang kita dengan mudahnya disetir dan digiring seperti ternak oleh pihak" tertentu dan kemungkinan negri ini akan hancur. . Oh no.. . . Salam monolog . . #hari31 #doktrinasi #mencobamengkritisidirisendiri #adayangsalah #ayokeluar #carisuasanabaru #inivideoceriabukanvideogalaugalauan #greenrurouni #greenrurouniepisode4 #wfs #nNew #withwp #aquhijau #bersudutpandang #salammonolog #goodthing #halbaik #spiritsong #lagusemangat #amannotcyber #sayamanusiabukancyber #almostvegan #hampirvegan #strangefigureinthemirror #sosokanehdalamcermin #pesonaindonesia https://www.instagram.com/p/B9ZOFPrjmiW/?igshid=g0zwo5lhb9nt
"Mas kamu harus sekolah / kuliah di negri biar nanti kamu jadi orang terpandang".. akhir" ini opini itu aku kritisi dan ternyata, banyak orang dateng ke tempat terpandang biar dia jadi terpandang padahal seharusnya kita datang ke suatu tempat biar tempat itu terpandang. . . Salam monolog . . #hari31 #doktrinasi #mencobamengkritisidirisendiri #adayangsalah #ayokeluar #carisuasanabaru #inivideoceriabukanvideogalaugalauan #greenrurouni #greenrurouniepisode4 #wfs #nNew #withwp #aquhijau #bersudutpandang #salammonolog #goodthing #halbaik #spiritsong #lagusemangat #amannotcyber #sayamanusiabukancyber #almostvegan #hampirvegan #strangefigureinthemirror #sosokanehdalamcermin #pesonaindonesia https://www.instagram.com/p/B9ZNdUQjT7C/?igshid=bw5tl8smukir
Rasa Tentang Kegagalan
Sebenarnya tulisan ini masih ada hubungannya dengan tulisan ane sebelumnya, tentang Medical Check Up. Dan hari ini adalah hari ke-12 setelah pengumuman peserta yang lolos tes laboratorium (MCU) rekrutmen umum PT PLN (Persero). Ane gagal lolos MCU untuk yang ke-empat kalinya atau ke-dua kalinya untuk rekrutmen PLN. Sedih? iya memang sedih. Kecewa? Sangat kecewa tentunya.
Beberapa hari sebelumnya ane melakukan pola khusus. Khusus karena pola ini dilakukan pada bulan Ramadhan. Saat sahur ane konsumsi nasi merah, brokoli, (tempe/tahu bacem), dan terkadang buah-buahan. Dan saat buka puasa ane konsumsi buah apel/jeruk/jambu/strawberry, oatmeal, biskuit oat dan madu. Tapi kalo ane lemes dan butuh tenaga, ane makan nasi merah dan brokoli. Begiiiitu terus menjelang tes laboratorium (MCU). Selain itu, ane juga rajin olahraga tiap pagi (habis Shalat Subuh) dan sore (jam 5 sore). Yaa walaupun cuma olahraga ringan sih, skipping.
Dengan pola khusus yang ane jalani itu, ane berharap untuk tes laboratorium (MCU) PLN yang kedua itu ane bisa lolos dan menuju ke tahap terakhir yaitu interview. Temen-temen ane pun juga beranggapan demikian. Mereka yakin kalo ane bakal lolos tes laboratorium (MCU). Mereka tahu kalo ane konsumsi nasi merah, brokoli, oatmeal dan olahraga rutin tiap pagi dan sore. Dan menurut pandangan orang awam pun juga pasti lolos.
Seminggu yang lalu pengumuman peserta yang lolos tes laboratorium (MCU) keluar di web ECC. Dengan harap-harap cemas ane buka pengumuman itu. Ane cari nama ane. Ane scrool atas, scrool bawah, scrool atas lagi, bawah lagi, tapi ane ga nemuin nama ane dalam daftar peserta lolos tes laboratorium (MCU) :-(. “Oh ga lolos. Mungkin belum rejeki.” Itulah yang ada dipikiran ane saat itu. Ane lanjut browsing-browsing yang lain. Ane buka facebook, twitter, youtube, email, dll seperti sebelumnya. Dan setelah bosen, ane buka lagi pengumuman dari ECC itu gan. Ane search nama ane, dan ternyata hasilnya ga berubah gan. Ga ada nama ane disana. “Hmm. Beneran ga lolos?” Ane ngomong sama diri ane sendiri saat itu karena ane ga percaya gan. Ane ga percaya kalo pola khusus yang ane jalani beberapa hari sebelumnya tidak berhasil meloloskan ane dalam tes ini. Ane sampai buka pengumuman 4 kali gan di hari itu. Berharap ada perubahan disana.
“Emang belum rejeki”, “Mungkin ane kurang berdoa”, “Allah punya rencana yang lebih indah”. Ane selalu nanemin mindset itu di otak ane, kalo belum rejeki ane masuk PLN tahun 2015 dan Allah punya rencana lain. “Allah punya rencana lain.” Yaa.. Allah punya rencana lain yang lebih indah. Itulah mindset yang ane coba masukin ke otak ane. Namun hasilnya nol besar gan. Ane gagal nanemin mindset itu. Ane mikirin terus pengumuman dari PLN. Kok bisa-bisanya ane gagal. Ane kecewa gan. :-(
Gara-gara kegagalan ane tersebut, ane jadi males ngapa-ngapain gan. Shalat 5 waktu jadi tidak diawal waktu. Ane sering menunda-nunda shalat. Berdoa pun juga tidak seintensif sebelumnya. Frekuensi dalam membaca alquran, juga berkurang. Biasanya menjelang shalat dan setelah shalat wajib ane baca 2-4 lembar Alquran. Padahal 2 hari sebelumnya ane berhasil katam Alquran. Bukannya menambah semangat malah down gara-gara hal duniawi ini :-( Mungkin itu semua ane lakuin sebagai ungkapan protes ane ke Allah. Entahlah. Tapi itu semua mengalir begitu saja. Padahal kalo dipikir-pikir hal ini ga ngefek. Emang Allah butuh kita? Enggak! Dia ga butuh kita. Kita lah yang butuh Allah. Astaghfirullah. Sadar woyyy!!