Best (2)

#extradirty

if i look back, i am lost
Show & Tell
Cosimo Galluzzi
Doug Jones

Origami Around

Discoholic 🪩
Monterey Bay Aquarium

Love Begins
I'd rather be in outer space 🛸
official daine visual archive

Jimmy Eat World
Today's Document

roma★
No title available
The Bright Sessions
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
untitled
taylor price
🩵 avery cochrane 🩵

seen from Malaysia
seen from Venezuela
seen from United States
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Philippines
seen from Vietnam

seen from United States

seen from Vietnam

seen from Bangladesh
seen from Romania

seen from China
seen from United States
seen from Argentina
seen from United Kingdom

seen from France

seen from Venezuela

seen from India
seen from Ecuador
@nadya-safira
Best (2)
You just haven’t met the right Hansel yet.
Best
Me and my best friend visited Dunia Fantasi
[Review sok tau] Istirahatlah Kata-Kata
Hai, aku baru nonton film ini kemarin dan aku nyoba untuk nulis review singkat. Btw, this is my first nulis review film.
Mungkin bagi sebagian orang, Wiji Thukul bukanlah nama yang familiar. Aku sendiri pertama kali mengenalnya dari seri buku Tempo yang berjudul Wiji Thukul: Teka-Teki Orang Hilang (kalau kalian mau mengetahui siapa itu Wiji Thukul, buku ini akan sangat membantu).
Istirahatlah Kata-Kata (Solo, Solitude) adalah film biopik Wiji Thukul yang disutradai oleh Yosep Anggi Noen dan diperankan oleh Gunawan Maryanto sebagai Wiji Thukul dan Marissa Anita sebagai istrinya, Sipon. Film ini menceritakan bagaimana kehidupan Wiji Thukul selama bersembunyi di Pontianak.
Film ini lebih memfokuskan pada percakapan antar tokoh, sehingga pendalaman karakter tiap pemain sangat dibutuhkan. Dan film ini berhasil memperlihatkannya karena akting dari setiap pemain mampu menghisap masuk penonton ke dalam alur cerita. Film ini memang tidak menjelaskan secara detail mengenai kehidupan Wiji Thukul, penonton hanya diberikan sedikit informasi di awal dan akhir film.
Akting Gunawan Maryanto mampu membuat penonton percaya bahwa dia adalah seorang Wiji Thukul dengan gaya bicaranya yang pelo dan ia bisa membawa penonton merasakan kegelisahannya selama ia bersembunyi dan rasa rindunya akan keluarga di Solo. Sedangkan Marissa Anita mampu memerankan Sipon yang harus bersikap tegar didepan anak-anaknya, walaupun memendam rindu kepada suaminya.
Film ini bisa menjadi pengingat bagi kita akan rezim orde baru yang tidak segan menghilangkan orang-orang yang mengkritik pemerintahannya. Bagi kalian yang belum nonton, segeralah nonton mumpung masih ada di bioskop :))
Restart
Halo tumblr selamat datang di tahun 2017. Kurasa belum terlambat ya untuk mengucapkan selamat tahun baru untuk kalian yang mungkin membacanya. Tahun baru, semangat baru, awal yang baru. Begitu kata orang-orang. Aku ingat saat pertama kali aku membuat tumblr ini di tahun 2016. Saat itu aku baru saja putus dari suatu hubungan singkat. Dan aku mengetahui bahwa orang yang putus denganku memiliki tumblr dan.. ehm, (geer sedikit) menulis tentangku. Awalnya aku bersikap cuek tentang itu (walaupun diam-diam membacanya juga) namun kemudian aku tertarik untuk membuat tumblr seperti dirinya. Hal ini dipicu oleh hubunganku dengan dia yang mulai renggang di tahun 2016. Aku merasa kehilangan dan membuat tumblr ini sebagai sarana pengalihan dari dirinya. Aku merasa mudah saat menulis sesuatu yang berhubungan dengan kegalauan karena memang itulah yang aku rasakan saat itu, dan hal ini terus berlanjut hingga pertengahan tahun. Memasuki pertengahan tahun aku bertemu dengan ‘orang lain’, seseorang yang baru. . Saat aku bertemu dengan orang itu, keinginanku untuk menulis sesuatu yang sendu itu hilang dan aku juga mulai jarang lagi mencoba untuk menulis. Rasanya pikiranku tidak sanggup menuliskan kata-kata. Aku hanya terfokus pada dia. Walaupun pada akhirnya aku juga tidak dengan dia hahaha. Aku mulai jarang menulis lagi disini saat pertengahan dan akhir tahun. Kurasa hal ini terjadi karena tugas kuliah dan organisasi yang menuntut untuk diselesaikan. Aku bukannya merasa sok sibuk atau apa, aku tau pasti masih banyak yang kegiatannya melebihi aku diluar sana. Namun bagiku yang selama semester 1 dan 2 masih memiliki banyak waktu luang, semester 3 ini bagaikan terseret-terseret. Aku menceritakan sedikit pengalamanku ini dipostingan sebelumnya yang berjudul Deadline. Aku berkeinginan di tahun ini untuk tetap menulis disini dan aku ingin hal ini terlaksana secara rutin, semoga saja bisa :). Karena itulah aku ingin mengulang dari awal keinginanku yang pada awalnya untuk mengalihkan pikiran dari seseorang, akan berubah di tahun ini. Aku ingin menulis hal-hal lain yang semoga bisa bermanfaat untukku atau untuk orang lain. Wish me luck :)
Gunung Prau This is the place I've wanted to go for so long. Dan akhirnya kesampean kesana. Fyi, ini pertama kalinya aku naik gunung. Awal keinginan aku buat ke Prau adalah karena ngeliat timelapse yang dibuat sama aulion. Itu keren banget. Dan sejak itulah aku termotivasi untuk kesana. Apalagi sunrisenya diklaim sebagai yang terbaik se-Asia Tenggara. Waw makin semangat dong kesananya😁 Dan harus kuakui, naik gunung adalah aktivitas yang cukup melelahkan apalagi cuaca juga dingin. Trek Prau memang tidak sulit, tetapi karena aku sendiri baru pertama kali jadi aku cukup merasa lelah juga. Tapi semua rasa lelah itu terbayar begitu melihat sunrise dan berdiri di puncak. It's a breathtaking view. Mantep abis. Terima kasih semesta, aku bisa berdiri disini :)
Deadline
Halo, sudah lama ya tidak berkunjung kesini. Bukannya sombong hanya saja waktu belum mengizinkanku kembali kesini. Semester 3 ini memang sedang riweuh-rieweuhnya dan aku melalui dengan susah payah. Mungkin kalau diibaratkan rasanya seperti merayap melewati tanah berbatu. Ingin sekali ditengah jalan mengibarkan bendera putih tanda menyerah😂 Sulit juga mengimbangi tugas kuliah dan tugas kepanitiaan/organisasi yang meminta perhatian lebih. Entah ip ku bakalan turun atau tidak huhuhu kuharap sih tidak. Tapi dari tugas-tugas itulah aku belajar sesuatu yaitu, tidak menunda pekerjaan dan lebih menghargai waktu. Yaa walaupun aku juga belum ahli dalam kedua pelajaran hidup tersebut karena aku sedang mencobanya sedikit demi sedikit. Menurutku sikap menghargai waktu itu penting karena waktu adalah sesuatu yang tidak bisa diulang kembali dan jika kamu tidak menggunakannya dengan sebaik mungkin maka waktumu akan sia-sia. Waktu adalah uang, time is money, begitu semboyan bagi sebagian orang dan hal ini memang benar. Saat kamu sedang memiliki kesibukan, kamu pasti akan lebih menghargai waktu. Karena semenit bahkan beberapa detik akan sangat berguna buatmu. Tidak menunda pekerjaan juga merupaka bagian dari menghargai waktu. Sebagai pelajar/mahasiswa pasti sudah ga asing dengan yang namanya deadline. Nah udah ga aneh makanya kalau tiap ada tugas pasti ngerjainnya h-1 dikumpulin. Hal ini sebenernya ngga baik sih apalagi kalau tugasnya itu butuh buku buat dibaca atau sedikit nyari-nyari tau dari internet karena jatohnya bakal puyeng sendiri dan banyak detail penting yang kelewat. Akhirnya gara-gara puyeng sendiri malah copas dan gadibaca dulu trus ketauan sama dosennya abis itu dikurangin nilainya, kan ngeselin 😣 Hal ini aku tulis karena emang aku sadar sebenernya waktu itu penting. Semester 3 ini aku sering banget telat dateng kelas gara-gara dosennya gapernah protes kalo dateng telat dan karena.. males hm. Dan gara-gara sikap nyepelein itu aku pernah ketinggalan ikut kuis. Padahal aku dateng kelas, tapi pas aku dateng kuisnya udah kelar😥 dan pernah juga aku kena tegur oleh dosen karena dateng telat lebih dari 15 menit. Maka dari itu aku ingin mengingatkan diriku sendiri, dan mungkin temen-temen yang baca ini, agar disiplin terhadap diri sendiri. Ngga susah kok kalau emang ada niat dan kemauan, pasti ada jalan. Aku tau kok, first step always the hardest. But when you get used to it, the hardest part gone. Banyak loh manfaat dari menghargai waktu itu sendiri. Kegiatan yang kamu lakuin jadi lebih efisien dan kalo nggak mepet sama deadline, kamu bisa punya waktu buat istirahat. Kamu bisa ngelakuin hal-hal lain tanpa harus diliputi rasa khawatir sama tugas yang belum kelar sehingga kamu sendiri juga nyaman ngelakuinnya. Ingat, berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu-bersenang-senang kemudian. Tetap semangat ya, mari kita sama-sama belajar untuk menjadi orang yang lebih baik setiap harinya :)
Kepingan memori itu menggangguku. Berlalu-lalang tak kenal waktu. Mengusik hari-hari nyamanku. Dia lagi, dia lagi. Tak mau pergi walau diusir. Pergi! Jangan datang lagi!
Bila matahari sepenggal jaraknya Padang yang luas Tak ada batasnya Berarak.. Beriringan.. Berseru.. Dan menyebut.. Dia..
Kuning - Efek Rumah Kaca
Selamat Hari (bakar) Buku Nasional
Kami ingin belajar pak. Kami ingin menjadi cerdas. Kami tidak ingin hanya menjadi pintar. Untuk bisa memajukan negara ini pintar saja tidak cukup pak. Karena itulah kami butuh pengetahuan. Di era yang serba modern ini buku tetap menjadi sumber informasi penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Bapak saat sekolah dulu pasti membaca buku kan?
Kami ingin belajar pak. Kami ingin merubah pandangan negara yang salah selama lebih dari 30 tahun ini. Sudah 30 tahun lebih negara ini mewarisi pandangan yang salah. Pandangan yang salah ini telah menyiksa masyarakat kami. Menghilangkan yang dianggap salah, membunuh yang dianggap salah. Hal keji menjadi wajar apabila telah berhubungan dengan pandangan ini, Izinkan kami sebagai generasi penerus bangsa belajar dari berbagai macam buku pak. Bukankah negara ini ‘demokrasi’?
Kami ingin belajar pak. Katanya negara ini butuh suatu kemajuan. Bagaimana negara ini bisa maju jika buku saja ‘dihilangkan’? Dalam rangka Hari Buku Nasional yang kemarin baru saja diselenggarakan, apakah masih pantas sumber pengetahuan yang berhubungan dengan pandangan yang dianggap salah ‘dihilangkan’? Pak, era itu sudah berlalu. Sudah tidak ada yang perlu ditakutkan lagi. Untuk apa pandangan yang dianggap salah itu masih diwarisi sampai sekarang? Era itu sudah berlalu. Kami ingin belajar pak. Kami ingin menjadi cerdas. Jangan bakar buku kami.
Ramai, tapi sepi terasa. Canda tawa dan obrolan basa-basi memenuhi ruangan. Tapi tidak bagiku. Aku ingin pergi sejauh-jauhnya dan tidak ingin kembali.
Karena bagiku lebih cemburu melihat seseorang menghabiskan kebahagian dengan ayahnya dibandingkan dengan pacar
Ayah, fira rindu. Rasa rindu ini tidak bisa hilang hanya dengan ucapan doa. Fira ingin ketemu ayah sekali lagi..
Bagiku Puisi Adalah
Sebait kata dengan dalamnya makna Keindahan kata demi kata yang terukir Bait demi bait yang saling bertautan Membuat badanku merinding Aku terpesona dibuatnya
Aku bukanlah Chairil Anwar Bukan juga Wiji Thukul Apalagi Rendra
Aku memang bukan penyair hebat Aku tak pandai merangkai kata Tapi bagiku Puisi adalah suatu cara Untuk menyampaikan isi hati dan pikiran Yang terpendam oleh waktu
- Selamat Hari Puisi Sedunia!
Dengarkan Curhatku
Manusia adalah makhluk sosial. Kata siapa? Kata buku pelajaran sekolah gue. Ya sebenarnya itu kata Aristoteles sih kalo gue ngga salah inget. Tau Aristoteles ngga? Tanya Drs. Google M.Si dulu coba kalo ngga tau.
Pendapat doi ada benernya juga sih. Manusia nggak akan pernah bisa hidup sendiri walaupun dia berkepribadian individualistik. Pasti dia tetep butuh bantuan orang lain. Kalo dia sakit, dia butuh dokter. Kalo dia mau makan enak tanpa ribet, dia ke restoran sampe dia mati pun dia butuh orang lain untuk nguburin dia. Gile udah mati masih aja ngerepotin ya.
Kebetulan saat ini gue sedang duduk di bangku kuliah yang membahas tentang manusia. Nama jurusannya antropologi. Emang, jurusan ini ngga terkenal dan kalo lo denger jurusan ini pasti lo bakal ngira jurusan ini kerjaannya gali-gali tanah nyari fosil sama belajar sejarah. Ya belajar sejarah sebenarnya ngga salah sih, cuman sejarah bukan fokus utama antropologi melainkan perilaku manusialah yang menjadi topik utama. Duh kalo bahas antropologi mah nggak bakal ada habisnya soalnya bahasannya luas banget. Kalo mau tau tentang antropologi coba tanya kembali Drs. Google M.Si ya. Gue sebenernya mau ngomongin kelakuan manusia yang paling umum yaitu: curhat.
Semua orang pasti pernah curhat. Dari hal yang sangat-amat-terlalu tidak penting sampe hal yang sangat-amat-terlalu penting.
Buat apa sih curhat itu? Ngapain coba nyeritain ‘masalah’ kehidupan lu ke orang lain? Emangnya orang lain peduli? Emangnya orang lain ngerti? Emangnya orang lain bisa nyelesein? Ngga.
Terus kenapa orang masih demen curhat?
Menurut pemikiran gue dari hasil bertapa di batu hajar aswad adalah karena manusia butuh perhatian. Iya, manusia adalah orang yang demen cari perhatian walaupun dengan cara yang beda-beda nunjukinnya. Hal ini kembali lagi kepada hakikat manusia sebagai makhluk sosial yaitu manusia gabisa hidup tanpa manusia lain. Makanya dia butuh perhatian dan kasih sayang.
Hal ini terlihat dari curhat. Curhat adalah suatu cara dimana seorang manusia butuh diperhatikan dan butuh manusia lain untuk merespon, minimal mendengarkan isi hatinya. Makanya teknologi di era digital serba maju ini dibuat untuk bisa menampung curhatan dari setiap umat manusia. Contohnya sosial media. Dimana-mana pasti ada aja celah untuk curhat colongan. Apalagi di path noh. Update-annya sih lagu Charlie Puth tapi captionnya kejebak macet, atau lagu Adele dijadikan kode terselubung untuk menuliskan curhatan kangen mantan atau kangen gebetan.
Gue ngga menyalahkan orang yang demen curhat di sosial media atau demen cerita masalahnya ke orang lain, karena emang dia butuh perhatian makanya dia membuat suatu postingan yang menyuarakan isi hatinya. Orang yang curhat juga tau kalo sebenarnya curhatannya itu nggak akan nyelesein ‘masalah’ yang dia hadapin dan hanya dia aja yang bisa nyelesein. Orang lain bisa ngasih saran dan dukungan tapi ngga bisa bantu lebih dari itu karena pemeran utama (raisa kalee) dalam ‘masalah’ adalah dia sendiri yang sedang mengalami. Kalo yang mengalami ngga bisa membantu dirinya sendiri maka orang lain ngga bisa berbuat apa-apa. Intinya adalah hanya diri sendiri yang bisa membantu diri sendiri. Bener ngga?
Tapi curhat itu penting juga loh. Kalo manusia ngga curhat itu artinya dia memendam permasalahannya dan itu adalah suatu tanda yang tidak baik. Ya tergantung orangnya sih. Ada orang yang ngga curhat karena dia merasa masalahnya ngga ribet dan emang dia juga gampang ngelupainnya dan ada juga orang yang ngga curhat karena dia merasa orang lain ngga bisa mengerti perasaan dia dan akhirnya dia cuman bisa mendem sambil menyiksa diri pelan-pelan. Nah kategori kedua ini yang bahaya bro. Kenapa? Karena permasalahan yang dia hadapi bisa mempengaruhi kegiatan sehari-hari. Ngga nafsu makan, gamau berinteraksi, gaada semangat untuk beraktivitas dan lain-lain. Manusia kaya gini yang harus kita tolong. Sesuai hakikat kita sebagai makhluk sosial, kita sebisa mungkin harus menjadi teman curhat yang baik untuk orang terdekat kita. Jangan biarkan orang yang kita sayang menanggung curhatan hati dan fikirannya sendiri. Kalo emang dia gamau cerita gapapa jangan dipaksa. Kalo dipaksa dia ngga bakal mau. Cukup ada untuk dia dan bersikap baik kepada dia. Kalo waktunya tepat, dia mungkin akan cerita :)). Intinya sih, bersikap baik aja sama setiap orang karena kita ngga pernah tau permasalahan apa yang lagi dia hadepin dan kalo ada orang yang cerita sama kita jadilah pendengar yang baik. Percayalah, setiap manusia udah tau apa yang harus dia lakuin. Dia hanya butuh orang yang bisa meyakinkan dan mendukung aja :)
Yea gitu deh teori ngasal gue tentang curhat. Ini cuman pendapat gue aja, kalian bebas untuk setuju atau tidak. Kalo kalian masih baca sampe sini maka gue berterima kasih karena udah bersedia ngeluangin waktu untuk membaca postingan gue ini :) karena waktu adalah sesuatu yang berharga dan tidak akan bisa dikembalikan barang sedetik pun.
Sampai ketemu lagi!
Untuk Apa
Mereka bilang ada 3 hal yang telah ditakdirkan untuk kita. Umur, harta, dan jodoh. Benarkah itu? Tidak bisakah kita merubahnya? Lalu apa fungsi dari hidup itu sendiri bila segala sesuatu sudah diatur sebelum kita lahir? Mereka bilang, 'Usahalah sekeras yang kamu bisa' Apakah adil jika seseorang telah berusaha dengan segenap tenaga untuk mendapatkan apa yang dia mau tapi ternyata itu bukan untuk dia? Akankah 'kekuatan alam semesta' mampu merubah takdir karena tekad seorang manusia? Entahlah, 'kekuatan alam semesta' mungkin punya jawabannya sendiri. Apakah kalian punya jawaban atas pertanyaanku?
Karena sesungguhnya jika seorang manusia mengalami suatu "ketidaknormalan" dalam hidupnya, pada saat itulah dia akan mencari jawaban dari pertanyaan 'kenapa?'
Bener ngga?