“Semua yang ada dalam hidup, ialah kejutan. Seperti kamu yang tiba-tiba ada, lalu tiba-tiba saja aku bahagia."

Jar Jar Binks Fan Club
todays bird
★

bliss lane
Show & Tell
Misplaced Lens Cap

❣ Chile in a Photography ❣

roma★
Cookie Run:Kingdom Official!
Noah Kahan
tumblr dot com

gracie abrams
🩵 avery cochrane 🩵
𓃗

pixel skylines

Game Changer & Make Some Noise
Not today Justin

Origami Around

tannertan36
Sweet Seals For You, Always

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from South Africa
seen from United States
seen from Spain

seen from Italy

seen from Germany

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Mexico
seen from Finland
seen from United States

seen from Belgium
@nadyaoct
“Semua yang ada dalam hidup, ialah kejutan. Seperti kamu yang tiba-tiba ada, lalu tiba-tiba saja aku bahagia."
Tentang Bagaimana
Banyak cerita tentang bagaimana seseorang kembali menemukan cinta setelah lama bertahan pada keyakinan, bahwa dia yang sudah pergi lah satu-satunya tanpa ada selain lagi.
Tapi juga tak sedikit cerita tentang yang masih membatu, tentang bagaimana seseorang yakin bahwa yang pergi akan kembali. Dan menunggu, menjadi pilihan tanpa sedikitpun ragu.
Diantaranya ada yang cukup beruntung, menemukan cinta lalu kehilangan, tapi tak perlu menunggu lama untuk kembali menemukan pengganti. Saat sebagian lainnya seperti terkena kutukan, untuk waktu yang lama tak bisa pindah ke lain hati.
Menulis ini karena tiba-tiba terpikir beberapa pertanyaan;
Bagaimana bila yang kau cintai dengan sangat, lebih mencintai orang lain? Bagaimana bila yang begitu ingin kau bahagiakan, lebih bahagia bersama yang lain? Juga bagaimana caranya, setelah sebelumnya hanya belajar menyayangi dengan tulus, sekarang harus belajar berhenti merasakannya sebab harus?
Tentang Seseorang
Kulari ke hutan Kemudian menyanyiku Kulari ke pantai Kemudian teriakku Sepi… sepi dan sendiri aku benci Aku ingin bingar… aku mau di pasar Bosan aku dengan penat Dan enyah saja kau pekat Seperti berjelaga jika ku sendiri… Pecahkan saja gelasnya biar ramai Biar mengaduh sampai gaduh Ahh… ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang ditembok keraton putih, Kenapa tak goyangkan saja loncengnya? biar terdera, Atau aku harus lari ke hutan lalu belok ke pantai? -Rangga
rindu
bisa tidak pergi sejenak? selarut ini aku sudah lelah untuk merindu. kamu curang! hanya mendatangi aku, sedang padanya kamu tak pernah berkunjung. aku bosan merindukannya sendirian. kau tahu itu bukan? (via hujanmimpi)
Seperti ini. Tidak apa-apa kalau kau tidak melihatku. Kau hanya cukup diam disana. Seperti itu. Karna aku yang akan mendekatimu. Satu per satu setiap waktu. Satu langkah. Satu langkah lagi sampai seperti ini. Berjanjilah padaku, kalau kau akan tetap diam di tempatmu sekarang. Dan kau tidak akan pergi menjauh lagi. Itu sudah cukup buatku. - Prime Minister and I
Sekali kucintai, kau tau, akan selalu. Jika ada yang mencoba untuk mengubah, aku tidak menemukan hal menarik selain itu! -Pidi Baiq (1972-2098)
Hujan membangunkan ingatan lama yang tertidur. Seperti memanggil pulang nama seseorang yang telah pergi namun kenangan tentangnya menetap.
"Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya kita butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan. Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.” Marmut Merah Jambu - Raditya Dika
Aku mulai lelah. Lelah mencintai sendirian. Lelah berjuang sendirian. Lelah merindu sendirian. Lelah menunggumu yang tak kunjung kembali. Dan lelah menunggumu yang tak kunjung berubah.
Kau tahu apa yang paling jauh dari jarak? Itu adalah tak ada keinginan untuk saling dekat, tak lagi tersisa rasa itu, untuk mempertahankan dan memperjuangkan.
Ini bodoh, bila saya bilang saya tidak lagi menyayangimu. Saya menyayangimu, mungkin sangat menyayangimu. Ini bodoh, bila saya bilang saya tidak lagi merindukanmu. Saya rindu, mungkin sangat rindu hingga tak perlu lagi mengatakannya. Ini bodoh, bila saya bilang saya tidak lagi cemburu. Saya cemburu. Mencemburui bahkan pada setiap oksigen yang bisa sedekat itu dengan nyawamu. Ini bodoh, bila saya bilang saya tak ingin kamu. Saya ingin. Mungkin sangat ingin hingga mulai kelelahan menggapaimu. Ini bodoh, bila saya bilang tanpamu saya akan baik-baik saja. Tentu saja 'tanpamu' bukanlah waktu yang baik untuk dilalui. Tapi ini lebih bodoh, bila saya bilang saya akan tetap mengejarmu. Bila kamu bahkan tidak sedang - setidaknya, berjalan mengarah pada saya. Tapi ini lebih bodoh, bila saya bilang saya lebih bahagia begini. Ketika bahkan kamu, tidak bisa memeluk setiap ketulusan yang saya beri dengan pantas. Cinta, bukan soal kepandaian menilai. Ketika kamu mulai menghitung, kamu kehilangan nilai 'cinta' itu sendiri. Dan itu adalah saat yang paling bodoh dalam hidupmu. Karena saya, jelas akan pergi di detik setelahnya. Karena pada akhirnya, saya merasa telah kamu bodohi.
Biar saat ini aku memperbaiki diri lebih dulu, nanti semoga kau di ujungnya sebagai yang terbaik menungguku.
Pada akhirnya kau menyadari dan mengerti: Bahwa kau tak bisa meminta seseorang untuk mencintaimu.
ketimbang menulis untuk diingat, saya lebih memilih menulis untuk mengingat.
benzbara
Jangan berpura-pura asing jika kita saling mengenal. Jangan berpura-pura tidak peduli karna gengsi atau semacamnya. Saat ini yang kita butuhkan adalah menghargai kehidupan kita satu sama lain :)
Apa yang kurasakan padanya bukan apapun selain mencintainya dan menyayanginya dengan cara yang aku tahu, cara yang aku bisa, dan dengan cara yang kuusahakan mampu saat tak bisa. Tapi sekarang aku membencinya, bukan karena apa yang ia lakukan atau katakan kepadaku, tapi pada dirinya sendiri. Saat apa yang kurasakan untuknya, ia tak merasa seperti itu pada dirinya sendiri. Aku akan selalu mengingatnya, bahkan ketika ia lupa diri. Aku akan selalu mengatakannya, bahwa ia adalah seseorang yang lebih dari istimewa, bahkan ketika ia merasa tidak.
Masihkah kau. Pada akhirnya semua akan kembali pada hari yang biasa, hari dimana itu seperti semula. Ketika kau dan aku tak lagi saling menyapa, tak lagi saling bertanya, tak lagi kau dan aku seolah telah mengenal lama. Aku bertanya pada sore, tentang akankah kau menyebut namaku saat rindu itu jatuh tepat pada kakimu, tentang akankah akan kau katakan, bahwa selama denganku yang kau takutkan tak lagi sepadan. Hujan turun tak lebih deras dari ingatan tentangmu di kepalaku. Suara jatuh tetesnya seolah menyebut apa saja yang pernah kita biacarakan, soal pohon tumbang, soal kantor yang tak kunjung buka untukku melamar kerja. Lalu aku membayangkan, Masihkah kau mengingatku seperti malam itu? Masihkah kau menyuruhku tidur lebih lama sambil mengucap agar lebih dulu berdoa? Masihkah kau percaya bahwa ada yang sepertiku mencintaimu sebesar ini sejak pertama? -aksarabicara