pada satu sisi, aku ingin hanyut saja, dalam air muka mu yang tak pernah berubah, menenggelamkan aku dalam kata - kata.
penjahatrindu
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Russia

seen from United States
seen from United States

seen from Sweden

seen from United States

seen from Japan

seen from Saudi Arabia

seen from Sweden

seen from China

seen from Canada
seen from Türkiye
seen from Germany
seen from Russia

seen from Türkiye
seen from China

seen from United States
pada satu sisi, aku ingin hanyut saja, dalam air muka mu yang tak pernah berubah, menenggelamkan aku dalam kata - kata.
penjahatrindu
entah kenapa, aku sangat suka dengan caramu tertawa setelah melirikku dengan sengaja.
penjahatrindu
Pagi tetap saja senyum meski dengan cara sembunyi - sembunyi, seperti rindu yang tak pernah kau akui.
penjahatrindu
Tawa mungkin akan tetap ada, tanpa kita tahu bahwa luka abadi dibelakang nya.
penjahatrindu
kali ini, entah apa yang sedang di persiapkan semesta untukmu, sedang kau masih menungggu dengan ragu dibalik pintu sambil membetulkan kancing baju
penjahatrindu
. bodoh adalah ketika kau sudah tak lagi menengok ke arahku, namun aku masih saja menatapi punggungmu, meski ia terus menjauh betapa aku tak pandai menerjemahkan padamu tentang rindu yang kutampung sendiri pada dadaku yang sepi ia hanya ku sampaikan lewat helai-helai angin yang mengecupi wajahmu ia hanya ku bisikan pada malam yang membuaimu dalam lelap mimpi aku, terpenjara dalam tubuh yang pikiran-pikirannya terus terarah kepadamu seperti kelopak-kelopak mawar yang terhanyut menatap matahari tanpa menyadari bahwa perlahan ia merapuh sebab terlalu lekat mencintai aku, terbunuh perlahan oleh harap-harap yang ku tumbuhkan sendiri seperti bunga-bunga liar yang menanti hujan dibulan juni tanpa menyadari bahwa kemarau akan menyapunya pergi . . . (catatan disuatu senja saat pulang kerja) 📷 : pinterest @ottokim #bahasapuisi #semestapuisi #melodipuisi #aksarabicara #perangkaiaksara (at heaven)
jika tak pernah berniat untuk benar-benar pulang, tak perlulah hanya sekedar datang, memulai percakapan, lalu hanya kau abaikan lagi kemudian.
pun bahkan setelah hujan reda, genangan yang tertinggal mampu membuatmu jatuh berkali-kali, pada tempat yang sama.
(oktavia)
pagiku terlampau dingin kepergianmu menumbuhkan rindu yang bertumpuk-tumpuk, menjelma rintik-rintik hujan yang perlahan menderas, menghujam tepat di ulu hati, dan meleleh disudut mata. . . . #bahasapuisi #semestapuisi #aksarabicara #sajakliar (at Lonely Planet)