@widiyahusein - Beliau sering disebut-sebut sebagai "Plato"nya Jawa, Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892 - 18 Maret 1962 ). Beliau merupakan Putra Bangsa yang mengajarkan Kawruh Begja atau Ilmu Begja yang berarti Ilmu Bahagia lewat konsep Kawruh Jiwa. Yang walaupun dilatar belakangi budaya Jawa, namun ajarannya bersifat universal dan relevan dengan kehidupan manusia. Salah satu ajaran moral dari Ilmu Begja yang sangat populer pada masa itu adalah "Aja Dumeh" yang artinya jangan menyombongkan diri, jangan membusungkan dada, jangan mengecilkan orang lain karena diri sendiri lebih berpangkat tinggi, berkuasa atau kaya raya, sebab manusia itu pada hakikatnya adalah sama. Meski lahir di kalangan Ningrat tak membuat Ki Ageng Suryometaram bermanja dan arogan. Beliau memilih jadi orang biasa: hidup di desa dan berlaku sebagai manusia tak beralas kaki. Beliau sengaja mengenakan pakaian ganjil dan bertelanjang kaki dengan misi merasai hidup tanpa puja benda dan berjarak dari keduniawian. Beliau melepas jubah pangerannya dan meninggalkan keraton, kemudian memilih berbaur bersama tubuh-jiwa âkaum kromoâ.









