dia tu lucu sayang bukan punyaku :)

❣ Chile in a Photography ❣
RMH
YOU ARE THE REASON

Janaina Medeiros
Game of Thrones Daily
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
taylor price
we're not kids anymore.

blake kathryn
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
sheepfilms

@theartofmadeline
Not today Justin

oozey mess

No title available
AnasAbdin
wallacepolsom

PR's Tumblrdome
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Today's Document

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Mexico

seen from United States

seen from United States
seen from Spain

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from Italy

seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from Germany

seen from Denmark

seen from United States

seen from Japan
@nalacame
dia tu lucu sayang bukan punyaku :)
Serendipity (Part 1)
Aku menginjakkan kaki keluar dari mobil bersama temanku. Angin semilir menimpa wajahku, rasanya malam ini dingin sekali. Lalu aku memandang bangunan besar di depan mataku yaitu gereja. Iya, hari ini adalah tanggal 24 Desember yang artinya umat Kristiani akan merayakan malam natal. Aku bersama teman-temanku memang berencana untuk merayakan malam natal bersama setelah satu semester kita berpisah mengingat perkuliahan sudah diadakan secara tatap muka. Kemudian, terdengar suara memanggilku, "Ayo Let masuk, jangan begong mulu elahh, liatin apaan si?". Aku menjawabnya "Iya iyaaa duhh sabar", dia adalah Veve sahabat baikku sejak SMA memang orangnya suka tidak sabaran. Apalagi kali ini dia juga bersama pacarnya lengkap sudah diriku menjadi obat nyamuk sejati.
Kami memasuki gereja dan memilih tempat duduk di belakang karena memang kursi di depan sudah penuh mengingat ini adalah kebaktian malam natal. Aku duduk dan langsung menggabungkan kedua telapak tanganku berdoa, dan mengucap syukur. Lalu saat doaku mancapai kata terakhir yaitu "Amin" aku mendengar suara itu, suara yang sudah lama sekali aku rindukan, suara yang membuat darahku berdesir hangat. Aku membuka mataku, dan aku melihatnya sedang berbicara dengan Veve. Aku masih tidak percaya dengan apa yang aku lihat, lalu dia memalingkan wajahnya melihatku. Seketika jantungku ingin lompat dari sarangnya.
Dia menatapku dengan tatapan yang sama saat pertama kali aku melihatnya. Tatapan yang tidak pernah aku lupakan. Akhirnya aku bertemu dengannya lagi setelah 2 tahun tidak melihatnya. Ia masih sama hanya rambutnua sekarang dipotong pendek, dan kulitnya yang menghitam dari sebelumnya. Mungkin akibat panasnya sinar matahari bali. Okay cukup, aku langsung memalingkan wajahku darinya karena tidak tau apa yang harus aku lakukan. Aishh aku salah tingkah menyebalkan.
Lalu Veve dan dia duduk di sebelahku. Sialnya Veve membiarkan dia duduk persis di sebelahku. Okay, sepertinya jantungku sudah pasrah. Oh iya, aku belum memberitahu namanya, namanya adalah Kevin, nama paling pasaran di dunia. Kita berdua sama-sama diam dan aku sangat benci dengan kecanggungan diantara kita. Akhirnya aku mencoba menyapanya "Hai Vin" sambil melihatnya seklias. "Baik Aletta, kamu gimana kabar?". Perasaan malu bercampur rasa senang aku rasakan saat mendengar jawabannya, aku pun menjawab bahwa aku baik dan tidak lupa aku bertanya balik tentang kabarnya yang aku tau jawabannya juga sama baiknya.
Kebaktian malam natal pun dimulai. Sesekali aku mencuri pandang kepadanya. Ya Tuhan aku sangat merindukannya. Hingga pada saat penyalaan lilin bagi seluruh jemaat sambil menyanyikan lagu yang berjudul "Malam Kudus". Dia membantuku menyalakan lilin, tangan kami berdekatan, wajahnya yang diterangi oleh sinar lilin kecil terlihat sangat serius saat membantu menyalakan lilinku. Lilinku pun berhasil menyala, dan kami pun bernyanyi bersama sambil berdoa. Diantara cahaya indah lilin-lilin yang menyala, diantara syahdunya suara pujian di malam yang kudus, hatiku pun sama indahnya dengan banyaknya cahaya lilin yang menyala dan sama syahdunya dengan suara pujian itu. Aku pun berkata kepada Tuhan "Terima kasih Tuhan atas kado natal terindah untuk tahun ini, akhirnya aku menemukan dia yang selama ini aku cari". Aku menatap wajahnya, dia balas menatapku. "Kevin, it's really nice to meet you again", dia tersenyum dengan senyumnya yang khas itu dan menjawab "Me too, Aletta"
Nala Came
20 Tahun
Pada tanggal 3 Oktober kemaren aku berulang tahun untuk yang ke-20 tahun. Akhirnya aku memulai perjalanan hidupku yang baru di umurku yang sudah mulai berkepala dua. Aku senang sekali dengan ucapan ulang tahun dari teman-temanku. Walaupun rasanya waktu itu ada yang kurang, dia yang bagiku spesial tidak memberikan ucapan ulang tahun untukku padahal aku sangat mengharapkannya untuk memberiku ucapan ulang tahun yang sederhana. Namun tak apa mungkin aku saja yang terlalu bodoh karena masih mengharapkannya setelah dia berkata bahwa dia lelah denganku. Dua hari setelah aku berulang tahun, kakakku mulai memarahiku perihal kesalahan-kesalahan ku yang tidak aku sengaja. Dan mengatakan bahwa aku kecanduan obat psikiatri terlalu mengandalkan obat katanya dan tidak ada perubahan dalam diriku dan katanya aku lebih baik jika aku tidak punya teman karena saat itu aku pernah menjalani kuliah offline dan aku menangis karena kecemasanku untuk memulai kuliah offline. Katanya juga aku terlalu berfokus dengan sakitku yaitu Bipolar Disorder, katanya pilihanku untuk meminta pertolongan menuju psikiatri adalah keputusan yang impulsif. Dan katanya tidak apa jika aku sehabis dia memarahiku aku menyakiti diriku sendiri karena menurutnya aku juga menyakitinya. Aku cuma bisa terdiam mendengarnya berkata-kata demikian, yang berujung aku melukai diriku sendiri, bahkan semalam aku menenggak handsanitizer berharap malam itu mati saja. Tetapi, Tuhan baik Ia masih memberikanku kesempatan untuk hidup sekali. Tetapi apakah aku bisa bertahan?. Apakah bisa sembuh?, dan apakah ada seseorang yang benar benar bisa mencintaiku dengan keadaanku?. Tuhan, umur 20 terasa melelahkan
7 Oktober 2022
Nala Came
(I'm sorry for being exist in this world)
Jika
Jika semesta memberiku kesempatan, aku harap aku bisa menatap matamu lebih lama lagi.
Jika kita bertemu lagi, aku harap aku bisa melihat senyummu yang indah itu.
Jika semesta begitu baik, aku harap aku bisa mengenggam tanganmu walau untuk sebentar saja.
Jika aku boleh egois, aku harap aku bisa memelukmu dengan erat.
Tapi apa iya kita bisa bertemu?
Apa iya semesta akan begitu baik padaku untuk memberikan kesempatan padaku untuk melihatmu walau untuk sebentar saja?.
30 September 2022
Nala Came
(Semoga esok atau lusa kamu menyadari artiku untukmu)
Surat Untuk Kevin (Part 2)
Halo, apa kabar?. Sepertinya baik ya, barusan aku lihat story Instagrammu. Kamu terlihat senang di sana, tempat dimana alam terlihat sangat indah. Bagaimana kondisi tanganmu?, sudahkah membaik?, sepertinya sudah ya karena waktu itu aku melihat story Instagrammu kamu sedang memainkan keyboardmu, percayalah aku sangat senang melihat tanganmu sudah mulai pulih. Kevin, semenjak hari itu saat dimana kali terakhir aku menggirimimu pesan, aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menganggumu lagi. Karena saat itu kamu mengatakan bahwa kamu lelah dengan semua kerisauan yang aku ceritakan padamu. Pada saat itu aku sadar bahwa beberapa cerita memang harus selesai begitu saja tidak bisa dipaksakan. Lalu aku meminta maaf kepadamu dan kamu pun juga meminta maaf denganku pada saat itu. Seharusnya kamu tidak perlu minta maaf, karena seharusnya aku yang meminta maaf karena secara tiba-tiba muncul dan menganggu hidupmu, dan dengan tidak sopannya hatiku menyukaimu. Kevin, tau kah kamu bahwa aku saat ini ingin mengirimimu pesan lagi karena aku rindu, namun ku urungkan niatku karena aku sudah berjanji dengan diriku sendiri. Maka dari itu aku menulis ini, agar aku tidak perlu mengirimimu pesan. Walau aku tau kamu tidak akan membaca ini. Jika kamu membacanya maka berarti semesta sudah gila karena memberikan takdir tak terbaca. Kevin, tetaplah baik-baik disana, cari apa yang memang kamu cari, aku disini juga akan berusaha baik-baik saja seperti yang kamu inginkan. Terima kasih sudah mengijinkanku menyukaimu
16 September 2022
Nala Came
(Kalau suatu saat kamu membaca surat ini berarti semesta beneran sudah gila!)
Yang Aku Lewatkan
Halo, ini pertama kalinya aku menulis untukmu dan aku juga ingin tulisan ini menjadi yang terakhir juga untukmu. Aku masih ingat waktu semester 1 di perkuliahan, kamu adalah teman pertamaku, ya karena kebetulan kita pernah di satu sd yang sama. Kamu baik. Kamu banyak sekali membantuku, banyak juga yang kita bicarakan, dan sebenarnya aku tau kamu menyukaiku. Aku masih ingat pada hari valentine, dimana pada saat hari itu kamu datang ke rumahku membawakan beberapa coklat yang katamu kamu memberikannya karena di rumahmu sedang banyak coklat hari itu yang aku tau itu cuma alasanmu. Kemudian aku membalasmu dengan memberikan jeruk mandarin dengan alasan yang sama denganmu aku bilang "Nih buat kamu, sedang banyak jeruk mandarin di rumahku". Aku juga masih ingat betul saat ulang tahunku tahun lalu yang ke-19, kamu datang ke rumahku mengucapkan selamat ulang tahun dan memberika hasil gambarmu sendiri yang dipigura. Bohong kalo aku bilang aku tidak tersentuh. Tentu saja iyaa, namun dengan banyak alasan aku tidak bisa menerimamu, betul seperti katamu aku tidak siap dengan dirimu. Banyak benteng pembatas di antara kita yang tidak kamu sadari tidak bisa kamu dan aku gapai. Karena hal itu aku memilih untuk berpura-pura bodoh. Berpura-pura tidak mengetahui perasaanmu kepadaku, dan memilih untuk melewatkanmu. Hingga akhirnya kamu pun memilih menyerah padaku, kamu menyerah dengan ketidakpastian yang aku berikan. Dan memilih untuk singgah ke hati yang baru yang kamu pikir bisa jadi penggantiku. Yang nyatanya, dia menghancurkan hatimu lagi dan aku turut sedih untuk itu. Maaf ya, maaf atas semua ketidakpastian yang aku berikan untukmu, maaf sudah membuatmu mencari jawaban dari semua pertanyaan yang aku sendiri gak tau apa pertanyaannya. Aku harap kamu bisa menemukan seseorang yang memang benar-benar untukmu dan maaf orang itu bukanlah aku, dan juga bagiku kamu bukanlah yang selama ini aku cari. Terima kasih ya sudah menolong dan menunjukkan perasaan rasanya disukai oleh seseorang yang sebelumnya belum pernah aku rasakan, dan kamu tetaplah teman baikku.
16 September 2022
Nala Came
(Terima kasih sudah jadi temanku walau aku tidak bisa membalas perasaanmu)
If I Die First
"If I die first." kalimat yang dari dulu seringkali terbesit di kepalaku. Makin dewasa rasanya hidup ini semakin berat, banyak tekanan, dan mencari support system yaitu orang yang benar-benar mencintaimu dan kamu cintai rasanya seperti menemukan jarum diantara tumpukan jerami, susah. Walau kata psikiater aku harus mempunyai support system tapi ujung-ujungnya aku hanya sendirian. Walau orang selalu berkata kepadaku aku tidak pernah sendirian tapi aku selalu berakhir sendirian. Kesendirianku membuatku sering berpikir bagaimana jika aku mati lebih dulu. Mungkin temanku akan sangat kehilanganku, mungkin keluargaku baru menganggap aku ada saat itu juga, mungkin juga keluargaku baru sadar bahwa selama ini mereka salah, mungkin juga aku tidak perlu menyakiti orang yang menyukaiku, atau mungkin orang yang aku suka akan senang karena aku sudah pergi tidak mengganggu dia lagi. Tapi apakah itu semua membuatku bahagia?, apakah hal itu membuatku tenang?. Hal yang selalu menjadi pertanyaan bagiku dan selalu berakhir bahwa mati bukanlah solusi, namun aku hidup seperti tidak ada jalan keluar. Tuhann...aku lelah...
7 Agustus 2022
Nala Came
(Mencoba bernapas walau sebenarnya tak ingin)
A part of suicidal ideation or self harm no one talks about is the numbness to the subject that comes with it. I sit and scroll through pages and pages of cries for help, suicide notes and plans and feel nothing. No worry, no concern, no crushing feeling in my chest. Nothing. Those familiar feelings are now replaced with a strange familiarity, a kind of comfort that it’s not just me.
Fuck. When did it get to this
Surat Untuk Kevin
Hai Kevin, aku tau kamu gak bakalan baca ini. tapi kalo suatu saat kamu bisa nemuin dimana surat ini berada kamu keren ahahaha, atau mungkin semesta emang ngijinin kamu buat baca ini vinn. Aku harap kamu cepat sembuh yaa biar aku bisa cerita banyak lagi ke kamu. Kalo sekarang kasian kamunya harus banyak istirahat biar tangannya cepat sembuh ya. Tau gak si kalo sebenarnya aku bener-bener pengen jauhin kamu karena aku ngerasa aku ganggu banget kamu vin. Lucu ya aku yang datang ke hidupmu aku juga yang mencoba pergi dari kamu. Mungkin kamu bakal bingung kenapa, baiklah aku bakal ceritain. Beberapa minggu lalu aku ke psikiater, aku didiagnosa Bipolar Disorder, yang selama ini sering aku takutin kejadian vin ternyata aku bukan hanya pengidap Mixed Anxiety and Deppresive Disorder ternyata aku juga penyintas Bipolar Disorder. Kamu tau waktu tau aku nangis-nangis ke ibu dokternya hahaha. Waktu itu rasanya duniaku luruh, rasanya aku ini hidup hanya untuk merepotkan orang disekitarku. Lalu, aku mulai mengasiani diriku sendiri, dan aku ingin menjauh dari semua orang termasuk kamu Kevin. Aku ngerasa aku gak pantes buat kamu, bahkan pikiranku bilang "kasian Kevin harus disukain cewe kaya kamu." jahat banget ya pikiran aku tapi begitulah adanya. Namun, ternyata usaha membuatmu jauh dariku gak berhasil ya. Karena ujungnya aku kembali ke kamu lagi apalagi setelah denger kamu kecelakaan rasanya aku jahat banget jauhin kamu waktu kamu lagi kecelakaan. Yaa walaupun aku tau si kayaknya dengan ada atau engganya aku kamu gak peduli. Harapan kamu bakal peduli sama aku itu percuma karena nyatanya kamu gak peduli. Walaupun begitu aku sering nanya ke Tuhan gini "Tuhan, Kevin tuh sebenarnya peduli gak ya sama aku?". Pertanyaan yang aku harap suatu saat aku bakal nemu jawabannya dari mulutmu sendiri Vin, walaupun aku tau itu gak mungkin. Kevin, kalau nanti kamu sudah sembuh dan kamu sudah dengar ceritaku dari mulutku sendiri, apakah kamu akan tetap disini sama aku?. Kalau nanti kamu mau pergi gapapa aku paham vin. Walaupun, yang sebenarnya aku ingin kamu menemaniku vin tapi rasanya egois harus memaksakan dirimu terus sama aku. Terima kasih ya sudah disini walau itu bukan maumu.
31 Juli 2022
Nala Came
(Aku harap besok atau lusa kita bisa lebih dekat)
i said to him that's okay if he likes someone else, because to love him is my bussiness not his bussiness. but why my heart still hurts when know it?
Nala Came
Makin lama makin terbiasa sama yang namanya penolakan sampai akhirnya saat ditolak lagi rasanya udah gak sesakit dulu lagi.
Ceritanya Selesai Gitu Aja
Halo, mau cerita lagi soal kamu, iya kamu. Akhirnya ya pada tanggal 16 April kemarin aku memberanikan diri untuk mengirimkan pesan ucapan selamat ulang tahun di direct message Instagrammu. Sesuai dugaanku kamu orang yang ramah, menyenangkan sekaligus ternyata orang paling aneh dan menyebalkan dalam satu waktu. Perbincangan kita menurutku sangat menyenangkan, aku bahkan menyukai semua lagu yang kamu berikan padaku. Diam-diam aku juga selalu mendengarkan playlistmu. Kamu menyenangkan, namun iya yang menyenangkan biasanya ga berlangsung lama. Setelah dua minggu aku berbincang denganmu dan aku juga menceritakan tentang diriku dan keadaanku yang bisa dibilang tidak terlalu baik. Lalu semuanya berubah kamu tidak membalas pesanku lagi. Aku sudah menduga bahwa ceritanya akan seperti ini, selalu seperti ini. Buat kamu terima kasih ya atas waktunya, maaf aku sudah buang waktumu, dan maaf sudah mengganggu. Terima kasih
30 April 2022
Nala Came
(Bisakah kita berbicara tentang lebih banyak hal lagi?)
Rahasia
Haloo, malam ini mau cerita lagi dan lagi-lagi ini rahasia. Ada seseorang yang menarik perhatian ku, ya sebenarnya dia ini harusnya sudah aku lupakan dari jauh-jauh hari. Namun, setelah setahun berlalu semenjak pertemuan pertamaku dengannya untuk pertama kalinya juga perasaan dan otakku yang mungil ini sejalan. Aku mengingatnya kembali dan setelah sekian lama perasaan ini merasakan dan merenungi apa yang sedang terjadi di diriku ini. Akhirnya berakhir pada suatu keputusan bahwa aku menyukainya. Aku menyukainya semenjak pertama kali bertemu dengannya, dan setelah setahun berlalu aku baru menyadarinya. Jujur rasanya aneh dan bingung, ya bayangin aja udah ga pernah ketemu dia lagi kenapa baru sadar kalo aku menyukainya. Mungkin benar ya, yang namanya manusia harus di kasih jeda dulu baru sadar sama perasaannya sendiri. Aneh, aneh banget karena rasanya tuh kaya aku yakin dia tempat hatiku berlabuh, padahal nyatanya kita belum pernah ngobrol. Karena perasaan ini pula tingkahku jadi aneh yang jadi suka update story Instagram berharap dia bakal notice aku dan ya setiap hari sama cuma dilihat aja tidak lebih tidak kurang. Dan hal itu juga jadi membuatku makin penasaran, seperti ada pikiran "Dia lagi apa ya jauh disana?", "Sebenarnya dia sadar ga si kalo interest ke dia?". Pertanyaan-pertanyaan yang klise, ga penting, yang semakin membuat isi kepalaku makin berisik oleh dia. Sampai hari ini, akhirnya aku kelelahan otakku yang mungil ini mulai berfungsi lagi, katanya "Iya aku tau kamu suka, aku pun dukung, tetapi mau sampai kapan kamu begini?. Mau sampai kapan kamu stuck di perasaan yang seperti ini". Oh tentu saja aku pusing sekali, tidak bisa menyangkalnya bahwa itu benar. Semesta, bisakah kau tolong aku?. Sampaikan padanya bahwa aku selalu merindukannya seperti tanah merindukan air hujan dan seperti langit yang merindukan matahari.
15 Maret 2022
Nala Came
(Sebulan sebelum ulang tahunmu, semoga bulan depan aku berani mengucapkannya sendiri padamu)
Sebenarnya ini tulisan aneh banget tapi intinya lagi bingung dan kesal karena perasaan jatuh cinta itu sendiri.
Rahasia
Haloo, malam ini mau cerita lagi dan lagi-lagi ini rahasia. Ada seseorang yang menarik perhatian ku, ya sebenarnya dia ini harusnya sudah aku lupakan dari jauh-jauh hari. Namun, setelah setahun berlalu semenjak pertemuan pertamaku dengannya untuk pertama kalinya juga perasaan dan otakku yang mungil ini sejalan. Aku mengingatnya kembali dan setelah sekian lama perasaan ini merasakan dan merenungi apa yang sedang terjadi di diriku ini. Akhirnya berakhir pada suatu keputusan bahwa aku menyukainya. Aku menyukainya semenjak pertama kali bertemu dengannya, dan setelah setahun berlalu aku baru menyadarinya. Jujur rasanya aneh dan bingung, ya bayangin aja udah ga pernah ketemu dia lagi kenapa baru sadar kalo aku menyukainya. Mungkin benar ya, yang namanya manusia harus di kasih jeda dulu baru sadar sama perasaannya sendiri. Aneh, aneh banget karena rasanya tuh kaya aku yakin dia tempat hatiku berlabuh, padahal nyatanya kita belum pernah ngobrol. Karena perasaan ini pula tingkahku jadi aneh yang jadi suka update story Instagram berharap dia bakal notice aku dan ya setiap hari sama cuma dilihat aja tidak lebih tidak kurang. Dan hal itu juga jadi membuatku makin penasaran, seperti ada pikiran "Dia lagi apa ya jauh disana?", "Sebenarnya dia sadar ga si kalo interest ke dia?". Pertanyaan-pertanyaan yang klise, ga penting, yang semakin membuat isi kepalaku makin berisik oleh dia. Sampai hari ini, akhirnya aku kelelahan otakku yang mungil ini mulai berfungsi lagi, katanya "Iya aku tau kamu suka, aku pun dukung, tetapi mau sampai kapan kamu begini?. Mau sampai kapan kamu stuck di perasaan yang seperti ini". Oh tentu saja aku pusing sekali, tidak bisa menyangkalnya bahwa itu benar. Semesta, bisakah kau tolong aku?. Sampaikan padanya bahwa aku selalu merindukannya seperti tanah merindukan air hujan dan seperti langit yang merindukan matahari.
15 Maret 2022
Nala Came
(Sebulan sebelum ulang tahunmu, semoga bulan depan aku berani mengucapkannya sendiri padamu)
Adanya deadline tugas membuatku tidak tenang.
Perasaan Manusia
Hai, lama tidak menulis disini. Rasanya Tumblr ini sudah seperti buku harian yang mulai berdebu karena lama tak disentuh oleh sang empunya. Aku menulis disini biasanya disaat-saat aku membutuhkan ruang untuk diriku sendiri. Dimana hiruk-pikuk dunia terasa sangat melelahkan bagiku dan ketika aku mempunyai rahasia yang aku takut orang-orang disekitarku mengetahuinya. Untuk sekarang, aku merasakan keduanya aku sedang kesepian dan aku sedang jatuh cinta. Dan itu menimbulkan perasaan aneh dan berkecamuk jadi satu. Akan aku ceritakan satu persatu. Yang pertama aku sedang jatuh cinta. Iya jatuh cinta dengan manusia yang sudah jauh sekali dari diriku yang aku pikir dia hanyalah potongan kecil di memoriku, yang aku pikir kisah kita sudah berakhir bahkan sebelum dimulai. Namun ternyata tidak, ceritanya belum selesai. (mungkin aku akan cerita tentang dia di lain hari). Yang kedua, aku kesepian dan aku lelah. Iya lelah dengan dunia perkuliahan dan tugas yang semakin menumpuk, ditambah akhir-akhir ini aku sering beda pendapat dengan kakakku yang aku anggap sebagai anggota keluarga terdekatku dan itu memberikan pukulan untuk diriku. Bahkan waktu itu pikiran untuk mengakhiri hidup ini sangat kuat. Aku merasa aku hanyalah beban untuk siapapun. Namun untungnya, aku punya teman-teman yang selalu mendukung ku mendengarkan ceritaku dan memberiku semangat. Namun sialnya lagi, temanku itu sudah pergi ke luar kota untuk kuliah menjalankan studinya, sedih namun ya mau bagaimana cepat atau lambat pasti teman dekatku satu persatu pergi ke luar kota menjalankan studinya. Sedangkan aku masih disini, kesepian. Dan ternyata jatuh cinta tidak bisa menyembuhkan kesepianku. Nyatanya jatuh cinta membuatku berpikir bahwa aku semakin lebih kesepian lagi karena yang ku lakukan hanya memikirkannya melihat sosial medianya. Jujur rasanya muak, namun sepertinya bersyukur selalu jadi obat untuk semua perasaan ini. Walau ya tidak sepenuhnya sembuh tapi setidaknya bersyukur membuatku sadar bahwa aku adalah "manusia".
12 Maret 2022
Nala Came
(Semoga aku tidak lupa cara bersyukur)
but wish is never enough.