
Origami Around
Cosmic Funnies

Janaina Medeiros
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available
Keni
Mike Driver

@theartofmadeline
NASA
Monterey Bay Aquarium
we're not kids anymore.
Show & Tell
i don't do bad sauce passes

#extradirty

祝日 / Permanent Vacation
ojovivo
No title available
Claire Keane
Game of Thrones Daily
he wasn't even looking at me and he found me

seen from United States

seen from France

seen from Malaysia

seen from Argentina
seen from United States
seen from Singapore

seen from Türkiye

seen from United States

seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Singapore

seen from Singapore
seen from Netherlands

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
@naqiibah
Please don’t scroll past this 💔
She’s only 7 years old — gentle, loyal, and the soul of our home. … Nikola Chesmadjiski needs your support for Urgent: Our Sweet Girl Needs
She’s only 7. She should be chasing butterflies, begging for snacks, napping in the sun. Instead, she’s in a vet clinic fighting for her life.
Her family wrote about her with so much love—it broke me. Dogs give us everything: loyalty, comfort, unconditional love. And when they’re hurting, the least we can do is stand beside them. 🐾
Reblog this. Share it. Even if you can’t donate, your reblog might be the reason someone else sees her story. Let’s give her the chance to keep wagging her tail, to keep being the soul of her home. ❤️
"Jangan mengkhawatirkan hal-hal yang tidak bisa kau pahami. Duduk saja dan biarkan kata-kata menerpa di sekelilingmu seperti musik." (hlm. 15) • Buku ini bercerita tentang seorang gadis kecil jenius berusia lima tahun bernama Matilda, anak bungsu dari Mr. dan Mrs. Wormwood. Ia mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Michael. Masa kecil seorang anak biasanya masih bergelimang kasih sayang dari kedua orang tuanya. Namun tidak begitu halnya dengan Matilda. Kedua orang tuanya sibuk dengan kesibukan masing-masing, bahkan terkesan mengabaikan Matilda. Pada umur 4 tahun Matilda sudah bisa membaca cepat dan lancar. Dia sudah selesai membaca seluruh buku anak-anak di perpustakaan umum desa. Bahkan dia sudah menghabiskan deretan karya Charles Dickens, Tolkiens dan penulis terkenal lainnya kamudian mengkritisinya dan mengingat lamat-lamat alur ceritanya. Bikin makjleb, aku suka lupa alur bahkan ceritanya setelah membaca. *Sigh. Matilda menginjak kehidupan sekolah dasarnya yang telat dibandingkan teman-teman seumurannya. Di sekolah inilah dia bertemu seorang guru muda nan cantik bernama Miss. Honey dan seorang kepala sekolah kejam dan galak, yaitu Miss. Trunchbull. Petualangan Matilda yang asyik dan penuh kejutan pun berlanjut. Buku yang memenangkan Children’s Book Award ini menarik dibaca karena disertai ilustrasi yang cakep, alurnya asyik dan imajinasinya yang keren. Niat mau post tadi malam. Eh ketiduran. Alhamdulillah, tanda hidupku sudah kembali normal 🤣. • "Menurut saya, otak manusia jauh lebih bik daripada metal, yang merupakan bahan kalkulator."(hlm. 80) • Matilda • Roald Dahl • ilustrator: Quentin Blak • penerjemah: Maria Lubis • Penerbit Noura Books • 2018 • 300 hlm • #Naqiibaca #oneweekonebook #bookstagrammalang #gocengchallenge #dcrollchallenge #matilda #roalddahl https://www.instagram.com/p/CDpU3weAQco/?igshid=12iifkmb3njve
Gelap di antara terang. Terang di antara gelap. Terserah kau mau memandangnya bagaimana. Itu pilihan-mu. Setiap orang punya (fase) kegelapan masing-masing. Entah di masa lalu, ataupun sekarang yang sedang dihadapi. Jangan pernah merasa lebih hebat dari orang lain hanya karena berhasil melewati fase yang kamu anggap buruk. Badai memang berlalu, tapi badai juga mungkin bisa datang kembali lagi. Membandingkan kesusahanmu dengan orang lain, tidak membuatmu terlihat baik, sama sekali, tidak membuat orang lain peduli denganmu. Karena tiap manusia juga berjuang dengan penderitaan atau kesusahan masing-masing, dan itu bukan untuk dibandingkan, Maemunah. Cukup bersyukurlah dengan keadaanmu yang sekarang. Ya emang manusiawi namanya, butuh pengakuan, validasi dan afirmasi tentang apapun yang dilakukannya. Kata seorang kawan, "Kamu hanya sedang mencoba saling sindir, sembunyi-sembunyi meminta untuk dihormati." • Uwes, iki cuma pengingat diri sendiri. Ndak usah asumsi macem2. Karena hidup selalu ada gelap dan terang. Ndak mungkin selamanya gelap atau sebaliknya. Cukup jadi pengingat bahwasanya pernah ada gelap maupun terang dalam hidup kita. Banjarwati, 05052020/12091441 #cacatannaqi #tadarusRamadan https://www.instagram.com/p/B_yUmnsA309/?igshid=1tbqpr5vxcxda
Selamat 28 tahun untuk pisces yang bucin, mudah baper dan imajinatif🤣. Terima kasih sudah membersamai sampai saat ini. Mari kita tetap berjalan dengan sehat dan bahagia. Jangan pernah menunggu seseorang ataupun sesuatu untuk bisa berbahagia. Karena bahagia pun bisa tanpa kepala😌. Bukan begitu maksudnya, yaaa. Kata Koh Lexa setelah traveling ke Bhutan, negara pertama yang mencetuskan Gross National Happiness, cara bahagia paling sederhana yaitu bukan dari harta atau faktor eksternal, tapi dari internal yaitu dengan merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Mau makan? Cukup. Mau jajan buku? Cukup. Mau beli skinker? Nanti dulu, pfffttt. Meski hanya secarik kata, aku tahu doa terbaik terselip di antaranya. Barangkali terlihat hanya lewat sebaris doa, tapi terima kasih untuk segalanya. Doa terbaik untuk kalian juga. Kita tak pernah tahu doa mana yang terkabulkan untuk kita kan? Kecup satu-satu, teman (ghibah) terbaikku. Karena ghibah adalah salah satu kunci agar kehidupan berjalan seimbang. Biar malaikat Atid gak nganggur-nganggur amat, khukhukhu. Toh, setiap manusia sama, hanya memilih dosa yang berbeda, jadi gosah sok suci lah. Aku tak menunggu siapapun karena waktu terus berjalan dan hidup harus tetap berlanjut. Yang kubutuhkan hanya melaluinya dengan rasa syukur dan tetap tenang, pikiran sehat dan bahagia. Mungkin menurutmu, kalau ada yang menemani perjalanan akan menjadi lebih seru dan mengasyikkan. Bagiku, iya kalau teman seperjalanan memiliki visi misi melakukan perjalanan hidup yang sama. Sembari tetap berjalan, bukankah lebih baik diiringi perbaikan diri. Katamu, jodoh cerminan diri kita kan? Selamat melakukan ibadah ngaca, sambil mulai mengghibah pertanyaan berawalan kapan. Seperti, kapan kamu pulang ke rahmatullah (saja)? Ngoceh mulu. Becete. Capek tauk. 📷 Bebeb❤️ https://www.instagram.com/p/B81ZtyhglZH/?igshid=1pjfcrtybly65
Telat. Telat banget posting ini. Biarin deh ndak dapat hadiah ovo-nya. Sengaja telat kok, khukhukhu. Selamat 2 tahun, komunitas yang uwuwu. Terima kasih, sudah membuatku menemukan duniaku lagi. Terima kasih sudah mempertemukanku dengan orang-orang yang bacaannya beragam dan membuatku berhenti bookshaming. Iya, dulu aku sering banget memandang kalau buku romance untuk orang yang menye-menye, bacaan non fiksi mesti berat dsb. Karena memang benar seringkali penilaian kualitas bacaan seseorang dinilai dari bacaan yang ia sukai. Yang tak sama, seringkali dianggap tak bermutu dan sia-sia. Maka, sebelum menghakimi bacaan seseorang, cobalah baca dulu apa yang mereka baca. Terima kasih telah memperkenalkan pustaka digital legal dan membuatku sadar tentang buku repro dan ebook illegal yang sangat merugikan penulis. Terima kasih, telah memperkenalkan orang-orang yang gigih menebar virus buku dan membuatku punya grup gramedia digital😆. Semoga terus istikamah menebar virus literasi yang baik di negeri ini. Semoga makin baik dan jaya. Dari member yang hampir hilang nomor registrasinya, wkwkk. *Karena terlalu cinta dengan nomor registrasi😍 #cacatannaqi #gerakanoneweekonebook https://www.instagram.com/p/B68FQ4bAMng/?igshid=s5kqxoe5ro6v
Terima kasih, 2019!
Terlihat klise? Seolah sudah menjadi rutinitas hanya mengulang catatan itu melulu. Mengkhususkan satu waktu untuk mengungkapkan terima kasih, bla bla bla. Maaf, bla bla bla. Selamat datang, semoga bla bla bla. Oke, terdengar agak nyinyir sih — bagi sebagian orang.
Well, tidak apa-apa. Untuk kalian yang berada di barisan yang selalu merangkum kejadian kalian di tahun lalu dan menuliskan harapan di tahun baru, kalian memang bebas melakukan apapun yang memang kalian inginkan. Bebas, kok. Tidak ada larangan dari Tuhan sekalipun. Perjalanan hidup kita masing-masing memang hak masing-masing untuk kita simpan sendiri atau dibagikan ke orang lain. Terserah. Kita hamba yang merdeka, berdaulat atas diri kita mau melakukan apapun. Tentu, masih dengan campur tangan Tuhan Yang Maha Cinta. Blueh, gayakuu terus meluber kemana-mana. Kembali ke topik. Tidak apa-apa, kalian yang memenuhi timeline media sosialnya dengan ucapan dan harapan apapun. Tapi, sadarlah. Ada teman-teman yang memiliki kenangan menyakitkan selama tahun tersebut dan masih belum bisa bangkit atau memang memilih menutup diri. Ndak usah nyolot juga kalau dikatain ndak penting membuat resolusi atau apapun itu.
Dan untuk kalian yang berada di barisan sebaliknya. Yang mengucapkan pergantian tahun itu sama dengan pergantian waktu lainnya. Jadi, hal itu dirasa ndak penting karena berprinsip hidup itu mengalir. Mungkin di saat tahun baru itu orang-orang tersebut mengenang peristiwa yang menimbulkan kesan mendalam. Dan menginginkan sekaligus merencanakan hal yang lebih baik untuk dirinya. Mereka mungkin perencana yang ulung dibanding kalian yang pokoknya ikuti aturan main Tuhan gitu kan? Tolonglah, di bumi ini berbagai jenis manusia dengan isi kepala yang auto pasti sangat beragam, yuk kendalikan diri kalian yang lebih sering reflek komentar bernada nyinyir. Oke, aku nulis di depan layar. Jadi, aku ini termasuk ngaca.
Iya, sedikit banyak aku belajar dari tahun 2019 untuk lebih berhati-hati melontarkan komentar. Cukup bangsat saat komentar kita malah menjadi bumerang diri kita. Jadi sebelum benar-benar menjadi bumerang, aku harus sadar diri untuk lebih baik komentar sambil mengaca. Mulutmu, harimaumu memang cukup menjadi pengingat geli diriku setiap hendak komentar. Jadilah, aku yang akhir-akhir ini lebih memilih untuk diam. Cuma terkadang, memang rem diriku yang agak blong. Jadi pas gaspol terus tak terkendali, hehe.
Sekali lagi, tidak apa-apa memilih mengulang rutinitas saat tahun baru atau memilih cuek untuk melewatkannya begitu saja. Toh, memang hidup itu tentang pilihan. Seperti halnya kebebasan memilih untuk ikut aliran atau organisasi manapun. Nah kan, meluber lagi. Udahan ah. Aku capek ngetik. Inti dari postingan pertama tahun 2020 ini, plis atuh, mari saling bertoleransi, ndak usah hobi meributkan hal yang memang sudah menjadi pilihan orang. Jangan kaku jadi orang. Nanti mudah patah loh. Ya saling bersyukur aja dari hidup masing-masing tanpa mengintervensi hidup orang lain. Jadi aku masuk barisan yang mana? Aku, masih disini. Untuk setia~
PS. Jenis barisan yang kutuliskan di atas bisa diganti dengan jenis pilihan yang lain.
Kosan, usai sarapan pempek asli Lampung.
Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela • Tetsuko Kuroyanagi • Gramedia Pustaka Utama • Cetakan ke dua puluh tujuh : November 2019 • 296 hlm via @gramediadigital • “Kau benar-benar anak baik, kau tahu itu, kan?” (hlm. 194) • Buku ini berkisah tentang Totto-Chan, gadis kecil yang hiperaktif, dan mempunyai rasa ingin tahu yang besar. Kisah dimulai saat dia dikeluarkan dari sekolahnya yang lama karena dianggap anak yang nakal dan merepotkan guru di sekolah tersebut. Beruntungnya, Totto-Chan memiliki orang tua yang pengertian, sehingga mereka berusaha menemukan sekolah yang baru dan berharap cocok untuk Totto-Chan. Sekolah baru tersebut unik, dengan ruang kelas berupa gerbong kereta. Di sekolah yang bernama Tomoe Gakoen, Totto-Chan menemukan dunianya. Pertemuan pertamanya dengan Mr. Kobayashi, sang kepala sekolah menimbulkan kesan mendalam bagi Totto-Chan yang puas bercerita secara bebas selama 4 jam. Di Tomoe Gakoen, anak-anak bisa belajar dengan bebas dan bahagia. Dengan kurikulum yang jauh berbeda dengan sekolah umumnya, mereka bebas memilih pelajaran apa yang akan mereka pelajari sebagai pelajaran pertama. Anak-anak diajak untuk terbiasa dengan perbedaan. Mereka bahkan belajar pertanian langsung dari seorang petani. Mr. Kobayashi merupakan kepala sekolah yang bijak. Di saat anak-anak bahkan guru sekalipun berbuat kesalahan, dia punya cara yang bijak untuk menyelesaikannya. • Dan saya baru sadar kalau buku ini adalah sebuah kisah nyata dari penulisnya. Buku ini sudah lama masuk wishlist tapi terlupakan dan baru bisa membacanya di tahun ini. Pelajaran terbesar yang didapat dari buku ini yaitu setiap anak punya keunikan tersendiri, dan orang dewasa yang kurang memahami dunia anak-anak akan merasa kesulitan dalam menyikapi tingkah ajaib anak-anak. Sebuah buku keren dan seharusnya wajib dibaca bagi guru maupun orang tua yang ingin menyelami kembali dunia anak yang menakjubkan. Pendidikan yang membuat seorang anak belajar karena memang merasa senang – bukan karena tekanan. Yang terakhir — meski telat sehari, selamat hari anak internasional. . #oneweekonebook #BukuOriginalCom #JudulBukuNamaOrang #November2019 #TantanganMembacaBuku #gramediapustakautama #gocengchallenge https://www.instagram.com/p/B5HMq_pAwSB/?igshid=1v9x5fvu9afjw
Masih dalam penyidikan dan pemantauan dirimu, dari jauh pastinja. — Terima kasih, diriku sendiri. Sudah kuat dan tetap sehat menemani wira-wiri dari awal bulan. — PS. Ini bukan kode ngajak escape lagi kok, Beb. Cuma mengingatkan,2020 tinggal 46 hari lagi 😝 #cacatannaqi #SuwunGustiSaikiJumat https://www.instagram.com/p/B43mALHg4q-/?igshid=1ciks6wnqc98o
What do you see? What do you find? Swipe to see what i find 😶 • Akun ini masih aktif kok. Buat stalking terutama, selain buat buru giveaway seh🙊. Hari ketiga di bulan Syawal. Ayas cuma mau bilang dari lubuk hati yang paling dalam, mohon maafkan semua salah khilafku selama ini yaaa jamaah instagram rohimakumullah. • Btw, itu memang penampakan di jendela kamarku. Jadi, ndak usah kaget, udah biasa mah. Kan bumi sama-sama tempat tinggal makhluk-Nya yang lain. Wokwokkk, padahal dalam hati jerit-jerit juga😂. (at Banjarwati) https://www.instagram.com/p/ByZdczWg3_m/?igshid=sji4o7xvvj2x
Sejak pertama membaca judulnya saja aku sudah jatuh cinta pada buku ini. Entahlah, jatuh cinta pada judul? Mungkin saja. Dan setelah menyelesaikan membaca buku ini, benar-benar puas. Kisah Cak Dlahom benar-benar menguliti pemahaman agama islam kita secara halus. Terakhir, terima kasih Cak Rusdi telah menuliskan Cak Dlahom ini dengan begitu apik. Alfatihah. "Mudah-mudahan kamu selalu ingat bahwa bahkan batu tak sanggup jadi manusia karena merasa kalah keras dibanding hati manusia." • #ParcelBuku #BukuMojok https://www.instagram.com/p/ByYfcZ1grkC/?igshid=1h3432j8qrpv5
💗 Berapa jumlah tumpukan bukumu yang belum dibaca? Banyaaak. Berapa ya? Lebih dari 10 buku fisik dan sekian ebook di gramedia digital. Ndak usah sebut angka, ambil batas minimal saja. Nanti aku yang tercengang karena terlalu banyak timbunan 🙈. Sekarang sedang berusaha mengerem untuk kalap di tiap diskonan buku. Karena so many books, so little time kan? • 💗 Berapa target membaca perbulan? Ngg, berapa yaa. Minimal 4 saja, satu minggu satu buku. Asal konsisten. Konsisten itu susah Jaenab, beneran! • Selamat Hari Buku Nasional. Seperti kebanyakan doa teman-teman #bookstagramindonesia, semoga makin banyak yang terkena virus suka baca dan cinta buku. Yuk jadikan membaca sebagai budaya negeri ini. Biar tidak dianggap aneh atau eksklusif kalau membaca di tempat umum. • #HariBukuNasional #TumpukanBukuMerahPutih #minggukedua #BookstagramIndonesiaChallenge https://www.instagram.com/naqi.reads/p/BxbMKTkAG5l/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=2vff7sj35ebp
"Kur, ada apa kamu kok terlihat sedih? Ini kan bulan Ramadan. Harusnya bahagia. Ini bulan kita. Waktu kita lebih banyak untuk dinikmati para manusia yang sedang berpuasa", kata kolak yang bersanding dengan sepiring kurma di atas meja. "Kamu bisa yakin bahagia Lak, setiap orang bisa menikmatimu. Dari anak-anak hingga orang tua bisa melahapmu dengan nikmat. Mereka setiap menyantap semangkuk kamu selalu habis tandas tak tersisa bahkan tambah. Sementara aku, masih banyak yang memandangku sebelah mata. Buah yang hitam, terlalu manis dan jelek. Huhuu.." ungkap kurma sedih. "Hei, wake up, Beb. Kamu adalah satu-satunya buah yang disunnahkan Rasul untuk berbuka pertama kali. Harusnya kamu bersyukur dong, masuk sunnah rasul", kata kolak bijak. "Sudahlah, biarkan urusan manusia yang tidak suka sama kamu ya jadi urusan mereka saja. Kamu jangan berpikir, mari kita isi Ramadan ini dengan kebahagiaan. Rasa syukur diberi nikmat untuk mengabdi kepada Tuhan menjadi makanan takjil buat orang yang berpuasa. Lima menit lagi azan maghrib, tak boleh cemberut lagi loh", imbuh kolak. Kurma pun mengulas senyum yang sangat indah. #owobjatimmenulisramadhan2019 #owobjatim_day08 https://www.instagram.com/naqi.reads/p/BxZ4YI6gRvs/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1ddh2btf9p9ti
💗Apa rekomendasi buku untuk #ngabuburead di bulan Ramadan? Marhaban Ya Ramadan. Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk menikmati bulan Ramadan di tahun ini. Semoga di bulan ini kita bisa melatih diri menjadi pribadi yang lebih baik. Biasanya sih, hawa bulan Ramadan ini bobokable gitu ya. Oke, daripada waktu luang puasa dibuat banyak tidur, ya meski itu termasuk ibadah, katamu. Yuk baca buku saja sambil nunggu waktu berbuka, kan lebih bermanfaat. Nih, aku rekomendasikan beberapa buku-buku yang bisa jadi mengisi waktu luangmu. 💝 Yang paling pertama kali kurekomendasikan yaitu Alquran. Ya mumpung di bulan Ramadan, pahala makin dilipatgandakan, yuk dibaca tuh Alqurannya. Jangan biarkan dia berdebu, huhu. Biasanya di bulan Ramadan, aku selalu pasang target mau khatam Alquran berapa kali. Minimal tiap usai salat lima waktu baca sekian halaman. 💝 Selanjutnya, semua buku fiksi atau non fiksi asalkan ringan dan asyik dibaca buat menemani #ngabuburead. Aku rekomendasikan buku: - karya A. Mustofa Bisri, semua cerpen dan puisinya ringan untuk dibaca dan banyak yang bisa diambil untuk perenungan diri. Yuk jadikan bulan Ramadan sebagai bulan untuk bermuhasabah diri. - karya Rusdi Mathari, Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya yang awalnya merupakan tulisan serial Ramadan cocok untuk menemani di bulan Ramadan. Untuk Ramadan ini, aku berharap bisa membaca bukunya yang berjudul Laki-laki yang Tak Berhenti Menangis. Akhir-akhir ini lebih jarang baca novel. Jadi bingung mau rekomendasiin novel apa, heuheu. Mungkin bisa novel islami karya Habiburrahman el-Shirazy. Semoga bisa membantu kawan-kawan yang butuh mengisi waktu luang di bulan Ramadan, supaya Ramadan kita berjalan dengan asyik tanpa melakukan hal yang membuat pahala Ramadan kita sia-sia. Sekian dan terima buku. #TumpukanBukuHijau #MingguPertama #BookstagramIndonesiaChallenge https://www.instagram.com/naqi.reads/p/BxFgy0wh-zW/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=6ck78zykdmlr
Telat. Telat banget. Ini udah tanggal 4 Mei, oi. Biarin, aku masih penganut motto better late than never garis kenyal kok😂. Di bulan Mei ini, aku masih ikutan challenge bookstagram Indonesia sama setoran owob semoga ndak bolong. Untuk beranibaca, libur dua bulan katanya. Challenge nulisnya, nggg. Ambil g ya? Ada Ramadhan Menulis Ceria sih. Masih ragu-ragu mau ikutan atau ndak. Yakinkan aku buat ikutan atau tidak, manteman. Pisces banget mah, gapunya pendirian gampang goyah, kwkkwk. Baik-baik ya, Mei. Temani Ramadhan kali ini lebih hidup lagi yaa. Mari kita belajar ngerem dan ngegas sesuai kebutuhan, bukan keinginan. Mau khatam Qur'an berapa kali sebulan ke depan? :" #cacatannaqi https://www.instagram.com/naqi.reads/p/BxB_wEOBDlH/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=oiwizw4ugk2i
Buku apa saja yang kalian baca di bulan April? Alhamdulillah di bulan April, aku berhasil menamatkan 11 buku. Sebenarnya di bulan ini mulai muncul bibit slump apalagi di awal bulan April sedang getol-getolnya menemani keponakan belajar buat unbk, fiuh. Butuh hiburan ringan jadi baca buku macem cerpen atau puisi dan bisa dijangkau aja. Padahal beberapa novel biografi masih menunggu manja di lemari buat dibaca😂 • 1. Seperti Roda Berputar, kisah Cak Rusdi, 5/5🌟. 2. The seven good years, 4/5🌟. 3. Lukisan kaligrafi, 4/5🌟. 4. Fabel anak sholeh, 4.5/5🌟. 5. Soul spoken, 4/5🌟. 6. Lelaki Terakhir Yang Menangis di Bumi, 3.5/5🌟. 7. Kartini, 4/5🌟. 8. Wahid Hasyim, 4/5🌟. 9. Aku manusia, 4/5🌟. 10. Srimenanti, 5/5🌟. 11. Astrofisika Untuk Orang Sibuk, 4/5🌟. #Naqiibaca #cacatannaqi #bookstagram https://www.instagram.com/naqi.reads/p/BxB-eacBu7P/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=k2s2tzx06ung
Terima kasih, April. Di bulan ini masih setia berburu giveaway, challenge dan setoran review di OWOB. Cukup konsisten review buku sih, gara-gara ikutan beranibaca, semoga terus istiqomah lah ya meski akhir-akhir ini mulai slump disebabkan ngelola akun official sebelah, *backsound Opick-Ramadhan Tiba (alibi doang). Pun masih setia menebar jala giveaway dimana-mana, meski yang baru dinikmati di bulan April adalah giveaway dari GeDeBer5 berupa hadiah langganan gramedia digital sebulan. Meski baru pertama kali menggunakan, tapi suka banget baca disitu. Dear Mata, semoga kamu selalu sehat dan baik-baik saja yaa 😂. Masih setia ikutan challenge dari bookstagram Indonesia, berani baca tapi di challenge nulis masih bolong terus, huhuuu. Sedih akutuu. Ada saran biar semangat nulis? :3 #cacatannaqi https://www.instagram.com/naqi.reads/p/Bw_mDogh4Y1/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=14q9hapis2atc