Pratinjau Piala Dunia 2022 : Mencari Sang Jawara Dunia Di Jazirah Arab
Pagelaran Piala Dunia 2022 tinggal menghitung hari. Pesta sepak bola dunia terbesar kali ini akan diselenggarakan di Qatar, sebuah negara di jazirah Arab. Mereka mendapatkan status sebagai tuan rumah pada tahun 2010. Namun, penunjukan mereka sebagai tuan rumah diiringi berbagai kontroversi. Dugaan suap yang dilakukan oleh Qatar kepada FIFA seolah bukan menjadi rahasia. Negara tuan rumah juga dituduh melakukan pelanggaran HAM atas kematian ribuan pekerja dalam mempersiapkan Piala Dunia pertama di jazirah Arab. Piala Dunia ini juga terasa berbeda dengan penyelenggaraan Piala Dunia sebelumnya karena digelar di musim dingin antara bulan November dan Desember, beda dengan kebiasaan yang digelar di musim panas antara bulan Juni dan Juli. Jadi, Piala Dunia kali ini berada di tengah musim ketika kompetisi liga top di Eropa sedang berlangsung.
Terlepas dari kontroversi yang menyelimuti penyelenggaraan Piala Dunia 2022 ini, saya akan mencoba untuk mengulas dan memprediksi bagaimana turnamen ini akan berlangsung. Pendapat saya, hanya akan ada 12 negara dari 32 negara peserta yang bisa menjadi calon juara yaitu : Argentina, Brazil, Uruguay, Inggris, Spanyol, Jerman, Prancis, Belanda, Portugal, Denmark, Kroasia dan Belgia. Hal ini didasarkan atas kekuatan squad yang mereka miliki dan rekam jejak tim dalam berbagai macam kompetisi.
Prancis sebagai juara bertahan akan menghadapi tantangan yang cukup berat untuk mempertahankan gelar. Absennya 2 pemain senior di lini tengah yaitu N'golo Kante dan Paul Pogba karena cedera jelas merupakan sebuah kerugian besar. Kedua posisi pemain yang mengantarkan Prancis sebagai juara dunia pada tahun 2018 akan diisi oleh pemain muda diantaranya adalah duo gelandang Real Madrid, Aurélien Tchouaméni dan Eduardo Camavinga. Beban berat menanti di pundak mereka untuk menyamai atau bahkan melebihi pencapaian senior mereka itu. Kehadiran Karim Benzema, peraih Ballon D'or 2022 diharapkan mampu menambah kekuatan lini serang Les Blues. Squad asuhan Didier Deschamps ini sebenarnya ada dalam posisi mengkhawatirkan untuk mengarungi Piala Dunia melihat dari penampilan mereka sebelumnya di UEFA Nations League. Meraih 1 kemenangan, 2 kali imbang dan 3 kali kekalahan tentu bukan hasil yang memuaskan. Bahkan mereka harus tunduk di kandang dan tandang oleh calon lawan mereka di grup D yaitu Denmark. Deschamps harus bekerja ekstra keras agar hasil di Nations League tidak mempengaruhi performa mereka di Piala Dunia.
Beralih ke rival Prancis di seberang lautan yaitu Inggris. Three Lions berada di grup B bersama dengan Amerika Serikat, Iran dan Wales. Peluang mereka untuk lolos dari babak grup cukup besar. Hampir 98 % pemain Timnas Inggris bermain di Premier League dan hanya satu pemain yang bermain di luar Inggris yaitu Jude Bellingham yang bermain untuk klub Bundesliga, Borussia Dortmund. Inggris selalu bertekad dalam setiap kompetisi untuk bisa membawa pulang piala ke rumah mereka. Sebuah misi berat yang selalu mereka emban sejak 1966. Kans mereka di Piala Dunia 2022 untuk juara cukup besar. Masalah mental adalah salah satu hal yang harus mereka atasi. Di Piala Dunia 2018, mereka berhasil mematahkan kutukan selalu gagal dalam adu penalti dan di Euro 2020, mereka harus mengakui keunggulan Italia di final. Serupa dengan Prancis, anak asuh Gareth Southgate menuju ke Piala Dunia dengan hasil yang mengecewakan dari UEFA Nations League. Nasib Inggris bahkan lebih mengenaskan karena harus terdegradasi dari Liga A. Taktik Southgate yang menekankan serangan melalui sisi sayap sebenarnya akan menjadi bumerang dan berbahaya bila mendapatkan serangan balik dari lawan. Southgate harus memperbaiki masalah itu. Cedera nya Reece James sempat membuat khawatir tetapi Inggris mempunyai stok bek kanan yang melimpah yaitu Trent Alexander Arnold, Kieran Trippier dan Kyle Walker. Harry Kane tetap akan menjadi andalan di lini serang dan akankah dirinya menjadi top skor di Piala Dunia kali ini seperti Piala Dunia sebelumnya ?
Jerman dan Spanyol akan diisi oleh para calon pemain bintang di lini tengah. Jerman diperkuat oleh seorang Jamal Musiala dari klub Bayern Munich dan Spanyol akan diperkuat oleh duo asal klub Barcelona, Gavi dan Pedri. Menarik untuk melihat bagaimana mereka saling adu kreativitas mengolah si kulit bundar saat Jerman dan Spanyol bertemu di Stadion Al Bayt. Kandidat juara lainnya, Portugal, datang ke Qatar dengan perasaan yang canggung dan kaku akibat wawancara yang dilakukan oleh sang mega bintang, Christiano Ronaldo, tentang kondisi di klub ia bermain saat ini, Manchester United. Hal ini dikhawatirkan bisa menggangu dan merusak harmonisasi dalam tim. Ego sang mega bintang harus dikendalikan agar tidak berdampak terhadap performa tim Portugal. Kroasia masih terlihat kuat seperti empat tahun sebelumnya kala mereka berhasil menembus laga final. Luka Modric masih menjadi jenderal yang akan mengatur serangan dari lini tengah. Lawan kuat Kroasia di grup yang sama, Belgia, seolah sedang dalam kondisi berbeda. Generasi emas mereka kini sudah memasuki akhir era. Sejujurnya hanya Kevin De Bruyne dan Thibaut Courtois yang masih memiliki performa spektakuler. Lini serang mereka yang diisi oleh Romelu Lukaku dan Eden Hazard sepertinya mulai menurun ketajamannya. Sementara pertahanan mereka akan diisi oleh bek bek berumur yang sudah tidak bermain di klub top Eropa yaitu Jan Vertonghen dan Toby Alderweireld. Tetapi pemain muda mereka akan punya potensi untuk mengejutkan seperti Charles De Ketelaere dan Jeremy Doku. Belanda dan Denmark siap untuk mengejutkan Piala Dunia 2022. Belanda datang ke Piala Dunia 2022 sebagai juara grup A4 UEFA Nations League 2022. Performa mereka dalam kompetisi itu cukup solid. Kembalinya Christian Eriksen ke dalam squad Denmark jelas akan menjadi ancaman bagi lawan. Keberhasilan mereka untuk mengalahkan sang juara bertahan, Prancis, kandang dan tandang di Nations League akan menjadi suntikan moral ketika mereka akan berhadapan kembali di Stadion 974, Doha.
Beralih ke kandidat juara dunia dari zona CONMEBOL yaitu Brazil, Argentina dan Uruguay. Piala Dunia 2022 adalah momen yang tepat bagi negara - negara Amerika Selatan untuk dapat meraih gelar juara. Squad ketiga negara ini begitu bagus terutama di bagian penyerang. Selain itu mereka sedang dalam puncak performa sementara tim - tim dari Eropa sedang mengalami inkonsistensi performa. Brazil selalu datang ke Piala Dunia setiap edisi sebagai kandidat juara. Hal ini bukanlah sesuatu yang mengejutkan karena Brazil nyaris menciptakan talenta sepak bola terbaik dalam setiap generasi. Neymar masih menjadi andalan di penampilan Piala Dunia nya yang ke tiga. Sementara seteru abadi Brazil, Argentina, datang ke Qatar dengan kepercayaan diri penuh. Publik banyak yang memprediksi bahwa La Albiceleste akan keluar sebagai juara. Berdasarkan performa mereka yang tak terkalahkan dalam 36 pertandingan dan mampu menjuarai Copa America 2020 serta Finalissima 2022 setelah mengalahkan Italia, Argentina layak menjadi yang terdepan sebagai kandidat juara. Sang legenda, Lionel Messi, pernah berucap bahwa ini adalah Piala Dunia terakhirnya dan tentu saja ia akan mengerahkan segala kemampuan terbaiknya untuk meraih hadiah tertinggi dalam kancah sepakbola dunia. Uruguay, akan menjadi kuda hitam namun memiliki kekuatan yang cukup mematikan. Barisan penyerang mereka akan diisi oleh duo pemain senior yang akan bermain untuk Piala Dunia keempat mereka, Luis Suarez dan Edinson Cavani. Mereka juga akan bertumpu pada bintang yang sedang naik daun di kompetisi Eropa yaitu Darwin Nunez asal klub Liverpool dan Federico Valverde asal klub Real Madrid.
Sementara bagaimana dengan kans negara - negara Asia dan Afrika termasuk tuan rumah ? Well, sepertinya langkah mereka cukup berat untuk bisa lolos dari babak grup, sama seperti Piala Dunia sebelumnya. Namun, Tim yang mampu beradaptasi dan melakukan aklimatisasi terhadap suhu panas di Qatar selama turnamen berlangsung jelas akan mendapatkan keuntungan. Menarik untuk melihat bagaimana anomali kadang terjadi dalam Piala Dunia seperti tim kuda hitam Costa Rica yang mampu melaju hingga babak Perempat Final Piala Dunia 2014 dan prestasi menghebohkan Kroasia yang menjadi Runner up di Piala Dunia 2018 dan saya harap ada tim dari Asia atau Afrika yang bisa melaju sampai jauh di Piala Dunia 2022. Selain itu, Timnas Prancis akan dibayang - bayangi kutukan sang juara bertahan yang harus gugur di babak grup. Tradisi ini sudah berlangsung selama 3 edisi berturut - turut (Italia 2010, Spanyol 2014 dan Jerman 2018). Bahkan Prancis juga pernah menjadi korban pada Piala Dunia 2002. Akankah mereka mengakhiri kutukan itu ?
Jadi, mari kita tunggu siapa yang akan mengangkat trofi Piala Dunia pada tanggal 18 Desember di Stadion Lusail.
Prediksi :
Semi Final : Argentina Vs Brazil
Portugal Vs Prancis
Final. : Brazil Vs Prancis
Juara : Prancis













