Berbagi pikiran.
Pertama, dan ini pasti ada di semua textbook dan saran-saran pernikahan. Hal yang sangat krusial saat menjalani pernikahan itu adalah komunikasi. Jadi, kalau kamu lagi di fase mencari, pastikan orang yang mau kamu jadiin suami/istri itu bisa diajak ngobrol! Apalagi di topik yang hard-conversation, kayak ngomongin duit, masalah keluarga, masalah diri, emosi, urusan anak, dsb. Bener deh, kalau gak bisa diajak ngobrol, atau kalau diajak ngobrol malah ga nyambung, better cari yang lain.
Kedua, fisik mungkin menarik di awal, tapi yang menentramkan itu bukan berarti harus cantik/ganteng. Jadi, jangan merasa rendah diri kalau kamu merasa dirimu itu standar aja penampilannya tidak seperti artis korea. Tapi, belajarlah untuk tampil bersih dan rapi, tapi diiringi dengan isi kepala yang manteb, ini bukan berarti kamu juga harus superior sangat pintar, sampai wajib lulus S3 dsb, tapi kamu memiliki pengetahuan yang luas dan baik. Karena gini, kalau seseorang gak ada isinya, maka yang bisa dia tampilkan cuma casing-nya aja / benda yang melekat pada dirinya. Dan itu, dimakan usia, bisa ilang. Tapi isi kepala berupa pengetahuan dan kebijaksanaan itu gak ada yang bisa nyuri. Dan salah satu hal yang menetramkan dalam berumah tangga itu adalah PUNYA ILMU!
Ketiga, kalau udah dalam pernikahan, jaga betul aib/rahasia keluarga. Ini yang bikin aku geleng-geleng kalau baca threads, kok bisa sebocor itu sama masalah rumah tangga bahkan sampai urusan ranjang pun dibahas di sosmed. Ini kelewat batas. Karena gini, masalah ini mungkin muncul karena tadi soal komunikasi antara pasangan ga berjalan baik. Tapi, meski tidak berjalan dengan baik, tidak bijak untuk bercerita masalah privasi keluarga ke luar, apalagi tidak dalam konteks ke ahli.
Seberbahaya apa? Jadi kemarin di threads nemu ada yang lagi curhat masalah rumah tangganya dan tanggapan di kolom komen; nyuruh cerai.
Padahal masalahnya masih bisa diselesaikan tidak dengan perceraian, karena bukan masalah sangat fundamental yang membuat rumah tangga harus bubar. Just, ini komunikasinya eror aja. Ngeri banget kalau sampai saran itu ditelan mentah, rumah tangga jadi hancur.
Keempat. Cara paling menarik untuk menarik orang baik ke dalam hidupmu adalah dengan kamu menjadi baik. Kalau kamu sudah berusaha menjadi baik dan lingkunganmu tidak beresonansi, hijrahlah. Coba pahami, khususnya saat kamu lagi nyari pasangan hidup. Orang-orang yang beneran baik akan beresonansi saat kamu melakukan aktivitas di frekuensi baik yang sama. Jadi, kalau kamu merasa dirimu saat ini EROR, kemungkinan orang yang datang juga eror-eror, yang ngga jelas, ngebingungin, dsb. Fokuslah sama dirimu, sama aktivitas baik yang kamu lakuin, sama upgrading dirimu di berbagai konteks seperti ilmu pengetahuan dunia dan akhirat, karier, dan segala macemnya.
Kelima. Setia dalam pernikahan itu nggak mudah. Itu butuh komitmen yang kuat dan kesalingan antar pasangan. Hal lain yang sangat fundamental dalam pernikahan adalah TRUST, kamu percaya sama pasangan kamu. Kalau kamu nggak percaya, bahkan saat suamimu menafkahimu dengan baik, kamu sangat takut suatu saat dia selingkuh. Padahal dia baik sama kamu, nggak aneh-aneh, tapi di otakmu tetap ada terselip kekhawatiran kalau nanti dia selingkuh gimana?
Kalau kamu merasa ada eror di dirimu disebabkan oleh trauma, sembuhkanlah! Sungguh, tidak dipercayai oleh pasangan itu sangat menyakitkan.
Bayangkan saja, pernikahan itu menjadikan orang asing menjadi orang yang paling dekat denganmu bahkan dibanding orang tuamu sendiri. Dia bahkan bisa melihat tubuhmu tanpa sehelai benangmu sementara orang tuamu tidak bisa. Tapi, dia adalah orang yang tidak kamu percaya. Kamu sangat takut pada kemungkinan-kemungkinan pasanganmu sendiri. Aneh, kan?
Selamat malam, selamat beristirahat para overthinker :)