aku masih melekatkan ingatan tentangmu dalam lagu yang dulu kamu kirimkan dalam suratmu.
pun aku masih menyimpan kenangan tentangmu dalam film yang dulu kita tonton bersama.
rasanya cukup mudah untukku mengunjungi halaman-halaman memori itu kapanpun aku mau.
tenang saja, kamu tidak perlu tahu pun tidak akan pernah tahu, karena aku hanya akan diam dan menelan perasaan ini sendirian.
hanya sesekali ijinkan aku mengintip kabarmu dari jauh, hanya untuk memastikan kamu hidup dengan baik di manapun itu.
singkat, bahkan terlalu singkat. sering aku membuat skenario di kepalaku bagaimana jika waktu itu begini dan begitu. mungkin akhir cerita kita akan berbeda.
lebih dari satu dekade berlalu, tapi aku tidak pernah benar-benar membencimu, akupun terheran-heran.
entah hanya penasaran, atau perasaan yang belum sepenuhnya selesai, sebagian dari hatiku masih menunggu kata penutup.
suatu hari nanti, jika nyaliku berhasil ku kumpulkan, mungkin saja akan kukirim pesan singkat 'hai, bagaimana kabarmu?'
dan aku harap kamu tahu, jika saat itu tiba, artinya aku menyerah pada perasaan rindu yang berbalik menelanku seutuhnya, seluruhnya.











