Siapa yang salah? Kita yang memang tidak tepat? Ataukah waktu kita yang kebetulan saat itu tidak tepat?
(via mbeeer)
d e v o n

bliss lane
Sade Olutola
hello vonnie

blake kathryn
Monterey Bay Aquarium
Keni

izzy's playlists!
Fai_Ryy
Cookie Run:Kingdom Official!

No title available
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
occasionally subtle
Sweet Seals For You, Always

ellievsbear

gracie abrams
Cosimo Galluzzi

Jimmy Eat World

Love Begins

PR's Tumblrdome
seen from United Arab Emirates

seen from Germany

seen from Türkiye
seen from Indonesia

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Trinidad & Tobago

seen from Israel

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Mexico

seen from Singapore
seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
@ichalolivia-blog
Siapa yang salah? Kita yang memang tidak tepat? Ataukah waktu kita yang kebetulan saat itu tidak tepat?
(via mbeeer)
Terakhir Kalimu
Pasti sudah ada yang mengagumi bidang dadamu Juga mengecup pipi rumah senyummu Sudah ada lipstik yang tertinggal di pori-pori bibirmu Pun jemari lentik yang berjalan-jalan di punggungmu
Tak masalah Asal adalah aku, terakhir kalimu
Perpisahan yang paling menyakitkan adalah perpisahan yang tidak pernah terucap. Tiba-tiba hilang, tiba-tiba tidak ada, lalu meninggalkan banyak tanda tanya.
(via mbeeer)
Ingin hidup sendiri tentu beda dengan ingin punya waktu untuk sendiri. Karena terkadang kamu memang perlu berada dalam kesendirian guna menemukan apa yang tidak pernah bisa kamu lihat dalam keramaian: kekuatan untuk berdamai dengan hati dan untuk mengenal lebih diri sendiri.
Rintik Kecil
(via rintikkecil)
Dear الله , sometimes its hard for me to understand what your really want to happen. But i trust you. I know you’ll give me what’s the best.
(via azraqairina)
Telitilah memaknai tanda-tanda. Yang kau kira titik, barangkali sebenarnya koma. Yang kau kira harus berakhir, barangkali hanya membutuhkan sejenak jeda.
@urfa-qurrota-ainy (via avinaninasia)
Tepat.
(via tehochaa)
Sesungguhnya aku selalu ada. Kau hanya tak mencari aku. Sesungguhnya aku selalu siap menemanimu. Kau hanya tak ingin bersamaku.
(via mbeeer)
…. Ini bukan tentang telah berapa lama kita bersama. Pun juga bukan tentang aku yang tak lagi cinta. Tetapi ini tentang kita. Kita yang semakin hari tak menemukan titik tujuan yang sama.
Berpisah mungkin bukanlah sebuah keputusan yang diinginkan. Namun memaksakan apa pun yang bukan menjadi takdir kita, percayalah ini jauh lebih menyakitkan. Saatnya kini kita harus lebih saling memahami. Jika memang perpisahan adalah jalan terbaik untuk kita saat ini.
Entah kita akan menjadi dua yang kembali asing. Semoga bahagia menjadi milik kita masing-masing. Kau tetap memiliki bagian di hidupku. Meski pun itu hanya sebagai sebuah memori kenangan yang akan terlupakan.
Melangkahlah. Cari ia yang sedang mencarimu untuk lekas diajak pulang. Semoga kau segera temukan ia, sehangat-hangat rumah untuk pelukmu yang tenang.
#penakecil (at Melangkahlah, Meski Tanpa Aku Lagi.)
Ingatlah kita pernah sebodoh ini; dua orang yang belajar proses kehidupan dan melakukan kecerobohan bersama.
(via untuksatunama)
Perpisahan paling menyakitkan adalah perpisahan yang tak tuntas. Yang tak ada kejelasan. Ditinggal sendirian tanpa pesan. Kemudian kau dapat berita ia sudah bahagia dari tempat-tempat yang tak terduga. Dengan seseorang di sampingnya yang seharusnya itu kau.
(via mbeeer)
Percayalah bahwa kau berharga, sebab demi memilikimu, ada seseorang yang bersujud memintamu kepadaNya.
falenpratama (via untuksatunama)
:))))
Bila ia mencintaimu, ia akan secepatnya menetapkan. Namun jika ia berkata sayang tapi masih menyimpanmu di ketidakjelasan, berarti baginya kau tak lebih dari sekedar lilin kecil yang dimatikan ketika lampu menyala.
(via mbeeer)
Lelaki Mana yang Tak Bersyukur
Lelaki mana yang tak bersyukur ketika pulang ke rumah membawa hasil jerih payah sebulan bekerja, yang ditanyakan perempuannya bukanlah tentang berapa jumlah gaji. Tapi tentang berapa jumlah yang akan dikeluarkan untuk infaq, sekedar pemberian untuk ayah dan ibu, untuk anak yatim di sekitar rumah, serta untuk keperluan bulan ini. Ya, kuharap perempuan itu kamu…
Lelaki mana yang tak bersyukur ketika perempuannya ditanya tentang rumah impiannya, maka jawabannya adalah rumah sederhana yang disampingnya dibangun tempat untuk belajar Al-Qur’an, tempat untuk menghafal Al-Qur’an atau tempat untuk mendidik anak yatim. Ya, kuharap perempuan itu kamu…
Lelaki mana yang tak bersyukur ketika memohon maaf kepada perempuannya atas nafkah yang mungkin belum begitu cukup, maka perempuannya justru menjawab, “Kenapa tidak kita infaqkan saja lebih banyak agar keberkahannya bertambah dan Allah berkenan untuk mencukupi kebutuhan kita”. Ya, kuharap perempuan itu kamu…
Lelaki mana yang tak bersyukur ketika dirinya sakit, perempuannya begitu sabar dalam melayaninya, serta dengan kelembutan membacakan Al-Qur’an disamping lelakinya semampunya dengan sepenuh cinta, sembari berharap Allah menurunkan kesembuhan. Kuharap perempuan itu kamu…
Semoga kelak bertemu…
Ditulis dalam perjalanan menuju UI Kamis, 30 Juli 2015
Entah kenapa ini manis :)
Ini emang beneran manis :’)
Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi, jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.
Dee
Jika suatu saat kau mendengar kabar bahwa aku telah jatuh cinta lagi. Percayalah bahwa untuk melaluinya, aku harus melalui puluhan malam berharap kau akan kembali; dan puluhan kali kecewa karena ternyata kau tak kunjung ada.
(via mbeeer)
Mencintai cinta yang tak berkejelasan itu seperti sedang menaiki ayunan. Sesaat kita memang merasa bahagia, namun sebenarnya kita diam di tempat dan tidak kemana-mana.
(via mbeeer)
Tak ada gading yang tak retak. Sama halnya dengan, tak ada jatuh yang tak sakit.