Harapan malah melemahkan mu.

PR's Tumblrdome
todays bird
noise dept.

pixel skylines
almost home
cherry valley forever

★
The Stonewall Inn
No title available

Kiana Khansmith
Stranger Things

bliss lane

tannertan36
TVSTRANGERTHINGS

oozey mess
Mike Driver
No title available
EXPECTATIONS

Andulka
macklin celebrini has autism

seen from Poland

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from Syria
seen from Belgium
seen from Vietnam
seen from Türkiye

seen from United States

seen from Germany
seen from Uruguay
seen from Brazil

seen from United States
seen from Thailand
seen from T1

seen from United Kingdom

seen from Netherlands

seen from Brazil
seen from United States
@no---home
Harapan malah melemahkan mu.
Ingat ingat saja bagaimana respon mereka ketika kamu kesulitan.
Ada pintu yang tidak pernah benar-benar terkunci, hanya dibuka dari dalam, oleh mereka yang sudah lama saling mengenal bayangannya sendiri.
Aku datang membawa peta yang rapi, jalur-jalur yang saling bertaut, bekas langkah yang tidak pendek. Namun rupanya, di tempat itu, arah bukanlah yang utama—keserupaanlah yang paling mudah dipercaya.
Satu cela kecil dijadikan senyap penutup. Bukan karena ia tak bisa disulam, melainkan karena kesempurnaan sering dipakai untuk menghindari keberanian memberi waktu.
Aku menyebut ini takdir, meski tahu ia lebih menyerupai kebiasaan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bukan tentang siapa yang paling siap berjalan jauh, tetapi siapa yang sudah lama berdiri di lingkaran.
Dan anehnya, yang paling melelahkan bukan ditinggalkan, melainkan menyadari bahwa seluruh perjalanan tak sempat benar-benar dilihat. Lalu dinilai sebagai manusia yang tidak dapat bertumbuh
Jika hari ini aku memilih menepi, itu bukan karena jalanku buntu. Aku hanya enggan menyesuaikan bentuk demi masuk ke ruang yang mencintai pantulannya sendiri.
Barangkali ada tempat lain yang tidak menanyakan dari mana aku datang, melainkan ke mana aku bersedia tumbuh.
Dan di sana mungkin, aku akan berdiri tanpa perlu menjelaskan mengapa aku layak bernapas di ruangan itu.
Walau tulisan ini tidak menghapus sakitnya, tapi setidaknya memberi bekal untuk kehidupan selanjutnya, tentang tidak mengerdilkan orang lain hanya dari satu sudut pandang; dan ini adalah cara luka mengubah arah, tanpa merusak nilai diriku sedikit pun ….
Ada masa ketika pikiran tentang mati muda terasa lebih tenang daripada bayangan hidup panjang yang terus diuji tanpa jeda.
Bukan karena ingin mengakhiri segalanya, melainkan karena lelah bernegosiasi dengan dunia yang kerap meminta lebih banyak dari yang sanggup kuberi.
Aku tidak sedang putus asa—hanya sedang jujur pada diri sendiri. Bahwa hidup, di titik tertentu, bisa terasa seperti beban yang diwariskan tanpa pernah ditanya kesiapan.
Maka terlintaslah pikiran polos namun getir: jika usia harus singkat, semoga ia cukup bersih; jika langkah harus berhenti cepat, semoga tidak sia-sia.
Namun semakin dewasa, aku belajar satu hal yang lebih sunyi: mati muda bukan tentang cepat atau lambatnya ajal, melainkan tentang bagaimana seseorang menjaga dirinya selama masih diberi napas. Tentang tidak membiarkan dunia mengikis iman, tidak membiarkan pahit mengeras menjadi kebencian.
Jika aku masih di sini hari ini, itu bukan karena aku selalu ingin hidup, melainkan karena aku memilih menunaikan waktu sebaik yang aku bisa.
Entah panjang atau singkat, aku hanya berharap kelak bisa pulang tanpa terlalu banyak membawa keluhan—cukup membawa lelah yang sudah diikhlaskan, dan hati yang tetap berusaha lurus meski sering tertatih.
Biarlah ia tidak dihabiskan untuk menuntut dunia yang tak pernah berniat adil; cukup kupastikan imanku tidak runtuh sebelum waktuku dipanggil pulang.
ya Allah, buat aku lebih banyak menangis karena dosa-dosaku daripada karena luka-lukaku. ampuni aku dan sembuhkan aku ya Allah. ya Jabbar, Engkau Maha Perkasa dan Maha Berkehendak.
Barusan ada omongan tentang memindahkan simbah ke rumah tante inun sementara.
Tentu saja ibu dan adek tidak setuju.
Kenapa repot², kenapa membuat pilihan yg membuat tidak nyaman.
Tentu saja. Selama masih ada aku sebagai mesin yg berfungsi di sini, kenapa tidak.
1 mei ibuku datang. Prepare pakde mau bertamu. Ku bilang inginku bertemu pakde sebentar saja, karna ingin gateball, ku butuh refresh pikiran. Komentar ibuk : "jangan menghindar dari ketemu sodara." Luka pertama. Persepsi ibuku terhadapku masih saja buruknya.
2 mei rencana ibuk pengen hidup di solo pasca pensiun. Aku disuruh ambil kpr rumah dengan gajiku. Katanya biar gajiku ada wujudnya. Luka kedua. Seakan aku menggunakan gajiku untuk foya² untuk diriku sendiri.
Mulai hari itu aku seakan berhenti.
6 mei aku sakit panas sakit kepala. Untuk pertama kali aku merasakan sakit seperti itu pasca covid. Sepertinya tubuhku mulai meminta bayarannya.
9 mei simbah dari lelaki itu meninggal. Tentu saja aku harus datang.
9 mei ibu angkatku meninggal. Menyesal sekali aku. Sampai detik ini.
17 mei aku kembali ke solo, disuguhi simbah yg sedang sakit.
18 mei simbah rawat inap di rs. Sampai hari ini 28 mei. Dan tiap malam tiap ada waktu jeda dari kantor aku selalu berjaga di rs.
28 mei hanya ku hiraukan saja. Tp entah mengapa perkataan ibu kepada ku seakan² aku orang bodoh sedunia. Negative judgement lagi dan lagi.
29 mei aku mengantar ayah periksa ke jogja. Aku merasa ayah lebih bisa menghargai effortku. Aku menangis kencang sepanjang perjalanan ke solo. Karna berat sekali rasanya harus kembali ke rumah dan situasi yg tidak melindungiku yg tidak menganggapku sebagai manusia.
30 mei ada kalanya aku merasa pandangan ayah dan ibu sekarang sama. Tidak respek. Memandang rendah & hina. Tapi bukan kah aku sudah bertekad untuk melepaskan diri sepenuhnya?
Broken Inner Child
Ada luka yang tidak lahir kemarin.
Ada rasa takut, rasa kosong, dan rasa tidak berharga yang ternyata tumbuh sejak lama. Sejak kecil, banyak orang belajar memendam perasaan, menahan tangis, dan berpura-pura kuat hanya agar diterima. Mereka tumbuh tanpa pernah benar-benar diajarkan bagaimana rasanya merasa aman menjadi diri sendiri. Dan tanpa sadar, luka itu ikut bertumbuh hingga dewasa.
Inner child yang terluka tidak selalu terlihat sedih. Kadang justru terlihat paling ceria, paling dewasa, atau paling kuat. Padahal di dalam dirinya masih ada anak kecil yang terus bertanya, “Apa aku memang tidak cukup untuk dicintai?” That’s why beberapa orang tumbuh dengan rasa takut ditinggalkan, takut mengecewakan orang lain, atau terlalu keras pada dirinya sendiri. Bukan karena mereka berlebihan, tapi karena ada bagian dalam dirinya yang belum pernah benar-benar sembuh.
Yang paling menyedihkan, banyak orang dewasa sebenarnya hanyalah anak kecil yang dipaksa bertahan terlalu cepat. Mereka belajar menyembunyikan luka di balik senyum, humor, dan kalimat “aku gapapa.” Padahal jauh di dalam dirinya, masih ada versi kecil yang diam-diam menunggu dipeluk, didengarkan, dan diterima apa adanya. Maybe healing begins ketika kita berhenti menyalahkan diri sendiri atas luka yang dulu bahkan bukan salah kita.
Written by Aftansa
Salah ngomong. Karna aku bodoh makanya bisa salah ngomong hehe.
Aku lupa harusnya aku ga usah sok ngide, sok keminter, ngasih pendapat. Cukup ya gausah gitu. Hehe.
Ngurus simbah tidak menjadikanmu cukup untuk dianggap ya. Jangan sombong. Jangan menganggap penting dirimu. Sedari awal dirimu tidak pernah dilihat dilibatkan dianggap sebagai bagian.
Keberadaanmu hanya sebagai fungsi. Hanya berperan jika disuruh. Hanya berfungsi jika dibutuhkan.
Fungsimu ini hanya pelayan, pesuruh.
Dan apapun yg kamu lakukan tak akan pernah cukup, tak akan pernah cukup. Karna fungsi keberadaanmu ya untuk itu. Sudah sewajarnya. Jadi ketika kamu sudah tak lagi berfungsi, tak bisa melayani, maka kamu akan dianggap sebagai produk gagal. Mengecewakan.
Aku lupa betapa menyakitkan nya jika menganggap diriku bagian dari keluarga ini.
Ya Allah.
Jangan buat aku lupa posisi diriku.
Semua akan lebih menenangkan jika aku menganggap diriku sebagai orang asing.
Jadi aku bisa menerima semua perlakuan mereka. Semuanya.
Dan tidak berharap apapun. Dan tidak membuktikan apapun.
Jangan buat aku lupa bahwa aku melakukan hal baik hanya karna memang harus ada yg melakukannya.
Buat aku mati rasa. Buat aku tidak bisa berfikir macam².
dan dunia
seperti biasa,
tetap menawarkan dirinya
dengan sangat cantik:
angka rekening,
pujian manusia,
serta kesibukan yang membuat seseorang lupa
bahwa ruhnya sedang kehausan
maka puasa itu menyapa
bukan untuk melemahkan tubuh,
tetapi untuk membangunkan sesuatu
yang terlalu lama tertidur di dalam dada
sesuatu yang dulu sering menangis saat sujud,
lalu perlahan mengeras
karena terlalu sering bersentuhan dengan dunia
barangkali itulah mengapa
di padang arafah orang-orang memakai pakaian serupa kematian..
agar manusia ingat,
bahwa yang paling mahal dari hidup
bukanlah umur yang panjang,
melainkan hati yang berhasil pulang sebelum dipanggil pulang
"Ada hal-hal yang ternyata cuma diberi satu kali kesempatan oleh semesta- pelukan terakhir, tatapan terakhir, atau obrolan sederhana yang dulu kita anggap bisa diulang kapan saja.
Kita terlalu sering percaya bahwa waktu akan selalu duduk menunggu di teras rumah, padahal ia berjalan diam-diam sambil membawa orang-orang pergi tanpa aba-aba, tanpa permisi.
Dan lucunya,
penyesalan selalu datang paling akhir- saat kursi yang biasa terisi tawa itu kosong, saat pesan terakhir tak lagi mendapat balasan, saat nama seseorang berubah menjadi rindu yang cuma bisa dipanggil dalam doa.
Sebab pada akhirnya,
yang paling menyakitkan bukan kehilangan, melainkan sadar bahwa dulu kita sempat memiliki waktu, namun tidak cukup menghargainya. "
9 mei 2026
21.33
Aku mulai kesulitan mengenali perasaaanku sendiri
Ya Allah aku bukan hamba yg baik.
Tapi Engkau yg paling tahu aku tak pernah punya niatan mendzalimi orang lain.
Ya Allah aku penuh kekurangan.
Tapi apakah suatu hal yg berlebihan bila aku hanya meminta untuk diberikan hati yg tenang & damai?
Aku tak meminta bahagia. Aku tak meminta semua inginku bs terwujud.
Hanya 1 saja, diberikan kehidupan yg tenang.
Terlalu berlebihan kah untuk orang sepertiku?
Ya Allah lembutkanlah hati kami untuk terus bersangka baik terhadap segala bentuk takdir-Mu
Ya Allah bimbinglah diri kami dalam kehidupan ini dengan hidayah-Mu agar kami tidak tersesat dan tidak lena dengan kehidupan yang sekejap ini
Ya Allah rahmati lah kami dengan kasih sayang-Mu. Lindungi kami agar tidak pernah berputus asa dalam mengharap rahmat dari sisi-Mu
Jadikanlah kami termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sabar, dan semoga dari kesabaran itu, Engkau meridhai kami, mengampuni dosa-dosa kami dan memberikan kami kebaikan yang indah. Aamiin ya Rabbi..
Ramadhan ke 25, 15 Maret 2026 09.59 wita
Seringkali orang baik menjadi sasaran luka. Bukan karena ia salah, tapi karena kelembutannya memantulkan apa yang tak ingin dilihat orang lain yang hatinya masih penuh dengan rasa iri.
Namun mereka percaya, cahaya tak pernah berhenti bersinar hanya karena langit yang tertutup awan.
Pada akhirnya, mereka yang terus menabur kebaikan akan menemukan pelukan semesta yang diam-diam merangkai balasan paling indah di waktu yang tepat.
@muarakatahati
Mudahkan, cukupkan dan tenangkan.