I didn't realize you had finished your story. Instead, makes me realize something else
Noe Rusman (Why don't we - 8 letters)
cherry valley forever

@theartofmadeline

No title available
styofa doing anything

titsay

izzy's playlists!

JVL
noise dept.

roma★
Jules of Nature
art blog(derogatory)
dirt enthusiast
Stranger Things

#extradirty

⁂
Misplaced Lens Cap

Origami Around
No title available
Xuebing Du
wallacepolsom
seen from Bangladesh

seen from Romania
seen from United States

seen from Canada

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@noeething
I didn't realize you had finished your story. Instead, makes me realize something else
Noe Rusman (Why don't we - 8 letters)
Aku gak akan nyebut-nyebut soal cinta, sayang atau apalah itu. Kita sama-sama tahu kan kalau itu naif di umur kita ini ? Tapi kalau kamu tanya aku anggap kamu apa, kamu adalah orang yang selalu ingin kutahu kabarnya, dengar ceritanya, dengar pendapatnya, dan ingin kupastikan kebahagiaannya. Terserah gimana kamu memaknainya.
Langit - The Story About Us
Mustable (Mustahil dan Impossible)
To taking the biggest step of my life is kinda feel like I will jump into an unpredictable world that could be kill me.
Kenapa? Jelas, karena imannya kurang. Kalo iman cukup, maka ga akan khawatir dengan masa depan atau masalah ini itu. Semua sudah diatur Allah. Pas kita maksiat aja Allah masih sayang kok, masa pas kita memilih untuk mengupayakan kebaikan, Allah ninggalin? Itu Mustable (Mustahil dan Impossible).
Padahal udah sering mengalami kejadian yang bikin panik banget, tapi ujungnya pasti ditolong Allah, entah melalui bantuan orang lain atau kebetulan-kebetulan yang sudah pasti bukan kebetulan. Kayak 2 minggu ini, dimana gw hidup nomaden dan mobilitas tinggi dengan dana seminim-minimnya.
Bandung-Jogja-Tuban-Surabaya-Jogja-Sebuah kabupaten yang tak terjamah peta-balik lagi Jogja-Jakarta-Depok-Bogor-FINALLY NYAMPE BANDUNG LAGI semalam. Ya Allah, sehari ini libur kurang, tapi besok harus nyusun laporan. Ada 4 urusan penting yang harus gw lalui, dan ga bisa diurus sehari dua hari. Tadinya jadwalnya masih menggalaukan, tumpang tindih, dan bikin panik. Tapi, ya itu tadi, kalo dipercayakan ke Allah, semua akan beres.
Jadwal tiba-tiba menyesuaikan dengan kebutuhan gw, datanglah bantuan dari orang lain, datang rejeki lain, dan semuanya terlalui dengan maksimal sesuai dengan kondisi dan keterbatasan gw, soal hasil lagi-lagi biar Allah yang atur. Plus ada nganu yang mau-maunya antar kesana kemari, unchhh. Meski begitu sampai di Jakarta, badan udah hampir ga bisa diajak kompromi. Maklum, udah usia senja.
Padahal selalu ditolong Allah begitu, tapi masih saja suudzon dengan masa depan, kayak orang ga kenal iman. Ketakutan-ketakutan akan masa depan bikin ingin mundur dari mengupayakan kebaikan. Alhamdulillahnya, punya teman-teman yang pikirannya lurus, jadi semangat datang dari berbagai arah. Rezeki yang mewah tuh itu, ketika kita diberikan jalan terus mengupayakan kebaikan.
Harus belajar lagi tawakkal, menyerahkan urusan pada Allah biar diaturkan. Kalau Dia yang mengatur, semua akan jadi kebaikan, dikuatkan, dicukupkan, diberanikan, diberi pertolongan.
Barangkali masa depan tidak selalu seindah harapan. Barangkali apa yang kita dapatkan tak sesempurna apa yang kita inginkan. Barangkali apa yang ditawarkan kenyataan tak semewah apa yang kita impikan. Barangkali melangkah di jalan baru tak seaman pelukan ayah ibu. Tapi bukankah kita tak pernah tahu, apa yang lebih baik bagi kita sampai Allah membukakan hikmah dan membuat kita berkata, “untung ya, dulu ga begini begitu, alhamdulillah dikasihnya ini, ternyata lebih baik.”
Harus belajar lagi mempercayakan semua urusan, pada Yang Maha Merancang. Allah tuh ga akan pernah zalim sama hamba-Nya. Laa khaula walaa kuwwata illabillaahil ‘aliyyil ‘adziim. Alhamdulillah, bismillah.
“In the darkness, two shadows, reaching through the hopeless, heavy dusk. Their hands meet, and light spills in a flood like a hundred golden urns pouring out of the sun.”
— Madeline Miller, The Song of Achilles
Hak yang gugur
"Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti dua orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti"
- R.A. Kartini
Awal membaca kalimat itu aku tak memahaminya. Bertemu lagi dengannya dan mengingat perpisahan kami, aku mulai paham bagaimana perpisahan membuat kita berhenti saling menyakiti. Perpisahan membuat kita kehilangan hak untuk mengungkapkan kemarahan tapi tidak dengan mencintai dan peduli. Kita bisa mencintai dan "sekedar" peduli karena mencintai dan peduli pada tahap ini sudah tidak harus diungkapkan. Kita bebas mencintai walaupun itu hanya di satu sisi seperti diriku....
Hatiku, tempatkan diri dekat orang yang mempunyai pengalaman hati, bernaunglah di bawah pohon - Jalalu'ddin Rumi . . . . Pohon di belakangku sudah cukup :)
Kau datang dengan suluh dan merampas hatiku di fajar subuh, bawalah pula jiwaku menyusulnya, jangan tangkap hatiku semata
Jalalu'ddin Rumi
Apa yang ada, sebenarnya sudah harapan kita. Kadangkala Allah menghilangkan sejenak matahari, kemudian kamu mendadak gundah. Lalu Allah mendatangkan kilat dan guruh, lalu kamu menjadi gelisah. Hatimu bersedih mencari-cari di mana matahari. Padahal saat itu, Allah hendak menghadiahkanmu pelangi
Instagram Teladan Rasulullah
Check our Facebook Page
Today become yesterday
Diagnosa
Sebulan pakai acne kagak hilang, tiga hari pakai caladine eh sembuh. Yang aku kira jerawat ternyata hanya biang keringat. Diagnosa selama ini memang sok tahu kayak perasaan. Yang aku kira kamu orangnya ternyata dia yang dikirim Tuhan. Ada-ada saja
Kau dan Petrichor. Jika petrichor adalah tanda kemarau akan pergi maka kau adalah tanda kesepian yang akan pergi
Noe Rusman
Mengapa tak kau ceritakan tentang pohon yang tumbuh berdekatan, aliran sungai yang terasa nikmat dan bebatuan licin yang berlumut ? Karena telinga ini lebam dengan cerita tentang perceraian artis A, cuitan mantan pemimpin B dan pemilihan wayang C di daerahmu
Yang bilangin kamu anak haram karena gak bisa bedain kamu anjing atau kucing nanti aku cubit yah nak 😸
I'm not a gambler in love. Sorry dude
Noe Rusman
I didn't lose anything because I haven't entered the door. We haven't started
Noe Rusman
Masyarakat Sakit
Kita ini masyarakat euforia, masyarakat yang merayakan hal - hal baru dan heboh dengan cara yang tidak selalu menyenangkan.
Kita ini masyarakat dualisme, yang mudah mengikuti ide - ide yang kadang tidak kita evaluasi lagi kebaikannya. Sepanjang menyenangkan, ide itu kita sepakati sebagai gurauan. Jika tidak asik meski benar, kita menolak atas nama kebebasan.
Kita ini masyarakat sok tahu, yang mudah menghakimi orang lain dengan kata - kata buruk lalu disebarkan dengan penuh kebencian. Kita berkomentar buruk tentang agama lain bahkan tanpa pernah menanyakan pada pemeluk taatnya mengapa begini mengapa begitu.
Kita ini masyarakat yang menanggung terlalu banyak masalah di dalam rumah, sehingga bahagia mendengar masalah orang lain yang membuat pikiran kita teralihkan sebentar. Kita senang jika orang lain sedih, kita sedih jika orang lain senang.
Kita ini masyarakat sakit, yang mudah terjangkit virus oknum - oknum yang mengaku jurnalis dan menyusun cerita fiksi, tentang kebenaran yang disulap jadi kejahatan, dan keburukan yang disulap jadi kehebatan. Stigma - stigma bodoh ditanamkan agar kita enggan untuk menyeluruh meyakini agama.
Kita ini masyarakat latah, yang serba ikut pada keramaian karena suatu masalah. Kita sekedar mengulang dan bercuit tentang yang kita baca sekilas, tanpa kita dalami maknanya. Kita ingin dianggap pintar, lalu berpartisipasi dalam setiap komentar.
Kita ini masyarakat dongeng, yang memuja kisah cinta indah tentang Cinderella mendapatkan cinta sang pangeran. Kita dijejali drama - drama mendayu tentang kesabaran yang seakan harus dimanifestasikan dengan diam.
Kita sedang sakit, tapi enggan mengaku bahwa kita sedang sakit.
Yuk ah, sadari penyakit kita, dan bertekad untuk sembuh. Untuk masyarakat yang lebih baik.
Kita ini Indonesia 😂