"Jenuh ini terlalu akut. Obat apa yg sangat ampuh untuk meredakan? Cepat beritahu, setelah itu pasti aku akan selalu men-candunya"
- @nonanonaa

Origami Around

tannertan36
$LAYYYTER

No title available
Peter Solarz
tumblr dot com

roma★
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

titsay
Stranger Things
noise dept.
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Not today Justin
Monterey Bay Aquarium
DEAR READER

Kaledo Art

#extradirty
One Nice Bug Per Day
i don't do bad sauce passes
Lint Roller? I Barely Know Her

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Mexico
seen from United States
seen from Mexico
seen from Saudi Arabia

seen from Mexico
seen from United States
seen from Sweden

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from T1
seen from United States
@nonanonaa
"Jenuh ini terlalu akut. Obat apa yg sangat ampuh untuk meredakan? Cepat beritahu, setelah itu pasti aku akan selalu men-candunya"
- @nonanonaa
"Sering berbicara tentang bahagia. Namun, tak bisa mengutarakan rasanya duka."
"Seseorang yang terlihat diam, bukan berarti tak punya beban. Hanya saja dia menjalaninya dengan tenang."
"Jika suatu saat sang ego kambuh. Ku mohon tetap genggam aku. Jikapun egoku belum mereda ku mohon peluklah aku dengan kehangatan yg lebih dari senja. Karena perempuan, tidak selalu kuat. Dan lelaki, tidak selalu sabar."
"Mencintaiku memang harus penuh sabar. Jika tak sanggup lepaslah aku, pastiku pun yg lebih sakit dibanding dirimu."
- Aku menyakiti seseorang yg bahkan begitu sangat peduli dengan diriku. Sebab, egoku.
"Rasanya semakin teriris"
-- katanya Hati
"Air yang hari ini tenang bisa saja beberapa detik akan meluap dahsyat."
-- Perasaan memang tidak bisa ditebak. Tiba tiba sedih kesakitan. Tiba tiba senang kebangetan. Tiba tiba sayang keterlaluan. Susah, kalo udah inget kamu. Susah di palingkan.
"Tidakkah kau tahu? Atas sikap ketidak pedulianku, aku justru semakin mencintaimu."
-- Semakin mencintaimu, semakin dalam. Rasa kehilangan semakin nyata. Kita memang sedang bersama, namun entah mengapa seperti akan segera berakhir. Aku semakin melihat jelas akan ketidakpastian yang ada. Memang tidak boleh suudzon dengan pencipta! Saat ini ku hanya meminta, semoga keajaiban itu milik kita, setelah itu aku akan menjadi orang paling bahagia berkali kali.
"Aku sedih, untuk hal yg tidak pernah ku tahu sebabnya. Mohon hati, tolong kondisikan."
-- Ya Allah, Engkau Maha mendengar keluh kesah ku. Jaga aku, tenangkan aku, dan tolong jangan pernah tinggalkanku meski dalam satu kedipan matapun.
"Memeluk harap semakin erat, tak peduli sesak yg bisa mematikan tiba tiba."
-- aku tergila gila mengerti segala sesuatu untuk orang lain. Sampai aku lupa bagaimana memulai mengerti diri sendiri.
Kembali Teduh
Ada cerita baru sekarang, atau nanti, begitupun harapan yang mungkin akan dapat bertahan untuk lebih lama dari coretan lama yang pernah kita lewatkan sebelumnya. Akan lebih baik jika kita tidak usah terlalu berharap dengan semua ini, atau kita akan sampai pada akhir yang sama lagi.
Ada harapan yang lebih luas dari sekedar pelataran bulan, yang setidaknya akan membuat kita terlihat sedikit lebih nyaman tanpa keadilan dan keabadian.
Untuk dulu,
Sekedar mengingat, kita punya banyak pilihan, mengenang adalah cara terbaik untuk melupakan, sebaliknya, jika salah satu dari kita ingin untuk melupakan, maka tidak ada fungsinya berharap lebih dari sekedar memenuhi keinginan.
Untuk sekarang,
Aku tidak memaksamu untuk tetap duduk menunggu, aku tidak memaksamu untuk tetap setia dengan tubuh rapuh milikku. Bahkan untuk sekarang, aku memberimu kebebasan untuk memilih pergi atau tetap menjadi ada yang benar-benar telihat, yang jelas bertahan itu lebih sulit dari sekedar mengacaukan hubungan kita.
Untuk nanti,
Aku tidak akan mempermasalahkan keputusan apa yang akan terambil oleh salah satu dari kita, akan lebih baik jika kita tetap membiarkan waktu melakukan tugasnya dengan lebih tegas. Aku tidak sedang mencoba untuk menghangatkanmu atau apa, tapi alangkah baiknya jika kita tetap menjadi ada yang saling membutuhkan satu sama lain.
@badutcerdas
1 Januari 2019
Untuk kamu, untuk aku, dan untuk kita~
Karena perjumpaan selalu memberi kenangan
—Mohon jangan dilupakan
@tujuhfebruari
Setiap moment selalu spesial, mohon selalu diabadikan ~
Semakin erat kau mencoba untuk menghilangkan luka, luka itu akan semakin menjadi. Jadi biarlah melawannya, meski sampai berdarah darah sekalipun. Setidaknya, akan pulih dengan sendirinya.
-- @nonanonaa
2019
Semoga realita tidak jauh beda dengan ekspektasi.
Semoga kamu tidak berhenti mendoakanku.
Semoga tahun ini kita bisa bertemu.
Ya aku tahu, kamu-nya itu belum aku ketahui.
Ya sudah, selamat datang 2019
Semoga terbaik buat semuaaanyaaaa lalala ~
"Hanya terkadang aku tidak menyukai permainan yang semesta berikan. Ah entahlah, seperti teka teki yang harus aku pecahkan secepat mungkin."
-- aku lamban, kau tahu itu kan (?)
"Pada hitungan detik pun aku bisa saja mencintaimu. Namun, untuk melupakan? Bahkan berabad abad pun belum tentu aku sanggup."
-- @nonanonaa
Orang yang menyukai bunga, akan memetiknya. Tapi orang yang menyayangi bunga, akan menyiramnya.
Menyukai adalah 'karena'. Mencintai adalah 'walaupun'.
Menyukai, adalah 'aku menjadi bahagia karena dia'. Mencintai, adalah 'dia menjadi bahagia karena aku'.
Suka itu Caramel Macchiato. Cinta itu Americano.
Menyukai adalah 'kalau ada, ya bagus'.
Mencintai adalah 'tidak bisa kalau tidak ada'.
__ atedena (via @nonanonaa)