Bisa jadi tahun ini adalah tahunku, semoga aku dikasih kesempatan juga menjadi sukses seperti mereka, teman-temanku :)
Fai_Ryy
$LAYYYTER
Cosmic Funnies
Lint Roller? I Barely Know Her
KIROKAZE
🪼

#extradirty
RMH
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
ojovivo
Game of Thrones Daily
Show & Tell

Kiana Khansmith

gracie abrams
tumblr dot com

titsay

Discoholic 🪩

No title available

blake kathryn
No title available

seen from Germany
seen from Australia

seen from Germany
seen from Ukraine
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Singapore

seen from United States
seen from Ukraine
seen from Venezuela

seen from United States
seen from Indonesia

seen from Germany

seen from Colombia

seen from Bangladesh
seen from Türkiye

seen from Uruguay
seen from Brazil
seen from Trinidad & Tobago
seen from United States
@noveliadinda
Bisa jadi tahun ini adalah tahunku, semoga aku dikasih kesempatan juga menjadi sukses seperti mereka, teman-temanku :)
Aku tidak tau dengan apa yang terjadi pada diriku. Semacam ada gejolak penolakan terhadap apa yang aku semogakan. Aku ingin kerja, berpendapatan tapi ketika itu terkabul, ada perasaan tidak siap, semacam sebenarnya bukan ini yang aku inginkan. Entah kenapa diriku dipenuhi rasa takut yang luar biasa sampai tidak nafsu makan dan minum, tidurpun tidak nyenyak.
Apakah perlu diobati? Aku ingin menata hati, menata pikiran dan mengerti apa yang sebenarnya aku mau. Aku sudah 2x malakukan ini karena yang terjadi di lapangan tidak sesuai ekspektasi ku. Dan yang ketiga ini entah betul atau salah, aku telah menolaknya. Aku benar-benar khawatir dan merasa takut.
Aku perlu dikuatkan tapi sampai saat ini belum. Berat sebenernya, suami juga hanya menyemangati standar saja. Padahal yang aku harapkan adalah pandangan kedepan yang bisa menguatkan aku. Tidak hanya sekedar dijalani dulu, dicoba dulu, dsb.
Saat ini juga ada perasaan bersalah dan perasaan tidak tenang dariku. Apakah aku sulit mengenal dan menjalin komunikasi dengan orang baru? Iya.
Pengen berobat ya Allah, pengen bercerita lebih puas. Apakah sudah saatnya aku ke psikiater?
Banyak luka yang belum sembuh. Pelan-pelan mungkin ya…
Hi Dinda..
Terima kasih untuk tetap selalu kuat, selalu sabar di hadapan keramaian.
Mengeluhlah nggak apa-apa jika itu membuatmu lega. Menangislah jika itu membuatmu tenang. Tidak perlu berpura-pura kuat saat sendiri.
Tidurlah, istirahatkan semuanya meskipun kamu tidak tau apa yang membuatmu lelah. Mungkin batinmu, atau pikirmu?
Bisa yuk, kamu bisa bertahan kok. Hadapi semuanya. Tidak perlu banyak bicara. Yuk berjuang kembali!
Aku mendengar, hanya dengan jentikan jarinya dia memilikinya
Aku melihat, hanya dengan kedipan matanya dia memeluknya
Aku mengetahui, hanya dengan tepukan tangannya dia meraihnya
Entah berapa kali aku harus menjentikkan jariku, mengedipkan mataku, dan menepuk-nepuk tanganku agar aku bisa sepenuhnya memilikimu.
Betapa mudah semua dilakukannya, betapa sulit aku mencobanya.
Apakah anganku yang memang terlalu tinggi?
Ataukah memang dayaku yang tak ditakdirkan mendapatkanmu?
Aku tidak ingin terjatuh lagi, Tuhan.
Aku ingin seperti mereka, jentikan jari seperti apa yang mereka jentikkan hingga mampu memilikinya dengan mudah?
Ya Tuhan, tolong aku. Angkat tanganku agar mampu menjentikkan seperti mereka,
Ajarkan aku kedipan seperti apa yang harus aku lakukan, mata kanan atau mata kiri dahulu?
Tepukkan tangan berirama apa yang bisa membuatmu mengabulkan apa saja yang aku mau.
Aku ingin seperti mereka semua.
Seandainya aku adalah mereka. Apa segalanya juga akan aku miliki?
Jadikan ini sebagai ladang baru untuk rezeki kami ya Allah. Izinkan dan ridhoi ya Allah :')
Aku panjatkan doa doaku di sepertiga malam ini untuk memohon pertolonganMu, memohon untuk terkabulkannya hajat kami, ya Allah. Engkau yang memudahkan segala yang sulit, Engkau yang memungkinkan segala ketidakmungkinan, wahai Engkau yang maha menjadikan segala sesuatu menjadi ada.
Menunggu jawaban atas keajaiban dan kehendaMu ya Allah. Semoga segera ada kabar baik yang kami tunggu selama ini.
Ya Allah berikanlah kabar baik untuk kami semua. Lancarkan ikhtiar kami, semoga segera ada jawaban terbaik sebagaimana yang selalu kami panjatkan. Ridhoi hajat kami yang satu ini ya Allah. Aamiin.
Allahuma sholli ala sayyidina Muhammad. Semoga ini memang salah satu jalan kami untuk bisa pindah. Semoga doa doa yg selalu kami panjatkan terkabul. Semoga suami mendapat kelancaran menjalani proses ini. Bismillahirrahmanirrahim :)
Suka sukamu aja lah..
Pengen pulang..
Jalur Langit
Dulu pengen banget yang namanya ngerasain merantau, bisa mudik, dan travelling. Begitu dikabulkan sama Allah yang namanya ngerantau saat sudah menikah dan anak 1, rasanya masya Allah. Nikmat iya betul, tapi memang lebih dekat dengan keluarga besar jauh lebih nikmat. Suka kepikiran karena orangtua dan mertua yang semakin berumur, rasanya pengen ngebahagiain mereka, pengen ngeringanin beban mereka. Yah fyi aja karena mereka bukan pensiunan, bukan pemilik aset dengan pasive income yah.. Artinya di usia 60 lebih masih harus kerja.
Aku dan suami sejak awal tahun 2022 udah berusaha mencari pekerjaan lain yang bisa mendekatkan kami dengan keluarga, salah satunya ya melamar pekerjaan yang sebidang di area Jawa Timur. Semakin mendekati akhir tahun, kami semakin getol nyari-nyari dan semakin makin mendekatkan diri kepadaNya. Aku tersadar bahwa ini kurang pantas karena mendekatiNya hanya saat butuh, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa selain berdoa dan berharap hajat kami bisa disegerakan lewat jalur langit. Nggak ada pilihan lain selain amalan-amalan mempercepat hajat ya, karena kami sadar kami bukan orang berprivilege hehe. Bener-bener cuma Allah yang bisa menolong kami dengan segala KuasaNya.
Kami ingin segera mendapat ganti pekerjaan yang lebih baik, yang lebih lapang rezekinya, yang membuat kami bisa berkumpul dekat dengan orangtua kami, menempati rumah yang kami bangun di Sidoarjo. Saat ini bener-bener fokus dipencapaian itu. Bismillah semoga Allah meridhoi keinginan kami.
Setelah pindah, jika memang disegerakan, aku pribadi ingin segera mencari pekerjaan, menabung sedikit-sedikit untuk membangun sambilan yang bisa dikerjakan kakak di rumah, karena keterbatasannya, aku ingin kesibukan yang menghasilkan ini bisa menjadi langkah awal dia untuk berkembang. Nabung yang banyak untuk pendidikan anak, ngebahagiain ortu, dicicil untuk ibadah juga, untuk lasik mata jika memungkinkan.
Pengeeeen banget. Yah sekarang tugasnya tetep usaha, tetep sabaar sabar sabaaaar yang banyak, tetep berdoa, terusin amalan-amalannya jangan sampai bosan karena aku masih percaya kalo Allah maha Menolong, maha Pengasih dan kepadaNya-lah tempat meminta.
Allahuma sholli ala sayyidina Muhammad.
Bismillah semoga Allah meridhoi dan menyegerakan. Amiin.
14 Oktober 2022
Pagi menuju siang ini anakku udah bobo lagi setelah sarapan dan main sebentar. Akhirnya kutinggal buat transfer file dari HP ke laptop, tapi karena lama jadi sekalian aku sambil buka tumblr yang lama nggak ku tengok ini. Hehe. Setelah scrolling, aku buka arsip postingan. WOW! TIME FLIES SO FAST, Masya Allah.
Terakhir berkabar sedikit panjang, ngetik cerita maksudnya, sekitar tahun 2019. Saat aku resign, hamil, udah kemudian mandek nggak ada kisahnya hahaha. Padahal 2019-2022 ini banyak banget yang sudah aku lalui. Jadi kayak gimana ya? Banyak moment yang ingin aku ceritakan tapi tidak sempat, mungkin karena kesibukan jadi ibu anak satu yang kalo mau buka laptop aja nggak sempat. Huhu.
Hari ini, aku tidak tau harus bercerita apa, membuka laptop begini saja dan dapat beberapa paragraf saja sudah happy. Semoga setelah ini, aku menyempatkan menulis walaupun sedikit tentang hari-hariku. Bismillah bisa yaa!
Okay, sampai disini dulu karena aku baru saja mendapat notif kalo proses transfer file ku telah selesai. Kita sambung lagi nanti ya! Biar sekalian aku mendapat ide kisah mana yang akan aku ceritakan. Bye :)
Ya Allah paringi rezeki pindah kerjaan di tempat terbaik di dekat rumah, di Jawa Timur 🤲🥺
Pengen pulang..
Assalamualaikum..wr wb
Bang herry...minta nasihat melembutkan hati & mewaraskan pikiran...kata kata penyejuk di kala gundah...di kala putus asa...di kala hidup begitu hambar...di kala kecewa...di kala terpuruk...di kala sendiri...di kala ringkih & begitu lemah...sy butuh itu bang...bantu sy
KALA MERASA TERPURUK
Maaf ini agak panjang jawabnya karena ini relate banget dengan saya pribadi.
Wa'alaikumsalam wr wb
Hmm, kalau melembutkan hati, saya kayaknya tidak bisa. Karena hati saya keras; sudah terlalu tebal dari sekian banyak kesakitan. Mungkin bukan keras, tapi kenyal. Kenyal kan beda dengan lembut ya. Nah, saya lebih seperti kenyal. Jadi kalau soal melembutkan hati, mungkin coba kamu baca-baca lagi buku-buku Aa Gym yang mudah, atau Aidh Al-Qarni, atau mungkin coba ikutin kajian.
Tapi kalau mewaraskan pikiran, saya punya dua solusi. Apa itu? Pertama, meminimalisasi diri akan kebutuhan terhadap materi. Kedua, putuskan semua jenis urusan yang memungkinkan untuk dijeda dengan manusia.
Pertama, dirimu mengurangi barang-barang yang kamu miliki seminimal mungkin. Total. Yang tidak terpakai kamu buang atau kasih ke orang. Kalau masih berharga kamu jual. Pastikan kamu tidak menyimpan sesuatu yang tidak kamu gunakan. Hanya pakai yang kamu PASTI pakai tiap harinya. Apapun itu; pensil, kaos kaki, skincare, kutang, sepatu, makanan di kulkas, monitor tak terpakai, kabel charger. Serius, ini serius. Buku? Jangan, itu kamu simpan selamanya. Selain itu kurangi. Itu semua adalah beban kepemilikan. Kita terasa berat dengan memiliki sesuatu yang tidak terpakai. Kelapangan ruang akan membuat jiwamu fresh. Tangan yang enteng--dari barang-barang tadi--akan jauh lebih nyaman.
Coba sesekali kamu baca dan terapkan konsep hidup minimalis. Saya mencobanya dan wallahi it worked! Kamu tahu, tahun kedua di Istanbul membuat saya berpikir untuk membawa lebih banyak barang dan pakaian agar bisa saya gunakan ketimbang nganggur di rumah (di Jakarta). Tiap balik, saya selalu bawa barang: baju, sepatu, buku, tas gunung, tenda gunung! Hingga pada suatu titik saya merasa, what the hell? Kenapa banyak sekali barang-barang saya? Semenjak itu saya kurangi; saya hibahkan yang masih bagus; saya jual yang masih bisa dijual. Bahkan saya sekarang tidak pakai lemari, hanya rak pakaian RIGGA IKEA 2 buah untuk baju dan jaket-jaket.
Apa sih hubungannya? Dunia. Kita sudah terpenjara. Mungkin kita tidak sadar, tapi perhatikan deh dengan barang-barang itu kita akan dibuat sibuk dan rasa tanggung jawab itu beban. Bayangkan kalau harta kita makin besar? Ini kenapa banyak orang yang punya harta banyak tapi juga tidak bahagia. Karena makin berat rasa kepemilikannya. Kurangin deh, kamu akan plong rasanya. Who cares dengan orang lain yang punya ini itu. No, mereka tidak ada urusan dengan kejiwaan kita. Kita ada kita.
Kedua, kurangi urusan dengan orang lain. Kita pusing itu karena seringkali otak kita menjadi kebahagiaan orang lain sebagai standar. Kehidupan orang lain sebagai tolok ukur. Mulai jadikan bahwa kamu dalam universemu adalah pusatnya. Kamu tidak akan didikte oleh perkataan orang lain. Kamu tidak akan mau mengikuti trend orang lain. Kamu adalah kamu, yang bebas ke manapun kamu mau dan jadi apapun yang kamu mau.
Kalau kamu punya urusan dengan orang lain, segera selesaikan dan setop--juga soal hutang-piutang. Pokoknya apapun jenis urusan dengan orang lain, yang masih bisa kamu tunda, tunda atau setop.
Pernah ga sih kamu ngerasa seasik itu makan batagor di pinggir jalan depan FamilyMart Stasiun Tebet? Sambil lihat orang lalu-lalang sambil mainin gadget; sambil mengamati ada mba-mba yang lagi nunggu jemputan suaminya. Sedangkan kamu sendiri menikmati batagor yang agak hangat dengan mas-mas yang asik diajak ngobrol? Kamu tidak peduli mba itu sudah punya suami. Kamu peduli setan dengan orang-orang dengan gadget terbaru. Kamu hanya berpikir untuk menikmati suasana itu dengan dirimu sendiri. Itu adalah puncak dari kamu berdansa dengan universemu.
Jamaknya keterpurukan itu karena disebabkan energi negatif dari luar yang mempengaruhi kita. Saya bilang jamak, karena memang begitu. Kenapa? Karena kita tidak mampu mengontrol yang datang dari luar. Sebab itu kita merasa lemah jika tidak sanggup menghadapinya. Solusi cepatnya? Ya putuskan interaksi dengan dunia luar. Bukan menjadi antisosial, tidak. Bukan menjadi acuh, tidak. Kamu hanya menjaga duniamu agar terus berputar.
Maaf panjang, karena saya pun sampai sekarang masih sering mengalami hal yang sama. Dan saya mencobanya asik dengan diri sendiri. Pergi ke toko buku, nigh ride, nonton sendiri, makan sendiri, keliling mall sendiri, sambil kunjungi ke masjid-masjid yang membekas di hati atau masjid baru yang belum pernah saya datangi; dengar Spotify Hani Arrifai; mengurangi scroll sosial media; dan hal-hal sederhana tapi kita sebagai pusatnya.
Mungkin begitu.