Your task is not to tame the storm, but to find the calm within it. (Yasmin Mogahed) #rindu
Cosimo Galluzzi
cherry valley forever
I'd rather be in outer space 🛸

Janaina Medeiros

@theartofmadeline
No title available

JVL
No title available
DEAR READER
Sweet Seals For You, Always
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
trying on a metaphor

titsay
Cosmic Funnies

No title available

oozey mess
sheepfilms
Lint Roller? I Barely Know Her

祝日 / Permanent Vacation
Alisa U Zemlji Chuda
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from Germany

seen from Germany

seen from United States

seen from Brunei
seen from United States

seen from Singapore
seen from Singapore
seen from United States
seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from France

seen from Türkiye

seen from Germany
seen from Saudi Arabia
@nunikfatma
Your task is not to tame the storm, but to find the calm within it. (Yasmin Mogahed) #rindu
DOA RASULULLAH DI PENGHUJUNG RAMADHAN..
Yaa Allaah… Janganlah Engkau jadikan puasa ini Sebagai puasa yg Terakhir dalam hidupku. Seandainya Engkau menetapkan sebaliknya, maka jadikanlah puasaku ini sebagai puasa yg diRahmati, Bukan puasa yg Sia-sia
Seandainya masih ada padaku dosa yg belum Engkau Ampuni atau Dosa yg menyebabkan aku diSiksa karenanya, sehingga terbitnya fajar malam ini atau sehingga berlalunya bulan ini, maka Ampunilah semuanya wahai Dzat Yang Paling Pengasih dari semua yg mengasihi.”
Yaa Allah, Terimalah puasaku dg se-baik² penerimaan, perkenan, kemaafan, kemurahan, pengampunan & krridhaan-Mu. Sehingga Engkau memenangkan aku dg segala kebaikan, segala anugerah yg Engkau curahkan di bulan ini.”
“Selamatkanlah aku dari Bencana yg mengancam atau Dosa yg berketerusan. Demikian juga, dengan Rahmat-Mu masukkanlah aku ke dalam golongan orang² yang mendapatkan (Keutamaan) di Lailatul-Qadar. Malam yg telah Engkau tetapkan lebih baik dari seribu bulan.”
Semoga perpisahanku dg bulan Ramadhan ini bukanlah perpisahan untuk selamanya & Bukan jg pertemuan Terakhirku Semoga aku dapat kembali bertemu dg Ramadhan mendatang dalam keadaan penuh Harapan & Kesejahteraan. “Aamiin Yaa Robb"
#copas
*Bagus ini tulisannya* ;)) FEBRUARY 22, 2015 Dia Baru Menikah di Usia 45 Tahun *sebuah catatan tentang kapan nikah, jodoh, anak, rezeki. CMIIW ;)* Kemarin lusa saya menghadiri akad nikah dan walimatul ‘urs salah satu guru tahsin saya. Acaranya diselenggarakan dengan sederhana di masjid tempat kami biasa belajar. Sebenarnya saya kurang tahu pasti usia beliau sekarang berapa. Yang jelas di atas 40 tahun. Yah, kita sebut saja 45 tahun ya.. Usia yang tak lagi muda untuk menikah bukan? Dan itu adalah pernikahannya yang pertama. Sebuah momen yang mungkin telah dirindukannya selama puluhan tahun. Saya membayangkan beliau yang bertahun-tahun dalam penantian, bertahun-tahun dalam keinginan yang belum tersampaikan, bertahun-tahun menghadapi pertanyaan, “kapan nikah?”. Tapi beliau menjalaninya dengan baik-baik saja dan tetap produktif dalam kebaikan. Terkadang saya sendiri berpikir tentang kenapa saya belum menikah: “Duh mungkin gw messed up banget ya”, “Ah iya sih gw masih payah banget, kacau banget”, “Gw masih kurang ini itu”, dan sebagainya (introspeksi diri tentu perlu ya!). Tapi apakah harus jadi orang yang baik sempurna untuk bisa menikah? Kalau iya, kenapa ada pencuri, penjahat, perampok, gampang-gampang aja ketemu jodohnya? Lalu bagaimana dengan orang yang baru menikah di usia 40/50an? Atau orang-orang yang belum bertemu jodohnya sampai mereka meninggal dunia? Masa iya mereka messed up sepanjang hidupnya? Apa kita mau bilang, oh mungkin kurang ibadahnya, kurang berdoa, kurang usaha, kurang cantik/ganteng, kurang kaya, belum siap, belum dewasa, belum pantas, dan sebagainya. Tapi setelah segala usaha dilakukannya, apalagi yang bisa kita bilang selain: memang itulah waktu yang ditetapkan Allah untuknya. Saya teringat tulisan Bang Tere Liye yang berjudul “Keran Rezeki”. Intinya, rezeki yang didapatkan manusia itu tidak ditentukan oleh kegantengan/kecantikannya, kepintarannya, kegigihannya, melainkan ditentukan oleh Allah. Terserah Allah aja bagaimana mengucurkan rezekinya. Begitu pula dengan jodoh bagi yang ingin menikah, atau anak bagi yang ingin memiliki anak. Seorang teman saya yang sudah menikah bilang, “Saya sama suami udah nikah pengen punya anak belum dapat juga, sementara anak SMP yang berzina (na’udzubillahi min dzalik), sekali berhubungan langsung hamil”. Begitulah, terserah bagaimana Allah memberikannya. Tapi yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah bukanlah “apakah kita dapat rezeki (termasuk jodoh/anak) atau tidak”, tapi “bagaimana cara mendapatkannya dan digunakan/diperlakukan seperti apa”. Teman saya yang lain sudah delapan tahun menikah dan belum dikaruniai anak. Saat ini mereka sedang berusaha, bolak-balik kontrol ke dokter, cek laboratorium, suntik hormon, dsb. Saat ini dia berpikirnya, terserah Allah aja mau dikasih apa nggak, yang dilakukannya hanyalah menyempurnakan ikhtiar. Subhanallah. Sebagai manusia tugas kita adalah berusaha, sedangkan hasilnya Allah yang menentukan. Ketika berhasil, mungkin saat itulah keinginan kita dan takdir Allah bertemu. Keberhasilan kita bukan hanya berasal dari usaha kita, melainkan dengan izin Allah juga. Every single success you experience is a combination of two things: your effort and Allah’s help -Nouman Ali Khan Jadi ketika sudah berusaha, sudah berdoa, tapi yang kita inginkan belum juga terwujud, apakah itu sesuatu yang buruk? Apakah Allah benci pada kita? Tidak, selama kita selalu berusaha mematuhi Allah dan menjauhi laranganNya. Tercapai atau tidaknya keinginan bukanlah ukuran kemuliaan kita. Dikasih nggak dikasih itu hak prerogatif Allah. Allah menilai usaha kita, apakah kita bersabar dan berbaik sangka, apakah kita tetap percaya dan terus berdoa meski hasilnya belum nampak di depan mata. Sementara di mata manusia, seringkali yang dinilai adalah dapat atau tidaknya  Maka penting bagi kita untuk menjadikan Allah sebagai tujuan, dan keinginan kita sebagai sarana, bukan sebaliknya. Apakah keinginan kita terwujud atau tidak, yang penting selalu dapat Allah. Untuk teman-teman yang belum menikah -termasuk saya, huehehehe- mari kita isi hidup dengan amal sebaik-baiknya. Allah menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji siapa yang paling baik amalnya (bukan siapa yang udah nikah, siapa yang duluan nikah..wkwkwk). Kata Yasmin Mogahed, mungkin dari kecil kita terbiasa dicekokin cerita macem Cinderella atau Snow White. Ketika bertemu pangeran tampan, sempurna sudah hidupnya, bahagia selamanya. Seperti cerita putri tidur yang baru bangun waktu pangeran datang, jangan berpikir kita baru benar-benar hidup setelah nanti bertemu jodoh. Lalu hidup sebelum nikah ngapain? Koma? Dalam pernikahan memang banyak kebaikan dan kebahagiaan. Kita turut berbahagia dan bersyukur jika ada saudara-saudara kita yang mendapatkannya. Namun bagi yang belum mengalaminya, kita pun bisa mendapatkan kebahagiaan dan kebaikan! Allah telah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya (At-Tin:4). Allah telah memuliakan manusia (Al-Isro:70). Kita berharga, dan kita bisa bahagia kalau fokus hidup kita adalah untuk Allah. Terus mendekat pada Allah, terus memperbaiki diri, dengan niat karena Allah. Terus beramal, belajar, berkarya, berkontribusi, produktif dalam kebaikan dan amal shalih, menabung untuk kehidupan abadi di akhirat kelak. Belajar Quran, belajar Islam, menghafal Quran, belajar ilmu yang bermanfaat, ngajarin anak-anak kecil ngaji, bikin proyek sosial, semangat menyebarkan kebaikan sekecil apapun. Kita bisa bahagia kalau fokus kita bukan hanya pada diri sendiri. Biarlah cerita hidup kita berjalan sesuai yang dikehendakiNya. Allah yang telah menciptakan kita, yang selama ini menjaga kita, tahu yang terbaik untuk kita dan selalu memberikan yang terbaik pada kita. Semoga kelak kita pun bisa kembali padaNya dalam kondisi sebaik-baiknya  “Asking me when I’m getting married is like asking me when Qiyamah is: I don’t know. Perhaps the time is near.” No one knows when they will get married. It is Qadr of Allah. Also we need to remember marriage is not synonymous to happiness or fulfilment. Peace and Happiness can only be attained through taqwa and Quran. Marriage is just another phase of life. Some are tested with it and some blessed. -The Ideal Muslimah — Menikah itu bukan soal siapa cepat. Tapi Allah sudah pilihkan waktu yang tepat. Memantaskan diri itu bukan ditujukan untuk si dia. Tapi fokus memperbaiki diri di hadapan Allah. Kalau kita jatuh cinta, kejar cinta Sang Pemilik hatinya: Allah. Agar yang mengejar kita, dia yang mencintai Sang Maha Cinta. -Assalamualaikum Sally – Jodoh Pasti Bertamu https://henings.wordpress.com/2015/02/22/dia-baru-menikah-di-usia-45-tahun/
#SabardanSyukurTanpaTapi
Melupakan
Bukan ingin melupakan tapi harus melupakan, karenanya melupakan tidak akan pernah mudah kan bagimu? karena ini terkesan seperti sesuatu yang dipaksakan. Pasti butuh waktu yang tidak sebentar untuk membiasakan diri tanpa sesuatu yang biasa ada. Juga perlu komitmen untuk menghindari hal-hal yang bisa mengingatkan terhadap kenangan-kenangan yang telah terbentuk di dalam ingatan apalagi yang sudah menjadi memori jangka panjang. Optimis!! kamu pasti bisa. Hingga suatu saat nanti, kamu akan tiba pada masa dimana ketika semua yang berhubungan tentangnya tidak akan lagi mengusik harimu. Nanti semua akan menjadi biasa saja, tidak ada lagi yang istimewa, dan tidak akan ada lagi yang mengganjal karena semua sudah selesai. All you need is just time, making some new beautiful memories, and just a few extra struggles :) *semangat Nun*
Diabaikan itu, Tidak ada lagi kabar dari kamu -__-
This is why such strong girls feel so broken inside.
She can get through anything. Heartbreak. Ended friendships. Dysfunctional family fights.
Whenever the world hurts her, she fakes a smile and keeps on going as if nothing happened. As if she’s perfectly fine. As if her heart is unbreakable.
She looks strong. But she doesn’t feel strong. She feels like she’s living a lie, like everyone gives her more credit than she deserves.
After all, everybody only thinks she’s strong, because they see a single side of her. They see her during the day, when she has enough energy to pretend. But they don’t see her at night, alone in her bedroom, when she’s too tired to outrun her problems.
She never lets anyone catch her when she’s vulnerable.
When she has the urge to cry, she pushes the tears away until she has a chance to escape to the bathroom to let the water flow. When she’s upset, she’ll make up an excuse to cancel her plans, so no one realizes that she’s acting off. And when she has a mental breakdown, she doesn’t text her friends about it or post a Facebook status. She suffers in silence.
She doesn’t see the point in sharing her misery. Her friends consider her the funny one. The bubbly one. The problem solver. They come to her with their issues. They expect her to know what to do. They expect her to have her shit together.
So she nods and offers consolation when they complain about their near-perfect lives, even though she wants to scream that they don’t know what real problems are. That she’s dealing with something a million times worse.
But she doesn’t let herself explode. She listens. She understands. She tries to be a good friend.
And when she’s in public, when people are around, it’s not all that hard to put her problems aside. She’s gotten used to it.
But the second she gets in her car, the second she’s out of view of the rest of the world, all of her problems come crashing down around her.
She hates long drives alone in the car, just as much as she hates midnight thoughts. She hates being stuck in her own mind — because it’s a dangerous place.
It’s a place where she’s convinced she’s behind in life. She’s unsuccessful. She’s ugly. She’s stupid. She’s going to die alone. She’s going to die without fulfilling any of her dreams.
Even though she looks strong, even though she is strong, her fears won’t leave her alone. They follow her home every night, into her bedroom, into her dreams.
And they make her feel small. Worthless. Useless.
She hates that the rest of the world sees her as one thing, as a beautiful independent woman, while she sees herself as something else entirely. As a fake.
She doesn’t realize that she’s as strong as iron, because she keeps going. She’s strong, because she still has hope. She’s strong, because she’s capable of smiling through the pain.
She’s strong, because she’s still alive, even though she’s witnessed how cruel this world can be.
💐 Teruntuk kamu yang sendiri 💐
hari ini, saat kamu masih sendiri, lalu merasa sepi dan sedih dengan kesendirianmu, merasa Allaah tak adil padamu, karena ia tidak mendatangkan jodohmu dengan cepat, padahal itu tak lain hanya prasangkaanmu
jangan pernah kamu lupakan, tidak kah Allaah membiarkan mu dalam kesendirian, kecuali, Ia berada sangat dekat denganmu, kenapa tak kamu gunakan saja waktu bermanja-manja bersamaNya, Ia Maha mengetahui sedangkan kamu tidak, kamu tidak akan pernah tau hikmah apa yang sedang menantimu, selepas kejadian dengan berjuta ketidaksukaan yang kamu alami.
Ikhlaslah pada setiap takdir, berpikirlah yang baik2 saja atas setiap ketentuan dariNya. bersyukur karena setidaknya Engkau masih punya waktu berlama2 bermanja berdua denganNya. Yakin lah untukmu yang menyayangiNya, ia sedang mempersiapkan yang terbaik.
taukah kamu, apa arti dari terbaik,? “terbaik” bukanlah, saat segala sesuatu soal keinginanmu terlaksana, segala impianmu dapat terwujud,“terbaik bukanlah soal itu” tapi terbaik adalah saat kamu tau bahwa keinginan dan impian mu tidak dapat terlaksana, namun kamu tetap tidak berputus asa sedikit pun dari Rahmat Allaah dan terus berpikir positif tentang ketentuanNya. bahwa segala sesuatu yang baik, selalu butuh perjuangan.
Barakallahufikum..
selamat malam jiwa yang penuh penerimaan, biarlah kesyukuran menggerogoti hati sampai tak bersisa, sehingga tak ada tempat untuk keluh bersemayam.
❤❤ Arbiyani Purwanti Soemodihardjo ❤❤
Percaya atau tidak, “cinta” yang sering kita ungkapkan dan miliki itu jangan-jangan adalah “fish love”. Apa itu fish love? Sila simak penjelasan rabbi berikut. Bagi saya, ini menusuk-menusuk. Selama ini mungkin cinta saya adalah “fish love”. Apakah kamu juga jangan-jangan seperti ini?
Sebenarnya sudah lama mau posting, tapi baru keingetan sekarang. Semoga bermanfaat dan kita bisa merenovasi cinta kita.
"(sel)fish love"
Kemarin saya ke toko hp, lihat2 hp, tanya2 harga dan spesifikasinya (memang dari awal rencana mau ganti hp yang ada 4G nya) setelah ditimbang2 ternyata masih belum ada yang cocok. Terus iseng2 ke toko laptop dan komputer yang gak jauh juga dari toko hp tadi, mau tanya2 tentang asus vivobook flip aja sih rencananya tapi gak ada niatan mau beli juga, hehe, dijelaskan lah tentang spesifikasi dan harganya yang intinya gak worth it deh dengan harga hampir 5juta tapi prosesornya cuma celeron. Terus mas penjualnya menawarkan laptop acer dengan spesifikasi core i5 dengan harga 6.xxx.xxx yang katanya lagi promo, tergiur dengan segala kelebihan yang disebutkan mas2 itu, akhirnya sore kemarin saya malah beli laptop, padahal dirumah ada laptop yang masih bisa dipake walaupun baterainya udah wafat, lagian kan saya juga jarang buka laptop. Mmm, setelah sampe rumah, mikir, kenapa tadi malah beli laptop kan rencananya mau beli hp, Duuh Nik,. Parah banget sih impulsifnya :(
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu jiwa yang tenang, yang percaya akan perjumpaan denganMu, yang ridha akan ketetapanMu, dan merasa cukup dengan pemberianMu" (HR. At-Tabrani) #Aamiin
I am learning to love the sound of my feet walking away from things that aren’t meant for me.
Unknown (via onlinecounsellingcollege)
Hmmm
BISMILLAH Kesedihan tidak perlu diperlihatkan Dan Kebaikan tidak perlu disombongkan #nasihatuntukku
Sabar itu harus seperti langit. Sangat luas biru menenangkan. . Sabar itu harus seperti laut. Begitu dalam namun mengagumkan. . Sabar menjalani ketetapan Allah meski tidak tahu apa apa & tidak menyukainya. Karna pasti itu terbaik bagi kita, hanya saja kita tak mengetahui. . Sabar berbuat baik meski dibalas perbuatan buruk. . Sabar menebar kebaikan, meski banyak yg mencibir, memaki karna masa lalu. . Sabar dalam segala hal yg diridhai Allah. . Sabar itu akan sulit jika bukan karna Allah. . Sabar itu akan sakit jika bukan karna mencari ridha Allah. . Bersabarlah. Terus bersabar. Bersabar karna Allaah. Bersabar karna Allah bersama orang orang sabar. . Tiada rugi orang orang yg sabar meski tidak mendapat apa yg diharapkan. . Karna hanya Allah yg mengganti & menjamin balasan berlipat-lipat kebaikan & kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.
And still I rise And still I fight Believing the light will come
And still I smile And still I try Trusting in the One above
And still I dream And still I hope Resiliency flowing in my blood
And still I love And still I go on Unbent, unbroken Never undone
Storms of life will surely find me The waves will crash over my soul Yet still will I rise to greet the day
Head held high Steady and confident My faith secure in Him My heart rejoicing My mind at peace
Darkness will always be there And still I rise and rise and rise
Percayalah bahwa tidak ada satupun dokter yang ingin mencelakai pasiennya, yang ada adalah dokter itu sedih, menyesal jika ada pasiennya yang tidak bisa diselamatkan, walaupun sudah berusaha semaksimal yang bisa dilakukan dengan fasilitas yang seringnya seadanya, sementara kita semua tau bahwa hidup dan mati setiap manusia itu ada di tangan Allah sedangkan kuasa manusia hanya berusaha, tapi tetap saja ada perasaan yang tidak nyaman ketika harus membuat dan menandatangani surat keterangan kematian. Rasanya tidak bisa dijelaskan, sampai-sampai membuat tidak bisa tidur... Rasanya seperti "useless banget sih jadi dokter tapi gak bisa menolong pasien-pasien tersebut. :("
#LessonLearned
Pagi tadi datang seorang pasien, seorang ibu berusia sekitar setengah abad, datang dengan keluhan nyeri di kedua lutut, nyeri sudah dirasakan kurang lebih 3 tahun belakangan ini, melihat dari catatan rekam medisnya, beliau sudah rutin kontrol untuk sakitnya ini. Biasanya datang untuk minta diterapi sinar agar nyerinya berkurang. Singkat cerita setelah saya periksa dan beliau selesai disinar, beliau menghampiri meja saya untuk mengambil resep obat. Sedikit obrolan pun terjadi, sambil saya menyelesaikan menulis resep. S : “Ibu kesini datang dengan siapa?” I : “Sendirian Dok, lha anak saya di luar kota semua.” S : “Naik apa Bu tadi kesini? I : "Naik becak Dok, saya sudah nggak kuat kalau naik motor sendiri, karena nggak ada yang nganterin ya jadinya naik becak” S : “Terus ibu dirumah tinggal sama siapa Bu?” I : “Dirumah saya sendiri juga Dok, suami saya sudah meninggal lama semenjak anak saya SD, dan anak-anak saya sudah berkeluarga dan tinggal diluar kota semua. Anak sekarang Dok, lebih milih pekerjaan dibanding orang tua, mau orang tua mati sudah nggak peduli, nggak mau tau” S : “…….” (hening, saling tatap dengan perawat disebelah saya, speechless, nggak tau mau ngomong apa lagi, *jlebjlebjleb*) I : (Terus ibunya lanjut bercerita tentang anak-anaknya. Dan tidak lama setelah itu berpamitan. Sambil membawa kertas resep dengan langkah yang tidak seimbang karena menahan sakit) S : Ya…Allah, sedih :( Ibu, terimakasih atas pelajarannya hari ini, semoga ibu selalu diberi kesehatan dan diringankan segala penyakitnya. Aamiin.
Memang benar ya jika pernah ada yang bilang “Satu ibu bisa merawat sepuluh anak, tapi sepuluh anak belum tentu bisa merawat seorang ibu.” Semoga kita semua dimampukan untuk berbakti kepada orang tua kita, merawatnya, membersamainya hingga usia mereka sampai pada usia lanjut. Aamiin :)