Ketakutan terbesar ku adalah ketika rumah bukan lagi rumah; dan aku mulai merasakannya.
Apa aku yang terlalu egois?
Apa aku yang terlalu menuntut lebih?
No title available
RMH
Three Goblin Art
Lint Roller? I Barely Know Her

★
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Stranger Things
trying on a metaphor
occasionally subtle

ellievsbear

titsay
$LAYYYTER
Peter Solarz
Sade Olutola

if i look back, i am lost
No title available
TVSTRANGERTHINGS
Not today Justin
Keni
seen from Belarus
seen from Spain

seen from United States

seen from United States
seen from Peru

seen from Egypt
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
seen from Türkiye
@nunuunm
Ketakutan terbesar ku adalah ketika rumah bukan lagi rumah; dan aku mulai merasakannya.
Apa aku yang terlalu egois?
Apa aku yang terlalu menuntut lebih?
Terkadang, ada beberapa orang yang rangkaian mimpinya harus dikubur dan dikesampingkan dulu untuk membantu ibu atau keluarga. Mengkhidmah orang tua semaksimal mungkin meski harus mengubur dulu impiannya. Tidak apa-apa. Nanti Allah ganti semua waktu dan impian itu.
@jndmmsyhd
Halo Mei!
Semoga dipertemukan dengan lebih banyak lagi pintu yang terbuka dan segala Aamiin yang selama ini dilangitkan.
Saya pernah berjanji pada diri sendiri, tidak akan merajut kisah dengan orang yang sama dua kali. Bagi saya, kisah yang telah usai baiknya tersimpan rapi di sudut ingatan, tanpa perlu diungkit lagi. Silahkan melangkah ke depan dengan jalan pilihan masing-masing. Sebab, yang saya yakini kembali mencoba menumbuhkan perasaan pada seseorang dari masa lalu, sama saja siap menyicip rasa sakit dan patah hati yang sama.
Namun, datanglah pria ini, dia yang pernah menjadi orbit dunia saya. Satu-satunya pria dari masa lalu yang berhasil membuat saya mematahkan janji itu. Pesan singkat yang saya kirimkan pada hari kelulusan sidang skripsinya hampir 3 tahun lalu menjadi titik awal. Saat itu, tidak ada maksud apa-apa selain seorang kawan lama yang turut merayakan hari bahagia itu.
Saya kira, 7 tahun tanpa komunikasi sedetik dan tanpa kabar sedikit pun tidak akan mampu membuat saya goyah dari prinsip yang saya pegang selama ini. Saya kira saya akan tetap berada di balik dinding yang saya bangun sendiri.
Tapi pada kenyataannya, seiring berjalannya waktu dan komunikasi yang kembali terbangun pelan-pelan membuat pertahanan saya runtuh seketika.
Saya lupa, tentang kenyataan ada kuasa yang mampu membolak-balikkan hati seseorang dalam sekejap. Kau tidak bisa menebak kapan dan kepada siapa kau akan jatuh cinta.
Rajutan kisah masa lalu yang telah tersimpan, pelan-pelan teruntai kembali. Saya menyadari waktu itu bukan tentang salah siapa, tapi hanya kita yang belum dewasa dalam menyikapi sebuah hubungan, sehingga membuatnya terhenti begitu saja di tengah jalan.
Jujur saja, diam-diam saya mulai merapalkan doa, berharap pada-Nya ada kesempatan kedua untuk kita memulai kembali kisah dalam versi terbaik diri masing-masing serta dalam hubungan yang diridhoi-Nya.
Namun di satu sisi, saya harus tahu batas, ‘kita’ saat ini tidak lagi berada di masa putih-biru tua. Kala itu, benar adanya hati kita saling bertaut, namun saat ini bisa saja hanya saya yang berusaha menautkan hati, sedangkan kau mungkin saja saat ini sedang menaruh hati pada yang lain, perempuan yang jauh lebih beruntung.
Tidak apa, saya tidak berniat mengusik. Saya akan tetap berdiri di tempat saya saat ini. Sisanya biarkan semesta-Nya yang bekerja, menyatukan dunia kita kembali atau kembali berjalan masing-masing.
Melihat raut kesedihan di balik senyum Mama & Papa is another level of pain.
Terkadang melepaskan apa yang digenggam saat ini, adalah salah satu cara untuk menerima yang jauh lebih baik.
🥀
Semoga sabar tidak pernah berhenti dan prasangka baik terus melangit.
Semoga pasrahnya berbuah manis. Semoga keyakinan tentang banyaknya hal-hal baik yang menunggu di depan sana tidak patah.
Ma, Pa, maaf ya hanya bisa bantu sedikit-sedikit dulu. Semoga kedepannya bisa lebih banyak.
Dear Nunu,
Mari terus menguatkan bahu, sembari melangitkan doa, memohon kepada Sang pencipta untuk sesegera mungkin dikabulkan. Dan semoga semesta mu kembali bersinar.
Untuk segala kecewa, kesedihan, kesulitan, dan impian yang belum terwujud. Mari terus melangkah, tanpa berhenti menyebut nama-Nya. Semoga banyak hal-hal baik yang siap menyirami ‘bumi’ mu di depan sana.
Bukti dari sebuah kesabaran dan prasangka baik.
Upaya.
-Gif dari mienar.tumblr
Seringkali, kita mengaku percaya pada Allah. Percaya bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik atas seluruh rencana, upaya dan doa yang telah kita perjuangkan.
Seringkali, kita mengaku percaya pada Allah. Percaya bahwa apapun yang memang Allah takdirkan untuk kita, akan menemukan dan sampai kepada kita serumit apapun caranya dan pada waktu terbaik-Nya.
Namun, seringkali pula ditengah rasa percaya itu—badai keraguan dan prasangka menerpa. Tidak ada habis-habisnya.
Lalu membuat kita mempertanyakan bentuk takdir-Nya, benarkah ini yang terbaik?
Ternyata berbaik sangka, adalah sebuah samudera tenang yang harus selalu diusahakan terus-menerus agar tetap tak bertepi dalam relung jiwa kita.
Ternyata berserah diri, adalah sebuah titik rendah yang harus selalu melekat dalam hati, sebagai manifestasi kesadaran diri bahwa kita begitu faqir ilmu dan lemah sebagai seorang manusia tanpa pertolongan-Nya.
Beberapa hal ditunda, bukan karena Allah enggan memberi. Tapi karena, diri kita sendiri yang belum siap menerima. Maka Allah uji, sampai jernih bejana niatnya dan layak mendapatkannya.
Beberapa keinginan Allah ganti, bukan karena Allah tidak paham mau diri. Tapi karena Allah begitu peduli pada sebenarnya kebutuhan diri.
Beberapa harapan Allah patahkan, bukan karena Allah ingin mengecewakan. Tapi karena Allah ingin menumbuhkan kekuatan dalam hati dan mengirimkan kado yang lebih menakjubkan untuk kehidupan diri.
Percaya penuh pada Allah, perlu diupayakan setiap saat, tanpa putus. Selaras dengan jantung yang terus berdebar dan seiring nafas yang terus berhembus.
Sebab, jalan yang lurus tidaklah semulus presepsi. Sebab jalan yang lurus, adalah jalan yang penuh ujian keimanan tanpa terputus. Maka siapa yang akan sampai pada penghujung sejati-Nya?
Sungguh, hanya Allah yang Maha mengetahui.
Semoga Allah selalu melindungi dan menyentuh hati kecilmu untuk selalu berupaya, berdoa dan bersandar penuh pasrah pada-Nya. Aamiin...
Sudut kota, 19 April 2022 08.07
Pada setiap ‘ingin’ yang terus melangit
Sampai sini saya paham,
Perihal terus meminta pada-Nya tentang apa yang diinginkan. Ada kalanya kau perlu berserah, cukup memohon yang terbaik.
Karena saat itulah Ia akan mengatur segalanya.
[✨]
Those little whisper right before sleep,
every night,
God will made it
Tuhan Tidak Bermain Dadu #1
Saya kembali dunia tumblr! Kali ini saya tidak akan mengadu, ada yang lebih menarik daripada tulisan tentang ‘dikecewakan’.
Sebotol milk tea menemani saya menulis bagian “Bab 6 penutup”. Rasa haru dan semangat memenuhi hati saya. 4 tahun yang lalu saya menghadap layar yang sama pun dengan perasaan yang sama saat melihat kalimat “selamat anda lulus”. Dan hari ini saya sedang bergegas untuk segera mengenakan toga wisuda.
4 tahun
Bukan waktu yang singkat. Begitu banyak hal yang terjadi selama tahun-tahun perkuliahan itu.
Menariknya, saya adalah salah satu dari sekian orang yang berfikir “Ah, saya salah jurusan”
Bagaimana tidak, gadis penikmat luar angkasa ini memiliki mimpi untuk menjadi seorang astronom, bagaimana pun caranya. Namun, berakhir di dunia kesehatan, jurusan saya yang sekarang, maka 2 tahun perkuliahan saya sia-siakan begitu saja dengan hanya duduk mendengarkan dosen dikelas saja. Tanpa niat kuliah yang serius, tanpa niat untuk menyusun tujuan kedepannya setelah lulus.
Pokoknya yang penting kuliah terus nilainya okeoke saja. Sudah beres.
Namun pada satu waktu, seseorang bertanya pada saya, setelah lulus nanti mau jadi apa? Pertanyaan ini membuat saya termenung, benar, setelah saya lulus akan ada perjalanan baru yang harus saya lalui. Dunia kerja. Tapi saat ini tujuan itu belum pernah saya pikirkan sebelumnya.
Wajah kedua orang tua saya mulai terbayang, kerja keras mereka, kenapa saya tidak berusaha menerima garisan takdir? Bukankah sebaik-baik rencana adalah rencana-Nya? Baiklah, saya harus menerima kenyataan, saya berada di jurusan ini bukan tanpa alasan, dan saya yakin sukses adalah salah satunya yang menunggu saya di depan.
Baiklah, saya akan mulai mencintai apa yang telah ‘dipilihkan’ ini.
Sungguh 2 tahun perkuliahan yang saya sia-siakan menimbulkan penyesalan dalam diri saya. Saya harus mulai menyusun tujuan kedepannya. Karena alasan itulah saya berani menantang diri saya, keluar dari zona nyaman.
Keberanian inilah tak lupa disertai izin-Nya yang mengantarkan saya mendapatkan 2 cap negara pada paspor saya dalam 1 tahun. Dan semoga capnya terus bertambah *Aamiin ya Rabb*
Benar, “Tuhan tidak bermain dadu, hingga membuat semuanya terjadi secara kebetulan”
Mungkin, jika dulu saya berhasil mendapatkan jurusan yang saya inginkan, mungkin saja saya tidak memiliki kesempatan yang sama untuk mengunjungi dua negara itu, iya kan?
“Salah jurusan” ternyata tidak seburuk yang saya kira.
- Oh iya, kisah di dua negara itu, akan saya bagikan pada tulisan selanjutnya.... :)
Sandwiched between curiosity and “I don’t care anymore”.
Sht! I hate this
“Semua butuh waktu. Di masa depan nanti, di puncak kehidupanmu nanti, kau akan menengok ke belakang lalu mengangguk dan mengerti tentang kenapa semua itu dulu harus terjadi.”
— Don’t be sad, be better instead. (via mbeeer)
“Di dunia Tumblr, orang-orang memahami bahwa sebuah kehilangan bisa ditemukan kembali dalam sela-sela kalimat yang ditulis.”
—
Kesendirian mu hari ini adalah untuk memantaskan diri. Sebab, dalam waktu yang bersamaan seseorang sedang memantaskan diri sambil menuju ke arah mu dengan sepaket kebahagiaan yang akan diberikan kepadamu. Percayalah, Tuhan akan menyatukan di waktu yang sudah dipantaskan pula.
Tuan yang Selalu Istimewa
Kepada Tuan yang sedang merayakan hari lahirnya...
Terima kasih atas segala bahagia yang kau usahakan untuk gadismu ini.
Terima kasih karena selalu menyediakan bahu ketika hati ini terpatahkan oleh apa dan siapa.
Terima kasih karena selalu mengeratkan pelukan ketika lelah menerjang tubuh kecil ini dalam perjalanannya meraih mimpinya.
Dan maafkan jika gadis ini masih saja sering bersifat seperti anak kecil, padahal usianya telah menginjak kepala 2. Maafkan jika si sulung ini masih sering bermain dengan egonya sendiri, masih sering menanyakan ini itu dalam setiap pengambilan keputusannya, masih sering meminta tolong untuk hal yang sangat amat sederhana, masih sering merengek meminta sesuatu yang diingankannya. Maafkan jika anak gadis tertua mu ini masih sekanak-kanakan itu...
Selamat ulang tahun Pa...
Semoga segala Aamiin yang baik selalu menghujani disetiap langkah mu, sehat terus Pa...
Anak gadis mu ini berjanji akan berusaha terus mendewasa dan menjadi pribadi yang lebih baik, agar kelak jika ada seorang laki-laki beruntung yang datang menemuimu, kau tidak akan ragu lagi untuk melepas anak gadis tertua mu ini🤭☺️😉