Setelah berbulan-bulan vakum, finally i come back.. Hehe Semoga sekarang bisa istiqomah sharing dengan teman2 semua.. đ
noise dept.
I'd rather be in outer space đž

tannertan36
trying on a metaphor
todays bird
đȘŒ
tumblr dot com

Origami Around
Today's Document
đ©” avery cochrane đ©”
sheepfilms

shark vs the universe

â
Aqua Utopiaïœæ”·ăźćșă§èšæ¶ă玥ă
we're not kids anymore.

Janaina Medeiros

romaâ
Claire Keane
d e v o n

Kaledo Art
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Brazil

seen from Colombia
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@nurminaharuna
Setelah berbulan-bulan vakum, finally i come back.. Hehe Semoga sekarang bisa istiqomah sharing dengan teman2 semua.. đ
Al-Anfal [8:70]
Al-Insyirah [94:5-6]
âTak apa jika kau ingin menangis. Menangislah yang keras sekali, lalu bangkit dan berjanjilah untuk tidak menangisi hal yang sama dua kali.â - Br 2016
đ
RAMADAN DAY 21: LAYLATUL QADR
We made it to the last 10 days, alhamdulillah! Laylatul Qadr can happen any time from now. Here are a few notes I took down from a lecture called âVirtues of Laylat al-Qadrâ which was delivered by Sheikh Omar Suleiman. Love love love this talk MashaAllah <3
Ramadhan #9 : Masakan Ibu
Tulisan ini adalah bagian dari proyek 30 Hari menulis selama bulan Ramadhan 1437 H. Tulisan ini dibuat oleh ©kurniawangunadi dan akan dimuat pada pukul 03.25 setiap hari sepanjang bulan ramadhan. Semoga tulisan ini bisa memberi banyak pemahaman baik.
Entah bagaimana bisa, setiap perempuan yang dulu katanya tidak bisa memasak ketika menjelang pernikahan. Mereka tiba-tiba bisa dengan seiring berjalanannya waktu. Setidakbisa apapun ibu âbermainâ di dapur, pasti ada saja satu atau dua karya tangannya yang kita sukai. Meski itu sesederhana teh hangat.
Ada milyaran cinta di masakan ibu yang kita rasakan. Seolah-olah ingin mengenyangkan kerinduan kita pada setiap mili-cinta yang tidak kita temukan di warung-warung dan restoran mewah. Ada candu yang membuat kita begitu rindu kepada rumah untuk segera pulang demi mencicipi masakan ibu.
Saya belajar bahwa bentuk ibadah seorang perempuan yang sudah menikah itu sangat unik. Tidak seperti laki-laki yang harus benar-benar pergi ke masjid dan sebagainya. Bentuk ibadah perempuan menjadi sesederhana mengaduk gula saat membuat minuman. Membuka pintu dengan senyuman. Atau ketika ia dengan senang hati membereskan pakaian yang kotor dan lantai yang berdebu.
Melihat ibu yang demikian, aku belajar untuk tidak pernah menyia-nyiakan apapun yang beliau buatkan. Karena aku tahu, rasa bahagia ketika setiap sajiannya habis dengan lahap olehku.
Aku juga belajar bahwa kelak, suatu hari bila aku memiliki seorang istri. Bahwa setiap keridhoanku akan menjadikan apapun yang ia kerjakan menjadi ibadah yang besar. Maka aku pastikan, aku tidak akan menjadi laki-laki yang menghalang-halanginya.
Karena semua pemahaman ini berawal dari masakan ibu. Yang penuh cinta dan ketulusan. Yang akan menjadi saksi bahwa ibu telah melakukan yang terbaik untukku. Sekarang giliranku.
©Kurniawan Gunadi
Menjemput usia 23 tahun. Kalian memberikan banyak pelajaran hidup. Terima kasih untuk cerita yang selalu manis, untuk kebersamaan penuh penerimaan. March, 14th 2016 @Paralayang, Malang
menuntut ilmu itu kebutuhan. ia tak menjanjikan jabatan, tidak pula menawarkan kekayaan, tapi ia menawarkan kebahagiaan, kedamaian dan ketenangan.
Perhaps you will fail, perhaps it will be useless, valueless in the end; but do not underestimate the value of the feeling that you tried your best.
James Andrew Cosby (via psych-facts)
!!!!
(via firrana)
This I Promise You
Singer: Ronan Keating My love here's I stand before you l'm yours now From this moment on Take my hand Only you can stop me shaking We'll share forever This I promise you And when I look in your eyes All of my life feels before me I'm not running anymore Coz I already know I'm home With every beat of my heart I give you my love completely My darling This I promise you My love I can feel your heart beat As we dance now Closer than before Dont let go.. dont let go... Coz I could almost cry now This is forever I made this vow to you My darling.. This I promise you #personalLirycs
Mengerti
Ayah, sekarang aku mengerti, tentang ini.
Tidak ada yang perlu dicari. Kualitas diri seseorang akan mendekatkan pada kualitas yang tidak jauh berbeda. Aku pernah salah untuk merendahkan diri. Aku juga pernah salah untuk meninggikan diri. Sekarang aku mengerti, untuk lebih memahami diri sendiri. Berusaha memperbaiki diri.Â
Aku menemukan. Meski aku belum tahu apakah ini jawaban. Tidak memaksa. Tanpa tuntutan. Aku hanya menerima. Membuka hati. Menimbang segala mungkin dan tidak mungkin. Ya, rasa memang memiliki logika. Tidak sepenuhnya buta. Tidak tergesa.Â
Debar-debar ini berbeda. Kecemasan ini berbeda. Semua, membuatku lebih menyungkurkan diri untuk meminta. Aku tidak bisa apa-apa. Segala kejadian adalah skenario langit. Aku tidak mampu menggenggam hati siapa-siapa. Hanya sepenuhnya percaya, jika memang ini jawaban, maka kami akan saling menemukan, dan segera saling meyakinkan. Menyamakan langkah.Â
Terngiang pula nasihat seorang sahabat,Â
âJika kau benar-benar menginginkannya, maka kau akan benar-benar memintanya, dengan kesungguhan. Terbangun pada malam-malam sepertiga. Mengharap dengan doa-doa. Semoga.â
maka doa istikarah itu indah sekaliâŠ
âyaa Allah aku mohon pilihan dengan ilmuMu..
bukan ilmuku karena aku tak tahu tentang dirinya, kecuali yang dhohir-dhohir saja itupun sangat terbatas, Engkau yang mengenal dia lahir dan batin, yang dia sembunyikan dariku Engkau mengetahuinya, yang tak tampak dariku, Engkau melihatnya,
..dan Aku memohon ketetapan dengan kuasaMu,,
bukan kuasaku, hati ini ada dalam genggamanMu. Engkau mudah membolak-balikkannya dari benci jadi cinta, dari cinta menjadi benci, Engkau yang kuasa atas hati ini ya Allah..
..ya Allah kalau engkau tahu, urusan ini baik untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku nanti, tetapkan dia untukku, mudahkanlah dia untukku, dan berkahi untukku di dalamnyaâŠ
katanya ada tiga hal yang menjadikan kita siapa kita: apa yang kita makan, apa yang kita lihat/baca/dengarkan, dan apa yang kita lakukan. kurang lengkapâsebab yang paling menentukan siapa kita, sebenarnya, adalah doa orang tua kita.
jangan lupa bilang terima kasih sama orang tua. untuk doa-doanyaâyang tanpa kita tauâmenjadikan kita siapa kita. (via prawitamutia)
Menulis itu tentang sudut pandang. Tema yang sama, jika disampaikan dengan sudut pandang berbeda akan terlihat berbeda.
Dalam gambar ini sebenarnya sen hanya ingin mengatakan pada wanita jangan terlalu banyak mengumbar foto di dunia maya. Karena kemungkinan disalah gunakan sangat besar.
Kalau disampaikan secara biasa tentu tidak akan menarik, maka kalimat dan pilihan katanya sen susun seperti itu. Meski pesannya sama, tapi jadi lebih menarik bukan?
Buat yang ingin belajar menulis, karena angkatan dua sudah penuh, insyaAllah angkatan ke tiga akan dibuka segera.
Mau tahu info lebih lanjut? Silahkan chat dengan sen ^^ Sen @SenyumSyukur Senyum Syukur Bahagia senyumSyukur.tumblr.com 549A7D08
ini adminnya siapa yaa ? penasaran sayaaa ~ sungguhhh đ
Speechless
Jatuh cinta berkali-kali pada Allah.
Melalui cara seorang hamba menerjemah surah Al-fatihah -baru satu surah saja.
Sungguh Allah Maha Dekat. sangat dekat pada setiap makhlukNYA..
sumber: https://hellohijabers.wordpress.com/2015/12/20/download-kalender-puasa-2016-by-syukr/
Melepaskan
Mencintai, menghabiskan banyak waktu bersama, melalui hari demi hari. Bergulir menjadi bulan, tahun, hingga bertahun-tahun lamanya. Terkadang menjadikan kita memiliki satu sama lain.
Lupa, bahwa jiwa-jiwa kita milik Tuhan. Sibuk merencanakan banyak hal. Menyaksikan anak dan cucu-cucu tumbuh. Mengenakan seragam putih merah pertamanya. Sangat membahagiakan. Hingga waktu menyadarkan kita.
Pada akhirnya kita akan saling meninggalkan. Hanya permasalahan siapa yang akan meninggalkan siapa lebih dahulu.
Sebagai cucu, aku tidak begitu mengenalmu. Sebanyak mengenalnya cucu yang hidup seatap bersamamu. Tapi, kita saling menyayangi. Menyebut nama dalam do'a-do'a.
Saat detik-detik kepergianmu pun aku tak membersamai, aku dirantau. Hanya mendengar kabar engkau berpulang ke Tuhan. Rasanya sangat cepat waktu membawa kita. Melalui banyak kesibukan, menjadikan pertemuan semakin sulit dilakukan.
Hari raya id, menjadi penyambung silaturahmi kita. Walau aku hanya cucu bukan dari silsilah utama garismu, tapi pernikahan tanteku dengan salah satu keponakan laki-lakimu menjadikan semuanya lebih dekat.
Seberapa pun besarnya kami menyayangimu, tentu melespakanmu secara ikhlas adalah jalan terbaik.
Selamat jalan kakek Sumang, semoga Allah menempatkanmu ditempat terbaik disisiNya.. aamiin
@Malang, 03 Jan 15
Mengerti arti Bacaan Sholat
Sebenarnya jika kita tanya hati kita paling dalam. Apakah kita mengerti dengan semua bacaan Sholat yang kita baca? Memang jika kita ingin mengetahui dan mengerti apa yg kita lafadzkan saat kita Sholat, maka hal itu akan sangat jauh lebih baik, malah mungkin jika kita resapi kita akan mendapatkan apa itu ke Khusyuk an dlm melaksanakan Sholat Fardhu kita. Rasulullah SAW bersabda âsholatlah seakan-akan engkau sedang melihat Tuhan atau Tuhan sedang melihatmuâ ( Rukun Ihsan ).
Mari kita mulai belajar meresapi arti dari bacaan Sholat kita. Karena Sholat merupakan Dzikir yang sempurna.
Takbir Takbiratul Ihram â> ALLAAHU AKBAR
                             (Allah Maha Besar)
Iftitah Allaahu akbar kabiira, walhamdulillaahi katsiira, wa subhanallaahi bukrataw, waashiila. (Allah Maha Besar, dan Segala Puji yang sangat banyak bagi Allah, dan Maha Suci Allah sepanjang pagi, dan petang). Innii wajjahtu wajhiya, lillazii fatharassamaawaati walardha, haniifam, muslimaa, wamaa ana minal musrykiin. (Sungguh aku hadapkan wajahku kepada wajahMu, yang telah menciptakan langit dan bumi, dengan penuh kelurusan, dan penyerahan diri, dan aku tidak termasuk orang-orang yang mempersekutuan Engkau/Musryik) Innasshalaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaati, lillaahi rabbil âaalamiin. (Sesungguhnya shalatku, dan ibadah qurbanku, dan hidupku, dan matiku, hanya untuk Allaah Rabb Semesta Alam). Laa syariikalahu, wabidzaalika umirtu, wa ana minal muslimiin. (Tidak akan aku menduakan Engkau, dan memang aku diperintahkan seperti itu, dan aku termasuk golongan hamba yang berserah diri kepadaMu)
 Al Fatihah Adapun Rasulullah SAW pada waktu membaca surah Al-Faatihah senantiasa satu napas per satu ayatnya, tidak terburu-buru, dan benar-benar memaknainya. Surah ini memiliki khasiat yang sangat tinggi sekali. Mari kita hafal terlebih dahulu arti per ayatnya sebelum kita memaknainya. Bismillaah, arrahmaan, arrahiim (Bismillaahirrahmaanirrahiim) (Dengan nama Allaah, Maha Pengasih, Maha Penyayang) Alhamdulillaah, Rabbil âaalamiin (Segala puji hanya milik Allaah, Rabb semesta âalam) Arrahmaan, Arrahiim (Maha Pengasih, Maha Penyayang) Maaliki, yaumiddiin (Penguasa, Hari Pembalasan/Hari Tempat Kembali) Iyyaaka, na'budu, wa iyyaaka, nasta'iin (Hanya KepadaMulah, kami menyembah, dan hanya kepadaMulah, kami mohon pertolongan) Ihdina, asshiraathal, mustaqiim (Tunjuki kami, jalan, golongan orang-orang yang lurus) Shiraath, alladziina, an'am, ta âalayhim (Jalan, yang, telah Engkau beri ni'mat, kepada mereka) Ghayril maghduubi âalaihim, wa laddhaaaalliiin. (Bukan/Selain, (jalan) orang-orang yang telah Engkau murkai, dan bukan (jalan) orang-orang yang sesat) Melanjutkan tulisan yang ketiga, maka setelah membaca Surah Al-Faatihah, maka hendaknya kita membaca ayat-ayat Al-Qur'an.
Rasulullah bersabda âApabila engkau berdiri utk shalat bertakbirlah lalu bacalah yg mudah dari al-Qurâan â.
 Rukuâ
Lalu rukuâ, dimana ketika rukuâ ini beliau mengucapkan :
 Subhaana, rabbiyal, âadzhiimi, Wabihamdihi (Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Agung)
â> dzikir ini diucapkan beliau sebanyak tiga kali. (Hadits Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah, Ad-Daaruquthni, Al-Bazaar, dan Ath-Thabarani) Rasulullah sering sekali memperpanjang Rukuâ, Diriwayatkan bahwa : âRasulullaah SAW, menjadikan ruku'nya, dan bangkitnya dari rukuâ, sujudnya, dan duduknya di antara dua sujud hampir sama lamanya.â (Hadits  Riwayat Imam Bukhari dan Muslim)
I'tidal
Pada saat ketika kita i'tidal atau bangkit dari ruku, dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu ataupun sejajar telinga, seiring Rasululullah SAW menegakkan punggungnya dari rukuâ beliau mengucapkan:
Sami'allaahu, li, man, hamida, hu âMudah-mudahan Allah mendengarkan (memperhatikan) orang yang memujiNyaâ. (Hadits diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim) âApabila imam mengucapkan âsami'allaahu liman hamidahâ, maka ucapkanlah ârabbanaa lakal hamduâ, niscaya Allah memperhatikan kamu. Karena Allah yang bertambah-tambahlah berkahNya, dan bertambah-tambahlah keluhuranNya telah berfirman melalui lisan NabiNya SAW (Hadits diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Ahmad, dan Abu Daud)
 Hal ini diperkuat pula dengan : Disaat Rasulullah sedang Sholat berjamaah, lalu ketika Iâtidal beliau mengucapkan âSami'allaahu, li, man, hamidahâ lalu ada diantara makmun mengucapkan âRabbanaa lakal hamduâ, Lalu pada selesai Sholat, Rasul bertanya âSiapakah gerangan yang mengucap âRabbanaa lakal hamduâ, ketika aku ber Iâtidal? Aku melihat para malaikat berlomba lomba untuk menulis kebaikan akan dirimu dari jawaban ituâ. Maka sudah cukup jelas bahwa mari kita mulai melafalkan : Rabbanaa, lakal, hamdu (Ya Tuhan kami, bagiMulah, segala puji) Kesmpurnaan lafadzh diatas :
mil ussamaawaati, wa mil ul ardhi, wa mil u maa shyiâta, min shai in, ba'du (Sepenuh langit, dan sepenuh bumi, dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki, dari sesuatu, sesudahnya) (Kalimat diatas didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu âUwanah)
Sujud
Ketika kita sujud, maka dengan tenang hendaknya kita mengucapkan do'a  sujud seperti yang telah dicontohkan Rasulullaah SAW. Dzikir ini beliau ucapkan sebanyak tiga kali, dan kadangkala beliau mengulang-ulanginya lebih daripada itu. Subhaana, rabbiyal, a'laa, wa, bihamdi, hi (Maha Suci, Tuhanku, Yang Maha Luhur, dan, aku memuji, Nya) Duduk antara dua Sujud
Ketika kita bangun dari sujud, maka hendaklah kita melafadzkan seperti yang dilakukan Rasulullaah, dan bacalah do'a tersebuh dengan sungguh-sungguh, perlahan-lahan, dan penuh pengharapan kepada Allah SWT. Di dalam duduk ini, Rasulullah SAW Â mengucapkan :
Robbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii wahdinii, wa 'aafinii, WaâFuanni
(Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah kekuranganku, sehatkanlah aku, dan berilah rizqi kepadaku) Dari Hadits yang diriwayatkan Muslim, bahwa Rasulullaah saw, kadangkala duduk tegak di atas kedua tumit dan dada kedua kakinya. Beliau juga memanjangkan posisi ini sehingga hampir mendekati lama sujudnya (Al-Bukhari dan Muslim). Duduk At-Tasyaahud Awal
 Sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu 'Uwanah, Asy-Syafi'i, dan An-Nasa'i. Dari Ibnu 'Abbas berkata, Rasulullaah telah mengajarkan At-Tasyahhud kepada kami sebagaimana mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepada kami. Beliau mengucapkan : Attahiyyaatul mubaarakaatusshalawaatutthayyibaatulillaah. Assalaamu 'alayka ayyuhannabiyyu warahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu 'alayna wa 'alaa 'ibaadillaahisshaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah.
     Wa asyhadu annaa muhammadarrasuulullaah.      (dalam riwayat lain : Wa asyhadu annaa, muhammadan, 'abduhu, warasuuluh)
2. Menurut hadist yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, Muslim, dan Ibnu Abi Syaibah. Dari Ibn Mas'ud berkata, Rasulullaah saw telah mengajarkan at-tasyaahud kepadaku, dan kedua telapak tanganku (berada) di antara kedua telapak tangan beliau - sebagaimana beliau mengajarkan surat dari Al-Qur'an kepadaku : â> (Mari diresapi setiap katanya sehingga shalat kita lebih mudah untuk khusyuk) Attahiyyaatulillaah, wasshalawatu, watthayyibaat. (Segala ucapan selamat adalah bagi Allaah, dan kebahagiaan, dan kebaikan). Assalaamu 'alayka *, ayyuhannabiyyu, warahmatullaah, wa barakaatuh. (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu , wahai Nabi, dan beserta rahmat Allah, dan berkatNya). Assalaamu 'alaynaa, wa 'alaa, 'ibaadillaahisshaalihiiin. (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kami pula, dan kepada sekalian hamba-hambanya yang shaleh). Asyhadu, allaa, ilaaha, illallaah. (Aku bersaksi, bahwa tiada, Tuhan, kecuali Allah). Wa asyhadu, anna muhammadan, 'abduhu, wa rasuluhu. (Dan aku bersaksi, bahwa muhammad, hambaNya, dan RasulNya).
Notes : * Hal ini ketika beliah masih hidup, kemudian tatkala beliau wafat, maka para shahabat mengucapkan : Assalaamu 'alannabiy (Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada Nabi). Bacaan shalawat Nabi SAW di akhir sholat
Rasulullah SAW. mengucapkan shalawat atas dirinya sendiri di dalam tasyahhud pertama dan lainnya. Yang demikian itu beliau syari'atkan kepada umatnya, yakni beliau memerintahkan kepada mereka untuk mengucapkan shalawat atasnya setelah mengucapkan salam kepadanya dan beliau mengajar mereka macam-macam bacaan salawat kepadanya. Berikut kita ambil sebuah hadits yang sudah umum/biasa kita lafadzkan, diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Al-Humaidi, dan Ibnu Mandah.
Allaahumma, shalli 'alaa muhammad, wa 'alaa, aali muhammad. (Ya Allah, berikanlah kebahagiaan kepada Muhammad dan kepada, keluarga Muhammad) Kamaa, shallayta, 'alaa ibrahiim, wa 'alaa, aali ibraahiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan kebahagiaan, kepada Ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim). Wa 'barikh alaa muhammad, wa 'alaa aali muhammad. (Ya Allah, berikanlah berkah, kepada Muhammad, dan kepada, keluarga Muhammad) Kamaa, baarakta, 'ala ibraahiim, wa 'alaa, aali ibraahiiim. (Sebagaimana, Engkau telah memberikan berkah, kepada ibrahim, dan kepada, keluarga Ibrahim). Fil Allamina Innaka, hamiidummajiid. (Sesungguhnya Engkau, Maha Terpuji lagi Maha Mulia).
Salam
âRasulullah SAW. mengucapkan salam ke sebelah kanannya :
 Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah, serta berkatNya),
 sehingga tampaklah putih pipinya sebelah kanan. Dan ke sebelah kiri beliau mengucapkan : Assalaamu 'alaikum warahmatullaah
(Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepada kamu sekalian serta rahmat Allah), sehingga tampaklah putih pipinya yang sebelah kiri.â
( Hadist Riwayat : Abu Daud, An-Nasa'i, dan Tirmidzi )
Mari di perhatikan, bahwa ternyata ucapan kita ketika menoleh ke kanan (salam yang pertama) lebih lengkap daripada ucapan kita ketika menoleh ke kiri (salam yang kedua )
âââââââââââââââââââââââââââ
Subhanallah dan Alhamdulillah, Maha Benar Allah atas segala FirmanNya. Luar biasa sekali ya arti dari bacaan Sholat ini. Makin merunduk kita, makin terlihat kecil kita, makin menangis kita.
Saya berharap agar ini menjadi bagian dari jalan kemudahan untuk kita di dalam menggapai khusyuk dan memahami setiap gerakan yang kita lakukan. Maka jika kita tahu dan mengerti akan nikmatnya shalat itu, mari kita share ke keluarga kita.
Selamat meresapi dan jangan lupa untuk share ke orang orang yang kita cintai.
Subhanallah âș
saat kita sholat. kita tau kan apa arti dari bacaan yang kita baca ? *ngomongsamacermin
Seketika Merindu
Bagaimana kabarmu? Sudah berbulan-bulan kita tak saling berkirim kabar. Sibuk dengan dunia masing-masing. Tenggelam didalamnya, kita saling melupakan. Sungguh jarak menjadikan kita semakin berjarak. Meski media sosial begitu banyak tersedia, tapi sekedar bertanya 'apa kabar' pun begitu sulit. Media sosial yang katanya mendekatkan yang jauh, tidak berlaku untuk kita. Dan, aku merindukanmu. Disini. Merindukan perjalanan-perjalanan kita. Menyusuri pantai, menikmati matahari terbenam, hingga berlarian dibawah guyuran hujan malam. Berteduh sembari menyaksikan hujan bersatu dengan cahaya lampu jalan. Sungguh menjadi pemandangan indah. Terima kasih, telah menjadi saudaraku. Dipertemukan dalam manisnya ikatan ukhuwah. Ikatan manis penuh cinta. Hingga seberapapun jauhnya jarak memisahkan. Aku percaya satu hal, kita tidak akan pernah saling melupakan dalam doa-doa. #Tini