Dua Puluh Tiga
belakangan, dua puluh tiga, isinya semua soal rencana
meski tak pernah suka matematika, kerja nya semua kini tetiba soal kalkulasi angka
pertambahan, hasilnya jadi angka tabungan
pengurangan, hasilnya jadi menahan keinginan
pembagian yang disisihkan, hasilnya bahagiakan yang disayang
semua hitungan mungkin masih jauh dari mimpi tercukupkan, doa setiap jerebah tangan jadi kekuatan, dengan harap kelak kan dapat apa yang selama ini jadi panjatan
hidupnya kini samar dari seru, mungkin karna semua sudah ramai dengan aksi, ganjaran nya setiap minggu-setiap bulan, isi harinya senin semua
sudah kejauhan sepertinya dari hidup hening dan tenang, sekarang semuanya jadi bising dan dalih untuk mengejar
serentak tersendat dengan cetus tanya, belakangan- dua puluh tiga dan untuk seterusnya- memangnya
apasih yang dikejar?












