Hujan tadi pagi tak lantas membuat mentari tuk enggan bersinar lagi
EXPECTATIONS

Love Begins

bliss lane
h

Product Placement
RMH
Not today Justin
Lint Roller? I Barely Know Her
Fieri Frames
art blog(derogatory)
The Bright Sessions
Color Me Curious
The Stonewall Inn
Phantogram Three
Mike Driver

❣ Chile in a Photography ❣
KIROKAZE
hello vonnie

#extradirty

gracie abrams

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from Vietnam

seen from Saudi Arabia

seen from Australia

seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from France
seen from United States

seen from Singapore
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from China
@nyanyaks-blog
Hujan tadi pagi tak lantas membuat mentari tuk enggan bersinar lagi
Tak ku pungkiri, jika aku sangat merindukan pagi ketika bersamamu
Aku terjebak akan sebuah rindu masa lalu
Wanita dan senja merah jambu. Indah merekah meski resah dan penuh amarah. Tak jarang gundah dan gelisah hingga akhirnya hanya seuntai kata pasrah yang terukir.
Jangan biarkan diriku tenggelam dalam ketidakpastian cinta yang mau berikan.
Aku sedang sibuk mengejar mimpi yg tak bermakna
Adakah malam yang lebih Indah dari malam saat kita bersama? Saling berbagi kehangatan lalu kau rebahkan aku dalam pelukmu, dengan sedikit manjaku kucoba tuk menjauh namun kau tak juga jauh.
Jika saja kabut malam ini dapat berbicara, mungkin juga ia kan menceritakan semua keluhku padanya tentang segala rinduku untuknya.
Saat aku berjalan, Mencari suatu titik yang kuanggap itu terang. Lusuh, kusam dengan balutan busana tanpa jahitan. Kuseret kaki ini, kupaksa karna ingin segera kutemukan sinar itu. Jalan berasapal air bahkan api kupijaki. Manusia-manusia penghuni jalan itu tak begitu berarti untukku. Setiap pandang itu menatapku jijik. Tak sedikit dari mereka yang juga tak jauh lebih baik dariku, mencaciku memakiku bahkan meludahiku. Aku diam. Bukan berarti aku tak bisa melawan, hanya saja ku tak ingin diriku semakin menjijikkan. Kuanggap itu adalah pukulan agar aku semakin kuat untuk berjalan. Dengan ejekan, cacian dan ludah kalian para manusia yang rupawan nan menawan. Kini kutemukan sebuah titik terang yang kucari dalam gelap gemerlap bintang penuh awan.
Seorang perempuan sedang mendaki ke pikiranmu
Seorang perempuan bersusah payah meraih ujung bukit pikiranmu. Tidak ada pijakan. Yang ada hanya pikiran-pikiran kosong tentang masa depan yang tak pernah terbayangkan. Segala serasa seperti mau mati, tapi sang perempuan bersikeras tak mau mengakhiri. Hingga sampailah pada satu kenyataan: lelaki yang selalu ia usahakan untuk mencapai pikirannya, kini telah pergi. Ke pikiran lain lagi.
Kubiarkan kasih ini seperti mentari, ia datang ketika pagi lalu ia pergi ketika senja hingga ia menghilang kemudian ia kembali lagi dengan nuansa yang berbeda, namun ku tetap menerima dengan keadaan apapuan ia kembali dan akan terus seperti itu.
Kubiarkan rindu ini lenyap bersama kabut semalam. Meski aku tahu, malam akan kembali datang. Dan mungkin saja kabut juga akan kembali datang. Begitu juga dengan rindu ini.
Di bawah rembulan, diantara beribu bintang Aku menuai berbagai harapan Digelapnya malam, dibawah harapan Aku tlah menginjak dunia kelam Di antara gemerlapnya lampu kota Aku berada disudut ruang hampa Diantara beribu wanita malam Aku tlah kehilangan angan Diantara mereka yang taat Aku merasa bangsat
Jiwaku
Bisik suara lembut menyentuh sudut jiwaku Mengarungi ruang demi ruang jiwaku Menyelinap dalam sepi jiwaku Menyusuri setiap lorong jiwaku Terus berjalan Hingga tak dapat kau keluar lagi Entah Dari mana kau datang Entah Untuk apa kau datang Lalu kau tak juga beranjak Kau masih memenuhi setiap ruang dalam jiwaku Siapakah kau Jiwaku kacau olehmu Jiwaku terdampar dalam diri yang lusuh Jiwaku lecet, jiwaku ambruk, jiwaku berantakan, jiwaku bercacar, jiwaku berpencar, jiwaku terkapar
Jika
Jika malam ini, Aku merayumu Jika malam ini, Aku layu karenamu Jika malam ini, Aku lusuh olehmu Jika malam ini, Aku pasrahkan semua padamu Jika malam ini, Aku basah juga karenamu Jika malam ini, Aku mendesah dihadapanmu Jika malam ini, Nafsuku menggema karenamu Jika malam ini, Kurelakan semua untukmu Jika malam ini, Maluku hilang karenamu Jika malam ini, Diriku hanyalah untukmu Jika malam ini, Aku lelap olehmu Jika malam ini, Aku membelai basah rambutmu Jika malam ini, Aku menyusuri ruang gelapmu Jika malam ini, Aku tersipu desah nafasmu Lalu akankah kau juga akan lakukan hal itu Lalu apakah kau menikmati itu Dan akan kuserahkan semua kepadamu Mimpi
Entah
Aduh .... Ah ... Aduh .... Ah ... Gelisah ... Hasratku semakin tak terarah Ah ... Entahlah. Entah mau lari kemana Entah bersama siapa Kemana saja Mungkin kesitu Atau mungkin bersamamu ... Mungkin saja
Awalnya biasa saja, kemudian kau membiasakan Setelah itu aku terbiasa denganmu Dengan mudahnya, begitu saja kau pergi Kemudian aku tak terbiasa lagi tanpamu Dan terkadang masih mencarimu Namun kau tlah hilang Entah kemana Aku mencarimu, dan masih mencarimu Kau nampak, namun tak dapat kugapai Aku terus berjalan dibelakangmu, namun kau lari Hingga akhirnya, diujung Kasih ini aku sadar Mencarimu bagai mengejar bulan Indah, terlihat nyata namun tak dapat kugapai Hanya dapat kunikmati kau dari jauh Tak dapat kugenggam dan kumiliki