...terima kasih untuk segala dingin yang menyejukkan kepala.
Cosimo Galluzzi

pixel skylines

Kiana Khansmith
No title available

bliss lane
EXPECTATIONS
Today's Document

gracie abrams
h

Game Changer & Make Some Noise
YOU ARE THE REASON
Cosmic Funnies

ellievsbear

izzy's playlists!

oozey mess
Monterey Bay Aquarium
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

blake kathryn
Sweet Seals For You, Always
Not today Justin
seen from United States

seen from Bangladesh

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from Germany
seen from Mexico
seen from Israel

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Paraguay

seen from United States

seen from Venezuela

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Somalia
seen from Japan
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@terataisenja
...terima kasih untuk segala dingin yang menyejukkan kepala.
Aku terlalu leksem untukmu yang paragraf.
Apa-apa yang tidak bisa aku selami secara kognitif, aku temukan dalam dirimu
Selamat dan panjang umur.
Ini adil atau apa? Ketika aku mati-matian melupakan, Tuhan malah dengan mudah mengingatkan.
Jatinangor, 19 Juli 2019 00.02—terbangun karena memimpikanmu.
have you ever cried because you are you? :(
Terimakasih sekali lagi karena sudah mau dengan saya walau itu cuma dalam mimpi.
Barangkali ini hanya karena aku yang terlalu kaki untuk menggapai langit, sedangkan kau terlalu kepala untuk menerima bumi.
Aksara tak sempat menjelma suara. Kata-kata tidak sempat menjadi cerita, sebab aku dan kamu tidak pernah sempat menjadi kita.
Aku curiga, jangan-jangan hujan sebenarnya adalah presipitasi kenangan yang tak pernah diuapkan waktu.
Kau tau apa yang lebih susah dari melupakanmu? Itu adalah membuat sebuah puisi ketika kau sudah tak lagi milikku.
Kekasihku bertanya kepadaku: “Apa bedanya aku dengan langit?” Perbedaannya, Sayang, adalah jika kau tertawa, aku lupa apa itu langit.
Nizar Tawfiq Qabbani
Walau bagaimanapun, tetap akan ku rengkuh seluruh engkau sebagai pengelana jauh yang jatuh menimpa tubuh.
Sebenarnya, kenangan ada untuk membahagiakan kita disaat kita lupa masa lalu itu seperti apa. Di saat kita lupa, siapa yang pernah tinggal lalu pergi begitu saja.
...tapi, di luar hujan, dik.
Aku ingin keluar rumah Dan mengunci pintu Tapi, di luar hujan, dik. Aku ingin tubuh basah seketika Tapi rindu saja, terlanjur membasahi seisi dada. Di luar hujan, Dan hanya kenangan yang tahu jalan pulang Ia datang bersama penyesalan Yang tenang, diterpa ketidakmungkinan. —terinspirasi dari storiesgram @aanmansyur
Aku ingin..
Aku ingin kau memelukku Seperti aku memeluk rindu Tak mau lepas Tak mau tuntas
Aku ingin kau melihatku Seperti aku melihat senyummu Tenggelam dalam bayang Terbenam menjadi kenang
Aku ingin.. Kau mencintaiku Seperti aku mencintaimu.
Seorang perempuan sedang mendaki ke pikiranmu
Seorang perempuan bersusah payah meraih ujung bukit pikiranmu. Tidak ada pijakan. Yang ada hanya pikiran-pikiran kosong tentang masa depan yang tak pernah terbayangkan. Segala serasa seperti mau mati, tapi sang perempuan bersikeras tak mau mengakhiri. Hingga sampailah pada satu kenyataan: lelaki yang selalu ia usahakan untuk mencapai pikirannya, kini telah pergi. Ke pikiran lain lagi.