Kalau pengalaman yang jadi tujuan, setiap proses adalah kemenangan.
I'd rather be in outer space 🛸

shark vs the universe
NASA
Sweet Seals For You, Always
will byers stan first human second
𓃗
One Nice Bug Per Day
The Stonewall Inn
Show & Tell

Love Begins
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
d e v o n

bliss lane
No title available
we're not kids anymore.
todays bird
tumblr dot com
EXPECTATIONS

★
Claire Keane

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from Iraq
seen from United States
seen from Finland

seen from Malaysia

seen from Venezuela
seen from Argentina
seen from Chile

seen from United States
seen from Brazil
seen from Palestinian Territories
seen from United States

seen from Brazil
seen from United States
seen from Azerbaijan
seen from United States

seen from United States
seen from Mexico

seen from Greece
@nyarande
Kalau pengalaman yang jadi tujuan, setiap proses adalah kemenangan.
Apapun itu tentangmu bu, aku rindu
Hari² bike to work is coming
Motor gw kenapa ngegas sendiri ya? apa dia marah 😭
Melewati pagi dengan episode vasovagal seperti nyawa yang meninggalkan raganya selama 5 menit di toilet.
When you loose your mom, the happiest moments are also the saddest, because every milestone comes with the pain that you can't share it with them 💔
Di antara banyak keraguan dari perjalanan panjang, akhirnya perasaan yang utuh itu kutemukan, tapi anehnya, rasanya seperti pulang.
Oleh tumblr aku dirayakan! Tak lupa terima kasih kepada teman² yang udah reblog, like, dan mampir 🫶
Gak make sense banget lagi pusing malah PO sepeda 😭
Di antara banyak keraguan dari perjalanan panjang, akhirnya perasaan yang utuh itu kutemukan, tapi anehnya, rasanya seperti pulang.
Beberapa kali dekat dengan maut namun tak kunjung berjodoh.
First time senin jadi sumala, gimana engga hampir 1 team minta approval cuti 😭
Makin dewasa ngerasa the true luxury is not about how much you make, but how much free time you actually own.
Akhir-akhir ini, ikhlasnya jauh lebih besar dari biasanya.
Pulang
Jika masih ada sisa ruang, semoga setiap amin yang kulangitkan mampu memantik kembali kehangatan yang sempat padam.
Namun, jika semesta menggariskan jeda yang selamanya, aku harus mengerti bahwa merelakan bukanlah sebuah kekalahan. Ia adalah bentuk kasih sayang paling tulus untuk diri sendiri.
Berhenti mendekap kaktus yang hanya memberi luka, padahal hatimu berhak untuk kembali pulih dan dijaga.
Remembrance (1)
Aku belum menuliskan secara detail bagaiman ibu berpulang. Aku yang masih mengeja rasa, memluk semua duka, merasa masih terpocel-pocel langkah ini, rasanya selalu berat untuk menelusuri waktu lagi melihat kebelakang semua hal yg terjadi begitu cepat.
Ya, begitu cepat, dari kebahagiaan menjadi sebuah kedukaan......
Ibuku datang ke Melbourne pertengahan Oktober. Ia datang bersama nenekku yang ingin merasakan Melbourne, sedangkan aku sendiri masih di perjalanan melanglang buana dari Rotterdam. Sebelumnya, adikku yang perempuan sudah datang duluan di Melbourne, dan beberapa hari kemudian adikku yang laki-laki datang ke Melbourne.
Tak pernah disangka, kaum kelas menengah ini bisa membawa keluarganya ke luar negeri, terima kasih kepada pendidikan yang bisa memberikan akses sebegitu besarnya. Kemudian nenekku pulang dan adik-adikku pulang di awal november, tapi ibuku tidak pulang karena ia akan menghadiri wisuda AAS ku di akhir November dan wisuda universitasku di pertengahan desember.
Di pertengahan november, aku dan suami pergi berlibur ke Tasmania hanya berdua. Hal yang sudah kurencanakan jauh-jauh hari, sambil meminta izin ibu, "Apakah gapapa aku nitip Hannah untuk diantar dan jemput sekolah selama 5 hari?" dan ibu bilang tidak apa, maka kami berangkat.
Memang sepulang kami dari Tasmania, kesehatan ibu terlihat menurun. Ibu mengeluh sakit di beberapa bagian seperti perut yg terus-terusan terasa begah, dan juga di sekitar payudara yang rasanya seperti ditusuk-tusuk tembus sampai punggung. Setelah beberapa hari sakit, ia baru menunjukkan kalau ternyata ada massa besar di sekitar payudara yg pernah di mastektomi. Sudah memerah dan keras sekali. Itulah yg menjadi penyebab setiap malam ibu tidak pernah bisa tidur nyenyak, nyeri hebat.
Ibu selalu bilang kepada kami, "Padahal waktu di Indonesia, ibu udah pengen jalan2 naik tram sendiri karena udah hafal. Tapi ibunya malah sakit." Ia tertawa getir. Ia hanya di rumah saja, terkadang keluar flat kami, tapi ibu tetap memasak untuk kami sehingga setiap kali kami pulang ke rumah sekitar jam 6 sore sudah terhidang makanan enak di meja.
Pada suatu hari, ia merasa sedikit bosan dan menerima tawaran kami untuk berjalan-jalan ke Preston market, dan disanalah deep conversation terakhir aku dan ibu terjadi. Di tempat yang ramai dan banyak distraksi. Tapi dari sana aku benar-benar lega dan merasa tidak ada tanggungan lagi dengan ibu.
Memasuki bulan desember, kesehatan ibu semakin menurun lagi. Ia bahkan tak sanggup lagi beranjak dari kasur. Ia akan beranjak jika hanya ingin ke toilet. Sudah tidak ada lagi hidangan lezat setiap harinya.
Aku yang hanya tinggal menunggu wisuda dan sudah tidak ada assignment apa-apa, mencoba untuk menemaninya setiap hari di rumah. Akhirnya aku random mengajaknya untuk menonton drama korea berjudul "Bon Apettite, Your Majesty" ternyata ibu sangat menyukainya. Drama ini mengingatkan ibu pada drama korea jaman baheula di Indonesiar berjudul "Jewel in The Palace" yang sama-sama bercerita tentang koki istana.
Di masa ini, aku sering kali terbangun malam hari dan melihat ibu meringis-ringis kesakitan, atau bahan menungging-nungging menahan sakit. Ia sering kali minta dipijetin punggungnya untuk mengurangi rasa nyeri hebat. Beberapa kali kami minta ibu untuk ke dokter tapi ibu tak mau. Ia tahu harga dokter yg tidak di cover asuransi akan sangat mahal sekali. Sehingga ia hanya minum obat pereda nyeri dari chemist saja. Tapi sepertinya, obat itu tidak menolong banyak karena ibu tetap tidak bisa tidur semalaman, dan terkadang hanya jatuh tertidur 15-30 menit saja.
sampai sini dulu, rasanya belum sanggup lagi menulis. aku merasa hormon stresku keluar banyak
Apakah Benar Kita tidak Pernah Benar-benar Sembuh?
Kita sering diajari bahwa luka punya akhir, bahwa suatu hari nanti, semuanya akan pulih, kembali seperti semula. Tapi mungkin yang tak pernah benar-benar kita akui adalah tidak semua yang retak bisa utuh lagi dengan bentuk yang sama. Ada bagian dari diri yang tetap menyimpan bekas, seperti dinding yang pernah diguncang gempa, masih berdiri, tapi tak lagi persis seperti dulu. Dan anehnya, kita tetap hidup di dalamnya, belajar menata ulang ruang, seolah-olah itu sudah cukup untuk disebut sembuh.
Barangkali, sembuh bukan tentang menghapus rasa sakit, melainkan tentang berdamai dengan kehadirannya. Tentang bagaimana kita tetap bisa tertawa di sela ingatan yang sesekali menyengat, atau tetap melangkah meski ada bagian kecil yang diam-diam masih tertinggal di masa lalu. Kita menjadi ahli dalam menyamarkan luka bukan untuk membohongi orang lain, tapi agar kita sendiri bisa terus berjalan tanpa harus berhenti di setiap rasa yang belum selesai.
Jadi, apakah benar kita tak pernah benar-benar sembuh? Mungkin iya. Tapi itu bukan kegagalan. Itu hanya cara lain dari menjadi manusia—rapuh, tapi bertahan. Kita tidak kembali utuh seperti dulu, melainkan tumbuh dengan cara yang berbeda: membawa luka sebagai bagian dari cerita, bukan sebagai akhir dari segalanya. Dan mungkin, di situlah letak keindahannya, bahwa meski tak sepenuhnya pulih, kita tetap memilih untuk hidup, lagi dan lagi.
Written by Aftansa
Catatan dari East of Eden.
Kalimat ini membuatku berhenti sejenak
"And now that you don't have to be perfect, you can be good."
Selama ini aku terlalu sibuk memastikan segalanya terlihat 'selesai'. Aku sering merasa kalau satu kesalahan kecil saja sudah cukup untuk menghapus semua nilai yang aku bangun.
Segalanya terasa lebih ringan saat aku berhenti mengejar standar yang tidak masuk akal. Steinbeck menyebutnya Timshel—sebuah pilihan. Bagiku, itu adalah pilihan untuk berhenti mempersulit diri sendiri.
Menerima diri sebagai sosok yang tidak pernah benar-benar 'selesai' jauh lebih melegakan; sebuah bentuk syukur atas keterbatasan yang memang sudah semestinya ada.