trust that everything will fall into place without you forcing it there.
October Mantra🥰
KIROKAZE
Today's Document
Sweet Seals For You, Always
No title available
occasionally subtle

No title available

Product Placement
Claire Keane
Sade Olutola
Misplaced Lens Cap
we're not kids anymore.
YOU ARE THE REASON
🩵 avery cochrane 🩵

Discoholic 🪩
Monterey Bay Aquarium
Lint Roller? I Barely Know Her

Andulka
art blog(derogatory)
d e v o n
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Canada
seen from United States

seen from Moldova

seen from Poland
seen from Singapore
seen from Brazil

seen from Chile

seen from United States

seen from France
seen from Gabon
seen from Russia
seen from Morocco
seen from Morocco
seen from Türkiye
seen from Uzbekistan
seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
@omirahim
trust that everything will fall into place without you forcing it there.
October Mantra🥰
Kembali diingatkan dari film ini bahwa segala sesuatu yang tulus… pasti akan sampai ke hati!
Bener Gak Sih, Perempuan Saling Mendukung?
Aku sering merenung belakangan ini. Sebenarnya, sudah lima tahun terakhir — mungkin lebih.
Tentang perempuan.
Tentang kita yang katanya saling mendukung, saling menyemangati, saling mengangkat satu sama lain. “Woman empower woman” , slogan itu ada di mana-mana sekarang. Di feed Instagram, di totebag, bahkan di bio orang-orang yang belum tentu kita kenal betul.
Tapi dalam hidupku sendiri, kalimat itu kadang terdengar… hampa. Seolah-olah hanya mantra yang kita ulang, bukan kenyataan yang sungguh kita hidupi.
Karena jika aku jujur (dan ini barangkali akan membuatku terdengar sinis) pertemanan perempuan seringkali dibumbui oleh sesuatu yang sulit diakui: kecemburuan.
Kita iri saat teman berhasil lebih dulu. Kita merasa kecil saat dia terlihat lebih cantik, lebih ringan hidupnya, lebih “jadi”. Kita mencintai satu sama lain, tapi juga membandingkan diri diam-diam.
Apakah itu salah? Entahlah.
Mungkin itu manusiawi. Mungkin justru karena kita sangat peduli, sangat ingin diakui, sangat mendambakan kedekatan dan penerimaan, maka luka-luka kecil itu muncul.
Tapi apakah itu berarti woman tidak bisa empower woman?
Tidak juga.
Setelah menjalani proses inner work yang panjang — dan terus berlanjut seumur hidup — aku sampai di titik pemikiran ini: woman empowering woman bisa benar-benar terjadi ketika kita, sebagai perempuan, sudah merasa utuh. Sudah berdamai dengan diri sendiri, dengan masa lalu kita, dengan bayangan-bayangan yang dulu kita tolak.
Karena keutuhan itu menghasilkan energi yang berbeda.
Lebih tenang. Lebih tulus. Tidak merasa terancam oleh cahaya orang lain, karena tahu bahwa kita pun bersinar dengan cara kita sendiri.
Empowerment bukan selalu soal sorakan lantang dan pelukan hangat. Kadang, itu dimulai dari keberanian untuk mengakui bahwa:
“Aku cemburu padamu, tapi aku tetap di sini, mendukungmu.”
Atau, “aku belum bisa sebahagia kamu, tapi aku senang kamu bahagia.”
Dan mungkin, pada akhirnya, woman can empower woman; bukan karena kita sempurna atau selalu positif, tetapi karena kita terus belajar untuk saling melihat, saling hadir, dan saling menyayangi, bahkan saat rasanya sulit.
Kita tidak harus utuh sepenuhnya untuk bisa mendukung.
Tapi ketika kita belajar mencintai diri sendiri, pelan-pelan… kita juga jadi ruang aman bagi satu sama lain.
Dari sanalah, empowerment yang tulus itu lahir.
Sunyi. Lembut. Tapi nyata🍀
Tulisan ini untukmu, perempuan lain di luar sana yang sedang bertumbuh,
aku di sini. Dan aku melihatmu.
-FR, 280725
Aghhhh setelah seharian ini greges mau batuk pilek, badan linu-linu mau mens, dan menghadapi Bonny dalam mode “jack-ass”nya, tibalah momen saat aku bisa menikmati duduk tenang setelah ngepel, mukul kecoa, dan mandi air super panas..
Ditemenin playlist youtube dari Happiko (yang jazzy dan nyaman banget), hari ini aku bisa cukup rileks setelah 2 bulan “survival mode” mikirin EP, ide menyapih yang selalu gagal, nge-freelance, jungkir balik jadi ibu-istri dan diri sendiri. Aku bisa lumayan “terkoneksi” sama Faza di berbagai masa.
Sebelum tidur; aku mau melapangkan hati.
Aku mau minta maaf sama diriku sendiri yang pernah mencari, memohon, dan terjebak pada cinta yang salah,
Aku mau minta maaf sama orang-orang yang pernah kusakiti secara sengaja atau tidak,
Aku mau minta maaf pada momen, waktu yang telah kusiakan karena terlalu banyak mencari dan berharap,
Aku mau minta maaf pada orang-orang tersayangku, yang selama ini selalu ketiban curhat, pikiran liar, tapi tetap memilihku selalu..
Semoga di semesta ini dan dimensi lainnya, aku, kita mendapatkan kedamaian dan berkah berlimpah.
Supernatural🐋
Satu dari empat!
Pasti banyak kurangnya. Mulai dari teknik vokal, produksi dan lainnya. Yang penting berkarya dulu. Berkarya dengan bahagia supaya energinya mengalir ke semua yang mendengarkan🩷
Helsinki, Finland
Soon, Finland!
Selalu ada sisi Faza yang berapi-api dan ingin bikin karya.
Selalu ada sisi Faza yang melankolis dan romantis, menggebu-gebu, ingin meluapkan hatinya lewat sebuah lagu.
Diantara semua sisi itu, hidup terus berjalan dan membuat jejak langkah jadi berputar, berhenti sejenak.
Setelah banyak tahun terlewati dengan “art block”, akhirnya kembali bisa menemukan ide-ide gila setelah meluangkan banyak kembali ruang di sudut hati dan pikiran.
Sempet maju-mundur-maju-ragu-stress saat prosesnya. Struggling juga karena sekarang susahh banget cari personel band😞 (apalagi yang cocok). Jadilah semuanya dimulai sendirian, lalu bertambah seiring waktu dan izin semesta.
“Duuuh emang aku teh siapa sih? So-soan bikin lagu…” sering banget pemikiran ini muncul.
Tapi selalu berusaha dan menikmati proses dari segala rasa di dalamnya sambil terus dan terus melangkah.
Terharu. Akhirnya sampai juga di titik ini🍀
Semoga lancar dan berbuah baik untuk proses selanjutnya!
Enggak kerasaa,
Bentar lagi Bonny udah mau dua tahun. Makin besar, besar dan besarrr. Semoga besar hatinya juga ya Bon. Selain daripada itu, semoga besar rejeki dan berkahnya juga🍀🍀
Ibu banyak banget berdoa. Semoga dari semua yang doa ibu panjatkan, diantaranya Bonny jadi pribadi yang keren. Keren versinya Bonny.
Jadi anak yang berakal dan berbudi yaaaa🍀🍀
At this moment I feel scared.
But you will make me stronger than I ever knew I could be.
Sambil memuntahkan kembali 1 slice pizza yang kumakan dan kuidamkan, aku kembali menyesap pahitnya air putih.
Varian pizza yang kusukai,
Air putih yang dulunya menyegarkan,
Sekarang semuanya terasa sulit dicerna oleh tubuhku.
“Gini ya rasanya 4 bulan dipercaya jadi ibu.. anaknya belum lahir, tantangannya udah dari sekarang…” lirih, aku dan batinku merenung.
Tidak pernah ada kata mudah dalam hal menjadi orang tua. Ini rahasia umum.
Tidak pernah ada ilmu yang 100% valid jika kamu bicara tentang “bagaimana cara mendidik anak”. Metode A mungkin bisa dipakai di satu keluarga. Tapi belum tentu efektif di keluarga lainnya.
Teringat 2 bulan lalu tentang diskusiku dengan ibu.
“Bu, apa sih hal yang enggak pernah bikin ibu nyesel hidup di dunia?” Tanyaku.
“Punya kamu sama Agya” jawab ibuku tegas, dan tanpa keraguan.
Sering banget aku benci dengan lingkungan sekitarku yang masih nemenin pelaku kekerasan domestik alias mantanku hanya karena rasa “kasihan” atau rasa solidaritas yang terlampau tinggi sampai jadi bias di hati nurani mereka.
Banyak juga yang masih buka kencleng untuk bantu dia bertahan di dalam bui, dan lagi-lagi karena kasihan.
Aku bukan orang yang pengen cari perhatian dengan speak up sana-sini di media sosial sambil bikin utas, karena jujur, hukum dari Yang Maha Kuasa itu lebih adil (tentunya untuk si pelaku, dan juga teman-temannya yang hipokrit). Makannya dulu aku cuma diam meski sakit hati banget.
Pernah aku meluangkan waktuku untuk cerita panjang kali lebar ke salah seorang perempuan yang saat itu masih kuanggap teman. Kenapa cerita? Soalnya dia tiba-tiba WA setelah aku sempat meng-quote retweet ke salah satu postingan di twitter yang cukup triggering.
“Maaf ya Faza, aku ga nyangka yang kamu alamin separah ini dulu”.
Wajar dia tidak tahu. Sebab aku juga memang memilih untuk enggak cerita detail kecuali ke temen-temen deketku atau orang yang kupilih untuk tahu. Nguras energi banget soalnya.
Setelah aku mencoba menceritakan detail dan kronologisku ke orang ini di sebuah pertemuan langsung, aku pikir dia bakal sedikit berempati denganku. Yang bikin mengejutkannya, dia malah bales gini kurang lebih, “aku sih kasian sama dia (pelaku), soalnya aku ngerasa berperan sebagai ibu buat mereka-mereka di organisasi. Yang penting kamu sekarang udah bahagia..”
Like.. wtf? Wkwk terus karena aku udah bahagia sekarang aku gaboleh punya rasa marah atau sakit hati? Konyol kan. Ada juga yang emang memilih untuk enggak ambil sikap sama sekali karena main aman dan ya mungkin masih butuh teman-teman toksik itu. It’s okay for me. Itu pilihan mereka yang semoga akan mereka sesali saat hal buruk menimpa mereka, atau saat orang sekitar mereka mengalami hal serupa. Amin.
Perjalanan keluar dari zona korban sepanjang tahun 2017 sampai 2020 itu adalah proses yang sunyi, menyakitkan dan kelam untukku. Semua teman yang tahu kisahku jarang yang berani atau tegas dalam mengambil sikap karena pelaku adalah teman satu circle mereka. Beda banget sama sikap sok anarki mereka yang sering ditampilin di media sosial atau lingkungan sekitar..
Jangankan berharap keadilan, berharap support yang tulus dari mereka saat itu rasanya seperti mimpi.
Meski begitu, selalu ada orang-orang yang hadir untukku. Ada pula orang baru yang mendukungku sampai aku bisa berdiri tegak dan bahkan masih berbuat baik kepada si pelaku di masa-masa gelap sambil berusaha memaafkan apa yang telah terjadi kepadaku. Aku berterima kasih untuk mereka. Kalian akan selalu mendapatkan hatiku dan hormatku sepenuhnya.
Di tahun 2021 hingga sekarang, memang masih ada rasa marah yang melekat; namun jiwaku sudah sangat baik-baik saja. Aku berhasil melaluinya dengan sangat tangguh dan mengikhlaskan semuanya.
__
Ditulis setelah 3 minggu selesai nonton The Glory part 1.
*) Sepanjang nonton serial itu, aku bisa ngerasain banget bahwa dendam pada porsi yang pas dan konsisten bisa jadi amunisi kita buat bertahan hidup. Itulah yang aku pelihara selama tahun 2017-2020.
*) Aku gak ada rencana balas dendam ke mantanku dan teman-temannya. Aku cuma berusaha hidup dengan baik setiap detik. Namun dalam setiap capaianku, aku mendoakan mereka semoga segera mendapat hidayah dan merasakan sakit yang lebih dariku. Maaf ya, Tuhan, kalau doaku tidak begitu baik..
*) Jika kehamilanku lancar, dan kelak anakku tumbuh dewasa, aku akan menceritakan hal ini kepadanya. Supaya dia belajar langsung dari ibunya dan tahu bahwa dunia itu keras, akan selalu ada hal-hal buruk di sekitar kita. Kalau dia lelaki, semoga dia dimampukan untuk mengambil sikap dan tegas terhadap ketidakadilan. Kalau dia perempuan, semoga dia bisa tangguh dan kuat sepertiku🍀 semoga anakku kelak dijauhkan dari hal-hal jahat. Amin.
__
Dokumentasi tahun 2018: foto pintu rumah uwakku yang ditendang sama pelaku sampe bolong. Uwakku, sepupuku, ibuku, tahu kalau dialah pelakunya. Marah? Ya. Kecewa? Ya. But my family is one of a kind. Selalu ada cara dari mereka untuk membuat hatiku semakin besar dan lapang.
Merekalah salah satu support system terkuat dalam perjalananku✨
Menghabiskan trimester 1 dengan segala perubahan.
Salah satu hal paling luar biasa di 2022 ini, adalah mendapatkan amanat jadi ibu. Awal-awal pas tau hamil di November, aku bingung banget. Karena masih baru pulang dari Jepang, aku sedang dalam mode “sangat ambisius” sama karir dan mimpi-mimpiku.
Tiba-tiba, Allah menitipkan si Utun kepadaku dan Bobby. Enggak cukup lama sebenernya waktuku untuk bisa beradaptasi dengan rencana cadangan sampai akhirnya aku bener-bener bisa menikmati perjalanan trimester 1 (sekarang udah jalan 11 minggu) dengan sangat senang.
Perjalanannya sih enggak semenyenangkan itu. Meski aku enggak sampai muntah-muntah parah, tapi banyak penolakan dari Utun. Terutama dalam hal makanan dan wewangian/aroma. Aku yang tadinya suka banget coklat dan minyak wijen, sekarang benci banget bahkan mual tiap mencium baunya atau sekedar membayangkannya. Aku yang suka banget sayur, sekarang sangat pilih-pilih karena Utun bisa langsung bereaksi. Aku yang dulu suka wewangian floral, sekarang berusaha menghindarinya. Mau mandi aja males banget apalagi keramas. Telat makan sedikit, perutku melilit luar biasa. Lebih cepat pipis, dan ngantukan. But I enjoy this process meski kadang misuh-misuh sambil “Aaaaaa” sendiri tiap kesel.
Sampai di tanggal 18 Desember; tiba-tiba jerawat bermunculan di wajahku. Beruntusan juga. Perubahan hormon menghampiriku secara ekstrem. Di tanggal 23-25 Desember aku muntah-muntah karena asam lambungku naik. Khawatir? Ya. Karena asam lambung bisa mempengaruhi tumbuh kembang janin. Tapi aku percayakan aja sama Allah untuk segala hal-nya. Di tanggal 26 Desember, aku memutuskan buat kontrol lagi ke dokter; tujuannya sih buat dapet obat rujukan asam lambung dan mual (jaga-jaga).
Namun, dokter menawarkan usg transvaginal untuk lihat kondisi janin. Aku iyakan saja, karena aku penasaran juga, dia terpengaruh enggak ya sama obat-obatan yang kuminum (obat asam lambung, obat batuk).
Ternyata Utun udah berkembang baik di dalam perut. Aku cuma bisa bilang “Gokiil”. Panjangnya 2.5cm dan detak jantungnya 100hz/menit. Inilah momen paling mengharukan di sepanjang 2022. Dokter bilang saat itu usia kehamilanku udah 9 minggu!
Dari kejadian itu aku makin yakin kalau Utun, adalah sosok kuat dan hebat. Karena dia mau aku ajak kompromi untuk kerja, mikir, dan makan (prinsipku meski mual dan muntah, makanan harus tetep masuk karena pikiran dan otakku yang kontrol adalah aku sendiri).
Semangat dan sehat-sehat ya Utun! 1 mingguan lagi kita lulus trimester awal. Ibu percaya, kamu pasti bisa dan keren kaya ibu dan ayah.
I will do my best for both of us!
I will pray the best for both of us!
_
Dark side: Faza, pernah enggak sih kamu takut kehilangan Utun di usia hamil muda?
Sering. Aku dan Bobby sering kepikiran. Tapi kalaupun itu terjadi, berarti itu yang terbaik dari Allah dan pasti ada rencana yang lebih baik lagi. Jadi enggak usah takut. Saat aku dititipkan, aku dan Bobby harus siap dengan segala resikonya. Kita enggak sendirian di dunia ini. Yang penting, sekarang mari jalani kehidupan terbaik bersama Utun yang sedang cepat berkembang di dalam perut.