Doa itu selalu dikabulkan
Semakin banyak perjalanan yang aku lewati, aku baru sadar bahwa Allah membuatku semakin dekat dengan doa-doaku.
KIROKAZE
tumblr dot com

@theartofmadeline
Fai_Ryy
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
official daine visual archive
No title available

Discoholic 🪩
Sweet Seals For You, Always

Product Placement
almost home
occasionally subtle
Today's Document
noise dept.
Monterey Bay Aquarium

No title available

shark vs the universe

Andulka
Cosmic Funnies

pixel skylines

seen from United Kingdom
seen from Iraq

seen from Morocco
seen from Nigeria
seen from Morocco
seen from Nigeria
seen from Nigeria
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
@opipost
Doa itu selalu dikabulkan
Semakin banyak perjalanan yang aku lewati, aku baru sadar bahwa Allah membuatku semakin dekat dengan doa-doaku.
Aku ingin meminta sesuatu, tapi aku malu. Jadi aku hanya meminta kepada-Mu, tolong bantu aku...
Tolong ajari aku...
Ajari aku bagaimana cara membunuh perasaan
Mengatakannya supaya perasaan itu cepat menguap?
Mencari hal buruk darinya?
Mengalihkan fokus pada hal lain?
Nyatanya, saat sendiri aku masih merasakan perasaan itu.
Jadi aku harus melakukan apalagi?
Tolong, ajari aku cara membunuh perasaan, sampai tuntas.
Mungkin aku perlu berdo’a lebih kencang, agar perasaanku untukmu benar-benar dihilangkan.
Aku dapat yang aku impikan, sepaket dengan seluruh konsekuensinya
dreams
Menampar Diri
Coba lihat wajahmu sendiri di cermin, sosok yang selama ini tak kamu pedulikan kebahagiaanya. Dikorbankan dirinya untuk melakukan sesuatu yang tak kamu inginkan, tapi untuk menyenangkan banyak orang. Dan kini kamu mengeluh tidak bahagia, tidak tahu harus berbuat apa. Padahal kamu tidak berbuat apa-apa untuk dirimu sendiri. Bahkan membiarkan dia tetap bodoh dengan tidak belajar, membiarkan dirinya tetap penakut karena tak pernah mengajaknya melakukan hal-hal yang berbeda dan menantang, tidak pernah mengambil risiko.
Kamu tidak pernah berbuat apa-apa untuk dirimu sendiri, sekarang kamu mengeluhkan keadaanmu? Yang benar saja. ©kurniawangunadi
Apakah benar kamu tidak seberharga itu?
Apakah diri ini tidak utuh sehingga kita merasa perlu sekali untuk dilengkapi? Apakah diri ini jika sendiri tidak bahagia sehingga kita merasa baru akan bahagia jika bersama? Apakah diri ini tidak berharga sehingga baru merasa berharga ketika kita bisa sama seperti orang lain? Apakah sebenarnya kita tidak mencintai diri kita sendiri tapi menutupinya dengan label mimpi dan cita-cita? Apakah sebenarnya kita tidak bisa menghargai diri kita yang seperti ini adanya? Berharap orang lain dulu yang bisa menerima kita, baru setelahnya kita bisa juga menerima diri kita sendiri? Apa kamu tidak kasihan dengan dirimu sendiri yang selama ini kamu hindari dan sembunyikan? Tak pernah kamu peluk, barang mengucapkan maaf dan terima kasih ke dirimu sendiri? ©kurniawangunadi
Mungkin kamu membutuhan jeda, agar masalah dan emosi tidak bercampur menjadi satu. Rehatkan sebentar hati untuk merasa dan ingatan untuk mengenang. Istirahatlah, mungkin kamu sedang lelah luar dan dalam
Dunia ini adalah perjalanan yang akan menguras pikiran dan rasa, pandai-pandailah mengatur semuanya, kamu sudah dewasa, kan?
@jndmmsyhd
(via jndmmsyhd)
Sudah, tidak perlu terlalu dipikirkan. Yang lepas darimu pasti akan Allah sambungkan dengan yang lebih baik dan layak.
Entah pada teman yang membuat jarak, pada sahabat yang menjauh, atau pada seseorang yang dikejar namun justru malah menutup pintunya darimu.
Gapapa, mungkin Allah sedang ingin berbicara padamu maka dibuatnya kamu sendiri, agar tidak ada yang tahu selain kamu dan Tuhanmu.
Selamat bertumbuh :)
@jndmmsyhd
Seminggu lalu aku berpikir keras bagaimana caranya mendapatkan uang sekian juta dalam waktu setaun. Iya, aku ingin ikut kelas setaun yang bayarnya sekian juta (murah, kalau dihitung dengan fasilitas komunitas sepanjang masa)
Empat hari lalu kebingunganku sirna dengan kemudahan pembayaran yang disesuaikan kemampuanku. I belive; there is a will, there is a way.
Sehari yang lalu rasanya aku patah hati. Kelas yang aku impikan, yang alhamdulillah dapat kemudahan ternyata tidak diizinkan oleh orang tuaku. Aku sudah mencoba menjelaskan semampuku. tapi jawabannya tetap sama. I’m broken.
Hari ini aku sadar, masih banyak hal yang bisa aku pelajari meski sendiri. Barangkali suatu saat nanti aku akan dapat kesempatan itu di saat aku lebih siap waktu, finansial, dan mental.
PS : hari ini aku patah hati when his gf make a status, pokoknya apapun yang ngingetin kalau dia udah punya doi masih bikin aku broken. Ternyata aku serapuh itu ya :(
Rasanya sudah lama aku tidak merasa seperti ini; ingin melakukan suatu hal dengan amat sangat. Aku tau ini tidak akan mudah, tapi aku juga tau kalau aku akan mengusahakan semaksimal yang aku bisa. Kalau nantinya keinginan itu tidak menjadi jalanku, aku tidak akan menyesal karena sudah mengusahakannya
matterthings
Menikah itu bukan sekedar seperti ini
Nanti kalau sudah nikah, aku pengen nemenin kamu main futsal
Nanti kalau udah nikah, aku pengen motoran keliling jogja
Nanti kalau udah nikah, aku pengen ke pantai dan ngecamp disana
Nanti kalau udah nikah, aku pengen kita muncak bareng
Nanti kalau udah nikah, aku pengen ngobrol banyak hal sampe kita ketiduran
Nanti kalau udah nikah, aku pengen kita bangun tahajud bareng terus deeptalk di sepertiga malam
Nanti kalau udah nikah, aku pengen peluk kamu sambil bilang ‘gapapa, kamu udah berusaha kok’ kalau ada hal-hal yang berjalan gak sesuai rencana
Nanti kalau udah nikah, aku bakal pastiin kamu baik-baik aja gak cuma sekedar tanya ‘are you okay? kamu sehat?’
Itu nanti, kalau aku udah tau kamu itu siapa
Dear you, lelaki yang tak bisa kusebutkan namanya.
Tolong jangan menebar jaring jika hanya untuk bermain-main.
Kalau kamu punya rasa, cukup simpan atau sampaikan.
Simpan, jika kamu belum berani untuk mengungkapkan.
Sampaikan, jika kamu sudah siap untuk mengarungi bahtera kehidupan bersamanya di masa depan.
Mungkin sinyalmu tertangkap oleh radarnya dan dia terlihat seolah tidak peduli. Tapi kamu tak pernah tahu bagaimana sesungguhnya perasaannya.
Aku hanya ingin mengingatkan bahwa perasaan perempuan tidak sebercanda itu. Maka, berhati-hatilah :)
Deadline
Perlu kamu tahu, berkata tanpa bertindak sama dengan omong kosong. Jangan kebanyakan mikir. Di saat kamu overthinking, orang lain sedang do something. Kalau kamu takut mencoba, percayalah kamu ga akan ke mana-mana. Jalani aja dulu, nanti kamu akan tahu caranya. (Mhr)
Hari ini aku baru tersadar; jodohku tidak akan melewatkan aku hanya karena aku berprinsip tidak mau pacaran atau mempunyai hubungan lain semacamnya, jadi buat apa galau saat tau dia yang kusuka punya hubungan dengan orang lain?
diary patah hati
Tutorial Jatuh Cinta
Jatuh cintalah pada seseorang yang perasaan cintanya lebih besar darimu. Karena ia akan membuatmu menjadi sangat berharga. Bersedia untuk melakukan hal-hal kecil untukmu, menggendong anakmu saat kelelahan, membiarkanmu tetidur dan ia membereskan rumah, membelamu jika ada orang lain yang menyerangmu, menyediakan makanan-makanan kecil saat kamu malas memasak, dan tidak marah-marah saat kamu menghabiskan uang yang digunakan untuk kebutuhan kalian berdua. Jatuh cintalah pada seseorang yang memiliki cara berpikir yang baik, yang luas, yang terbuka. Karena di dalam pikirannya nanti kamu akan tinggal. Karena cara berpikirnya itulah yang akan kamu hadapi selama kalian bersama. Tentu merepotkan tinggal bersama orang yang ternyata cara berpikirnya mudah menerima hoax, tidak bisa mencerna informasi dengan baik, tidak bisa mengambil keputusan dengan bijak, tidak ada keinginan untuk berkembang, tidak punya pendirian yang kuat. Lelah sekali tinggal di pikiran yang seperti itu, bukan? Jatuh cintalah pada seseorang yang mudah diajak berbicara. Kamu tak perlu merasa takut untuk mengutarakan segala isi hatimu, mengutarakan segala penatmu, mengajaknya berdiskusi untuk keluargamu. Tentu tidak enak jika selama bersama, kalian tidak bisa membicarakan hal-hal penting untuk keluargamu. Bahkan, untuk sekedar mengatakan bahwa kamu lelah dan memintanya untuk mengasuh anak sebentar saja, kamu takut. Tak leluasa untuk berbicara. Padahal, memiliki teman bicara seumur hidup yang nyaman itu benar-benar anugrah yang tak ternilai.
Kalau kamu ingin jatuh cinta, tutup sejenak matamu dari hal-hal yang kamu lihat darinya. Rasakan dari hatimu, berpikirkan sejauh mungkin. Seberapa bisa kamu hidup dengan sosok sepertinya. Karena apa yang kamu lihat dari matamu, seperti kecantikan/ketampanan itu akan usang dimakan usia, harta bisa hilang, jabatan bisa lepas. Kalau nanti kamu jatuh cinta, kamu tak lagi takut jatuh ditempat yang menyakitkan karena kamu bisa memilih di tempat seperti apa cintamu jatuh. Hati-hatilah memilihnya. Kalaupun harus menempuh jalan yang panjang dan berliku, tidak apa-apa. Kalau harus menempuh waktu yang lama, tidak apa-apa. Tidak apa-apa.
©kurniawangunadi
Sometimes I think that is you, but i’m not sure.
Setelah ini apa?
“Aku tadi pagi bangun merasa aneh. Biasanya bangun tidur aku udah cek hape terus persiapan jam 8 buat belajar. Terus ketika aku buka chat melihat grup sepi dan tidak ada kegiatan yang sama, aku merasa hampa”, ujar salah satu temanku saat tadi kami bertemu di Rumah Sakit. “Sama, aku juga merasakan ada yang hilang”, sahut beberapa dari kami kemudian.
Ujian ini, tanpa sadar memberikan banyak dampak bagi hidup kami. Dari ritme belajar yang berubah, lebih rajin mencatat dan menonton seminar, ritme biopsikososial yang amat sangat beda, hingga keadaan yang menuntut kami untuk lebih dekat denganNya dan menjauhi perbuatan buruk. Sampai-sampai ketika ada satu yang ingin julid, ada yang ingin membahas hal buruk, ada teman yang mengingatkan, “inget jangan aneh-aneh, besok mau ujian”
Menjalani keadaan yang amat sangat merubah pola hidup itu, membuat kami berandai-andai banyak hal, salah satunya “Setelah ujian pokoknya harus refreshing, ngasih self reward buat hidup”. Yap, memberi kesempatan untuk jeda dan beristirahat itu baik, bahkan bisa membantu untuk menambahkan produktifitas, tapi kadang beberapa kali kita justru terlena sama momen santai itu. Tak lagi punya tujuan dan perencanaan, dan melewati hari-hari dengan asal semata.
Padahal merubah pola perilaku itu berat banget, ada banyak pengorbanan yang dilakukan. Rasa-rasanya, amat sayang kalau semua kesulitan kita untuk berubah, semua usaha kita selama ini jadi manusia yang lebih rajin dan lebih taat, hilang hanya karena kita terlalu memberi porsi lebih untuk pemakluman-pemakluman. Rasa-rasanya, akan jadi sebuah penyesalan, seandainya banyak kebiasaan baik yang sudah kita bangun lalu hilang karena istirahat kita yang terlalu lama, hingga kita butuh banyak usaha lagi untuk membiasakan hal-hal baik itu kembali.
Seraya kita mengistirahatkan hati dan pikiran, mungkin kita juga perlu untuk memulai muhasabah dan berkontemplasi, apa target setelahnya dan bagaimana supaya kita menjaga kebiasaan baik ini.
“Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)”
Asal Dia Rida
Salah satu praktik yang dilarang dalam kode etik kedokteran adalah ketika seorang dokter bekerja sama dengan perusahaan farmasi dengan iming-iming bonus jika dokter itu mampu meresepkan suatu obat dengan jumlah tertentu. Meskipun mungkin bisa menciptakan hubungan simbiosis mutualisme antara dokter, perusahaan, dan barangkali pasien, tapi hal ini dilarang sebab ditakutkan bisa menghilangkan kebebasan dan kemandirian profesi dokter tersebut.
Maka, syarat yang harus dipenuhi seorang dokter dalam mengambil keputusan bukan hanya asalkan sama-sama sepakat, tapi juga tidak melanggar. Melanggar etika, melanggar disiplin, melanggar hukum, atau sebagai muslim juga melanggar syariat. Dalam kasus lain, aborsi tanpa indikasi tetaplah dilarang meskipun dokter dan pasien sama-sama rida.
Standar hidup bagi beberapa orang, kadang hanya terbatas pada asas sama -sama suka, atau sama-sama rida. Padahal ada yang tak boleh terlepas, terutama bagi kita seorang muslim, yaitu Allah juga rida.
Sepasang suami istri barangkali rumah tangganya terlihat harmonis, mereka tak pernah bertengkar, tak pernah sekalipun terdengar kata-kata kasar. Tapi ternyata mereka menyepakati untuk rida jika pasangannya selingkuh dan main dengan orang lain, tanpa harus mempermasalahkannya. Maka, sekalipun sama-sama rida pernikahan ini bukanlah pernikahan yang berkah.
Meminjami seseorang hutang itu mulia, karena bisa jadi hidupnya sedang sulit, posisinya sedang terhimpit. Tapi, jika ada tambahan yang harus diberikan orang yang berhutang dalam pelunasannya, maka ia adalah riba. Meskipun sama-sama untung, meskipun sama-sama rida, tapi muamalah ini bukanlah muamalah yang berkah.
Sekelompok orang hidup dalam kondisi yang rukun, mereka mabuk bersama, mereka judi dan saling rida dalam menang dan kalahnya. Tapi kerukunan dan keridaan itu tak sedikitpun mengubah kebolehan dari mabuk dan judi yang mereka lakukan. Dan sekali-kali mereka bukanlah cerminan dari masyarakat yang madani.
Mimpi yang ditunjukkan itu jelas, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Maka, pandangan dan standar hidup kita semoga sama, bukan hanya menjadikan negeri kita aman, makmur, dan sentausa, tapi juga diridai olehNya.