Single Review: Imigran Angin - Kita Akan Bersuara
Empat pria dari negeri angin yang bermigrasi ke negeri api untuk menyuarakan kesejukkan. Fithor Faris, Khalid Albakaziy, Ranindra MK dan Sofran F. Nararya, mereka lah keempat pria tersebut.
Jujur saja, saat melihat judul lagunya, seketika saya teringat akan refrain pada lagu milik Nike Ardila. [Kemudian saya nyanyikan di dalam benak: kita akan bersuaraaa, walau dirimu kekurangaaan... Begitu kira-kira] setelah mencari kebenarannya di peramban Google Chrome, saya tau, ternyata saya salah. Haha. Baiklah, sebelum jossu saya habis, mari kembali ke pokok pembahasan. Imigran Angin merupakan grup musik baru yang diisi oleh orang-orang berpengalaman (baca: tua). Menurut analisa dangkal saya, grup ini mempunyai entitas khas yang membuat mereka berbeda dengan grup musik lain, yang memainkan ragam musik sejenis. Karena baru kali pertama saya menikmati racikan musik seperti ini, atau mungkin juga karena pengetahuan musik saya yang terlalu sedikit.
Kehadiran Imigran Angin sekaligus melahirkan kembali grup musik dengan lirik Bahasa Indonesia yang baik dan benar, sesuai KBBI. Bermusik sekaligus mengedukasi, sungguh pekerjaan yang mulia.
"Kita Akan Bersuara" resmi dilepas pada 12 Mei lalu, berbarengan dengan peringatan Tragedi Mei 98. Setelah saya membaca liriknya, bukan tanpa alasan mereka melepas single pertamanya tepat pada hari peringatan tersebut. "Kita Akan Bersuara" seakan bercerita tentang sulitnya perjuangan untuk mendapatkan kebebasan berpendapat. Tentang keberanian pemuda untuk menentang rezim yang berkuasa pada saat itu.
Itu hanya analisa dangkal saya saja, sih. Hehe.
Tujuh detik pertama setelah saya menekan tombol play pada layar video Youtube, saya merasakan sentuhan lembut dari Elskavon. Lalu, masuknya drum di detik kedelapan terasa seperti hentakan yang diberikan oleh trio Russian Circle. Pada detik ke-38, ketika vokal yang diiringi dengan musik 8-bit masuk mengisi bagian lagu, saya terperangah dan pemikiran saya mengenai musik 8-bit yang hanya cocok untuk ragam musik pop punk, runtuh.
Racikan yang menurut saya tak lazim ini sangat nikmat untuk dikonsumsi. Layaknya memakan pisang goreng dengan topping saus pedas, atau melahap mie instan yang dicampur dengan air dari teh artifisial siap seduh. Memang tak lazim, tapi juga tak berbahaya. Saya pernah mencobanya dan tak akan menolak kalau diminta untuk memakannya lagi, karena bumbu tambahan tersebut tak mengurangi kenikmatan menu utama.
Saya sangat menyukai grup dengan komposisi musik yang menurut saya futuristik, dan hal itu dimiliki oleh Imigran Angin. Mungkin dua atau tiga tahun setelah debut album mereka rilis, akan banyak grup musik dengan komposisi yang menyerupai Imigran Angin. Ah, itu juga hanya analisa dangkal saya saja. Hehe.
Pada suatu malam yang ceria, [seharusnya] saya berkesempatan untuk melihat penampilan langsung mereka. Namun, karena saat itu saya sedang mencoba menenangkan kedua tangan ini yang bergetar dengan sendirinya, jadi saya harus ikhlas untuk mendengarkannya dari kejauhan. Malam itu, sungguh tak ada kekhidmatan yang saya rasakan dalam menonton konser. Tapi, rasa penasaran saya terbayar setelah mendengarkan single teranyar mereka.
Lagu ini sangat saya rekomendasikan untuk para konsumen musik ambien yang ingin mencicipi racikan baru. Penikmat Russian Circle, This Will Destroy You, Explosion In the Sky dan Elskavon wajib mendengarkan Imigran Angin!
Oh iya, video liriknya juga sangat ikonik. Adegan kesukaan saya adalah ketika kipas angin terjatuh. Sungguh sebuah plot twist yang tak terduga. Semoga saja di bawahnya tersedia matras atau disediakan sesuatu yang empuk, agar tidak rusak. Sayang sekali kan kalau rusak, mereparasinya pasti susah.
Baiklah, karena jossu saya sudah habis dari 15 menit yang lalu, lebih baik saya akhiri saja tulisan ini. Saya tunggu album debutnya, Masfit cs. Hehe.














