Teknik Komunikasi Dalam Keluarga - Kelas Keluarga Kita
Hola! #SiIbun mau cerita tentang pengalaman ikut kelas @keluargakita chapter Jakarta Barat yang diadakan tgl 16 September 2017 lalu. Jadi, Ibun udah ngulik perihal kegiatan keluarga kita ini sekitar sebulan sebelum, ku scroll - scroll karena penasaran banget, ingin tahu kapan sih chapter jakbar ngadain lagi.
Yes. Kenapa ku bilang chapter? Karena sistem terselenggara nya kelas rangkul ini, Ibun suka banget. Relawan keluarga kita atau yang disingkat menjadi Rangkul, mengadakan sesi kelas dengan topik topik yang sudah disediakan oleh keluarga kita, di daerah atau wilayah masing masing. Yang Ibun temukan di waktu itu adalah poster poster upcoming event nya Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bogor, Bekasi, Tangsel, Cirebon, dll. Wuih asik banget nih cakupan nya udah luas. Jadi inget komunitas Ibun jaman di Bandung dulu, TEDxBandung. Ada spirit relawan nya dan tersebar di banyak kota. Tagline nya juga bikin penasaran. Mencintai dengan Lebih Baik. Hmm, langsung Ibun turn on post notification alias gak mau sampai ketinggalan announcement event Jakbar nya dong.
Hamdallah gak lama kemudian, keluarlah pengumuman kelas Jakbar berikutnya. 16 Sept di Say Something Coffee. Berhubung Ibun udah pernah ngopi disana hihi dan dekat dari rumah langsung deh daftar via email. Tapi cuma daftar untuk diri sendiri aja. Karena takut dono pas hari H ada agenda lain atau belum tertarik hihi.
Mendekati hari H, biasanya memang jadi kebiasaan aku dan dono untuk ngobrolin agenda wiken kita. Aku laporan ingin ikut kelas keluarga kita. Ternyata hari itu Mamah juga minta diantar ke undangan pernikahan. Jadi aku izin untuk absen dulu ikut nganterin mamah, dan dono yang mengantar.
Hari yang ditunggu akhirnya tiba. Aku berangkat jam 8.45 dari rumah, pas sampai di Say Something jam 9 pagi. Setelah order hot cappucino (asik akhirnya ngopi lagi) aku langsung menuju ke lantai 2 dan disambut beberapa rangkul yang sudah stand by dan mempersiapkan projektor untuk memutar video.
Mba Ari yang menjadi admin juga menerima 20 ribu rupiah, HTM untuk event ini. Oia, HTM setiap daerah berbeda tergantung konsep yang diusung oleh rangkul daerah tsb. Di beberapa tempat HTM lebih mahal karena ada yang include drink atau snack. Sebagai gantinya aku mendapatkan print out materi kita pagi itu.
Nah ternyata sampai jam 9.30 peserta yang hadir baru 2 orang. Akhirnya rangkul pun membuka acara dan akan menanti sisa peserta yang akan hadir sambil melemparkan diskusi serta memutar video.
Video pertama yaitu berisi cerita tentang keluarga kita yang dibawakan sendiri oleh mba Najelaa Shihab selaku founder. Tidak lupa perkenalan sesama rangkul dan peserta yang hadir. Ada ibu rumah tangga, ibu bekerja, ibu yang tinggal dan studi di Jerman namun sedang pulang kampung ke indo, ibu dengan satu anak, ibu dua anak, ibu hamil bahkan newlyweds yang masih menanti buah hati. Setelah video perkenalan maka masuk ke video video berikutnya yang membahas tentang tema hari itu. Teknik Komunikasi dalam Keluarga. Video Mba Najelaa sangat enak untuk disimak, singkat namun sarat makna.
Sepanjang video kepalaku menggangguku angguk dan gumaman kecil terlontar. Memberi insight dan penyegaran terhadap topik komunikasi dan parenting. Hal yang akan terus perlu di upgrade ilmu nya.Hamdallah dengan background yang super lengkap seperti itu, sesi diskusi (yang formatnya santai dan lebih ke sharing pengalaman dan memberikan tanggapan) dengan cerita personal case yang terjadi sehari - hari dirumah dialami dengan anak, suami, mertua bahkan keluarga besar.
Nah, 5 Teknik Komunikasi Efektif ini yang juga kami tonton video narasi nya juga setelahnya didiskusikan. Contoh penggunaaan kalimat tsb menurutku simpel dan mudah digunakan dalam percakapan. Tapi, sejenak aku berpikir. Apa iya akan ‘mudah’ juga dalam pengaplikasiannya sehari - hari ? hehe. Relawan juga semngakui proses ‘transisi’ tsb akan butuh perjuangan dan pengulangan yang tanpa lelah terus kita coba. Spontanitas dan kebiasaan yang sudah melekat dalam diri kita selama puluhan tahun pasti akan lebih refleks menjadi jawaban. Mudah - mudahan dengan sharing ini aku juga akan selalu berusaha mencobanya sendiri dirumah :) *wish me luck*
Kenapa I - Message menjadi poin pertama? Selama ini pasti kita lebih banyak menunjuk orang lain, seperti ‘kamu sih, kan sudah saya bilang’ atau ‘kamu jahat’ ‘kamu tidak mengerti’ dll yang sifatnya langsung ‘menghakimi orang lain tanpa terlebih dahulu mengutarakan perasaan dan maksud kita’. Dalam I - Message, perasaan dan harapan serta alasan kita dalam berkomunikasi ditampilkan di awal, agar lawan bicara kita terlebih dahulu mendengarkan dan berempati pada apa yang sedang kita rasakan. Setelah itu, pastiiii kalimat berikutnya yang kita ucapkan akan jauh lebih mudah diterima oleh lawan bicara kita karena ia pun merasa dihargai.
Poin 2-5 juga mengajak kita untuk lebih terbuka dan tidak ‘gengsi’ untuk mengungkapkan maaf (dengan sungguh sungguh tentunya), mengajak bersepakat dan menyatakan tujuan setra menyatakan apresiasi.
Sedangkan dalam melakukan resolusi dari konflik, kita harus fokus pada inti permasalahan bukan pada siapa yang melakukan kesalahan. Berikan kesempatan anak untuk bercerita dari sudut pandang masing masing dan menyimpulkan fakta dan perasaan yang dialami semua pihak.
Mungkin selama ini tanpa sadar didikan kita dari kecil atau sekarang kita sebagai orang tua sudah mencoba melakukan langkah - langkah tersebut. Tetapi kenapa kadang kita lelah dan hanya ingin anak cepat menyelesaikan konflik? Membela salah satu pihak misalnya, menyuruh pihak yang lain untuk mengalah, serta selalu membantu mencarikan solusi secara cepat. Beri anak waktu dan kesempatan untuk berpikir belajar menyelesaikan sendiri masalahnya. Dampingi dan beri pandangan netral serta tanpa interupsi. Kalau dilatih terus menerus konflik jadi sakah satu sarana anak untuk belajar, loh.
Salah satu solusi teknik komunikasi yang jadi tips juga jadi ide waktu kita saling tukar pendapat. Seorang ibu cerita sewaktu dia harus dinas keluar kota dan meninggalkan 2 anak laki - lakinya dirumah. dia membuat notes ditempel di kulkas berisi jadwal harian dan things to do anak anaknya. Seluruh anggota rumah dan kakek nenek om yang sehari - hari bantu menjaga anaknya diajak untuk membuat kesepakatan mengikuti rules of the mom, Waaah betul juga ya, walaupun sedang tidak dirumah ternyata moms rules tetap bisa dijalankan asal mau berkomunikasi dan membuat kesepakatan dengan seluruh anggota keluarga.
Maafkan kalau handsout nya ikutan lecek, soalnya sampai dirumah Ibun ngobrol lagi sama Ayah untuk bahas materi tsb, #SiGita juga ikutan pingin tau, kertasnya diremes remes. Hehe. Overall, kelas Keluarga Kita jadi pengalaman yang sangat berkesan dan pastinya ‘nagih’. Looking forward for the next session. Misi selanjutnya adalah ajak Ayah hadir juga hehehe.
Oia sebelum pulang aku juga membeli Buku Keluarga Kita untuk dibaca bersama Ayah dirumah. Strongly recommend the book.
Thank you for reading. For more info please visit @keluargakita IG