Ukiran di pohon apel.
Kalau kamu yang dia cari,
ia takkan sibuk menimbang sempurna
pada wajah-wajah yang hanya singgah.
Ia tahu, cinta bukan soal utuh,
tapi tentang siapa yang tetap bertahan
saat utuh itu runtuh.
Ia takkan pergi hanya karena kurang,
takkan menjauh hanya karena luka.
Karena hatinya tidak mencari yang lengkap,
melainkan yang nyata.
Ia tak akan meminta kamu jadi bulan
jika hatinya sudah jatuh pada cahaya lilinmu.
Ia akan diam di dekatmu,
menampung ragu dan harapmu,
tak lari meski hari-harimu tak selalu indah.
Karena jika kamu yang dia cari,
ia akan tinggal di kurangmu,
dan tetap menyebutnya rumah.








