Kemarin pas mau kesini, sempet ubeng-ubengan. Setelah nyari warung Niken Lucky tidak ketemu, akhirnya meluncur ke daerah Sampung. Ternyata sepanjang jalan saya menemukan, banyak 'rintangan' yang membuat semakin lihai naik motor. Melalui jalan berlubang dan banyak kegiatan warga (mantu), tak gentar untuk berburu kuliner lejat dan bergiji. Setelah mengikuti panduan Google Map, akhirnya ketemu warung yang lokasinya berada di perkampungan tepatnya di belakang balai Desa. Sesampai disana ternyata tidak buka alias tetangganya sedang mengadakan hajatan. Huft... Hampir prustasi pulang, tapi kok sayang sudah sampai disini tidak bawa konten. Berhentilah saya untuk bertanya kepada Akamsi, "Mas, warung pecel disini yang terkenal kondang itu dimana?", tanya saya kepada mas-mas yang sedang nongkrong di depan rumah."Owalah itu mas, sampean ke barat lagi. Nanti di depan rumah ada papan nama, Warung Makmur masuk 50m", jawab masnya."Oke mas, terima kasih informasinya', saya kemudian pamit lalu bergegas menuju target warung tersebut.Sesampainya disana saya terkejut, wah... ada warung seramai begini di kawasan ini. Banyak motor parkir, antriannya pun panjang. Hmmm, ternyata ibunya sedang membungkus nasi pecel yang jumlahnya puluhan, pesanan orang yang katanya untuk kegiatan pengajian. Harganya hanya 5000 sudah termasuk lauk tempe, kalau pakai lele/ayam 11000. Porsinya lumayan banyak dan paling khas masih menggunakan daun jati sebagai bungkusnya.Menarik nih untuk didokumentasikan. Terima kasih netizen atas informasinya. Selamat menyaksikan.Salam Madang!#kangpardi #pecel #pecelwongcilik