Dia yang terdidik di atas tekad, maka kerentaan tak akan mampu menggoyahnya dan melemahkan semangatnya.
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

No title available

Janaina Medeiros
Stranger Things
almost home

JVL
cherry valley forever
No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

@theartofmadeline
Peter Solarz

No title available
RMH
hello vonnie
Cosmic Funnies

❣ Chile in a Photography ❣

shark vs the universe
DEAR READER

祝日 / Permanent Vacation
Claire Keane

seen from Singapore

seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Venezuela
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Singapore

seen from United States
seen from Spain
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
@pearlbyd
Dia yang terdidik di atas tekad, maka kerentaan tak akan mampu menggoyahnya dan melemahkan semangatnya.
" Kehadiran kita cuma diantara 2 hal; mengganggu atau membantu. Nggak ada yang ditengah-tengah, karena kalau nggak berbuat apa-apa itu juga mengganggu."
– Abah Syatori
"Barangsiapa yang menginginkanmu untuk mendukungnya tanpa menasihatinya, maka sesungguhnya dia menginginkanmu jadi bahan bakar untuk kesalahannya. Sedangkan kebenaran tidak akan tegak kecuali dengan dua kaki yaitu (nasihat) dan (dukungan), jika tidak maka dia lumpuh atau timpang."
(AsySyaikh AthTharifi hafizhahullah wa fakka asrah)
Muslim women COVER HerSELF BECAUSE…..
Your father is more precious than being touched by fire because of your tight clothing.
It's fardh, commanded by Allah.
It helps muslim women maintain a sense of dignity and self- respect.
It allows me to focus on my inner beauty and character rather than external appearance.
Ghirah (protective-jealousy): out of respect for your husband and children . you don't want your husband nor son to go to jahannam, due to me openly revealing myself and committing taburruj.
Salah satu hal yang "memperkaya" di usia muda adalah menghajar diri dengan pengalaman sebanyak mungkin. Mungkin memang kita akan terhantam habis-habisan, sehingga pandai-pandailah dalam memilah dan memilih pengalaman mana yang layak untuk kita menghabisi diri di dalamnya. Pastikan itu akan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kita.
Bahkan sekalipun pengalaman yang kita habis-habisan di dalamnya adalah pengalaman mencintai-dicintai, pastikan itu bukan sekadar membakar habis diri dalam kobaran emosi yang sia-sia. Jika harus patah, pastikan patahannya meluas menjadi ruang untuk tumbuh. Jika harus kehilangan, setelah semua kerugian itu, pastikan kamu tiba di akhir dengan kesadaran akan Yang Maha Ada.
Sebagaimana pengalaman lainnya, mencintai-dicintai, patah, kecewa, dan perpisahan harus membuatmu lebih utuh, bukan sebaliknya. Waktu terlalu singkat untuk pengalaman yang sekedar main-main, jadi pastikan kamu selalu menemukan Allah dan kebijaksanaan-Nya sebagai hikmah.
— Giza, waktu terlalu singkat untuk pengalaman yang tidak dipersembahkan kepada-Nya
Agar Kamu Tidak Bersedih
Ternyata di Qur'an tuh banyak banget kalimat-kalimat yang "aneh" dalam artian, "pasti ada maksudnya nih, ini mah bukan buatan manusia."
Jadi tadi aku notice potongan ayat, bagus banget.
"— karena itu Allah menimpakan kepadamu kesedihan demi kesedihan, agar kamu tidak bersedih hati (lagi) terhadap apa yang luput dari kamu dan terhadap apa yang menimpamu—"
Respons pertama saat baca kalimatnya adalah: Hah? 😧 Bentar.. nggak salah nih? Kesedihan demi kesedihan supaya nggak sedih? Hah? Gimana ceritanya? Memang istilah bahasa Arab yang dipakainya apa?
Ternyata untuk kesedihan demi kesedihan diksinya tuh "غَمًّا بِۢغَمٍّ" , sementara untuk bersedih hati pakai diksi "تَحْزَنُوْا". Berarti ada kesedihan yang berbeda kan?
Apa perbedaan antara: الحزن (al-huzn), الغمّ (al-ghamm), dan الهمّ (al-hamm)?
Huzn (الحزن) berkaitan dengan hal-hal yang telah berlalu (masa lalu).
Ghamm (الغمّ) berkaitan dengan hal-hal yang sedang terjadi (masa kini).
Hamm (الهمّ) berkaitan dengan hal-hal yang akan datang (masa depan).
Secara literal, "غَمّ" berarti menutupi, menyelubungi, atau menekan. Dalam konteks emosional, "ghamm" menggambarkan perasaan yang menutupi hati seseorang dengan beban berat.
Di ayat lain, "غَمّ" juga berarti awan/kabut yang meliputi. Cukup masuk akal, ketika di dalamnya kita jadi tidak dapat melihat ke depan maupun ke belakang. Di ayat lainnya lagi, bentuknya "غُمَّةً" artinya dirahasiakan. Masuk akal juga, karena ketika kita mengalaminya, kita nggak pengen dunia tau apa yang terjadi pada kita. Kita akan merahasiakannya serapat mungkin and act like everything is fine.
Aku menemukan bahwa "غَمّ" digunakan di 4 cerita di dalam Qur'an:
Nabi Musa setelah membunuh seseorang secara tidak sengaja dan menyadari dampak serius dari tindakannya yaitu menjadi buronan dan menghadapi risiko yang besar serta konsekuensi yang mungkin timbul.
Nabi Yunus setelah menyadari bahwa meninggalkan misi dakwah dan melarikan diri dari tanggung jawabnya telah menyebabkan dirinya berada dalam situasi yang sangat sulit, yaitu dalam perut ikan. Perasaannya mencekam dan tertekan akibat kesadaran atas kelalaian dan dampaknya terhadap tugas yang diberikan Allah.
Pasukan pemanah Uhud yang meninggalkan posisi mereka di medan perang Uhud menyadari bahwa ketidakdisiplinan mereka menyebabkan kekalahan yang fatal bagi seluruh pasukan dan mereka cemas terhadap hasil dari tindakan mereka.
Penghuni neraka yang merasakan cambuk dari besi dan berusaha keluar dari siksaan neraka.
Ada pola menarik dalam penggunaan ghamm di 4 cerita itu:
Semua terjadi karena kesalahan manusia itu sendiri (baik disengaja atau tidak). Jadi ghamm datang sebagai wake-up call dari Allah setelah tindakan yang membawa konsekuensi nyata. Kayak.. membangkitkan rasa fatal.
Gham muncul saat sadar akan akibatnya. Ghamm lebih dari sedih atau takut biasa, yang muncul karena "aku melakukan sesuatu, dan sekarang aku harus menanggungnya". Berarti ghamm hanya dapat terjadi pada orang yang taklif dan memahami konsekuensi atau hukum sebab-akibat.
Gham membuka jalan untuk reframing, taubat, dan perubahan (kecuali yang di neraka). Musa dan Yunus segera memohon ampun dan berdoa. Pasukan Uhud menerima koreksi dan pelajaran keras dari Allah. Bahkan penghuni neraka ingin keluar, tapi sudah terlambat.
Gham adalah kemurahan Allah sebelum hukuman akhir. Allah izinkan ghamm menimpa seseorang agar ia tidak terus terbuai, agar hatinya mencicipi "penyempitan" sebelum terlambat. Tapi jika tidak direspons dengan sadar dan taubat, barulah ia bisa berujung pada hukuman.
Jadi bayangin, ghamm itu kayak, "damn moment" yang rembetan konsekuensinya gede dan fatal.
"Gue udah ngelakuin ini, dan sekarang semuanya runtuh."
"Gue sadar banget salahnya, tapi gue juga belum tau harus gimana."
"Ini bukan sekadar sedih. Ini dada gue sempit, kalut, gelap, dan berat."
"Gue menyesal, tapi ga ada waktu untuk menyesal di tengah-tengah himpitan ini."
Dia beda dari Huzn (sedih karena masa lalu) yang lebih lembut, reflektif. Dan beda juga dari Hamm (cemas akan masa depan) yang lebih ngawang, belum terjadi. Tapi dia bisa jadi adalah gabungan dari Huzn dan Hamm 🤯
Terus gimana ceritanya ghamm dapat mencegah huzn?
Jawabannya satu kalimat: luka lama dilampaui oleh luka kini. Sejujurnya meringis sih pas ngetiknya, kayak.. tega banget 😅 tapi dipikir-pikir cukup masuk akal.
Allah menggantikan luka yang membeku dengan luka yang bergerak. Huzn membuat kita stuck, menyesal, menoleh ke belakang, dan menyalahkan diri, sementara Gham membuat kita sadar, bangkit, bergerak, bertahan, dan berserah. Allah lebih memilih menimpakan kesedihan yang "aktif" agar kita selamat dari kesedihan yang "membeku."
Menariknya, Menurut Lazarus & Folkman, coping dibagi dua:
Problem-focused coping: usaha menyelesaikan masalah.
Emotion-focused coping: usaha mengelola perasaan.
Kalau huzn mungkin fokusnya di emosi dan masih punya keluangan mental dan waktu untuk mendalami rasa sesal. Kalau ghamm benar-benar harus switch ke problem focused coping. Jadi, kesedihan baru (ghamm) yang mengharuskan seseorang bergerak, ternyata bisa mengaktifkan mekanisme coping yang sebelumnya tidak muncul saat larut dalam huzn.
Selain itu, dalam psikologi kognitif, ada konsep Cognitive Load Theory yang menyatakan bahwa otak manusia hanya mampu memproses sejumlah informasi atau emosi secara bersamaan. Dalam tekanan yang aktual dan mendesak (ghamm), otak akan secara otomatis mengalihkan sumber daya mentalnya ke situasi itu. Alhasil, grief (huzn) yang tadinya mendominasi bakal terdorong ke latar belakang karena otak sedang sibuk survive di "sekarang". Kayak.. untuk bersedih pun tidak sempat.
Tapi, karena Allah Maha Mengetahui cara jiwa bekerja lebih dari siapa pun, maka penempaan jiwa melalui penimpaan ghamm itu hakikatnya adalah penyelamatan. Allah mungkin nggak serta merta hapus luka dalam waktu cepat secara ajaib. Allah lebih pilih menempa kita, saking bangga dan percayanya Dia, bahwa kita bisa lebih kuat. Dan akan ada saatnya "ketenangan" Dia turunkan sebagai imbalan, di kondisi kita yang semakin pantas untuk menerima ketenangan itu.
— Giza, masih terus mencoba melakukan pendekatan lewat jalur apapun. Mungkin pendekatannya selama ini ada aja yang keliru, tapi bisa dianulir seiring bertambahnya iman dan ilmu.
Prestasi Perempuan
Menjadi seorang perempuan yang tidak terikut arus dan menjadikan tiktok/sosmed sebagai standar pemikiran dan pandangan adalah sebuah prestasi yang menurutku besar. Keep it up :)
I’m not generalizing about that. Tapi rasanya tak sulit menemukan postingan yang viral di sana tentang berbagai bias pemikiran dari perempuan, oleh perempuan, untuk perempuan. And you know what’s the effect dear?
Pemikiran yang bias bisa bikin kita salah dalam memandang sesuatu. Kesalahan cara pandang bisa jadi sebab salah mengambil sikap dan kesimpulan. Salah mengambil kesimpulan berakibat pada salah dalam mengambil keputusan dan tindakan. So keep it in mind. Tidak semua orang bisa diambil pandangannya meskipun viral, meski terlihat benar hanya karena banyak yang ngelike dan mewakili sisi perasaan. Jangan lupakan bahwa kamu masih punya kecerdasan untuk menimbang kebenaran dari sebuah pernyataan. 'Dear My Future' | Quraners
Kamu lupa ya, kalau kamu sudah belajar untuk bersaing sejak dalam kandungan. Bersaing dengan jutaan sel yang akan menjadi calon anak orangtuamu..
Dan, bayangkan.. Bahwa kamu yang dipilihkanNya untuk berhasil dalam persaingan itu.
🧕 Tapi, gak tau ya.. Apa aku bisa bersaing dengan manusia yang lain?
👨🦳 Allah pilihkan sel terbaik untuk menjadi seorang anak yang akan lahir. Jadi, Dila harus berusaha jadi manusia yang baik di dunia juga.
Aamiin, InsyaAllah.. Biidznillah..
Orangtuaku..
Ya Allah.. Terimakasih telah menyadarkanku, bahwa orangtua yang Engkau berikan kepadaku, yang membersamaiku.. Adalah orangtua terbaik, paling baik yang Engkau pilihkan untukku..
Perasaan yang tidak bisa diterjemahkan, ketika Allah menyingkap maksud dari apa yang Allah takdirkan, berikan kepada hambaNya.
Sempurna.
Inti dari kehidupan di dunia ini adalah uji kejujuran.
(*) aku benar-benar bisa memahaminya setelah melakukan perenungan panjang. Sampai pada titik, sudahkah aku menjadi orang yang jujur dalam kehidupan yang diberikan padaku?
pengawalan ada pilihan, dan bertahan adalah perjuangan.
Hai, biru ..
perlahan selesai dari masa lalu
perlahan selesai dari pikiran halu
perlahan selesai dari hati yang tak menentu
Semoga aku selalu diarahkan dan di bimbing menuju hati yang baru.
Perkenalkan, aku dari yang mencoba untuk terus naik keatas permukaan dan mencari nafas dari kepingan kebaikan.
Manusia itu ibarat rollercoaster, yang seringkali ketika naik dan turunnya yang menghujam, yang membuat perasaannya terbakar namun seringkali lupa luka. seringkali redanya terlewat hampa.
Maka, butuh sekali dijaga dengan doa-doa.
• 🦋⛷️
Barakah kemudian. Menjaga ruhiyah selamanya.
Mendalami perkataan yang Allah sampaikan itu tanggungan yang tak bisa dipikul jika hanya berpangku pada diri sendiri.
Genre romansa tapi.. banyak gak nyangkanya..
Lebih baik kamu simpan perasaanmu sendiri, kemudian kamu sibuk memperbaiki diri, minimal hal itu tidak merusak dirimu sendiri.
Daun yang jatuh tidak pernah membenci angin; judul yang punya makna sangat membekas setelah aku baca selesai. 💓🥹
Harapan itu punya pengaruh yang luar biasa.
Apalagi ketika harapan itu ada pada tepat yang tepat, yaitu berharap kepadaNya pemilik alam semesta..
Kalau kita gak punya rumah, uang, orang2 yg mencintai kita, dll..
Yang penting kita punya harapan padaNya.
Itu jauh lebih besar dari apapun.
Harapan itu membuat kita bangkit.
Harapan itu membuat kita maju.
Harapan itu membuat kita tidak putus asa.
Lihatlah, orang yang sakit.
Ketika dokter memberikan harapan kesembuhan padanya, terlebih lagi jika harapan itu juga disandarkan padaNya yang maha menyembuhkan.
Itu akan memberikan efek pada diri orang yang sakit itu.
Ia akan optimis dan tumbuh perasaan prasangka baik kepada Allah.
Hal sederhana yang membahagiakan, ketika hati membatin, "ini semuanya ciptaan Allah. Jadi, gak usah khawatir. Karena.. Semuanya sudah Allah sediakan dan dijamin olehNya."
" Kerja tim itu gak mudah."
Menyatukan isi kepala yang berbeda itu tidak cukup sehari dua hari, melaraskan visi dan misi bukan sekedar menjadi list beruntun yang dipajang, merealisasikannya bukan sekedar menuntaskan kewajiban tanpa ada rasa (emosi) yang ditanam dan tertanam.
Ketika bicara perihal rundown itu menjadi sesuatu yang mendalam dalam artian bukan hal yang biasa.
1 hal yang mengiringi perjalanan adalah melengkapi peran.
Rancangan yang terus berubah menjadi sesuatu yang tetap dijalankan dengan sabar dan sadar.
Layaknya peran utama yang berdampingan dengan peran pendukung, yang semuanya saling terlibat dan mengisi satu sama lain.
Semua berawal dari pikiran dan hati yang memandang apa yang sedang dijalankan bukanlah beban melainkan sesuatu yang menyenangkan. Dengannya, akhirnya perjalanan itu berhasil menjemput pelajaran dan memori yang berkesan.