Cemburu bukanlah keahlian diriku untuk mencintai mu,
Saat terbaik adalah mencintaimu dalam diam,
Diam seribu bahasa tanpa harus mengungkapkan perasaan kepada dirimu,
Tak kala mencintai mu harus menggunakan hati dan logika.
Berhentilah berharap kepada manusia yang hanya mementingkan egonya,
Semua yang terjadi bukan tentang bagimana hidup harus bersama siapa,
Melaikan hidup harus berguna untuk siapa,
Mencintai orang yang salah akan membuat mu kembali terluka,
Karena cinta datangnya silih berganti,
Disaat kau terjatuh pasti akan ada orang yang membuat mu bangkit kembali,
Seperti apa yang akan kau tanam dan itu juga yang akan kau tuai,
Seperti indahnya air yang membuat pepohonan menjadi hidup,
Semua yang terjadi ini pasti ada awal dan ada akhir,
Ada yang sejalan ada yang berbeda arah.
Tuhan kita sama hanya perjalanan kita yang berbeda
Karena kita di ciptakan oleh tuhan berbeda,
Tetapi tuhan tidak akan pernah salah memberikan pasangan untuk kita,
Disetiap pertemuan tersimpan berjuta alasan,
Alasan untuk sakit hati agar hati mu diajarkan untuk bertahan dan kuat menghadapi manusia yang hanya akan memanfaatkan dirimu saja.
Kita tidak diajarkan langsung oleh tuhan melainkan kita diajarkan melalui setiap makhluknya yang menghampiri kita secara bertahap.
Manusia itu lucu yang sendirian ingin berdua,
Yang berdua ingin bertiga,
Yang bertiga ingin berdua,
Dan akhirnya kembali sendirian,
Kita memang tak tau manusia seperti apa yang akan menghampiri kita kelak,
Tetapi tuhan sudah mengajarkan bagaimana menghadapi dengan rasa sabar.
Penuh dengan rasa keingklasan.
Karena kehidupan ini penuh dengan misteri yang tak bisa di ukur dengan akal,
Ambil baiknya dan buang buruknya,
Hidup itu penuh dengan imajinasi,
Yang bisa kita lakukan hanya berharap, berusaha, dan berdoa,
Mengharapkan yang baik akan selalu datang,
Tapi tuhan tidak akan mau dilupakan,
Itu sebabnya tuhan datangkan hal buruk agar kita selalu mengingat tuhan,
Tuhan tidak butuh kita melaikan kita yang membutuhkan tuhan,
Jika kita sudah meninggalkan tuhan sama saja kita meninggalkan hal – hal baik yang sudah tuhan kasih untuk kita,
Kalau saya berbuat baik kepada orang,
Jangan pernah di ingat – ingat jika sudah berbuat baik,
Kalau orang berbuat baik kepada kita sekecil apapun,
Jangan pernah dilupakan walaupun satu detikpun menjelang kematian.
Sedapat mungkin Do’akan dia,
“ya tuhan berikan saya kesempatan satu kali untuk membalasakan kebaikan dia”
Pada dasarnya manusia itu terikat antara satu manusia dengan manusia lain,Karena jiwa manusia di landasi dengan makhluk sosial,
Manusia yang tak bisa berdiri sendiri,
Sebagai contoh sang anak kepada ibunya.
“ mamah ... ade ingin membeli sesuatu tapi ade tak memiliki uang-,
“ memang ade sedang membutuhkan apa? Jawab sang mamah
“ ade butuh tas baru mah, tas ade sudah kotor dan rusak-,
“ yasudah nanti mamah bilang kepada ayah dulu yah”
Dari percakapan singkat diatas bisa dilihat manusia memiliki jiwa yang terikat,
Mau berbeda jenis kelaminan,manusia tetap saya tidak bisa menghadapi semuanya sendirian,
Karena kita di ciptakan untuk saling melengkapi bukan untuk mencari keuntungan dari manusia lain.
Tapi ada saja manusia yang hanya datang dikala kesusahan saja,
Disaat mereka sudah mendapatkan apa yang diingingkan mereka akan hilang,
Pada dasarnya kita ini adalah makhluk tuhan dan kita bukan lah tuhan,
Sebaik – baiknya meminta pertolongan hanyalah kepada tuhan,
Apapun yang sedang kalian hadapi saat ini,
Fisik yang tak sempurna, Ataupun hinaan dan cacian yang kalian dapat dari seseorang, sesungguhnya kalian belum bertemu dengan orang yang tepat untuk melihat kebaikan dan kesempuraan kalian, sebab orang – orang baik tidak akan pernah menghina ataupun menggoreskan setitik tinta untuk menyakiti seseorang.
Orang tua ku pernah berkata jika kau menanaman sebuah padi kau akan mendapat beras.
Jika kau menanam kebaikan, kebaikan itu akan kembali seperti bumerang waktu yang tak akan kau tau kapan hal - hal baik akan datang kepadamu suatu saat nanti.
Jangan mengeluh, karena mengeluh hanya untuk orang – orang yang tak punya prinsip kehidpan untuk masa yang akan datang.