Kemustahilan hanya ada pada kamus orang-orang yang tidak percaya pada kebesaran Allah.
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
d e v o n
sheepfilms

oozey mess

Janaina Medeiros

No title available
Jules of Nature

⁂
Cosimo Galluzzi
Show & Tell
Game of Thrones Daily

Discoholic 🪩
TVSTRANGERTHINGS

Love Begins

izzy's playlists!

JVL
No title available

Kiana Khansmith
Peter Solarz

if i look back, i am lost

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Spain

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@pemuda-peradaban
Kemustahilan hanya ada pada kamus orang-orang yang tidak percaya pada kebesaran Allah.
Rizeki
Rizeki itu adalah yang kita gunakan dan kita sedekahkan.
Suami itu adalah litelatur istri, tempat dimana istri pertama belajar. seperti halnya rasulullah kepada istrinya dan para sahabat-sahabatnya.
Problematika
Sering dari kita menemukan sebuah problematika dan retorika yang ada di depan mata, mungkin kita memiliki berbagi solusi untuk mengasi sebuah problem bukan berarti itu bisa menyelesaikannya.
butuh sebuah pendekatan, dan kajian mendalam untuk mengetahui sebuah problematika baru kita bisa menyimpulkan persoalan tersebut.
setelah kita tau dan paham, kita perlu sebuah pola dan strategi untuk menyelesaikan sebuah problematika dari setiap sudut.
tanpa harus menimbulkan sebuah dampak, atau bukan berarti tiada dampak tapi meminimalisir dampak dari penyelesaian problematika.
SIapakah pendidik yang agung? beliau adalah, Rasulullah. beliau dapat menghadirkan dan mencetak 2000 pemimpin, untuk mempimping belahan dunia ini, membangun peradaban yang hebat dan kokoh.
Pemuda ibaratkan sebuah air.
Air identik dengan kekuatan dan kejernihan, dan pemuda identik dengan kekuatan dan karya.
Ibarat sebuah air, ketika ia jernih, akan banyak mendatangkan manfaat. dan ketika keruh yang menimbulkan banyak penyakit.
Kekuatan air ketika ia lemah hanya sedikit, bahkan setetes hanya bisa di dinikmati memenuhu dahaga untuk minum. Dan jika air itu menjadi sebuah arus, berlimpah kuat ibarat sebuah ombak yang menghantam bangunan kokoh di depannya.
Allah angkat ummat ini dengan Qur’an. Dan Allah jatuhkan ummat ini dengan Qur’an.
Mata itu sedang bercerita tentang derita.
Wahai sekalian penduduk dunia, mereka sedang diuji.
Bukankah Tuhan beri kita semua mata untuk melihat dan hati untuk mengerti?
Tolong mari peduli!
O people of the world, they are being tested.
Doesn't God give us all eyes to see and hearts to understand?
Please care!
Di jauhkan, Apakah malah menjauh?
Hari ini, kita di hadapkan dengan pola kehidupan mulai dari pola pikir, kebiasaan, fashion, dan budaya yang tentunya membawa kepada keluar kepada koridor islam. Nilai nilai islam mulai hilang & dihilangkan dari setiap pribadi seorang muslim. sebuah identitas telah hilang. secara tidak sadar, diri kita dijauhkan atau malah kita yang menjauh dari koridor dan nilai-nilai islam?
"Poros Perabadan, parameter bagaimana keadaan ummat muslim saat ini"
Semoga kelak, Allah takdirkan menjadi tamunya
Aku takkan berhenti ketika saat aku terjatuh, dan kemudian Bangkit! tapi aku berhenti saat semuanya sudah selesai dan terselesaikan.
Menyambut Peradaban
Akhir-akhir ini rasanya perasaan galau sering menyelimuti, sebuah perasaan yang lahir saat membaca isu dan berita yang ada, baik di taraf nasional maupun internasional. Isu-isu yang sempat membuatku benar-benar menangis, ditambah lagi wafatnya satu tokoh hebat negara yang meninggal waktu itu, Eyang BJ. Habibie.
Namun, alhamdulillah hari-hari ini aku dalam keadaan yang cukup berbeda, sudah mengikuti pertemuan pertama dari Dauroh Peradaban (di akhir bulan lalu), yang mana di sesi satu kemarin, kami diajak menengok kembali ke sejarah peradaban islam di masa lalu. Tentang kejatuhan tiga puluh daulah islamiyah yang pernah ada dengan segala sebabnya, tentang kejatuhan Andalus yang oleh Doktor Halim Uwais disorot sebab bermegah-megahannya mereka, dan tentang 'Kerugian Dunia sebab Kemunduran Kaum Muslimin'. Ya, itu adalah tiga materi yang merupakan penjabaran dari tiga buku.
Kembali lagi dengan berita yang beredar, terutama saat membaca tentang kaum muslimin hari ini. Hampir-hampir semuanya merupakan berita miring. Kaum muslimin yang terkekang hak-haknya, seperti mereka yang di Kashmir. Kaum muslimin yang tanahnya terjajah, sebagaimana saudara di Palestina yang masih berjuang hingga detik ini, kaum muslimin yang dicap radikal, dan lain sebagainya.
Meski terlalu sering merasakan kepahitan, ada beberapa hal yang harus diingat. Satu, adalah bahwa kaum muslimin adalah para pemegang diin Allah, al Islam. Bahwa kaum muslimin memiliki Allah, Dzat yang tidak pernah mengantuk, apalagi tidur. Ia tidak akan pernah mengabaikan urusan hamba-hamba yang senantiasa memasang harap hanya kepada-Nya.
Dua, bahwa demikianlah roda sejarah ini sedang berputar. Apabila Allah berkehendak bahwa kaum muslim hari ini dalam posisi di bawah, maka pasti akan datang suatu hari dimana kaum muslimin akan berada di atas, berada di puncak kepemimpinan dunia. Sebab demikian sunnatullah.
Kebangkitan islam, barangkali memang terlihat mustahil. Akan tetapi bagi orang-orang yang beriman, tidaklah dianggap demikian. Sebab memang hanya islam lah yang memiliki karakteristik pemimpin peradaban, sebagaimana dahulu kaum muslimin pernah memimpin. Kalau kata Musthafa As Siba'i dalam bukunya, 'Min Rawaai'i Hadhooratina', -saat membahas tentang kejatuhan peradaban barat-, yang meski terlihat kokoh, pasti akan runtuh pula. Bukan karena kurang hebat, tapi karena mereka tak memiliki asas yang kuat, sebagaimana kaum muslimin dengan aqidahnya yang tak pernah berubah. Mungkin tidak dalam sepuluh tahun, dua puluh, atau setengah abad. Akan tetapi bisa jadi butuh sekian puluh, bahkan sekian abad. Allahu a'lam.
Terakhir, satu hal yang harus dipikirkan adalah tentang dimana dan peran apa kah yang hendak kita ambil hari ini untuk 'mengantarkan' kaum muslimin menuju kebangkitannya. Hendak kah kita segera mengambil posisi sebagai pemain -di pos manapun itu- atau berdiam diri saja menjadi manusia yang menanti digerus zaman. Pilihan itu ada di tangan kita, termasuk pilihan untuk memandang apa-apa yang terjadi hari ini dengan tatapan optimis maupun pesimis (akan kebangkitan islam).
Jakarta, 05 Oktober 2019 (tulisan kemarin~)
MAAFKAN KAMI YANG BERBOHONG
Hari ini, saya mendapatkan sebuah pertanyaan, pertanyaan biasa yang seringkali kita dapat.
Siapakah tokoh favorit anda?
Hmm, otak saya langsung mengumpulkan wajah tokoh-tokoh yang banyak menginspirasi saya, entah karena perilakunya, entah karena perkataan yang diambil menjadi quotes dan sering membakar semangat saya, baik tokoh dalam negeri, maupun luar negeri.
Tapi pertanyaan ini membawa saya kepada masa kecil saya, ketika saya dan teman-teman saling bertukar kertas biodata, entah itu bertanya tentang makanan favorit, film favorit, hingga nama pacar.
Selalu ada satu pertanyaan yang jawabannya selalu sama baik diisi oleh siapapun, yakni “siapa tokoh favorit kamu?”
Semua orang tau, jawaban kami semua tidak pernah berbeda, semua anak menjawab yaitu “Nabi Muhammad SAW”.
Saat kecil, kami menulis itu, karena kami malu, sebagai seorang muslim jika tidak menulis nama itu, apa kata orang? Nanti kami dianggap tidak mencintai Nabi, nanti kami berdosa, nanti kalau dosa, kami disiksa, dan kala itu saya takut.
Pertanyaan itu kembali datang kepada saya, tentang siapa orang yang menjadi favorit saya. Kini, pertanyaan itu kembali muncul di hadapan saya. Sesungguhnya saya ingin menulis nama Rasullullah SAW, tapi tak terbesit satupun pengetahuan saya tentang Nabi Muhammad SAW yang dulu ketika kecil saya tuliskan sebagai tokoh favorit saya.
Jujur saja
Saya tahu betul kehidupan para artis, tapi saya tidak tahu kehidupan Nabi Muhammad SAW.
Saya tahu betul siapa personil boyband negeri lain walau dengan nama yang sulit dihapal, tapi saya tidak tahu personil yang menemani Nabi Muhammad SAW ketika berperang memerjuangkan islam.
Saya tahu betul makanan favorit para penyanyi ternama, tapi saya tidak tahu makanan apa yang disenangi oleh Nabi Muhammad SAW.
Saya tahu betul bagaimana prosesi pernikahan pangeran William dan putri Kate, tapi saya tidak tahu bagaimana proses pernikahan Nabi Muhammad SAW dan Khadijah R.A. bisa terjadi.
Saya tahu betul siapa pemenang kompetisi menyanyi dari season 1 sampai 7, tapi saya tidak tahu siapa pemenang dari peperangan yang dijalani oleh Nabi Muhammad SAW.
Saya tau betul bagaimana kisah Bill Gates keluar dari kampusnya lalu menuju Microsoft, tapi saya tidak tahu bagaimana Nabi Muhammad SAW keluar dari Mekah lalu menuju Madinah.
Saya tau betul bagaimana perjuangan Steve Jobs membangun Apple, tapi saya tidak tahu bagaimana perjuangan Nabi Muhammad SAW membangun peradaban islam zaman dulu.
Saya tahu betul bagaimana para Artis International wafat, tapi kami tidak tahu bagaimana proses kematian Nabi Muhammad SAW.
Saya tahu betul bagaimana perjuangan para tokoh dunia dalam mencapai mimpinya, tapi saya tidak tahu perjuangan Nabi Muhammad SAW yang begitu luar biasa banyak pelajarannya.
Saat itu, akhirnya saya tuliskan nama orang lain Maafkan kami ya Allah, ketika kecil, kami sudah berbohong. Kami menuliskan Rasulullah SAW sebagai tokoh favorit, tapi tak sedikitpun kami tahu tentang beliau.
Sungguh, kami malu, kami pernah berbohong.
MAAFKAN KAMI YANG BERBOHONG Bandung, 20 Maret 2017
Darimana Kita Memulai Untuk Mentadabburi Sejarah Islam?
@edgarhamas
Beberapa waktu lalu, saya membuat Instagram Story tentang “3 Hal yang Menjadikan Sejarah Islam Inspirasi Hidupmu”, dan banyak teman-teman yang kemudian menanyakan, bukan bermaksud apa-apa, namun mereka merasa nyaman dengan sajian tadabbur sejarah yang sering kami tulis. Alhamdulillah.
Saya ingin sampaikan kepada teman-teman, mentadabburi sejarah itu seperti nonton film atau membaca novel. Bedanya, yang ini kenyataan, dan lebih menginspirasi. Permasalahannya adalah, masih sedikit sejarawan muslim yang menyajikan konten-konten sejarah dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Pun, banyak sekali sejarawan ini yang berfokus tentang hal yang bertele-tele, seperti tanggal dan tahun yang begitu banyak, tokoh yang begitu rumit dikenali, dan pemilihan bahasan yang terlalu berat, seperti konflik kerajaan, politik, silsilah, dan banyak lagi; walaupun sebenarnya itu penting, namun takutnya, kita malah kehilangan hikmahnya.
Maka dari itu, izinkan dalam tulisan ini, saya ingin mengusulkan poin-poin, yang saya menikmatinya, tentang bagaimana dan darimana kita akan asyik mentadabburi sejarah.
Pertama, Mulailah dari Rasulullah ﷺ
Perjalanan hidup Rasulullah ﷺ itu, cool banget. Sangat menginspirasi. Hanya dalam waktu 22 tahun, seorang lelaki di kota tengah padang pasir Arabia, menjadi tokoh yang dikagumi oleh bangsa-bangsa di penjuru bumi.
Bacalah karakter Rasulullah ﷺ, kehebatannya, sifat-sifat beliau ﷺ yang diabadikan dalam Al Qur'an dan hadits. Penting: bacalah dengan sudut pandang kamu ingin mengenal seseorang yang kamu sangat menggemarinya. Buku-buku karya Ust Salim A Fillah akan menemanimu mengenal Rasulullah ﷺ dengan lebih bersahabat.
Kedua, kenali 10 Shahabat yang Dijamin Masuk Surga
Generasi Shahabat itu ada 100 ribu. Semuanya hebat-hebat, semuanya keren-keren, semuanya menggugah. Namun, ringkasannya bisa kamu dapatkan pada 10 sahabat yang dijamin masuk Surga. Mereka bukan nabi, bukan juga rasul, namun karakter dan perjalanan hidupnya akan mengilhami siapapun yang membacanya.
Seorang bisnisman akan nge-fans dengan Utsman bin Affan atau Abdurrahman bin Auf. Seorang aktivis pasti suka dengan gaya Umar yang jenius dan Abu Bakar yang prestatif. Seorang ilmuwan pasti akan jatuh cinta pada kehebatan Ali menganalisa dan menghasilkan fatwa. Dan masih banyak lagi.
Saya jatuh cinta pada 10 Shahabat ini ketika buku “10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga” yang ditulis oleh Muhammad Ahmad Isa. Tidak tebal, tapi bagus sekali penyampaiannya.
Ketiga, generasi sahabat pada umumnya.
Selain 10 sahabat yang dijamin masuk surga, masih sangat banyak sahabat-sahabat Rasulullah yang membuat saya pribadi tergugah untuk selalu menjadi pribadi yang hebat. Salman Al Farisi misalnya, sang pencari kebenaran. Bilal misalnya, seorang yang kokoh dalam keyakinan. Khalid bin Walid, The Warrior. Amr bin Ash, sang diplomat ulung.
Untuk membacanya, selalu, buku yang saya usulkan ke teman-teman adalah Biografi 60 Shahabat Rasulullah ﷺ karya Khalid Muhammad Khalid.
Keempat, tentang Pahlawan-pahlawan Islam sepeninggal Rasulullah.
Ini dia, yang masih harus banyak digarap oleh para sejarawan muslim. Generasi emas umat Islam tidak hanya menjadi gelar sahabat saja. Nyatanya, para pahlawan yang hidup di zaman keemasan Islam adalah tokoh-tokoh yang sangat enerjik dan mengagumkan. Seperti Imam Syafi'i, Nizamul Mulk, Shalahuddin Al Ayyubi, Muhammad Al Fatih, dan banyak lagi.
Ada banyak buku-buku yang membahas tentang pahlawan Islam ini, saya tidak bisa memilihkan salah satunya, sebab saya masih jatuh cinta pada buku “Miah Udzama Ummatil Islam Ghayyaru Majra At Tarikh” (100 Tokoh Umat Islam yang Mengubah Sejarah) karya Jihad Turbani.
Entah, sampai sekarang belum ada yang menerjemahkan, atau apa saya yang tidak tahu. Sebenarnya ada penerbit yang sudah menerjemahkan, namun belakangan diketahui belum minta izin ke Jihad Turbani. Ah, sayang sekali.
Teman-teman tapi masih bisa melihat terjemahan video-video Jihad Turbani dalam channel YouTube beliau, (جهاد الترباني) insyallah ada yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia walaupun belum semuanya.
Kelima, tentang Peradaban Islam
Teman-teman, kamu mungkin belum sepenuhnya percaya, dulu itu orang-orang Eropa disebut gaul kalo mereka pake bahasa Arab. Dulu itu, mata uang Islam jadi mata uang internasional, kapal-kapal kita ada di pelabuhan Italia, Inggris dan Perancis. Amerika Serikat pernah membayar pajak pada negeri Islam 70 tahun lamanya.
Darimana kita mengetahui itu? Dari bacaan-bacaan kita tentang peradaban Islam. Sejauh ini, pembahasan ini sangatlah sedikit dan masih perlu dikembangkan. Saya bertekad bisa mewujudkannya. Doakan yaa.
Namun, sebagai pembuka, teman-teman bisa membaca buku “Lost Islamic History” karya Firas Al Khateeb yang sudah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Banyak juha channel-channel YouTube yang membahas tentang peradaban Islam yang hebat ini. Search saja dengan keyword yang tepat.
Masih sangat banyak, fakta-fakta hebat Sejarah Islam yang jika kita mentadabburinya, akan membuat kita benar-benar bangga menjadi muslim, membuat kita bangun dari amnesia 500 tahun ini, dan kembali merebut takdir kemenangan kita.
Semua berawal dari sejarah dan berakhir sebagai sejarah bagi sebuah peradaban, karena tiada perabadan besar manapun tanpa adanya sebuah akar sejarah yang besar.
Menahan atau menjadi tahanan
itulah sebuah maksiat, daya kita menahan maksiat tersebut agar tidak kita lakukan, ataukah itu menjadi tahanan akan maksiat tesebut akibat terus melakukan sebuah kemaksiatan.
ACT mencarter pesawat untuk memulangkan pengungsi Wamena ke Sumbar.
Miris (sangat)... Dimana negara? Dimana pemerintah??
😢😭
InsyaAllah kami masih berikhtiar dan semoga Allah kuatkan pundak-pundak kami 😄
Jangan pernah tinggalkan sholat
Karena terdapat jutaan manusia di dalam kubur ingin dihidupkan kembali
Hanya untuk bersujud kepada Allah