Ada aja masalahnya. Makin dewasa masalah bukannya makin selesai malah makin banyak aja yang datang.
Emang sabar tuh udah paling bener. Kita bisa apa lagi, ya kan? Mau ditolak, udah kadung terjadi. Mau teriak, diratapi sampe nangis darah, juga gak akan mengubah apa-apa.
Tapi Allah emang maha baik sih. Mana ada raja di dunia yang bener-bener care sama manajemen hati rakyatnya. Paling mentok ya pada ngaku turut prihatin dan sibuk aja terus sama urusan politiknya.
Allah bilang, janganlah lemah (hilang harapan) dan jangan pula kamu bersedih hati.
Allah bilang lagi, mintalah pertolongan dengan sabar dan salat.
Kemudian Allah bilang lagi, sesungguhnya Aku bersama orang-orang yang sabar.
Gimana gak melting hati ini, raja dari segala raja, yang Maha Merajai, bisa bilang sehalus ini.
Dia yang punya segalanya tapi dia gak pelit sama hamba-Nya.
Dia yang merajai alam semesta tapi sepeduli itu sama urusan kita.
Dia ngasih kita ujian supaya kita sabar lalu Dia membersamai kita dalam kesabaran itu sampai akhirnya kita bisa 'naik tingkat' di kalangan orang-orang beriman.
Dia ngajarin kita tawakal supaya hati ini tenteram dan gak terluka cuma gara-gara dunia yang fana.
Dia nurunin Al-Qur'an yang jadi panduan untuk kita memahami bahwa dunia ini is not a big deal. Kata Allah, dunia gak lebih berat dari sehelai sayap nyamuk. Sedangkan akhirat jauuuuh lebih kekal.
Sekarang bayangin deh, gimana keadaan orang yang mati di tahun 0001 Masehi? Ya, sampai detik ini dia masih berada di alam kubur dan menunggu hari kebangkitan selama 2020 tahun. Sedangkan jatah hidup kita di dunia berkisah sekitar 60-80 tahun. Sampai sini, udah kebayang perbedaan dunia dengan alam-alam setelahnya?
Maka, seberat apapun ujiannya, ingatlah Allah. Ingatlah bahwa dunia ini bukan apa-apa. Ingatlah bahwa kesabaran akan membawamu semakin dekat dengan-Nya. Lantas apa yang lebih menenangkan selain mengetahui bahwa Allah gak pernah meninggalkan kita apapun keadaannya?