Sampah juga butuh waktu kan?

★
sheepfilms
almost home
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
ojovivo
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
we're not kids anymore.
TVSTRANGERTHINGS
No title available

Janaina Medeiros
dirt enthusiast
art blog(derogatory)

JVL

No title available
Keni
Not today Justin
Show & Tell
Lint Roller? I Barely Know Her
wallacepolsom

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Singapore

seen from United Arab Emirates

seen from Türkiye

seen from Netherlands
seen from Brazil

seen from T1

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@penamozani
Sampah juga butuh waktu kan?
Halu
Mintu' na melo ke attunna mi
Kukira kau
Ku kira kau rumah
Rupanya sebatas berlabuh singgah
Kau datang sekedar melepas lelah
Dan aku pula yang kalah
Terinspirasi dari Amigdala
Hidup
Hidup musti terus berjalan
Meski penuh caci maki
Tak boleh berhenti
Safari
Sekedar safari
Sebagai tamu
Di kediaman
Yang kau sebut rumah kata-kata.
Hanya mampir
Sejenak
Kau juga perlu tamu, bukan?
Yk, 9/4/20
Puasa I
Ada yang berpuasa dalam niat namun mencerca dalam ucap. Hadeeh
Malangmu II
Ramai-ramai, sayangnya tak esensial
Malangmu
Pertemuan - pertemuan, nyaman; dan perpisahan kemudian.
Sesimpel itu
Resah
Ada kalimat yang tak sampai
Ingin ucap tapi tak cakap
Mentari dan ketakutan
Ternyata bukan saja mentari takut terlambat menyapa kehidupan. Tetapi ketakutan mentari sesungguhnya benar karena telat menjemput senyum pagimu yang jujur, apa adanya tanpa pemanis.
Yogya, 6/4/19
Belum
Belum, belum usai. Kita baru saja sampai pada halaman yang tak ingin. Pada halaman yang memaksa jarak. Itu saja.
Mu
Hadirmu kelabu
Lahir dipikir
Hilang saat harap menyala
Ironi
Sabtu lelah
Sabtumu lelah
Liburmu gelisah
Senggangmu susah
Tidurlah
Ragamu ingin rebah
Pejam, pejamkan tanpa ragu
Usaha butuh jeda
Untuk (kembali) susun rencana
Bijaksana
Ketika kepentingan saling berebut
Kata-kata bakal kehilangan isi
Tindak tanduk tak lagi hakikat
Mufakat kehilangan urgensi
Adalah kebijaksanaan solusi
Kunci mengerem luka
Menambal retak yang makin menganga
Menjahit asa yang kehilangan rasa
Ketika hasrat membabi buta
Menabrak runtuh pilar bersama
Membombardir habis perkakas jiwa
Kemanusiaan yang terjual beli
Tugas II
Sedari mentari terbit, terbenam, terbit lagi
Jemarimu terus bekerja
Demi impian yang hampa
Ilusi semata
Tapi tak apa lakukan saja
Dengan keyakinan sepenuhnya
Jika giat
Usahamu tak sia
Semangat ya dirimu
Bangun selalu mimpimu diatas arca-arca
Yakini, dan lakukan
Hasil tak pernah mengkhianati proses bukan?
Semangat ya
Yogya, 29/3/19
Hujan, pagi, dan rindu
Hujan, pagi, dan rindu yang membelenggu
Mengharap temu
Melipat jarak yang terbentang
Mengais jalan menuju jumpa
Naas hujan yang kau cinta kadangkala tak tau diri
Bukan hanya basah yang dicipta
Juga derasnya rindu menuntut temu.
Yogya, 28/03/19
Sakralitas terselubung
Lelah sekali rasanya, setelah hari-hari dipenuhi dengan penghambaan yang mendehumanisasi itu. Sayang, tiada pilihan selain manut menjalankan meski prinsip ditumbalkan.
Nada-nada perlawanan tak cukup kuat membangunkan raga yang sudah kadung lama terkungkung dalam lumpur ketertindasan.
Yang ada hanya celoteh sinis yang malu-malu, tersembunyi dalam sanubari. Sebab sekali saja keluar pengusiran terjadi, atas dasar tuduhan memberontak pada titah gedung penuh kuasa meski sebagaian menganggap hanya gedung mitos belaka. Namun bagi yang masih percaya pada dogmanya tetap saja semua harus patuh, kalau bisa diam, jangan banyak berbicara. Maka nasibmu akan baik
Sayang sekali. Hanya mampu menggerutu atas negosiasi yang terlanjur tak berlaku. Negosiasi hanya milih yang punya kuasa sedang bagi Si jelata hanya perlu diam,DIAMLAH!
Diam, itu satu-satunya jalan keselamatan sebab menentang kesakralan gedung mitos dan segala dogmanya hanya akan memperpanjang kebodohan. Begitu katanya dalam dogma nomer, pasal, dan ayat sekian.
Diam dan pura-pura bergembira jika mampu. Jika tidak, bunuh dirilah! Itu sebaik-baiknya cara menentang kedunguan yang diajarkan.
Yogya, 27/03/19