Jangan pernah melupakan orang dibalik layar

Kiana Khansmith
Xuebing Du

★

Kaledo Art

Discoholic 🪩
h
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
dirt enthusiast
No title available

Origami Around
Alisa U Zemlji Chuda
will byers stan first human second
he wasn't even looking at me and he found me
taylor price
Show & Tell

pixel skylines
No title available
Sade Olutola
Not today Justin
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

seen from United States
seen from Mexico
seen from United States
seen from France

seen from Poland
seen from United States
seen from Australia
seen from Brunei

seen from T1

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Canada

seen from Saudi Arabia

seen from United States

seen from T1

seen from Malaysia
seen from United States
@perasa
Jangan pernah melupakan orang dibalik layar
Bahkan dalam keadaan tidur sekalipun, otak ku masih saja terus bekerja. Semua ide tiba-tiba muncul, otak otomatis menyusun kata demi kata menjadi sebuah kalimat dan berakhir cerita
Aloh-alih tidur ditemani bunga tidur yang disebut mimpi rasanya sulit untuk kutemukan. Yang ada hanya tidur ditemani bayang-bayang
Aku tiba-tiba terbayang akan hal yang harus ku lakukan dan seperti apa alurnya
#perasa
Jika tidak bisa membalas budi setidaknya tahu cara berterima kasih
Suara sumbang yang mengganggu, terlalu berisik. Nyatanya tidak semenakutkan seperti apa yang terdengar
Kau, berharap kerukunan dan kekompakan. Tapi, apa yang sudah kau lakukan? Caramu membuat yang tadinya dekat menjadi berjarak, awalnya rapat menjadi renggang, berisiknya curahan seketika hening. Apa seperti itu yang dimaksud?
Kau membangkitkan lagi yang telah reda, kau membuat semuanya menjadi gaduh, kau lempar batu sembunyi tangan, kau buat seolah-olah cerita itu nyata, cerita itu aduan, kau karang semua cerita untuk menarik simpati salah satu dari mereka dan meminta pembelaan.
Sadarkah apa yang kau lakukan itu justru mengadu domba anak-anakmu? Yang tidak pernah ada, kau buat seakan nyata adanya
Ibu, Maaf...
Kau keterlaluan dan kau tega
Bagaimana tuan, pasti kamu lebih tenang sekarang bukan?
Tidak ada lagi cerewet itu, tidak ada lagi perdebatan karena mengekang, tidak ada lagi dipermasalahkan untuk semua hal yang kamu senangi. Indah bukan?
Ternyata ada loh,
Orang tua yang tidak pernah cukup dengan pencapaian anaknya, dengan alibi lebih baik lagi
Yang tadinya bagi anak sudah cukup karena orang tua yang tidak merasa cukup, si anak jadi insecure lalu overthinking
"Apa lagi ya yang salah dari gue?"
Ternyata memang menyebalkan mendengar orang berkata "Aku memang begini, kalau tidak suka yaudah gapapa". Sadar ga sih ia, kalau sifat ataupun sikapnya itu toxic. Sudah tau toxic setidaknya berubah bukan malah ngomong begitu. Hal toxic ith perlu diubah, dihilangkan bukan dipelihara. Jelas tidak baik, memakan ego diri
Air mata ini telah habis namun dendam semakin membara
Aku hanya tidak tau bagaimana menjelaskan ini semua ke atasan. Harus ada jalan lainnya untuk menebus kelalaian kali ini dan harusnya lebih banyak dibandingkan yang sebelumnya karena lalai
Aku KALAH dalam banyak hal secara BERSAMAAN
Harus lebih extra untuk mendapatkan semua yang ku inginkan setelah ini. Daripada aku harus menyalahkan seseorang terus-menerus
Tapi kamu berlaku bagai pemilik ragaku
Secara tidak sadar kadang kita memperlakukan seseorang seolah ia adalah milik kita. Padahal nyatanya bukan siapa-siapa dan tidak sepentjng itu
Rasa berlaku bagai pemilik raga, tanpa sadar juga menciptakan keegoisan di diri kita. Memaksa seseorang itu untuk dapat penuhi apapun yang kita mau
Lagi, dan lagi. Kita lupa telah lewat batas
Bukan titik terendah namun cukup membuat ku ingin menyerah
Jaga Dirimu, Ya
Aku selalu percaya bahwa kata-kata punya nyawa. Beberapa dari mereka lahir untuk menjadi perintah, sebagian lagi sekadar basa-basi yang terlontar tanpa benar-benar dipikirkan. Tapi ada juga kata-kata yang diam-diam membawa beban, yang saat diucapkan, terasa seperti tangan yang menggenggam erat sebelum akhirnya harus dilepaskan.
"Jaga dirimu, ya."
Kalimat itu sederhana, tapi punya banyak cabang makna yang bersembunyi di baliknya. Orang-orang sering mengira itu hanya tentang menjaga tubuh agar tidak sakit, agar pulang dalam keadaan utuh. Padahal, lebih dari itu, kata-kata itu juga menyelipkan harapan agar kita tetap waras di tengah dunia yang terus mengikis bagian-bagian dari diri kita.
Aku pernah mendengar kalimat itu diucapkan dengan suara yang nyaris bergetar, seolah pengucapnya tahu bahwa setelah ini, mungkin tak ada lagi kesempatan untuk mengatakannya. Pernah juga kudengar ia dilontarkan dengan nada santai, tapi tatapan mata si pemilik suara diam-diam menyimpan kekhawatiran yang sulit disembunyikan.
"Jaga dirimu, ya."
Itu berarti: jangan biarkan kepalamu terlalu penuh oleh pikiran yang tak bisa kau redakan. Itu berarti: jangan memaksa hatimu tetap berdiri ketika ia sudah lelah berusaha. Itu berarti: jika dunia terasa terlalu keras, setidaknya jadilah lembut pada dirimu sendiri.
Karena kita tak hanya bisa terluka oleh goresan di kulit, tetapi juga oleh kata-kata yang tak sempat dibalas, oleh kepergian yang tak dijelaskan, oleh rasa sesak yang tak bisa diceritakan kepada siapa pun.
Maka, saat seseorang berkata, "Jaga dirimu, ya," percaya atau tidak, itu adalah salah satu bentuk cinta paling sederhana yang bisa diberikan manusia kepada manusia lainnya.
Dia membawa ku sejauh ini
Ada rasa sakit, marah, hingga aku tak bisa mengontrol semua yang keluar dari mulut ku. Aku sadar itu sangat menyakitkannya, membekas itu pasti tapi maaih saja aku lakukan
Ada rasa ingin meminta maaf setelahnya tapi kembali lagi yang ada di ingatanku terlalu membuatku sakit, sampai usaha dan kebaikannya untuk menghilangkan penyesalannya tak terlihat oleh ku. Disamping itu aku tidak melihatnya bergerak untuk membalas rasa sakit ku kepada mereka.
Memang bukan dia yang menyakiti tapi karena dia sakit itu ada
Aku hanya ingin menang, setidaknya satu kali saja
Please...
Bolehkah aku mengeluh, Tuhan?
Aku lelah....
Bersamanya banyak kalah dan lelahnya
Maaf ini yang harus ku sampaikan