Jika cinta adalah rumah. Mungkin sekarang aku sedang kedinginan. Aku tak bisa pulang. Bisa kau bawa lagi aku menuju rumahku? Aku rindu, dicintaimu.
todays bird

oozey mess
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
almost home
$LAYYYTER
NASA

Janaina Medeiros
Cosmic Funnies
One Nice Bug Per Day
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

@theartofmadeline
Misplaced Lens Cap

pixel skylines

Andulka
Sweet Seals For You, Always
he wasn't even looking at me and he found me
Monterey Bay Aquarium

No title available

No title available
d e v o n
seen from Guatemala
seen from Peru
seen from United States
seen from Colombia

seen from United States

seen from Peru
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Guatemala

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Croatia

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@peybunga-blog
Jika cinta adalah rumah. Mungkin sekarang aku sedang kedinginan. Aku tak bisa pulang. Bisa kau bawa lagi aku menuju rumahku? Aku rindu, dicintaimu.
Aku senang kau datang, tapi tidak kembali.
Kau adalah bising di kepala. Lama-lama memikirkanmu, aku bisa gila.
Aku sayang ibuku. Tugasku menghadiahinya menantu yang baik. Kamu.
(via zarry-hendrik)
Mungkin, jatuh cinta adalah kesalahan yang dibenarkan.
Surat Balasan Untuk Putri
Halo, cantik! Eh aku baru sadar link suratmu kali ini berbeda dengan link taun lalu. Hayo.. Galau ya? Atau sedang mencoba menjadi anonim? Hmm
Btw, terima kasih atas suratnya. Kamu perhatian banget. Haha. Dan entah kenapa aku malu sendiri ketika tau bahwa kau mengagumiku. Siapalah aku ini cuma butiran nutrisari yang diseduh air panas aja ilang.
Ohiya. Apalah arti tipe cowok idaman? Pernah punya hubungan yang sesuai tipe juga gak menjamin semua.
Main-mainlah ke Jambi. Kita bisa belajar masak bareng, dandan bareng, atau berburu kuliner. Kau doakan saja aku banyak rejeki. Nanti aku main ke kotamu ya.
Terima kasih buat doanya ya. Salam buat kamu dan orang-orang yang kamu sayang. Semoga selalu dilimpahkan kebahagiaan.
-Bunga-
Selama ini,
aku pura-pura
pada tawa-tawa yang renyah didengar,
pada kelincahanku yang menghibur,
pada mereka yang kubuat salut oleh kebodohan,
seharusnya kamu meragu
Aku telah menjadi badut bagi diriku sendiri
Aku memaksakan diri,
seakan tanpamu aku tak apa
Sebenar-benarnya,
Aku...
Semakin aku berusaha melupakan, semakin kamu lekat dalam ingatan.
Halo, Putri!
Halo, Putri! Terima kasih sudah mengirimku surat ini dan diam-diam ternyata kau memperhatikanku ya? Gotcha! Hampir semua tentangku kau tahu.
Halo, Putri! Kabarku baik. Hatiku juga. Hahaha. :)))
Bicara tentang lelaki brewokan tipis. Entah kenapa mereka memang terlihat lebih manis. Ya asalkan, bersih dan rapi. Beda kalo kusem, dekil, trus bau. Ya kan? Hmm..
Main-mainlah ke Jambi. Tak usah khawatir, kau bisa menghubungiku saat sedang berada di kota ini. Dengan senang hati ku ajak kau menikmati Jambi sepanjang hari.
Salam kenal buatmu Putri. Jangan lupa makan. :)))
Hai kak Bunga….Perempuan paling cantik kalo lagi sendirian di kota jambi.
Kakak kece,apa kabarnya? Kakak yang selalu nyamber twitt orang buat status twitter nya,kakak yang sangat terlihat ceria di timeline,namun beda jauh dengan tulisan nya di tumblr.
Kak bunga yang kece,aku boleh tanya...
Aku mengikat rindu, lalu sengaja melepaskannya dalam pelukmu. Tak banyak. Aku menyimpan sisanya. Untuk tetap ku rasa ada.
Aku pernah meminta agar dipertahankan, sayangnya justru ditinggalkan saat sedang berjuang sendirian.
Rasanya merindukanmu? Bayangkan ada permata menyusup dalam paru-parumu. Indah, tapi berada di tempat yang tak seharusnya. Menyesakkan.
Lelaki dan Perempuannya
Lelaki berperawakan tinggi besar ini merendahkan hati saat berhadapan dengan perempuannya. Senja kali itu ia tawarkan segelas air tebu dengan butiran es batu yang terlihat menyegarkan di waktu matahari sedang panas-panasnya. Si perempuan menggeleng. Diraihnya lengan laki-laki yang ada di sebelahnya, menggelayutinya seperti balita bermanja dengan ibunya, menciumi aroma tubuhnya seakan bumi ini tidaklah bulat namun hanya ada 2 titik, ya hanya ada mereka berdua. Di tepian sungai yang digadang menjadi sungai terpanjang di pulau ini, lelaki ini berkata mesra kepada perempuannya, tentang indahnya bersama. Berkata tentang pahitnya kehilangan. Seakan kekal, melupa bahwa di bumi ini tak ada selamanya, melupa bahwa hilang adalah akhir tujuan. Perempuan yang dicintainya, justru meragu. Bukankah kehilangan adalah sebohong-bohongnya keabadian? Ada gurat ketidakpercayaan di wajahnya yang terbaca jelas oleh si lelaki. Bagai malam di tengah terik kemarau, pelukannya menjadi tempat perempuannya berpulang. Tenang. Lelaki ini mungkin tidak pernah mengetahui bahwa keseharian si perempuannya adalah menghitung jejak kebersamaan, menyulam mimpi selamanya berdua. Dan ia mungkin saja tidak pernah mengerti dengan doa-doa kebahagiaan yang dilarutkan secara bersamaan, bergantian, setiap malam oleh perempuannya. Doa keabadian. Kekal adalah mimpi mereka berdua. Selamanya adalah doa. --- Jauh dari senja yang mereka kenang waktu itu, ada amarah yang pecah dari sang lelaki. Ada rasa kecewa yang tersesat di dalam kantung hatinya, tak tahu jalan pulang. Ribuan kali perempuannya mencoba menghambur dalam pelukan tak lagi bisa. Tangis perempuan pun meruap, tak dihiraukan. --- Senja tak lagi sama sejak dunia mereka diselimuti kematian rasa. Sang lelaki tak pernah lagi ingin peduli. Ia lupa tentang janji kekalnya bersama bahkan pahitnya kehilangan yang pernah ia bisikkan pada perempuannya ketika senja kala itu. Ia lupa tentang segala bentuk kemesraan selama ribuan hari sudah mereka rasakan. Ia lupa ada jutaan detik yang telah mereka perjuangkan dengan penuh ketabahan. Lelaki ini tak lagi mau mengingat senja yang sama dan dari titik yang sama. Bahkan perempuannya tidak lagi menjadi perempuan yang dicintainya. Perempuan kini sendiri. Keyakinannya tentang kehilangan rupanya benar. Kehilangan adalah ketidakbenaran dari konsep keabadian. Lelakinya mungkin tak pernah tahu si perempuan masih bersemayam dalam rindu tak berkesudahan, memelihara kenangan yang disimpan rapi dalam kotak mimpi dan merajut kembali doa doa yang buyar.
Saat aku tahu cinta itu semu, aku tak peduli. Aku masih ingin memburu rindu.
Bukan aku sedang berperang dengan dinginnya hati. Hanya saja aku tak seberani orang-orang yang merindu masa lalu setengah mati.
Tak perlu bermain api untuk merasa panas. Mendengarmu menyebut namanya, aku terbakar